Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sepenggal Harapan

Sepenggal Harapan

Bima dan Vika menjalin kedekatan sejak SMA karena rumah mereka hanya dibatasi pagar besi. Meski kedua orang tua mendukung hubungan ini, Vika tetap bertekad mengejar impian sebagai wanita karier dengan kuliah di luar negeri. Kepergian anak tunggal dari keluarga mapan tersebut menjadi ujian berat bagi Bima. Mampukah Bima menjaga perasaan cintanya selama bertahun-tahun saat jarak memisahkan mereka? Akankah penantian panjang ini berujung pada kebahagiaan?
Bab
Bagikan

Bab 2

Berjuta ide yang masuk ke hati helen dari temannya, membuat helen menjadi bangkit semangat baru, dengan segala rencana akan ia lakukan demi bima seorang pria sederhana dan pintar di sekolahnya.

***

"Oya Vik, kita mampir dulu ke warung Bu Siti ya?" Ajak bima sebari memarkirkan motornya.

"Mau ngapain Bim?" Tanya Vika, ia hanya menunggunya di motor saja.

"Aku di suruh Ibu buat beli beras," Jawabnya tanpa rasa malu, dengan ke sederhanaannya bima memang tidak seperti anak-anak yang lain.

"Oh, oke deh aku tunggu di sini saja ya." Sahutnya sebari menatap lekat pria tampan yang lama di kaguminya.

Vika yang telah lama menunggu sebuah kata yang indah dari bibir bima, namun tidak juga ia dapatkan, vika hanya berangan saja kalau suatu saat nanti bima bisa bilang kalau dia sangat menyukainya.

Segala perhatian dan simpatiknya telah vika dapatkan dari bima namun kata cinta sepertinya masih bima rahasiakan, entah karena malu atau apa yang jelas bima adalah tipe cowok yang tidak mudah untuk mengatakan cintanya sekali pun ia begitu menyukai seorang gadis itu.

Pribadinya yang susah di tebak, membuat banyak perempuan yang merasa GR banget jika mendapat perhatian darinya.

Usai membeli beras bima dan vika melanjutkan kembali perjalanannya, sampai di rumah vika langsung masuk sejenak ia merebahkan badannya di atas sofa hanya melepas rasa lelah.

***

Sedangkan helen dan ketiga temannya ia masih berada di tempat biasa ia nongkrong, helen anak orang kaya kedua orang tuanya seorang pembisnis, keduanya selalu sibuk dengan kerjaannya.

Sedari kecil helen hanya hidup bersama seorang suster yang mengasuhnya, helen merasa ia tidak punya kasih sayang dan perhatian dari seorang ayah ibunya, helen hanya mendapat kasih sayang dari bi sani aja seorang asisten rumah tangga yang sangat baik dan perhatian kepadanya.

Tiap kali helen minta di temani oleh ibunya namun selalu saja sibuk, dari itu lah sikap helen menjadi berubah menjadi seorang gadis liar, ia sering keluar malam dan pulang tengah malam layaknya anak laki-laki.

"Len, balik yu udah pukul 04 nih," Ucap anggun merasa takut kena tegur oleh ayahnya.

"Ah payah lu, dasar anak Mami!" Cetus helen dengan tawa kecilnya.

"Lu balik aja deh duluan, gue masih betah di sini." Lanjut helen sebari kembali memakan cemilan yang di sajikan oleh bu salma.

"Ya udah gue balik duluan ya Len," Pamit anggun seraya meraih tas sekolahnya yang di taruh di atas meja.

"Gue ikut Gun," Ucap rosa kemudian ia pun bangkit dan pamit sama helen.

Helen kini tinggal berdua bersama dea.

"Lu gak pulang juga De?" Tanya helen sebari memutar bola matanya ke arah dea yang masih duduk dan memainkan gawainya.

"Di rumah Gak ada yang ngarepin gue pulang Len," jawab dea dengan pandangannya yang datar.

"Loh kenapa Lu?" Tanya helen heran.

"Gue gak punya Ibu Len, Ayah gue menikah lagi. Gue di rumah tinggal sendiri!"

"Emm. Lu sabar ya Dea mungkin nasib kita sama. Gue juga kalau pulang gak ada yang nungguin gue." Ucap helen dengan hati yang sangat kesal, karena kedua orang tuanya yang lebih mentingin uang dan bisnisnya di banding putrinya sendiri.

"Bukannya Lu enak ya Len, Lu punya segalanya. Iri gue sama lu."

"Lu salah, gue gak dapat kasih sayang tulus dari nyokap gue, mereka sibuk dengan urusannya masing-masing De, mereka sama sekali gak ada waktu buat gue." Geram helen seolah tidak kuat lagi memendam rasa kesalnya.

"Mereka kerja kan buat Lu Len, buat bahagiain lu."

"Hah, sudah lah gak usah bahas soal itu, enek gue. Kita balik yu?" Ajak helen setelah ia puas berada di tempat itu.

Dea hanya mengangguk pelan seraya bangkit dan mengikuti helen masuk ke dalam mobil mewah milik helen.

Helen mengemudi mobilnya dengan santai musik yang berisik menemani perjalannya, helen seolah sudah hilang rasa ia hanya tau gimana caranya untuk membuat jiwanya tenang dan bahagia.

Helen membeli semua yang di inginkannya oleh uang kedua orang tuanya, ia tidak merasa takut sama sekali kalau uangnya habis.

****

"Oya Bim, habis sekolah disini kamu rencana kemana?" Tanya seorang gadis cantik yang duduk di sampingnya di bawah pohon cemara yang biasa bima pake ketika lagi sendiri, namun vika selalu tiba-tiba datang membuang bayangan buruknya.

"Gak kemana-mana Vik, aku di sini saja nungguin kamu," Candanya dengan senyuman tulusnya.

Vika tertunduk mendengar ucapan bima, yang seolah hendak mengungkap perasaannya saat ini.

"Lebay."

"Ya udah kalau gak mau," Ucap bima seraya menatap wajah vika yang masih menunduk, tidak berani menatap kedua bola mata indah milik seorang pria yang ada di sampingnya.

"Lagian sih! Aku tanya serius. Canda mulu." Sahut vika dengan perlahan mengangkat wajahnya memberanikan diri untuk melihat wajah bima.

Bima yang masih menatapnya kini menjadi berpadu hingga empat mata saling bertatapan.

Deg!

Debaran jantung dua insan dak dik duk tak menentu, rona wajah cantik vika kini bagaikan buah tomat yang matang.

"Emm. Bim aku masuk dulu ya, aku lupa kalau aku lagi menanak nasi di dapur." Alasannya seraya berlari meninggalkan bima sendirian.

Ya Tuhan! Kenapa aku tidak bisa jujur tentang perasaanku? Aku sangat mencintainya.

Gumam bima dengan membuang nafas dalam, tatapannya mengiringi langkah kaki vika hingga lenyap tak terlihat lagi.

Vika memasuki kamarnya lalu ia berdiri di balik pintu kamarnya, dengan kedua tangan memeluk dadanya yang merasakan getaran aneh.

Bima apa kamu merasakan hal yang sama, seperti yang aku rasakan saat ini?

Bisik hati vika kedua matanya terpejam berusaha membuang semua rasa yang kini hinggap di hatinya.

Vika melangkah lambat menghampiri tirai kamarnya, ia ingin melihat kembali bima yang ternyata masih ada di situ, bima menatap kosong.

Ingin sekali ia mengungap rasa cintanya untuk vika, namun bima teringat tentang rencana kedua orang tua vika yang akan mengirim vika ke luar negri untuk melanjutkan kuliahnya.

Bima rasanya tidak akan sanggup jika harus berpisah jauh dengan vika, seorang gadis yang sangat di cintainya, sedangkan vika pergi bukanlah waktu yang sebentar, bima membayangkan kepergian vika yang hendak meninggalkannya jauh dari tempat itu.

Rasanya ingin sekali bima melarang vika untuk pergi, dan memilih menikah saja dengannya, tapi bima yang hanya hidup seadanya ia tidak akan mampu untuk membuat vika bahagia, bima hanya berdoa saja supaya apa yang di inginkan vika segera tercapai dan segera kembali lagi, bima yakin jika memang vika adalah jodohnya, vika pasti akan kembali untuknya dan ia pun akan setia mrnunggunya.

Tapi jika tidak mungkin hanya saling berdoa saja semoga selalu bahagia bersama siapa pun yang menjadi pendampingnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Seumur hidup aku mencintai Bima Wijoyo, tunanganku. Namun, saat studio seniku terbakar, dia justru membiarkanku tewas demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Pengkhianatan itu menjadi akhir tragis hidupku yang pertama. Kini, keajaiban membawaku kembali ke masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga dimulai. Dengan ingatan pahit tentang api dan luka, aku berdiri tegak di hadapan semua orang untuk membatalkan pertunangan kami. Aku tidak akan mati dua kali.
Sampul Novel Dendam di Balik Cinta
8.8
Pasca kehancuran bisnis keluarga, aku memilih menikahi Kade Mitchell dan meninggalkan Jase Mitchell yang menangis pilu. Empat tahun berlalu, Kade wafat. Ibu tirinya, Katie Fuller, tega mengusirku dan anakku dari rumah. Terdesak tanpa perlindungan, aku terpaksa mendatangi Jase yang menyambutku dengan nada menggoda. Di balik keputusasaan ini, aku menyusun rencana untuk merebut kembali warisan yang dicuri Katie melalui tangan anaknya sendiri.
Sampul Novel Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin
9.1
Pernikahan lima tahun Kyna dan Aldrian hancur saat cinta pertama Aldrian kembali. Menyadari suaminya tak pernah mencintainya, Kyna memilih diam. Alih-alih marah saat Aldrian terus mengutamakan wanita lain, Kyna diam-diam mempersiapkan studinya ke luar negeri. Begitu visanya terbit, ia menyodorkan surat cerai dan pergi ke Yuropiah tanpa memedulikan keraguan Aldrian. Namun, saat video Kyna menari dengan anggun di luar negeri menjadi viral, Aldrian yang menyesal bersumpah untuk memburunya kembali.
Sampul Novel Istri yang Dianggap Sempurna
9.6
Keyyan Munir dua kali gagal berumah tangga karena masalah finansial, meski ia memiliki fisik menawan. Pengalaman pahit itu menyadarkannya bahwa ketampanan tak cukup untuk mempertahankan cinta. Di sisi lain, Shabilal Haq atau Shabby lahir dengan organ ganda dan memilih hidup sebagai wanita cantik meski memiliki rahasia biologis yang unik. Saat Keyyan jatuh cinta dan menikahi Shabby, ia tak tahu jati diri istrinya. Akankah cinta Keyyan bertahan saat rahasia Shabby terungkap?
Sampul Novel Obsesi Cinta Mafia Kejam
8.4
William Henry, mafia berdarah Italia-Indonesia yang kejam, tiba di Jakarta demi membalas dendam ayahnya pada Thomas Hartono. Namun, rencana itu goyah saat ia jatuh cinta pada Wulan, putri tunggal musuhnya. Meski Wulan telah bertunangan, obsesi gelap William mendorongnya untuk memiliki gadis itu dengan segala cara. Kini ia terjebak di antara misi balas dendam atau ambisi cintanya. William bersumpah jika ia tak bisa memiliki Wulan, maka tak ada orang lain yang boleh.
Sampul Novel OBSESI DAN KEINGINAN
9.1
Andy Alf adalah CEO perfeksionis yang terobsesi pada keteraturan. Di sisi lain, Camille yang rendah hati bekerja di perusahaan Andy demi membiayai pengobatan kanker ibunya. Meski Andy sudah bertunangan dengan wanita cantik, ia justru terobsesi pada Camille hingga melakukan tindakan nekat. Hubungan mereka pun berubah menjadi romansa beracun yang penuh keterikatan emosional ekstrem. Di ambang kegilaan, mampukah keduanya bersatu setelah melewati ribuan perpisahan?