Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sepenggal Harapan

Sepenggal Harapan

Bima dan Vika menjalin kedekatan sejak SMA karena rumah mereka hanya dibatasi pagar besi. Meski kedua orang tua mendukung hubungan ini, Vika tetap bertekad mengejar impian sebagai wanita karier dengan kuliah di luar negeri. Kepergian anak tunggal dari keluarga mapan tersebut menjadi ujian berat bagi Bima. Mampukah Bima menjaga perasaan cintanya selama bertahun-tahun saat jarak memisahkan mereka? Akankah penantian panjang ini berujung pada kebahagiaan?
Bab
Bagikan

Bab 1

Angin pagi begitu dingin menyentuh seluruh tubuh seorang gadis remaja yang berkulit sawo matang, berwajah cantik, ia tampak tidak ingin lepas dari balik selimutnya.

Suara ketukan pintu dan panggilan mama kepadanya seolah tidak di hiraukan oleh seorang gadis itu, ia begitu enggan untuk melepas selimutnya seolah tidak membiarkan angin pagi yang dingin bagai salju menyentuh kulitnya.

Gadis itu bernama vika, vika deanata ia adalah seorang putri dari burhan dan ibunya bernama aghata, vika putri tunggal dari keluarga mapan, tidak kaya namun hidupnya terpenuhi, burhan yang bekerja sebagai pemilik toko serba ada di kota itu.

Burhan dan aghata mempunyai cita-cita yang sangat besar untuk menyekolahkan seorang putri satu-satunya itu setinggi mungkin, mereka berharap agar putrinya, vika bisa kuliah di luar negeri menjadi seoang pengusaha bisnis yang sukses.

"Vika? Vik bangun Nak sudah siang nih?" Panggil aghata yang kesekian kalinya di iringi dengan ketukan pintu kamar vika.

"Iya Ma, Vika bangun!" Sahut vika membuka matanya sebari perlahan bangkit dari tempat tidurnya, ia melihat jarum jam yang sudah menujuk-kan hampir pukul 7.

Ya ampun, sudah siang!

Gumamnya serentak melepas selimutnya, vika membuka pintu kamar melihat sang ibu yang masih setia menunggunya di depan pintu.

"Bima sudah menunggu kamu sejak tadi loh!" Ucap agatha sebari mengusap pundak vika yang masih terlihat malas-malasan.

"Iya Ma, Vika mandi dulu ya?" Kata vika seraya kembali masuk kamarnya dan mengambil handuk menuju kamar mandi.

"Mama tunggu di bawah ya?"

"Iya Ma!" Jawabnya sambil menutup pintu kamar mandi.

Aghata kembali ke bawah menunggu putrinya untuk sarapan.

Usai mandi vika pun turun ke bawah, roti dan susu sudah tersedia di meja makan.

"Ma, Pa, Vika berangkat dulu ya, udah telat nih!" Ujar vika sebari menengok jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.

"Gak sarapan dulu Vik? Susu sama rotinya di makan dong,"

"Iya Ma, nanti Vika makan di kantin aja ya udah siang!" Katanya sebari meminum susu sedikit saja, vika pamit sama ayah dan ibunya kemudian ia berlalu pergi untuk sekolah.

"Hai Vik, Tumben telat kemana aja?" Sapa bima dari balik pagar rumahnya.

Vika hanya melempar senyum aja dengan terus mengayun langkahnya menuju motor yang sudah burhan persiapkan.

Vika membawa motornya lambat di ikuti oleh bima dari belakang, memang sudah terbiasa mereka pulang pergi selalu bareng.

Setiba di sekolah vika serentak turun dari motornya ia berlari ke ruangan sekolah, di iringi dengan suara bel berbunyi.

"Vik tumben lho masuk telat?" Ujar sarah teman sebangkunya.

"Iya Sar, gue kesiangan!" Sahutnya sebari mengeluarkan buku dan pena dari dalam tasnya.

"kenapa lho, ada masalah?" Tanya sarah kembali bertanya kepada sahabatnya.

Vika hanya mengangkat bahu dengan melempar senyumnya yang manis, tak lama guru olahraga pun datang, ia memperkenalkan namanya kepada murid-murid di sekolah itu.

Seketika mata sarah sangat terpana dengan ke tampanan guru baru di sekolahnya.

"Waww. Vik ganteng banget," Bisik sarah di dekat telinga vika sahabatnya.

"Lho tuh. Kebiasaan kalau lihat yang ganteng dikit.?" Sahutnya seraya menyenggol sarah dengan sikunya.

"Ini bukan dikit Vik, beneran ganteng banget!" Lanjut sarah tanpa sadar kedua bola matanya terus tertuju kepada seorang guru yang sedang melangkah masuk ke ruangan kelasnya.

"Selamat pagi anak-anak?" Sapa guru baru membuyarkan lamunan sarah yang sedang berhayal setinggi gunung.

"Selamat pagi Pak!" Jawab anak-anak bersamaan.

"Oya anak-anak saya guru olahraga baru di kelas kalian. Kenalin nama saya Morgan." Kata guru baru itu ia memperkenalkan namanya kepada semua murid yang ada di ruangan kelas 2 SMA.

"Selamat datang di sekolah kami Pak," Sahut anak murid menyambut hormat kehadiran guru muda di sekolahnya.

Vika yang tetap acuh ia pokus dengan buku-bukunya di balik temannya yang naksir kepada guru muda yang tampan itu.

Morgan membawa murid-muridnya berolahraga berputar di lapangan dan menanam pepohonan di halaman sekolah, morgan sejenak memperhatikan vika ia begitu rajin dan cerdas, karena morgan guru baru ia belum tau kalau vika adalah murid yang paling pintar di kelasnya.

Selain cantik vika juga sangat baik terhadap teman-temannya.

"Hai?" Sapa morgan mengagetkan vika yang sedang asik menanam pohon bidara.

"Eh, Pak." Sahutnya sebari melirik morgan dengan hormat, morgan tersenyum lalu duduk di atas batu kecil tak jauh dari salah satu muridnya ya itu vika.

"Emm. Nama kamu siapa?" Tanya morgan sebari memberikan sebotol aqua.

"Nama saya Vika, Pak!" Jawabnya kemudian mengambil sebuah botol aqua yang di sodorkan oleh morgan, guru muda yang sangat tampan itu.

"Makasih Pak," Lanjut Vika lalu minum air putih yang di kasih morgan untuknya,karena merasa haus dan lelah setelah berolahraga, tanpa banyak basa basi lagi vika langsung meneguk air putih itu.

Morgan hanya tersenyum tipis, usai berolahraga mereka kembali ke kelas, sebelum pulang morgan bercerita sedikit kepada anak-anak muridnya.

Ke akrabannya bersama anak didiknya membuat mereka tambah semangat untuk sekolah.

Seperti bisa vika pulang bersama bima.

"Sudah lama nunggu?" Tanya vika kepada bima yang entah sejak kapan ia menunggu vika di pinggir jalan tak jauh dari sekolahnya vika.

Bima adalah kakak kelas vika yang sudah sekian lama menyimpan rasa cinta untuk gadis cantik berkulit sawo matang itu, namun bima tidak berani untuk menyampaikan perasaannya kepada vika, hanya sebuah perhatian lebih yang dapat vika rasakan ketika sedang berdua bersama seorang pria sederhana itu.

"Baru saja Vik, gimana? Mau pulang sekarang?" Tanya bima, kepada vika, vika hanya mengangguk pelan tanda setuju.

***

Helen adalah teman sekelasnya bima ia seorang gadis yang begitu di takuti oleh teman-teman segenknya, helen memiliki 3 teman yang selalu setia menemaninya.

Ketika helen dan tiga temannya sedang berada di perjalanan, lagi-lagi helen harus melihat kembali seorang pria yang di kaguminya jalan bersama cewek lain.

Bima dan vika berjalan bersampingan di iringi dengan canda tawa yang membuat helen geram, wajahnya yang putih nampak terlihat begitu merah menyala, anggun, lina dan dea saling pandang ketika melihat helen sangat kesal.

"Kamu yang sabar ya len," Ucap anggun sebari mengusap pundak helen, yang masih menatap tajam ke arah bima dan vika yang berjalan santai di depan matanya.

"Apa sih Bim kurangnya aku?" Geram helem.

"Tidak ada yang kurang dalam diri kamu Len, cuma Bumanya aja, yang buta!" Celetuk lina sebari memutar kedua bola matanya ke atas.

"Oh, apa mungkin Bima malu, Len untuk menyampaikan rasa cintanya kepadamu, gimana kalau kamu yang duluan menembak Bima, Len?" Timpal dea memberikan idenya kepada helen.

Helen menatap ketiga sahabatnya bergantian.

"Kamu benar Dea. Aku harus menembak Bima duluan!" Sahut helen seketika itu ia tersenyum ceria.

"Betul, kamu harus mendapatkan cowok idola di sekolah kita." Sambung anggun kembali mengunggah ide baru di dalam gejolak hati helen yang membara.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Pernikahan Kontrak Satu Bulan
9.2
Kayana adalah wanita karier yang sangat menghindari komitmen asmara. Namun, desakan sang ayah memaksanya menyewa Dirza, seorang pria miskin, untuk menjadi suami bayaran. Kayana merancang kesepakatan pernikahan singkat yang hanya berlangsung satu minggu hingga satu bulan saja. Meski Dirza merasa bersalah karena mempermainkan kesakralan janji suci, Kayana tetap teguh pada rencananya. Mengapa ia lebih memilih pria sederhana dibandingkan pria kaya sebagai pasangannya?
Sampul Novel Cinta tanpa koma
9.2
Rudi sangat yakin bahwa Rindu merupakan cinta pertama sekaligus terakhir dalam hidupnya. Namun, takdir berkata lain saat sahabat karibnya, Jaka, justru merebut sosok wanita tersebut. Meski hatinya hancur, Rudi mencoba tegar dan mengikhlaskan keadaan. Walaupun banyak wanita baru yang silih berganti hadir mencoba mengisi hatinya, bayang-bayang masa kecil bersama Rindu tetap tak tergantikan. Akankah kesetiaan Rudi berujung manis? Simak perjuangan cinta Rudi dalam novel ini.
Sampul Novel GAIRAH LIAR PENGANTIN PENGGANTI
9.7
Demi membiayai operasi sang nenek, Belia Anastasya terpaksa menerima tawaran Bianca untuk menjadi pengantin pengganti. Ia harus menikahi Arkan Devano Haditama, pewaris takhta Haditama Group, dengan syarat mutlak: dilarang jatuh cinta. Arkan yang dingin awalnya membenci perjodohan ini, namun sebuah malam intim mengubah segalanya. Belia kini terjebak dalam dilema perasaan saat identitas aslinya terancam ketika Bianca menuntut posisinya kembali.
Sampul Novel Karena Anak Hatiku Melunak
9.4
Tanti dijual keluarga tirinya kepada Darian demi melunasi utang, hingga berujung pada kehamilan. Enam tahun berselang, mereka bertemu kembali saat putra Tanti, Ade, berjuang melawan penyakit sumsum tulang belakang. Darian terkejut saat tes DNA membuktikan Ade adalah anaknya. Ia pun berusaha menebus kesalahan masa lalu dengan menjadi donor bagi sang putra. Kini Tanti terjebak dilema antara benci pada Darian atau menerima bantuannya demi nyawa buah hatinya.
Sampul Novel Karma Masalalu
9.0
Hidupku hancur setelah Barikli mengingkari janji nikah dan meninggalkanku yang tengah hamil demi mengejar karier TNI. Enam tahun berlalu, aku terpaksa menikahi Yusuf demi wasiat ayah. Namun, Yusuf ternyata seorang psikopat berkepribadian ganda yang gemar menyiksaku. Saat aku mencoba bangkit bersama Adza yang setia menanti, sebuah rahasia besar yang kusimpan selama lima tahun terancam terbongkar. Kebenaran ini mungkin akan menjadi akhir dari segalanya bagiku.
Sampul Novel Kembalilah Cintaku
8.2
Pernikahan Intan dan Baskoro terjadi saat sang ayah sedang koma. Begitu tersadar, pria itu langsung menentang hubungan mereka hingga keduanya terpisah. Meski didera rasa lelah dan kecewa dalam pencarian panjang, Intan tetap bertahan menghadapi kebencian Baskoro. Rahasia besar akhirnya terungkap saat Baskoro menyadari kehadiran seorang anak yang sangat mirip dengannya. Ternyata, bocah tersebut adalah darah dagingnya sendiri yang selama ini tidak ia ketahui.