Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Semalam Penuh Gairah

Semalam Penuh Gairah

Allura terjebak dalam malam panas bersama pria asing di sebuah kelab. Tak disangka, seminggu kemudian dia justru menghadapi rencana perjodohan oleh sahabat yang sangat dicintainya. Di tengah kebimbangan antara menuntut tanggung jawab atau menerima perjodohan, rahasia kelam terungkap. Kejadian malam itu ternyata adalah bentuk pembalasan dendam atas kesalahan orang tua Allura di masa lalu terhadap ibu dari pria misterius tersebut. Kisah dewasa ini penuh drama.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Hei! A-apa benar ini?! Apa betul aku yang membuatmu tidak suci lagi?!” Devan menutup mulutnya. Kedua mata melotot, masih tak percaya dengan apa yang baru saja dilakukan. “Shit! Uh, ya ampun ... so-sorry.”

Begitu syok, karena baru pertama kali ini dirinya menyentuh wanita sampai berlebihan. Devan tak mengira kalau orang yang dijebak oleh kembarannya adalah gadis bersegel. Milik perempuan itu belum terjamah, dan dialah orang pertama yang menyentuhnya.

“Aku tidak tahu ... apa aku harus mengucap syukur atau menyesal, tapi aku dan kamu sama-sama belum pernah melakukan ini.” Devan menatap perempuan di hadapannya dengan perasaan bersalah. “Yang pasti ... a-aku lega kalau milikku masuk ke goa bersegel.”

Walaupun merasakan sakit pada bagian benda paling privasi di bawah sana, rasa untuk melanjutkan pemanasan ranjang ternyata malah bertambah. Gelora di dalam Allura kian meninggi.

Terlihat jelas dari tubuhnya yang bergerak-gerak bak cacing kepanasa. Hal itu membuat Devan yang melirik, jadi menelan ludah.

Mata masih terpejam menahan hasrat yang membumbung dan meremas seprei. “Lagi! Aku mau lagi yang seperti tadi!” seru Allura dengan suara memohon.

Heran dengan apa yang diminta, tapi Allura sungguh ingin sentuhan. Hal paling langka di hidupnya kalau minta seseorang memuaskan gejolaknya saat ini.

Di mulut meminta lebih layaknya wanita murahan, tapi di hati merasa kacau. Dasar hati tak terima dengan apa yang diminta tubuhnya sekarang, sungguh seperti perempuan nakal.

Berada di bawah tubuh Devan, ia merasakan gerakan. Mengeluarkan desahan dengan spontan kala milik Devan memenuhi benda privasinya.

Perempuan yang sudah tidak gadis lagi itu terus memohon agar Devan makin memberi dorongan lebih dalam. Bukan hanya dalam, tapi kuat dan cepat.

“Sepertinya obat dari Devin yang masuk ke tubuhmu sangat banyak.” Devan masih bergerak maju mundur seperti yang diminta oleh Allura.

Mau tak mau Devan mendorong lebih kuat dan liar. Menyentak dan menyembur dalam-dalam ketika suara merdu Allura mengalun indah di telinganya.

Menerima miliknya bawah sana terpuaskan, bukannya merasa senang tapi justru ada kecewa di dalam dada. Air mata Allura pun tak bisa dibendung.

Meskipun perempuan itu masih terpengaruhi oleh alkohol, air mata yang jatuh ke pipi menjadi bukti bahwa kegiatan ini adalah kesalahan. Miliknya yang sudah dijaga selama dua puluhan tahun harus diberikan pada laki-laki yang tidak dia kenal.

Efek alkohol belum hilang sepenuhnya. Allura menangis bersama desahan yang memenuhi ruangan begitu Devan masuk lagi lebih dalam.

Kenikmatan dan rasa saki yang bergabung jadi satu membuat tubuhnya lemas. Allura yang masih menerima sentakan itu tak berhenti menangis sembari mencengkeram sprei kasur.

Malam ini adalah malam terkelam baginya yang terbiasa hidup di bawah penjagaan sang papa serta pantauan adik lelakinya. Seraya memegangi lengan berotot Devan, rasa sesal memenuhi rongga dada. Andai saja dia tidak ke kelab malam, mungkin peristiwa ini tidak akan terjadi.

Jika saja dia tidak nekat ke kelab malam sendirian, pasti tubuhnya tak akan tersiksa dan kotor seperti sekarang. Ya, andai waktu bisa diputar kembali Allura pasti patuh pada ajakan adiknya untuk pulang bersama.

Ranjang di dalam kamar lantai satu rumah Devan inilah yang menjadi salah satu saksi bisu permainan panas kedua insan. Bersama-sama mengejar kenikmatan dunia dan puncak tertinggi dalam pergulatan penuh keringat.

Dorongan demi dorongan dari Devan dan suara desahan seksi Allura adalah bukti bahwa keduanya sama-sama melepas hasrat dan gelora yang selama ini dipendam. Baik Devan maupun Allura nyatanya sama-sama menikmati, walaupun rasa sesal juga melekat di hati mereka.

Di tempat lain, Devi yang beberapa saat lalu berada di rumah seseorang, kini masuk ke sebuah kelab malam. Dia datang bersama laki-laki yang berbeda. “Aku harus ke toilet,” bisiknya pada sang pria dan dipersilakan.

Devi melangkah terburu-buru. Air di tubuhnya harus dikeluarkan. Tak lama ia pun keluar dari toilet khusus wanita.

Namun, lengan sahabat Allura itu tiba-tiba ditarik. Dengan cepat orang yang menarik Devi itu memojokkan tubuh Devi ke ruangan yang lebih gelap.

“Devin?!”

“Kemarin panggilanku kamu abaikan, tapi sekarang kamu ke kelab bukan dengan Devan?!”

“Ma-maaf, Vin ... aku enggak bermasud cuek denganmu.”

“Aku bisa memberi apa pun yang kamu mau. Tapi kenapa harus bawa laki-laki selain aku?” balas Devin tak terima. Jemarinya mulai bergerak ke tubuh Devi. Ia memberikan sentuhan lembut di bagian atas milik Devi yang dirindukannya.

“Vin, sadar! Ini tempat umum! Kamu mau apa?!”

“Sentuhanmu. Sentuhan yang buat aku ketagihan.” Devin melumat kasar bibir Devi tanpa aba-aba. “Aku menginginkan tubuhmu,” bisiknya seraya meraba bagian bagian bawah yang tertutup kain segitiga.

“Jangan, Vin ... aku mohon ... aku takut Devan tahu tentang hubungan kita, Vin!”

“Lalu kamu boleh berduaan dengan pria yang datang ke kelab bersamamu? Apa kamu mau aku memberi tahu Devan tentang semua yang kita lakukan di belakang Devan?”

“Jangan! Aku mohon! Aku cinta sama Devan!”

“Kalau gitu ikut aku. Layani aku seperti malam itu.”

“Gak bisa, Vin ... Aku gak bisa karena kamu saudara Devan. Aku gak mau hubungan kalian semakin rusak gara-gara aku..”

“Jadi, kamu nolak aku?! Aku bisa kirim fotomu dan pria tadi ke Devan!” Tersenyum miring seraya memperlihatkan ponselnya ke arah Devi. Dia sudah memotret Devi dan pria yang tak dikenalnya tadi sejak masuk ke kelab malam.

“Fotomu dan pria tua itu ada di sini,” kata Devin dengan senyum iblisnya. Ia pun dapat melihat mata Devi terbelalak setelah memandang ke layar handphone-nya. “Kenapa, Vi? Sudah percaya atau belum?”

“Oke! Aku ikut kamu!” pekik Devi yang hanya bisa pasrah dengan nasibnya beberapa waktu ke depan. Ia terpaksa mengikuti langkah Devin.

Saudara Devan itu memba Devi ke ruangan favoritnya. Dengan cepat dia duduk di sofa sambil menarik Devi agar mendekat. Membebaskan juniornya yang bersembunyi di balik celana, Devin memerintah, “Cepat! Lakukan sekarang, Devi!”

Dengan mata memerah menahan marah sekaligus air matanya, Devi merendahkan tubuhnya. Dielusnya milik Devin yang belum bangun. Mengurut perlahan-lahan yang mampu membuat Devin memejamkan kedua matanya.

Tak lama kemudian Devi memainkannya dengan mulut. Lidahnya menari-nari pada senjata Devin. Beberapa menit berlalu, Devin mengeluarkan erangan sembari meremas rambut Devi.

Pria itu menekan kepala Devi supaya lebih dalam melumat miliknya “Ya! Seperti itu, Devi!” pekiknya sebelum mengerang lagi “Kamu pintar dan membuatku tergila-gila dengan permainan mulutmu!”

Devi merespons ucapan Devin dengan lirikan saja. Ia masih memainkan milik Devin karena cepat-cepat ingin menyudahi kegilaan ini. Ia sungguh membenci dirinya sendiri yang pernah bermain dengan Devin. Jika waktu bisa diulang, dia tidak akan mau mendekati Devin yang ternyata terkenal brengsek.

“Aku mau lubangmu! Berdiri, Dev!”

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Masih Bocil, Om
9.5
Ulang tahun ke-18 yang seharusnya indah berubah menjadi kenyataan pahit bagi seorang gadis muda. Ia terpaksa menikah dengan David, pria dewasa yang asing baginya. Alih-alih romantis, interaksi mereka justru diwarnai perdebatan konyol soal kartu kredit versus uang tunai untuk membeli jajanan. Di tengah ketidakpastian masa depan pernikahannya, sosok Dinar muncul dan terang-terangan menanti status jandanya. Akankah ia menemukan bahagia atau justru terjebak sengsara?
Sampul Novel Babu Kumal VS CEO Kutub Utara
8.4
Terryn dikirim ibunya untuk tinggal bersama sahabat lamanya, Ibu Imelda. Meski dididik menjadi wanita berpendidikan, Terryn justru diperlakukan bak pembantu oleh Deva, putra bungsu Imelda yang dingin dan angkuh. Konflik memuncak hingga sebuah peristiwa besar memaksa mereka menikah atas keinginan Imelda. Terryn yang mencintai Deva harus menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya tetap tak acuh. Namun, saat Deva mulai luluh, Terryn justru pergi menjauh darinya.
Sampul Novel Cinta seorang atlet
9.4
Dalam dinamika dunia olahraga yang kompetitif, asmara sering kali hadir hanya untuk berlalu dan tumbuh hanya untuk akhirnya layu. Namun, kisah ini membuktikan bahwa ada satu perasaan istimewa yang mampu bertahan melampaui perpisahan. Meski raga tak lagi bersama dan waktu terus bergulir, jejak kasih sejati akan selalu menetap secara kekal di dalam sanubari. Sebuah perjalanan rasa yang mendalam tentang ketulusan yang abadi selamanya.
Sampul Novel Cinta wanita kutubuku
8.6
Elia menghabiskan hari-harinya bekerja di sebuah gedung perkantoran megah tanpa menarik perhatian siapa pun. Namun, segalanya berubah saat ia dipertemukan dengan Edward, putra dari pemilik perusahaan tersebut. Keduanya mulai menjalin kedekatan intens karena harus mengelola sebuah proyek besar yang sama. Tanpa disadari, benih-benih cinta mulai tumbuh di hati Elia terhadap Edward, dan ternyata sang pewaris kaya itu pun merasakan hal yang sama.
Sampul Novel Dilamar Mantan Depan Suami
8.0
Nisa terjebak dalam pernikahan penuh tekanan bersama Arman, suami yang sangat perhitungan dan keras. Meski Nisa berusaha menghormati mertua dan iparnya, Arman selalu merasa istrinya kurang berbakti. Kesedihan Nisa memuncak saat Arman membatasi asupan gizi putra mereka, Ahmad, dengan dalih penghematan. Nisa hanya bisa berdoa agar suaminya menepati janji untuk menerima sang anak sepenuhnya, di tengah tuntutan hidup dan perilaku kasar yang terus diterimanya.
Sampul Novel Madu Pemberian Ipar
8.8
Kehidupan pernikahan Yanto dan Viana berubah drastis sejak kedatangan Runi. Sebagai adik ipar yang membenci Viana, Runi berniat menghancurkan rumah tangga mereka dengan menjebak Yanto bersama Feyla. Rencana licik itu berhasil hingga Yanto nekat berpoligami. Viana yang enggan dimadu memilih bercerai demi harga diri meski hatinya hancur. Saat Viana bangkit menuju kebahagiaan baru, Yanto dan mereka yang mengkhianatinya justru mulai menuai karma pahit atas perbuatan jahat mereka.