Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Semalam Dengan Si Bos (One Night Stand)

Semalam Dengan Si Bos (One Night Stand)

Pasca dikhianati Leon, Reina Patricia menghabiskan malam panas bersama pria asing. Setahun berlalu, ia terkejut saat mengetahui pria itu adalah Brandon El Carro, bos barunya yang humoris namun misterius. Saat benih cinta tumbuh dan Reina mengandung, Brandon justru dijodohkan demi bisnis perusahaan. Di tengah konflik pelik, masa lalu kelam sang CEO mulai terkuak dan mengancam citranya. Reina kini terjepit antara cinta, rahasia, dan masa depan janinnya.
Bab
Bagikan

Bab 2

2# Jangan Saling Menyebut Nama

Rein membasahi bibirnya sendiri dengan lidahnya. Ia berada di ambang kebingungan, antara harus mempertahankan prinsipnya sendiri untuk menjaga kehormatannya sebelum resmi menikah dengan lelaki pilihannya atau mengikuti hasrat terpendam yang kini amat menggebu-nggebu.

Ingin sekali ia berlari, tapi di saat yang sama ia sudah tidak sanggup lagi berpura-pura. Setelah mendapatkan luka dalam dari Leon, kepercayaannya terhadap cinta kini perlahan menghilang. Mungkin saja, Rein tidak akan menikah dengan siapa pun nantinya.

Satu detik, dua detik, tiga detik, Rein masih belum memberikan jawaban yang pasti.

“Sweety? Aku menunggumu,” ujar si pria tanpa nama. Tangan besarnya mengelus puncak kepala Rein lembut.

Sial, diperlakukan demikian semakin membuat Rein tidak bisa berpikir jernih lagi.

Akhirnya, perlahan gadis itu mengangguk seraya menggigit bibir. Merasa sudah mendapatkan persetujuan, sang lelaki pun tersenyum simpul dan kembali mengecup bibir Rein sekilas.

“Tunjukkan … di mana letak kamarnya?”

Jantung Rein berdebar kencang seperti akan melompat keluar. Ia sudah masa bodoh dengan prinsipnya. Reina Patricia Ellordi boleh jadi berasal dari darah Prancis-Indonesia. Namun, sebenarnya Papa-Mamanya selalu menjunjung tinggi mengenai norma ketimuran.

Bahkan selama tiga tahun berpacaran dengan Leon, Rein juga tidak pernah mengizinkan Leon menyentuh tubuhnya. Hal paling jauh yang ia lakukan hanya sebatas berpelukan dan berciuman. Tidak lebih dari itu.

Lucunya, kini ketika bertemu lelaki asing yang tampan di hadapannya ini, hati Rein seperti berubah 180 derajat. Sungguh aneh, tetapi itulah yang dirasakan Rein saat ini. . Rein lupa diri. Sentuhan lembut bertegangan seribu watt dari pria tanpa nama itu tidak ingin ia sia-siakan.

“Follow me.” Rein menarik jemari lelaki itu dan melewati puluhan manusia yang ada di sekitar mereka. Suara dentuman musik yang memekakkan telinga langsung menghilang begitu dua sejoli itu memasuki sebuah ruangan tertutup dengan pintu merah menyala.

Begitu pintu tertutup, keduanya kembali saling menatap lalu memagut. Di bawah penerangan cahaya kamar yang terang, Rein dapat melihat wajah sang pria itu lebih jelas. Tubuh pria itu jangkung, lengkap dengan otot berurat yang tidak berlebihan, sehingga membuat penampilan si empunya begitu eksotis dan atletis. Wajah pria itu amat tampan seperti dewa Yunani. Menatapnya terlalu lama, rasanya membuat Rein perlahan meleleh seperti mentega.

Jantung keduanya berdegup kencang. Kaki mereka terus berjalan tanpa melepaskan cumbuan, lalu bersamaan terjatuh di ranjang. Ketika pria itu membelai pipi dan dahinya dengan lembut, sekujur tubuh Rein memanas. Perlakuan yang seakan memposisikan Rein bak benda rapuh yang harus diperlakukan hati-hati.

“Kau cantik.”

“Kau … tampan.”

Mendengar balasan Rein, lelaki itu tersenyum simpul. “Kau yakin, kita akan melakukannya? Karena jika sudah memulainya … aku tidak yakin bisa berhenti, Sweety.”

Pipi Rein memerah seperti ceri. “What’s your name, Dude?”

“Mari kita buat kesepakatan,” ujar pria itu sambil menatapnya dengan sorot yang teduh. “Aku bukan lelaki bajingan, tapi juga bukan pria baik yang dengan senang hati akan membuat komitmen menjalin hubungan sepasang kekasih. Apalagi dengan wanita yang baru saja kutemui.”

Rein mendengarnya dengan patuh. Gadis itu lagi-lagi mengangguk. “Lalu?”

“Ini pertanyaan terakhirku. Apakah kau bersedia dan yakin akan melakukannya … denganku? Dengan pria yang tidak perlu menyebutkan namanya?”

Mata Rein membulat. “Dan itu artinya, aku tidak perlu repot-repot menyebutkan namaku juga?”

Pria tanpa nama itu mengangguk. Tidak ada keraguan yang terpancar di matanya. Lalu bibir sensualnya mencium dahi Rein sejenak. “Bagaimana?”

Rein mengusap dada pria yang sedang berada di atas tubuhnya dengan perasaan berdebar. Membuat sang pria menggeram pelan. Sentuhan itu mengenai titik sensitifnya, tetapi hebatnya ia masih bisa menahan untuk tidak menyerang Rein sebelum gadis itu memberikan persetujuan.

“Deal.”

Mendengar satu kalimat pusaka itu, sang pria langsung menenggelamkan wajahnya ke leher Rein dan menghembuskan napasnya keras. Kelegaan seakan otomatis menyelimuti keduanya.

Ada semacam percikan kembang api ketika Rein kembali mendapatkan ciuman dalam dan menuntut. Satu persatu kain yang melekat pada tubuh dua sejoli itu terlepas dan jatuh berserakan di lantai. Rein memejamkan matanya dan tidak berani melirik ke bawah. Padahal, saat ini ia sedang merasakan nikmatnya sentuhan jemari pria itu tepat di titik pusat kenikmatan miliknya.

Lenguhan Rein pun lolos. Keringat mulai membasahi peluh keduanya. Hingga waktunya tiba, Rein pun membuka mata.

“Kumohon, lakukan dengan perlahan.”

“As your wish, Baby,” jawab sang pria sambil memeluk tubuhnya dan refleks menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka. “Agar kau tidak kedinginan. Oke?”

Rein mengangguk. Tak lama kemdudian, ia merasakan sensasi pedih di bawah sana. Air matanya menetes. Sementara wajah sang pria memucat.

“Kau—”

Rein mengangguk. “Ya. Aku memang masih gadis.”

“Ketahuilah, kau juga yang pertama untukku,” jawab sang pria dengan mata berbinar.

Rein pun mengecup ceruk sang lelaki, sambil masih mengimbangi gerakan dan hentakan di bawah sana. Rasa sakit pun lambat laun berubah menjadi nikmat tiada tara. Desahan lelaki itu seperti melodi terindah yang belum pernah Rein dengar selama ini.

Mereka sama-sama gelap mata dan tidak menyangka bahwa bercinta ternyata rasanya semenyenangkan ini. Lenguhan Rein makin menggema memenuhi ruangan, tatkala ia merubah posisi membelakangi pria tanpa nama, sementara hentakan syahdu masih ia dapatkan.

“Di mana … aku harus?” tanya sang pria susah payah, sambil masih mempertahankan tempo permainan.

“Di dalam,” jawab Rein cepat. “Aku … sedang tidak dalam masa ovulasi.”

Sambil mendengar jawaban Rein yang patah-patah, lelaki itu menelan salivanya mendapati dada Rein yang berguncang karena gerakan tidak tenang yang ia timbulkan. Matanya berkilat lapar, lalu dengan cepat ia menarik tubuh Rein agar kembali saling berhadapan.

“You’re so beautiful….”

Karena pemandangan yang begitu indah itu, sang pria menghujamkan lagi hasratnya yang sempat terhenti. Rein yang terkejut pun tergelak. Namun dengan cepat, ia langsung mengimbangi permainan dengan bergerak dari bawah tubuh atletis pria itu.

Akibatnya, mereka berdua pun mendapatkan kenikmatan dua kali lipat. Geraman dan lenguhan saling bersahutan dari bibir masing-masing. Keringat bercucuran deras membasahi tubuh.

Jika boleh memberikan penilaian, mungkin Rein akan memberikan skor sepuluh untuk kesempurnaan lelaki ini. Wajah tampan, badan atletis. Wanita mana yang tidak akan terpukau?

Malam penuh gairah itu memang hanya sementara. One night stand yang tidak direncanakan maupun terpikirkan oleh Rein, setelahnya justru memberikan kenangan manis yang tidak akan dilupakannya begitu saja. Bahkan gadis itu menyadari bahwa ia sudah melupakan Leon, sang mantan yang menyakitinya hari itu.

***

Usai tragedi one night stand itu, Rein tidak bisa tidur nyenyak beberapa hari. Sesuai dengan kesepakatan, setelah malam panas itu nyatanya Rein tidak lagi menjumpai sang lelaki itu meskipun sudah mencari ke berbagai tempat.

Singkatnya, satu setengah tahun pun berlalu denga cepat.

Reina Patricia Ellordi berjalan dengan percaya diri sambil menyeret koper besarnya. Saat ini ia sedang berada di Bandara International John F Kennedy, Amerika. Gadis berusia 24 tahun itu kini sudah berevolusi menjadi pribadi yang lebih menawan dan mandiri. Ya, usai mengalami peristiwa one night stand dengan pria asing kala itu, Rein yang masih belum bisa sepenuhnya move on justru memutuskan untuk melajang hingga kini.

Ditambah lagi, setelah lulus kuliah ia juga nekat menitik karir dengan bekerja di luar negeri. Lebih tepatnya di salah satu perusahaan asing bidang properti yang menjalankan bisnis water resort, konstruksi, membangun hotel, bungalow, villa, bar hingga restoran di PT. Diamant Group, GreenBreeze—Amerika.

“Kalau tidak karena Sisca yang tiba-tiba melangsungkan pernikahan, aku tidak mungkin berkunjung ke Indonesia dan mengorek luka lama. Ck!” gerutu Rein dengan bahasa Indonesia yang kental.

“Bloody hell!” umpat Rein. Gadis itu berdecak dan menenggak kopinya hingga habis tak tersisa, lalu membantingnya ke tempat sampah. Ia menggenggam boarding pass, KTP, dan passport untuk check in.

Heelsnya bergemeletuk seirama dengan lantai. Beruntungnya, penerbangan dilakukan tepat waktu saat itu. Usai mengurus ini itu, ia kemudian menuju pesawat dan duduk di seatnya dengan damai.

Seorang laki-laki bertubuh jangkung tiba-tiba duduk di sebelahnya. Lelaki itu duduk sejenak tanpa menyapa, mungkin karena kebiasaan bule di sini memang begitu. Rein yang cuek pun tidak terlalu memperhatikan, karena lelaki itu mengenakan syal leher yang menutupi sebagian hidung dan bibirnya.

Ketika pesawat akan take off, sang lelaki di sebelahnya berdiri dan pindah ke seat belakang. Digantikan oleh seorang wanita bule asing kulit hitam. Rein yang memang tidak peduli pun memilih untuk tidur. Usai perjalanan panjang nan melelahkan selama hampir 24 jam dan transit, akhirnya Rein bisa menghirup udara tanah airnya kembali.

Saking antusiasnya, ia sampai lupa dan meninggalkan jaket miliknya di seat pesawat. Dasar Reina Patricia Ellordi, tidak biasanya gadis itu seceroboh ini.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel GAIRAH LIAR IBU TIRIKU
9.7
Meghan Crafson adalah mantan model dewasa yang tetap menawan di usia kepala tiga. Meski hidup bergelimang harta setelah menikahi miliarder New York, ia merasa hampa karena suaminya yang jauh lebih tua tak mampu memuaskannya. Situasi berubah saat Hardin, putra tiri yang tampan dan atletis, datang ke rumah mereka. Terpikat pesona Hardin, Meghan mulai melancarkan godaan terlarang. Hardin pun terjebak dalam dilema antara moralitas dan gairah liar yang ditawarkan sang ibu tiri.
Sampul Novel Harga yang Harus Dibayar : Sugar Baby
8.0
Arina merupakan sosok gadis cerdas dan ambisius yang terjebak dalam pusaran dunia mafia setelah bertemu Alvaro. Sebagai pemimpin jaringan bisnis ilegal berpengaruh di kota, pria berusia awal 40-an tersebut terobsesi menjadikan Arina miliknya. Alvaro tidak ragu memanfaatkan kekayaan serta kekuasaannya demi mendapatkan apa yang diinginkan. Kini, kehidupan Arina berubah total saat dirinya dianggap sebagai permata berharga oleh sang penguasa gelap tersebut.
Sampul Novel Ikatan Cinta yang Unik
9.6
Yvonne hancur saat memergoki tunangannya berkhianat dengan saudarinya sendiri. Dalam pelarian rasa sakit, ia tak sengaja bermalam dengan pria asing hingga hamil. Diusir sang ayah, ia pun merantau demi kesuksesan. Enam tahun berlalu, Yvonne kembali sebagai dokter hebat bersama Aiden, putra jeniusnya yang mahir meretas. Saat Aiden berniat mencarikan jodoh, sosok pria misterius muncul mengklaim sebagai ayahnya. Perjuangan Aiden menyatukan mereka pun dimulai.
Sampul Novel Istri Pengganti Tuan Muda!
8.8
Demi menjaga martabat keluarga Wijaya dan Maduswara, seorang ayah memohon kepada putrinya untuk menjadi pengantin pengganti. Jika pernikahan besar ini sampai batal, reputasi leluhur mereka akan hancur seketika. Tak hanya itu, nasib perusahaan yang telah dibangun sang ayah selama bertahun-tahun kini berada di ujung tanduk. Sang putri pun dihadapkan pada pilihan sulit untuk menyelamatkan kehormatan serta masa depan bisnis keluarganya.
Sampul Novel Keluarga Sewaan
8.0
Prima Jayashree, CEO muda Jayashree Company, menghadapi tekanan besar untuk segera menikah demi kelangsungan takhta perusahaan. Dalam keputusasaan, ia berlibur ke Tokyo dan menemukan jasa sewa keluarga. Prima memutuskan menyewa seorang istri serta anak untuk menemaninya. Namun, saat masa sewa berakhir, muncul ide nekat untuk membawa mereka ke Indonesia. Mampukah Prima mengubah sandiwara ini menjadi kenyataan tanpa terbongkar oleh sang ayah?
Sampul Novel Lelaki Yang Tak Terlihat Kaya
9.8
Gerald Crawford tidak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah drastis dalam semalam. Selama ini, ia mengira keluarganya hanyalah pekerja biasa di luar negeri. Namun, sebuah pengakuan mengejutkan dari orang tua dan saudara perempuannya mengungkap identitas aslinya. Gerald ternyata adalah pewaris takhta kekayaan bernilai triliunan dolar. Kini, sang pemuda harus menghadapi realita baru sebagai keturunan konglomerat yang selama ini tersembunyi.