Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sentuhan Memabukkan Shifa

Sentuhan Memabukkan Shifa

Karim Zahid tidak pernah menyangka bahwa mahasiswi baru bernama Shifa Sakinah akan menjeratnya dalam permainan gairah yang berbahaya. Meski Shifa sempat ingin mengubur masa kelamnya, desakan keadaan memaksanya menunjukkan sisi gelap di depan sang asisten praktikum. Kini, Karim terjebak dalam pesona bidadari terlarang yang mengusik prinsip hidupnya. Sentuhan menggoda Shifa tidak hanya menguji iman Karim, tetapi juga mengubah seluruh alur kehidupannya selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Mas, Mas mau kan masuk ke aku arah dari belakang?” tanya Shifa dengan nada sensual di telinga kiri Karim. Karim ingin mengatakan Shifa gila. Apa gadis itu ingin dimasukkan dari pintu belakang?

“Bukan dari sana,” komentar Shifa sebelum Karim salah memahami seraya menunjuk ke bagian belakangnya, “tetapi Mas masuk ke depan lewat belakang,” lanjutnya. Karim mengerti maksud Shifa. Gadis ini tahu beberapa posisi juga ternyata.

Karim segera memposisikan Shifa supaya bisa dia penetrasi dari arah belakang. Shifa mengikuti permainan Karim dan mengarahkan dua tangan Karim yang awalnya diposisikan di bahu gadis itu ke dua buah dadanya.

Karim yang merasakan sensasi di tangannya, segera meremas kedua buah dada Shifa. Shifa yang mendapatkan sensasi melepaskan desahan-desahan yang membuat libido Karim kembali memuncak secara perlahan. Karim mencium leher Shifa, membuat desahan-desahan yang menyebut namanya itu semakin indah terdengar di telinga Karim.

“Engh, Mas Karim ... puaskan aku Mas!” pinta Shifa di antara lenguhan yang menaikkan gairah wanita itu. Karim semakin bersemangat meremas dua buah dada Shifa. Shifa yang sudah tidak sabar segera menggunakan tangannya untuk mengaduk intimnya, memprovokasi Karim untuk datang.

“Mas, aku pengen milik Mas di sini,” ucap Shifa seraya memberikan isyarat dengan tangannya. Karim langsung menggesekkan pusakanya dengan pintu masuk Shifa mendengar pinta gadis itu. Shifa yang merasakan pusaka itu mendekat mendesah, berharap segera merasakan pusaka itu bersamanya di dalam.

Karim mencoba memancing Shifa dengan tidak memasukkan pusaka itu, yang membuat sang gadis kesal. Shifa mencoba meminta dengan sensual kepada Karim.

“Mas, masukkan Mas. Aku gatal pengen milik Mas,” pinta Shifa. Karim tidak mengabulkan dan hanya bermain di depan pintu masuk Shifa. Shifa yang menyadari dia dipermainkan langsung menggerakkan tubuhnya untuk menangkap milik Karim.

Karim yang tidak menduga gerakan Shifa langsung merasakan intim Shifa meremas-remas miliknya dengan sangat dahsyat. Shifa menggerakkan pinggulnya, membuat Karim merasa diaduk oleh intim Shifa yang membuat pria itu tidak tahan.

“Ah, Shifa! Kamu bisa membuatku keluar lagi! Ah!”

Shifa tersenyum mendengar kalimat Karim. Menurutnya, Karim terlalu mudah untuk dia luluhkan dengan sentuhan-sentuhan mautnya. Shifa mengerang menikmati pusaka Karim di inti dirinya.

“Mas! Milik Mas enak!”

Karim yang tidak ingin kalah mulai mencoba menggerakkan miliknya. Gerakan masuk dan keluar dari pusaka Karim membuat Shifa merasakan sentuhan-sentuhan nikmat di titik sensitifnya.

“Mas! Terus Mas!” teriak Shifa meminta lebih. Karim yang bersemangat mempercepat gerakannya untuk masuk ke inti Shifa. Karim sudah mengabaikan semuanya tentang Cahaya. Saat ini, otaknya hanya menginginkan Shifa yang membuatnya mabuk. Shifa yang membuatnya nafsu. Shifa yang membuatnya tergila-gila.

“Argh! Mas Karim enak banget sodokannya!” kalimat vulgar keluar dari mulut Shifa. Karim sebenarnya tidak menyangka Shifa bisa mengeluarkan kalimat sevulgar itu, tetapi dia menikmati permainan gadis itu.

“Milikmu juga enak, Shif!” balas Karim tak kalah bersemangat. Kedua tangan Karim terus memainkan buah dada Shifa yang membuat gadis itu semakin mendekati puncaknya. Shifa yang menyadari dia semakin dekat tidak ingin lepas sendirian. Gadis itu ingin Karim lepas bersamanya, dan dia menahan pelepasan itu selama mungkin.

“Mas! Aku sudah mau lepas!” teriak Shifa. Karim yang masih mengejar kenikmatan semakin mempercepat gerakannya. Intim Shifa semakin erat mengunci pusakanya, membuat dia semakin merasakan nikmat dan akhirnya mendekati titik pelepasannya.

“Aku keluar Shifa!” teriak Karim. Shifa yang mendengar itu langsung melepaskan dirinya bersama Karim. Ledakan pelepasan mereka membuat cairan mereka berceceran di kasur Karim. Karim yang kelelahan mendekap Shifa dan membawanya rebahan ke posisi spooning. Pusaka pria itu masih berdiam di dalam inti Shifa.

“Gak mau satu ronde lagi, Mas?” tanya Shifa menantang Karim. Karim mulai berpikir gadis di depannya ini hyper.

“Kamu tidak lelah?” tanya Karim balik kepada Shifa.

“Saya tidak lelah kalau Mas masih mau satu ronde lagi,” jawab Shifa dengan nada santai, meskipun sebenarnya gadis itu juga sudah mulai merasakan lelah. Hanya saja, Shifa belum puas. Jika dia akan mengeksplorasi lagi, dia ingin tidak setengah-setengah.

“Kamu menang Shif. Kamu memang luar biasa,” ucap Karim yang kelelahan. Pria itu harus memenuhi janjinya bahwa dia akan memberikan A+ jika ‘Shifa mau melakukan apapun’.

“Kalau Mas mau kasih aku nilai A+ ke semua praktikumku, aku berkenan bermain untuk Mas selama semester ini,” bisik Shifa menggoda Karim dengan permintaannya. Karim yang kelelahan menganggukkan kepalanya. Shifa benar-benar tangguh dan luar biasa. Memberi Shifa nilai terbaik praktikum untuk pelayanannya? Karim rasa tidak masalah. Akal sehatnya sudah rusak oleh Shifa. Jika itu yang diperlukan untuk mendekap Shifa, maka itu hal kecil saja.

“Aku tidak mungkin memberimu tanpa cacat,” jawab Karim mengingatkan Shifa permintaannya itu berbahaya. Karim ingin melakukannya, tetapi dia harus bisa mencari cara menjelaskan Shifa memang pantas nilai tersebut.

“Ajarkan aku supaya terlihat pantas untuk nilai itu kalau begitu, Mas Karim,” bisik Shifa. Karim merasakan Shifa benar-benar dengan kata ‘apa saja’ demi mendapatkan nilai sempurna. Lagipula, berduaan dengan Shifa dan bisa menikmatinya kapan saja? Sebuah tawaran yang sangat bagus bagi Karim. Otaknya yang putus akan sangat menyukai itu.

“Baiklah. Kita punya kesepakatan,” ucap Karim, “jangan sampai Cahaya tahu tentang kita,” lanjutnya. Shifa tersenyum sinis mendengar kalimat itu. Gadis itu memiliki banyak keunggulan dalam posisi ini. Dia telah berhasil mendapatkan banyak hal.

“Mas sudah beneran lelah?” tanya Shifa yang sekarang menggerakkan bagian intimnya, membuat pusaka Karim mendapatkan sensasi luar biasa. Gadis itu juga menggerakkan kedua tangan Karim untuk bermain dengan buah dadanya. Karim merasa dia benar-benar akan dibawa sampai tidak berdaya oleh Shifa. Shifa benar-benar kuat.

“Kamu yang pimpin, Shifa,” ucap Karim pasrah. Menyentuh kedua buah dada Shifa membuat dirinya mulai merasakan nafsu lagi. Perlahan, pusakanya yang sudah lemah mulai menegak seiring dengan nafsu kembali memenuhi pikirannya. Shifa tampak menikmati mengarahkan tubuh Karim bermain dengan dirinya.

“Wah, Mas sudah bertenaga lagi ya,” ucap Shifa seakan menantang Karim. Sepertinya Shifa menyadari pusakanya yang mulai berisi lagi.

“Bukannya itu maumu?” tanya Karim balik. Shifa membalikkan wajahnya dan mencium bibir Karim, membuat Karim terkejut tetapi menikmati ciuman mereka. Shifa tahu cara menggairahkan dirinya.

“Bagaimana Mas? Ronde berikutnya ya Mas,” ucap Shifa saat mereka melepaskan ciuman. Karim tersenyum mendengar kalimat itu. Cahaya tidak pernah melebihi dua ronde bersamanya. Shifa membuatnya gila hingga dia tidak tahu lagi berapa ronde sudah dia bermain.

Yang Karim ingat adalah Shifa meneriakkan namanya berkali-kali malam itu, dan dia berulang kali meneriakkan nama Shifa. Karim hanya bisa mengingat Shifa selama pergumulan mereka malam itu.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95NJL" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95NJL
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DILEMA Antara Nyaman dan Cinta
9.1
Tekanan ekonomi yang menghimpit meruntuhkan keutuhan rumah tangga yang telah dibina bertahun-tahun. Segalanya kian hancur saat sang istri mencari simpati pria lain melalui curahan hati di media sosial. Terjebak rayuan pria beristri, ia tak menyadari bahwa obsesi fisik sering kali berujung pada pengkhianatan. Di tengah konflik batin antara kenyamanan semu dan kesetiaan, hukum tabur tuai pun mulai bekerja nyata bagi mereka yang bermain api dalam pernikahan.
Sampul Novel Hasrat Wanita Desa
8.7
Dalam novel modern Hasrat Wanita Desa, Erfan adalah seorang pemuda yang dikirim oleh keluarganya untuk mengemban tugas penting: memimpin cabang perusahaan di wilayah pedesaan. Mengira tugasnya akan biasa saja, Erfan justru dihadapkan pada situasi tak terduga. Desa tersebut ternyata dipenuhi oleh deretan wanita cantik nan menggoda. Kehadiran mereka yang memikat terus menguji pertahanan diri Erfan, membuatnya terjebak dalam pusaran godaan yang sulit ia kendalikan.
Sampul Novel Kembalinya Sang Penguasa
9.0
Ledakan rumah yang menewaskan sepasang suami istri memicu kepanikan besar di kalangan polisi dan tentara. Hilangnya putri mereka menandai kembalinya sosok legendaris, Red Everlasting Dragon. Sang penguasa yang ditakuti dunia ini turun gunung demi membalas dendam atas kematian orang tuanya dan penculikan adiknya. Tanpa ampun, ia bersumpah akan menghancurkan siapa pun pelakunya. Amarah sang naga kini membara, siap mengguncang tatanan dunia dari timur hingga ke barat.
Sampul Novel Mr. Quick
8.4
Bunga Humaira melarikan diri ke luar negeri demi menyembuhkan luka hati setelah kegagalan pernikahannya. Namun, harapan untuk memulai hidup baru yang tenang justru terusik oleh kehadiran Afrain Derson. Pria kaya dan mapan itu muncul dengan kepribadian serba cepat yang sangat memaksa. Meski Bunga merasa tertekan oleh sikap impulsif Afrain, sang miliarder tetap berkeras bahwa dirinya adalah pasangan sempurna yang tidak pantas untuk ditolak oleh Bunga.
Sampul Novel Pelarian Manis Istri Pengganti
7.8
Tiga tahun Cantika menyamar sebagai Aulia demi menyelamatkan label musik keluarganya. Meski menjadi istri Kenan Adiwangsa, ia hanya dianggap pengganti yang terabaikan. Di tengah dinginnya sikap Kenan dan kelicikan Elara, Cantika bertahan meski nyawanya terancam. Saat Aulia kembali, ibunya justru mengusir Cantika tanpa belas kasih. Kini, Cantika memilih pergi dan meninggalkan luka masa lalu. Ia pun menemukan cinta sejati serta kebahagiaan bersama pria yang menghargainya.
Sampul Novel Pemuas Para Tetangga
9.3
Selamat datang di sebuah lingkungan perumahan yang tampak tenang namun menyimpan rahasia menggoda di balik pintu-pintunya. Di sini, interaksi antar penghuni bukan sekadar tegur sapa biasa. Kisah ini menyoroti jalinan romansa modern yang provokatif dan berani di antara para tetangga yang telah dewasa. Setiap pertemuan menjadi awal dari dinamika hubungan yang penuh gairah, mengeksplorasi sisi lain kehidupan bertetangga yang jauh dari kesan konvensional.