Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Selamat Jalan Adit

Selamat Jalan Adit

Kisah ini menyajikan realitas apa adanya, tanpa polesan fiksi yang memikat. Kejujuran menjadi landasan utama meskipun harus berujung pada rasa pedih dan kesedihan yang mendalam. Penulis menegaskan bahwa perasaan cinta yang dahulu ada kini telah sirna sepenuhnya tanpa menyisakan sedikit pun harapan. Masa lalu tetaplah menjadi bagian dari sejarah yang tak lagi memiliki kuasa di masa kini. Sebuah ungkapan tulus tentang melepaskan sesuatu yang memang sudah berakhir.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bab.2

Menetes air mata Ida , membaca chatting suaminya dengan perempuan selingkuhan suaminya. Ditutupnya WhatsApp bisnis suaminya, ponsel diletakkan di meja kecil dekat tempat tidur. Hilang rasa capek dan rasa mengantuk. Hatinya berbisik..

{" Yaa Alloh, mas Adit suamiku menjalin hubungan lagi dengan Shella mantan selingkuhannya. Mereka berdua diam - diam berselingkuh di belakangku."}

Berkali-kali Ida hanya bisa menangis sambil istighfar di dalam hatinya sampai dirinya tenang meskipun bayangan Shella masih di pelupuk matanya.

" Idaaa... Ida.... Kamu di mana.?"

Mendengar teriakan ibu mertuanya, cepat-cepat di hapusnya air mata di pipinya dengan daster yang dipakainya.

" Aku di kamar mau tidur siang, ma."

" Ya sudah. Tidurlah, nanti sore kamu bersih-bersih bersih rumah."

Cepat-cepat dipejamkan matanya , memaksa dirinya sendiri untuk tidur sebelum ibu mertuanya masuk kamar.

____

Bangun jam setengah empat sore, langsung mandi , sholat azhar kemudian membersihkan rumah mertua. Ida dari kecil sudah terdidik di keluarganya untuk rajin membersihkan dan mengerjakan semua pekerjaan rumah , itu yang membuat ibu mertuanya mengurangi kecerewetan pada diri Ida.

" Ma, teh manis hangat dan pisang goreng sudah aku taruh di meja makan."

Ibu mertuanya yang baru saja keluar dari kamar tidur langsung duduk di dekat meja makan.

" Ida, uang belanjanya ini mama tidak beri harian tapi ini buat sebulan. Jadi pagi kalau kamu mau belanja ke pasar, tidak usah mengetuk kamar mama."

Ida melihat ibu mertuanya mengeluarkan beberapa lembar uang kertas dari dalam dompetnya.

" Ma, aku tidak mau pegang uang sebanyak itu. Mama beri uang belanja tiap sore saja buat pagi belanja ke pasar."

Ibu mertuanya mengernyitkan dahinya.

" Kenapa, Ida.?"

Ida menatap ibu mertuanya , sembari menjawab..

" Maaf, ma. Kalau aku pegang uang pasti diambil mas Adit. Kalau aku tidak mau memberikan uang pasti mas Adit memukuli aku."

Ibu mertuanya yang terkenal cerewet ini terkejut mendengar perkataan Ida menantunya.

" Adit masih suka mukuli kamu, Ida.?".

Ida mengangguk..

" Iya kalau mas Adit marah pasti mukuli aku, ma."

Ibu mertuanya menarik nafas. Dalam hatinya berkata..

{"Ida menantuku ini memang cuma perempuan desa dan lulusan SMP tapi dia baik , jujur , rajin , sabar , telaten. Adit anakku saja yang kurang ajar dan kasa memukuli Ida istrinya. Otaknya tidak berpikir bagaimana kalau Ida mengadu pada orang tuanya pasti bisa runyam urusannya."}

Ibu mertuanya memegang lengan Ida.

" Kalau Adit memukulmu, kamu harus cepat lari ke mama."

"Iya, ma. Sekarang aku mau menjemur baju dulu."

" Lho kamu mencuci baju sekarang ?. Kenapa tidak besok pagi saja.?"

Ida tersenyum.

"Aku sudah selesai mencuci baju di mesin cuci, hanya menjemur saja. Besok pagi aku tidak mencuci baju. Aku mau masak nasi kuning buat ulang tahun Annisa , ma."

" Kamu sudah belanja buat masak nasi kuning.?"

" Sudah, ma. Aku simpan di kulkas dapur."

" Uang darimana, ida.?"

" Uang tabunganku, ma.?"

" Uang tabungan ?. Kamu punya uang tabungan darimana, Ida.?"

Wajah Ida berseri-seri.

"Mama kan tahu aku terima pesanan lemper ayam dan risoles. Aku juga menitipkan di orang jual kue di pasar, ma."

"Kamu nabung dimana, Ida.?"

Dengan polosnya Ida menjawab.

" Aku naruh uang di bawah tumpukan panci di rak dapur, ma."

" Kamu jangan menyimpan uang di situ, Ida. Simpan di bank."

Ida menggeleng.

"Jauh kalau ke bank, ma. Kalau nyimpan uang di dapur itu dekat dan cepat diambil kalau aku butuh, ma."

" Iya cepat juga diambil Adit suamimu buat mabuk- mabukan, Ida."

Ida terperanjat mendengar ucapan ibu mertuanya yang mengingatkan dirinya kalau Adit suaminya memang suka mengambil uang siapa saja.

" Terus aku harus menyimpan uang di mana, mama.?"

" Besok lusa kamu ikut mama arisan, kamu bisa ikut arisan dan menabung di bu Adnan yang bagian mengurusi tabungan ibu-ibu, Ida."

Ida memandang ibu mertuanya, dengan lirih menjawab.

" Aku malu kalau ikut arisan, aku juga takut kalau mas Adit tahu pasti dikira uangku banyak, ma."

" Sudah , kamu turuti saja bicaranya mama. Kalau Adit tanya, jawab saja kamu tidak ikut arisan dan tidak menabung tapi kamu hanya mengantar mama ke arisan ibu-ibu. Mengerti kamu, Ida.?"

" Iya, ma. Terima kasih banyak."

Ida mengangguk lalu berjalan ke tempat cuci baju. Ibu mertuanya hanya bisa memandang punggung Ida menantunya . Hatinya berkata..

{" Sungguh kasihan Ida menantuku. Dia ulet jual kue basah dan mengumpulkan uang dari hasil jualan untuk memasak nasi kuning buat besok ulang tahun Annisa cucuku. Dia perempuan bodoh tapi tahu diri. Dia juga menerima semua perlakuan Adit anakku. Pantas kalau kupertahankan Ida sebagai menantuku."}

Ibu mertuanya bangkit dari kursi , menyusul ke tempat cuci baju. Diperhatikannya Ida dengan cekatan sedang mengeluarkan cucian dari mesin cuci lalu menjemur di dekat mesin cuci. Tidak itu hanya, Ida langsung masuk ke dapur diikuti ibu mertuanya. Ida menoleh sembari tersenyum.

" Mama mau apa ?."

Ibu mertuanya menarik kursi .

" Mama mau duduk sini lihat kamu mau apa di dapur, Ida.?"

Ida tertawa,

" Aku mau masak serundeng kelapa dan sambal goreng tempe terus disimpan di toples buat nasi kuning, ma."

Ibu mertuanya mau duduk tapi cepat-cepat Ida melap permukaan kursi.

" Aku lapar dulu kursinya biar daster mama tidak kotor."

Ibu mertuanya duduk dan melihat Ida yang ikut duduk di sebelahnya, langsung mengiris tempe tipis-tipis dan membuat bumbu.

" Sini, mama bantu.!"

" Jangan , ma. Nanti mama capek ,biar mama yang bagian mencicipi saja."

Ibu mertuanya tersenyum. Dalam waktu setengah jam, serundeng kelapa dan sambal goreng tempe sudah matang.

" Didinginkan di atas piring dulu, jangan langsung dimasukkan ke dalam toples ,Ida."

Ida mengambil 2 piring di rak piring dan meletakkan serundeng juga sambal goreng tempe di atas 2 piring tersebut.

"Mama , tolong cicipi. Ini keasinan atau kurang bumbu .?"

Ibu mertuanya mencicipi,

" Ini kurang, Ida.?"

"Kurang bumbu apa, ma.?"

" Kurang nasi."

Ida mengernyitkan dahinya.

" Kurang nasi, ma.?"

" Iya, kurang nasi di piring. ayo cepat ambilkan sepiring nasi buat mama."

Mereka berdua tertawa.

" Kamu juga ikut makan. Kita berdua makan ini sebelum dimasukkan ke toples, Ida."

" Iya, mama."

Langsung Ida mengambil 2 piring berisi nasi dan air es.

" Ma, aku sudah bikin sambal dan menggoreng kerupuk udang. Ini enak, ma."

" Cepat bawa sini, kita makan."

Ibu mertua dan menantu perempuan makan di meja dapur. Semua orang mengakui betapa cerewetnya ibu mertuanya ida tapi Ida dapat mengambil hati ibu mertuanya dengan sikapnya yang sopan dan jujur, rajin membersihkan rumah , pintar memasak , tidak pernah sekalipun membantah apalagi melawan ibu mertuanya. Ida selalu patuh dan tunduk pada ibu mertuanya meskipun Adit suaminya selalu menyakiti hatinya dengan bergonta - ganti perempuan selingkuhan dan sama sekali Adit tidak pernah bersikap mesra padanya sejak awal pernikahan. Hal tersebut yang membuat ibu mertuanya berubah sikap menyayanginya dan mempertahankan Ida sebagai menantu perempuannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Apa Kamu Kurang Istri?
8.0
Dua minggu menjelang pernikahan, Felix Darmaji kembali menunda hari bahagia mereka demi Shifa Adnan. Ini adalah penundaan ketiga, setelah sebelumnya Felix pergi ke luar negeri dan menemani Shifa melukis di gunung. Kehabisan kesabaran, sang protagonis langsung melamar teman masa kecilnya, Callen Harlan, putra mahkota konglomerat properti. Saat Felix menyadari kesalahannya, ia hanya bisa menatap siaran langsung pernikahan megah mantan tunangannya dengan penuh penyesalan mendalam.
Sampul Novel Cerita Dewasa Penuh Gairah
8.8
Peringatan keras bagi para pembaca. Karya fiksi ini secara khusus menyajikan berbagai rangkaian adegan serta narasi yang mengandung konten dewasa di dalamnya. Mengusung genre romansa modern, kisah ini mengeksplorasi sisi gairah yang intens dan mendalam. Pastikan Anda telah bijak dalam memilih bacaan sebelum menelusuri lebih jauh setiap bab yang penuh dengan momen sensual ini. Cerita ini ditujukan hanya untuk audiens yang sudah cukup umur.
Sampul Novel Cinta yang Jatuh Tanpa Gema
8.6
Bertemu mantan ipar saat periksa kehamilan membuka luka lama Rumi. Setahun lalu, Aryan membatalkan pernikahan mereka demi wanita lain, hingga ibu Rumi wafat karena syok. Rumi pun memilih pergi meninggalkan Kota Daro. Kini, sang ipar memintanya kembali karena Aryan menderita dan terus mencarinya. Namun, Rumi yang telah menata hidup baru hanya tersenyum tenang sambil menunjukkan cincin di jarinya, membuktikan bahwa ia telah melangkah pergi dan menikah dengan pria lain.
Sampul Novel DANGEROUS LOVE
8.3
Jenar, gadis pendiam yang lugu, tak menyangka kehadirannya di sebuah pesta klub malam akan mengubah takdirnya. Akibat pengaruh alkohol, ia terjebak dalam satu malam panas bersama aktor ternama, Remo. Meski Jenar telah memiliki kekasih, peristiwa itu menghancurkan dunianya. Di sisi lain, Remo yang dikenal playboy dan posesif justru berjanji untuk bertanggung jawab. Akankah Jenar bertahan pada cintanya yang lama, ataukah pesona Remo mampu meluluhkan hatinya selamanya?
Sampul Novel Istri Untuk Warisan
9.7
Malam perceraian yang dinanti Launa justru berujung pada penolakan keras dari suaminya. Meski tiga tahun pernikahan mereka terasa hambar dengan kebersamaan yang sangat singkat, sang suami enggan melepaskannya. Rahasia besar Launa akhirnya terbongkar saat suaminya mengetahui tentang kehamilannya yang disembunyikan. Ia bersikeras melarang Launa pergi untuk berjuang sendirian. Kini, pelarian Launa terhenti karena sang suami tak akan membiarkannya membawa calon buah hati mereka menjauh.
Sampul Novel My Dearest One
8.9
Danessa terbangun di tempat asing dalam kondisi hilang ingatan. Setiap kali ia mencoba menggali masa lalunya, rasa sakit hebat menyerang kepalanya. Namun, saat kepingan memori mulai kembali, ia terkejut menyadari bahwa dirinya yang dulu bukanlah sosok baik yang pantas dicintai. Kini Nessa terjebak dalam dilema identitas. Akankah ia kembali menjadi wanita penuh cela di masa lalu, atau mempertahankan kepribadian barunya yang lembut dan dicintai semua orang?