Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Seni Seviyorum Aisyah

Seni Seviyorum Aisyah

Aisyah berambisi menyusul kakaknya berkuliah di Istanbul, Turki. Di bawah tuntutan orang tua agar selalu meniru kesuksesan sang kakak, ia giat belajar dan menekuni hobinya menghafal Al-Quran. Namun, di tengah perjuangannya, kedamaian hidup Aisyah terusik saat persahabatan eratnya bersama Hawa, Fatimah, dan Raya hancur seketika. Sebuah pengkhianatan tak terduga muncul di antara mereka, memicu misteri tentang siapa sebenarnya yang tega merusak ikatan tulus tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

Saat mendengar adzan asar Aisyah menyuruh Pak Ujang untuk mencari masjid terdekat karena rumahnya masih lumayan jauh tidak memungkinkan untuk bisa sholat asar apalagi jalanan sore pasti macet.

"Sayang, kalau sudah waktunya salat segeralah berhenti di masjid terdekat!"

Seketika ponsel Aisyah bergetar dan menampilkan ada pesan dari Bundanya dengan cepat Aisyah membukanya ternyata itu adalah nasehat Bunda untuknya yang memang sedang berada di jalan.

Aisyah sudah hapal betul kedua orangtuanya dan hal yang penting yang selalu orangtuanya bilang untuk jangan pernah tinggalkan salat di mana pun dia berada.

"Non Aisyah kita berhenti di depan ya!" tutur Pak Ujang saat melihat ada masjid.

Aisyah ikut menoleh dan memandang keluar jendela yang benar saja di sampingnya kini memang ada masjid yang tidak begitu luas namun terlihat elegan dengan cat berwarna hijau dan pintu yang terbuat dari warna emas. Mobil pun berhenti di parkiran yang tidak begitu luas juga, Aisyah keluar dari mobilnya dan memandang para Ibu-ibu dan anak muda yang memakai mukena beriringan masuk ke masjid.

"Pak Ujang jangan lupa salat juga ya!" ujar Aisyah setelah keluar dari mobil.

Pak Ujang mengangguk, "Siap Non saya parkirkan dulu mobilnya."

"Ya sudah aku masuk duluan ya Pak." Aisyah pun berlalu menuju masjid.

Sampai samping masjid Aisyah merasa bingung di mana tempat wudhu untuk perempuannya sedangkan ada beberapa Ibu-ibu sudah mulai sholat.

"Duh, kayanya gak ada tempat wudhu untuk perempuan ya," gumam Aisyah sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.

"Syah!"

Aisyah lantas menoleh merasa namanya dipanggil seseorang betapa terkejutnya dia melihat siapa yang memanggilnya.

"Ilham? kok kamu ada di sini." Aisyah menujuk Ilham yang memang sudah menjadi teman dekatnya.

Kedekatan Aisyah dengan Ilham terjalin sebab sering kali Aisyah membantu cowok itu untuk bisa dekat dan kenal dengan saudarinya yaitu Aqila.

"Ya aku mau salat, lu ngapain di sini?"Ilham bertanya balik kepada Aisyah.

"Aku mau salat juga, tempat wudhu buat cewek di mana ya?"

"Tempat wudhu cewek ada di belakang," sahut seseorang yang membuat Aisyah sangat terkejut.

"Ya Tuhan mengapa dunia terasa sempit seperti ini?" gumam Aisyah dengan debaran di hatinya.

Ilham menoleh menatap Raka yang sudah berada di belakangnya sedangkan Aisyah sangat gugup melihat kehadiran cowok itu, apakah ini takdir atau hanya kebetulan?

"Owh, ya sudah terima kasih," ujar Aisyah dan berbalik ingin melangkah pergi, "Ilham aku duluan ya!"

Ilham tersenyum menatap wanita yang sudah dia anggap sebagai sahabat ceritanya itu Ilham tahu bahwa Aisyah sedang malu dan sangat terkejut saat melihat bahwa dirinya sedang bersama Raka kemudian matanya beralih menatap Raka yang masih menatap kepergian Aisyah.

"Hey udah wudhu?" tegur Ilham sambil menepuk bahu Raka.

Raka kaget dibuatnya, "Sudahlah, sana wudhu! gue masuk duluan ya."

Raka berlalu pergi meninggalkan Ilham begitu saja lantas Ilham langsung bergegas menaruh sepatunya dan masuk ke dalam tempat wudhu.

Setelah selesai salat Aisyah masih merasakan debaran pada jantungnya ada rasa senang dalam dirinya karena telah dipertemukan dengan Raka namun, di sisi lain Aisyah merasa kebingungan karenanya dia baru saja melihat foto Raka yang terupload di akun sosmed cowok itu.

"Aisyah tenangkan dirimu jaga sikapmu okey, semoga aja cowok itu sudah pulang duluan," gumam Aisyah karena dia sangat merasa gugup jika harus kembali melihat kehadiran Raka.

Aisyah masih menunggu di dalam masjid sambil membetulkan hijabnya dia lupa bahwa seharusnya dia bertanya kepada Ilham apakah cowok itu sudah pulang atau belum akhirnya Aisyah membuka ponselnya.

"Ilham kamu sudah pulang?"

Aisyah sangat berharap bahwa ke dua cowok itu sudah pulang akhirnya ponsel Aisyah pun kembali bergetar menampilkan nama Ilham di layar sana.

"Belum Syah, aku lagi santai dulu di depan masjid."

Betapa terkejutnya Aisyah melihat jawaban Ilham itu, sudahlah akhirnya pun Aisyah memberanikan diri untuk keluar karena dia takut akan kena omelan Bundanya terlalu lama berada di luar.

"Bismillah," ucap Aisyah dengan penuh keberanian.

Pada saat Aisyah menoleh pada taman depan masjid ternyata di sanalah Raka berfoto hal itu membuat bibir Aisyah tersenyum manis mengingat jelas foto Raka yang terupload di akun sosmednya.

"Kenapa Syah?"

Ponsel Aisyah kembali bergetar dan menampilkan pesan dari Ilham yang membuat Aisyah bingung harus menjawab apa kepada cowok itu.

"Hemm, gak apa-apa Ham, ya sudah aku pulang duluan ya!"

Aisyah pun kembali melangkah keluar namun saat pandangannya ke depan matanya pun langsung tertuju pada Raka dan Ilham yang sedang duduk di atas lantai yang memang disediakan untuk duduk dan bersantai dengan cepat Aisyah langsung menundukan pandangannya dan berlalu pergi ke tempat parkir.

"Pak Ujang cepetan buka pintunya!" teriak Aisyah tidak sabaran.

"Owh iya siap Non Aisyah," ujar Pak Ujang panik sebab merasa dikagetkan oleh suara teriakan bosnya itu.

Aisyah pun dengan bergegas langsung masuk ke dalam mobil, dengan perasaan yang tidak karuan duh betapa teduhnya tatapan Raka kepadanya dan mengapa debaran itu selalu ada saat dia melihat atau berada di dekat Raka.

"Non, kok tumben lama biasanya cepet, ada masalah?" Pak Ujang merasa ada yang aneh dengan Aisyah apalagi saat dengan terburu-burunya masuk ke dalam mobil.

Aisyah tersenyum entah mengapa senyum itu bisa terbit begitu saja, "Hemm, gak ada masalah kok Pak cuma pas masuk aku tidak tahu di mana tempat wudhu perempuan jadi mungkin itu sebabnya aku lama di masjid."

Pak Ujang menganggukan kepalanya meski sepertinya bukan itu sebabnya namun tentu saja dia tidak ingin terus bertanya seperti itu, kini mobil sedan milik Aisyah sudah berhasil keluar dari tempat parkiran, Aisyah kembali menoleh ke belakang untuk melihatnya.

"Ya sudah hati-hati ya!"

Aisyah menoleh menatap ponselnya dan membalas pesan dari Ilham, "Thanks."

"Astagfirullah," gumam Aisyah dengan beristigfar rasanya dia tidak bisa terus diam dan malu-malu seperti tadi di depan Raka yang ada cowok itu akan merasa kepedean dan sok ganteng.

"Fatimah!"

Aisyah mengirim pesan kepada Fatimah untuk menceritakan kejadian ini ya hanya Fatimahlah sahabat yang bisa Aisyah percaya dibanding yang lainnya dengan alasan Fatimah tidak akan berhianat kepadanya atau membongkar rahasia yang sudah dia ceritakan.

"Iya Syah, ada apa? lo sudah sampai rumah?"

Fatimah yang baru saja selesai mandi langsung membuka ponselnya dan melihat pesan dari sahabatnya itu dan tentu saja Fatimah langsung membalasnya takut terjadi sesuatu di perjalanan pulang Aisyah.

"Masih di jalan Fat, gue mau cerita tapi lewat telepon aja ya!"

"Owh okey never mind."

Aisyah akhirnya menelpon Fatimah setelah mendapatkan persetujuan sahabatnya itu dan langsung menceritakan kejadian yang barusan sampai membuatnya merasa detak jantungnya terus berdebaran mengingat tatapan dan senyum tipis cowok itu.

"Istigfar Syah!" seru Fatimah saat via telepon.

"Sudah Fat, gue sudah berapa kali beristigfar."

"Ya sudah lo biarin saja jantung lo terus berdebar kan ada kebahagian di sana wkwk."

Aisyah menjerit sedikit pelan karena takut terdengar oleh Pak Ujang yang sedang pokus mengendari sambil mendengarkan musik 90 an.

"Tapi ini bukan gue banget Fat," keluh Aisyah merasa ada yang aneh dengan dirinya.

"Ini lo yang sebenarnya Syah, kan kalau yang palsunya lo dingin dan cuek sama Raka," jelas Fatimah sambil tersenyum mendengar cerita Aisyah lewat via telepon ini.

Aisyah tertawa menyadari akan kebenaran itu, "Hahah iya juga sih tapi gue merasa gak biasa kaya gini yang ada nanti hapalan gue hilang duh jangan sampai deh."

Itulah yang paling berbahaya bagi Aisyah jika sudah melihat Raka ya hanya cowok itu yang selalu berhasil membuatnya gagal pokus dan berpaling dari semua laki-laki yang mendekatinya.

"Ya sudah gini aja deh, lo banyak istigfar dan jangan lupa lihat foto idol lo pasti lupa sama Raka."

"Owh okey juga sarannya semoga berhasil deh, thanks ya Fat mau dengerin gue hehe," ujar Aisyah dengan sedikit malu karena yang tahu dia seperti ini hanya Fatimah saja.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95NWY" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95NWY
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menjadi Luna Orang Lain
9.5
Tujuh tahun mengabdi, Sylvie justru dikhianati Ethan Hudson demi serigala muda. Tanpa memohon, ia membuang simbol ikatan mereka dan pergi selamanya. Ethan dan kawan-kawannya bertaruh Sylvie akan kembali menangis dalam tiga hari, namun perkiraan itu meleset. Saat Ethan mulai panik dan menghubungi Sylvie, Victor Wilson yang merupakan rivalnya justru menjawab. Di pelukan Victor, Sylvie telah memulai hidup baru, meninggalkan Ethan yang kini meraung dalam penyesalan mendalam.
Sampul Novel Code Name Amaryllis
8.6
Indonesia tahun 2050 hancur akibat korupsi yang melumpuhkan hukum. Demi memulihkan keadilan, Presiden membentuk lembaga rahasia berisi pemuda berbakat dengan peralatan mutakhir. Mereka bergerak di balik bayang-bayang untuk menghancurkan konspirasi para pejabat korup. Cerita ini berfokus pada agen muda berkode Amaryllis yang mempertaruhkan nyawa dalam misi penuh intrik dan aksi berbahaya. Sebagai harapan terakhir bangsa, mampukah Amaryllis menumpas akar kejahatan di tanah air?
Sampul Novel Ditolak oleh Alpha-ku, Diklaim oleh Mahkota-ku
9.2
Alpha Damian mengkhianati pasangannya demi Lyra, serigala liar yang membawa anak haram. Saat upacara pewaris, Damian justru menyerang pasangannya yang hamil dan menuduhnya melukai anak Lyra. Ia membiarkan pewaris aslinya sekarat demi menyelamatkan anak simpanannya. Namun, Damian tidak sadar bahwa wanita yang ia buang adalah putri dari kawanan terkuat di dunia. Kini, pasukan keluarganya telah tiba di perbatasan untuk menjemput sang putri pulang.
Sampul Novel Godaan Bini Orang
8.7
Masa lalu kelam Rhido kini membayangi pernikahan bahagianya dengan Lisda. Saat Lisda hamil, gangguan mistis misterius membuatnya kesakitan tiap kali berhubungan intim. Rhido yang berusaha setia terpaksa menahan diri hingga tugas kerja membawanya ke pedalaman Jawa dan Kalimantan. Di sana, godaan nafsu terus menguji imannya. Mampukah sang mantan bajingan ini menjaga kesetiaan, ataukah teror gaib masa lalunya akan menghancurkan nasib istri dan bayinya?
Sampul Novel PEDANG HALILINTAR
8.4
Jalu tumbuh sebagai pejuang aliran hitam di bawah asuhan guru abadi yang terasing di Pulau Tengkorak. Sang guru mengutusnya menaklukkan dunia persilatan, namun perjumpaan dengan pertapa Gunung Pesagi mengubah haluan hidup Jalu menuju jalan kebenaran. Saat sang guru berhasil bebas berkat bantuan iblis, Jalu harus menghadapi sosok yang membesarkannya itu dalam pertempuran besar demi menjaga kedamaian dunia yang kini menjadi tanggung jawabnya.
Sampul Novel Ratu Kerajaan Niskala
8.4
Candra Utari, pewaris Kerajaan Niskala, menghadapi ancaman saudara tirinya, Sekar Buana, Lintang Alit, dan Pupus Cantika. Berbekal ilmu kanuragan dari Ratu Arum, ia mengasingkan diri ke Perguruan Langit Ageng sebelum membangun Kerajaan Wulan Katigo yang makmur. Saat Niskala di ambang kehancuran akibat pemberontakan, Candra menyamar sebagai Pangeran Layang Jembar untuk membantu ayahnya. Di tengah perang, muncul pasukan bertopeng misterius yang menjadi teka-teki besar bagi sang putri.