Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel SEBEL TAPI KANGEN

SEBEL TAPI KANGEN

Fuji memendam antipati mendalam terhadap kaum elite akibat tragedi pahit yang menghancurkan keluarganya. Pertemuannya dengan Andrew, seorang CEO angkuh, memicu perselisihan sengit yang tiada henti. Namun, amarah Fuji mencapai puncaknya saat fakta kelam terungkap bahwa Andrew adalah sosok di balik kematian kakaknya. Di tengah pergolakan batin ini, mampukah benih cinta mengalahkan dendam membara, ataukah luka masa lalu akan memisahkan mereka selamanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Rida berteriak melarang Fuji melakukan nafas buatan, tangan kanannya bergerak menarik rambut Fuji, Namun belum sampai tangannya menyentuh rambut Fuji, Tomy menghempas kasar tangan Rida.

"Rida! Kamu apa-apaan sih, gak liat dia lagi menyelamatkan nyawa Pak Andrew! Kalau terjadi sesuatu sama CEO Tree Stars, Kamu yang akan tanggung akibatnya!!" bentak Tomy sembari melotot ke arah Rida

Konsentrasi Fuji tak terpecah meski ada keributan kecil, ia masih melanjutkan menghembuskan oksigen yang berada di mulutnya ke mulut Andrew, Oksigen masuk ke paru-paru dan tak lama kemudian Andrew akhirnya siuman. Dia batuk-batuk lalu memuntahkan air dari mulutnya yang tertelan saat tenggelam.

Rida mendorong tubuh Fuji agar menjauh dari Andrew, Rida memijit-mijit tengkuk Boss nya supaya terkesan dia yang menolong ketika tenggelam.

Rida segera berjongkok di samping Andrew dan mencoba cari perhatian, "Boss, gimana? Udah enakkaan? Gak sesek lagi, ya? Aku khawatir dengan Boss Andrew. Aku berusaha menolong Bos, loh."

Tomy dan Yuni yang dengar kata-kata Rida langsung mencebik, Yuni dengan wajah kesalnya menggerutu. "Mak lampir cari muka. Huh," bibir Yuni mencebik lagi dengan bola mata melirik ke arah Rida, Pak Tomy manggut membenarkan ucapan Yuni.

Andrew melihat sekilas pada Rida dan ia sadar bukan asistennya yang jadi dewi penyelamatnya, karena tubuh dan pakaian Rida kering tidak basah seperti dirinya. Kemudian Andrew memberikan isyarat dengan tangannya supaya Rida menghentikan pijitan pada tengkuknya dan berhenti bicara.

Tomy menghampiri Andrew dan berjongkok di sampingnya setelah Rida beringsut agak menjauh. "Alhamdulillah akhirnya Pak Andrew selamat," ujar Tomy

"Pak Tomy. Siapa yang menolongku?" tanya Andrew

Tomy tak menjawab hanya matanya yang berbicara, ia mengalihkan pandangannya pada Fuji yang masih berdiri dengan tubuh basah kuyup. Mata Andrew mengikuti tatapan Tomy, alangkah terkejutnya ternyata yang menyelamatkan dirinya adalah karyawan yang baru saja di pecatnya.

"Kamuu!!"

Andrew spontan berdiri menatap tajam pada gadis yang berdiri di hadapannya

"Apa kamu fikir saya akan berterima kasih atau menarik kembali pemecatanmu, hah!!" Andrew mendekati Fuji dengan tatapan sinis

"Itu tidak akan pernah terjadi! Saya tau, orang miskin sepertimu selalu memanfaatkan situasi! Liciik!!"

Fuji maju mendekati Andrew, jarak mereka hanya lima langkah. Dengan sorot mata tajam, ia berkata dengan penuh penekanan, "Aku fikir, aku salah menolong manusia. Karena apa? Karena Anda bukan manusia!!"

"Apa maksud dari ucapanmu?!"

Fuji tersenyum sinis pada Andrew kemudian maju lebih dekat lagi, dengan tatapan tajam gadis itu menjawab. "Cuma manusia yang punya hati yang tau cara memanusiakan manusia," ucap Fuji pelan tapi dalam.

Setelah bicara Fuji melangkah pergi meninggalkan Andrew yang terdiam tertegun dengan ucapannya.

Tuan CEO itu seperti tertampar dengan ucapan Fuji, Pandangannya tak lepas dari tubuh gadis yang menolongnya.

Fuji berjalan semakin jauh, namun tiba-tiba. "Fujiii tunggu!! Ini tasmu!!" Teriak Yuni berlari menghampiri Fuji yang berhenti menunggu sahabatnya memberikan tas yang tertinggal.

Andrew mengernyitkan dahinya sembari berucap, "Fuji? Nama yang unik seperti orangnya." Senyum misterius mengembang di bibirnya

"Rida cari tau semua tentang Fuji, Aku ingin laporannya besok!"

"Hah. Besok Bos? Untuk apa Boss ingin tau tentang dia?"

"Jangan banyak tanya, lakukan aja yang aku perintahkan!"

"Tapi Boss-," ucapan Rida terpotong karena Andrew menatap tidak suka di bantah

"Rida! Kalau kamu tidak sanggup, biar perkerjaan ini aku berikan sama orang lain. Dan kamu! silahkan mengundurkan diri!!"

"Ba-baik Boss, laksanakan,"

"Bagus," sahut Andrew kemudian melangkah pergi meninggalkan Rida yang sedikit cemas

"Bahaya, Boss Andrew pasti punya maksud tertentu dengan gadis itu,"

Di dalam ruang kantor Andrew tampak gelisah menunggu laporan Rida tentang Fuji, sekali-kali matanya melirik jam tangan. Andrew mengetuk meja dengan tidak sabar, menunggu Rida masuk. Saat itu pintu terbuka, dan Rida masuk dengan wajah serius.

"Rida. Bagaimana dengan tugasmu? Apa kamu sudah menemukan informasi tentang Fuji?"

"Ya, Boss. Saya sudah mendapatkan beberapa informasi."

"Cepat, beritahu saya!"

Rida menyerahkan laporan tersebut sembari tersenyum tipis, "Saya harap Bos gak kaget baca isi laporan Saya,"

Andrew menatap Rida sesaat, kemudian ia beralih pada laporan yang berada di tangannya. Segera Andrew langsung membacanya dengan seksama

1. Nama: Fuji Maharani

2. Umur: 21 tahun

3. Pekerjaan: -

4. Hobbi: Memasak, Olah raga

5. Keluarga: Ibu dan anak (Chiko)

6. Status: Single

Andrew terkejut dengan informasi tersebut. Dia tidak menyangka Fuji yang diam-diam ia kagumi keberaniannya sudah memiliki anak.

"Rida! Kamu tidak main-main dengan laporan ini, kan?"

"Tidak Boss," sahut Rida

"Anak? Fuji sudah punya anak?" tanya Andrew tidak yakin informasi yang di dapat Asistennya benar

"Benar Boss,"

"Berapa umurnya?"

"4 tahun, Boss."

"Aku harus bertemu dengannya." Andrew bangkit dari duduknya melangkah keluar

"Tapi Boss! Booss!! Tunggu Booss!!" Rida mengejar langkah atasannya, ia sangat kesal karena Andrew tak mengurungkan niatnya meski Fuji sudah punya anak.

***

Di dalam kamar fuji yang sedang menyisir di hampiri Ibu yang berdiri di belakangnya.

"Pagi ini kamu rapih sekali, mau kemana?"

Fuji menoleh, "Fuji mau cari kerja Bu,"

"Tapi, Fuji, kamu baru saja sakit. Istirahat dulu, nak."

Fuji meraih tas selempang yang biasa ia bawa di atas nakas, "Tidak bisa, Bu. Aku harus membiayai sekolah Chiko dan kebutuhan hidup kita."

Fuji melangkah keluar menghampiri chiko yang sedang bermain robot-robottan, gadis itu membelai pucuk kepala Chiko.

"Mamah udah cantik, mau kemana?"

"Mamah mau cari kerja dulu untuk Chiko, Chiko sama Nenek dulu dan jangan nakal ya," ucap Fuji

"Mama, aku ingin sekolah seperti teman-teman,"

Fuji tersenyum kemudian memangku Chiko, "Nanti ya, Chiko pasti sekolah. Sekarang Mamah Fuji cari kerja dulu,"

"Iya. Kalau Mamah udah kerja, uang Mamah banyak. Chiko bisa sekolah Mah?"

"Tentu saja sayang, sekarang Mamah pamit dulu. Cium pipi Mamah," pinta Fuji menunjuk kedua pipinya

"Muach-muach." Chiko mencium pipi kiri kanan Fuji

Ibu Fuji memandang putrinya dengan bangga. "Kamu sudah siap untuk mencari pekerjaan? Ibu khawatir kamu belum pulih sepenuhnya."

Fuji tersenyum. "Aku baik-baik saja, Bu. Aku harus mencari pekerjaan untuk Chiko,"

"Maafkan Ibu dan Chiko hanya menjadi bebanmu,"

"Ibuu jangan bicara begitu. Aku gak merasa Ibu dan Chiko itu beban, ini kewajibanku lagi pula Ibu dan Chiko sangat berarti di hidupku," Fuji menggenggam tangan Ibu sembari menatap dalam, Ibu Irma mengangguk sembari tersenyum.

"Seandainya Kakakmu masih ada-." Ucapan Bu Irma terpotong karena suara ketukan pintu.

Tok!

Took!!

"Tooookk!!

Bu Irma dan Fuji berpaling ke arah pintu bersamaan. "Ji ada tamu, coba liat siapa yang datang,"

"Iya Bu,"

Fuji melangkah mendekati pintu dan membukanya, Ceklek! Kreek!!

Fuji kaget melihat seseorang yang berdiri di depannya, matanya membulat sempurna kedua alisnya bertaut.

Satu kalimat yang terucap dari mulutnya, "Ngapain kamu kesini?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AFFAIR
9.5
Mauren yang masih 19 tahun terpaksa menikahi Aron, duda kaya berusia 45 tahun, setelah dijual oleh ayahnya. Di sisi lain, putra Aron yang berumur 23 tahun, Liam, terjebak dalam pernikahan hambar bersama Bella karena ketidakpuasan ranjang. Sementara Liam merasa frustrasi dengan istrinya, Mauren harus menderita melayani nafsu pria tua tanpa pernah merasakan kepuasan. Takdir pahit ini menjerat mereka dalam kemelut rumah tangga yang penuh penderitaan batin.
Sampul Novel CEO YANG MENKUJGKIRBALIKKAN DUNIAKU
8.3
Delia, mahasiswi sederhana, terjerat asmara dengan Arkan, sang pewaris konglomerat. Namun, kebahagiaan itu sirna saat tunangan Arkan muncul dan mempermalukan Delia. Sikap Arkan yang diam membisu meninggalkan luka dalam. Empat tahun berselang, takdir membawa Arkan kembali sebagai CEO di kantor baru Delia. Di tengah bayang masa lalu, Delia harus memilih antara mengundurkan diri, bertahan, atau menuntut balas atas rasa sakitnya yang belum usai.
Sampul Novel Dendam Seorang Adik
8.6
Duka mendalam Amara atas kematian tragis kakaknya, Danisa, berubah menjadi ambisi balas dendam yang membara. Ia bertekad menghancurkan keluarga Pramudya yang telah mengkhianati Danisa hingga sang kakak mengakhiri hidupnya. Dengan pesonanya, Amara menyusup dan mulai menjerat mantan suami, mertua, serta ipar Danisa dalam rencana penghancuran reputasi dan harta mereka. Namun, mampukah ia tetap dingin saat perasaan tak terduga mulai mengancam misi utamanya?
Sampul Novel Derita Cinta Sang Pelakor
8.7
Via memiliki segalanya dalam diri Jason, namun ia justru berpaling demi kemewahan dari Dimas, seorang miliarder beristri. Meski mengaku terikat perjodohan tanpa cinta, Dimas terdesak saat Via menuntut kepastian status. Di tengah dilema besar tersebut, sebuah rahasia kelam terungkap bahwa Dimas sebenarnya adalah kakak ipar Via sendiri. Kini, cinta terlarang ini memicu konflik batin yang menghancurkan saat identitas asli mereka saling bersilangan.
Sampul Novel Harta, Tahta, Anak Tungal Kaya Raya
9.4
Ella terjebak dalam dilema rasa terhadap William, sahabat masa kecilnya yang kini menjadi pewaris tunggal kaya raya. Meski William menganggap Ella sosok terpenting, ia justru jatuh hati pada Camelia. Posisi Ella kian sulit saat ia dituduh sebagai penghambat asmara mereka, sementara William tidak peka atas penderitaan batin sahabatnya itu. Akankah William tetap memprioritaskan Ella, atau justru Camelia akan memutus ikatan lama mereka selamanya?
Sampul Novel One Night Stand
9.8
Seo Inha tak menyangka liburan solonya di Bali berujung pada malam tak terduga bersama Lee Yeon, pewaris kaya yang sedang patah hati. Akibat salah minum ramuan dan mabuk, Inha masuk ke kamar Yeon hingga ia hamil. Yeon memutuskan menikahi Inha demi tanggung jawab meski tanpa cinta. Di tengah pernikahan kontrak mereka, perhatian Yeon mulai tumbuh, namun mantan kekasihnya mendadak kembali untuk merebut posisinya. Akankah Inha bertahan saat masa lalu Yeon datang mengganggu?