Sampul Novel Sebatas Istri Bayang-Bayang

Sebatas Istri Bayang-Bayang

9.5 / 10.0
Dalam Sebatas Istri Bayang-Bayang, Syakila terjebak perjodohan dengan Reihan, polisi yang masih mencintai kekasih lamanya. Sebagai modern novel dengan konflik tanggung jawab, ia harus memilih antara bertahan atau menyerah. Baca romance novel ini di web novel favorit Anda sekarang.
Ringkasan Sebatas Istri Bayang-Bayang
Syakila, gadis berhijab yang menawan, terpaksa menjalani perjodohan dengan Reihan, polisi yang sangat berdedikasi. Namun, rumah tangga mereka hampa karena hati Reihan masih terkunci untuk Sonia, sang kekasih model. Meski Syakila tulus mengabdi, ia hanya menjadi sosok tak terlihat bagi suaminya. Dilema antara kewajiban dan luka batin kian memuncak saat status istrinya terasa tanpa makna. Mampukah pernikahan ini bertahan meski Reihan terus dibayangi masa lalu?
Baca Selengkapnya

Sebatas Istri Bayang-Bayang Bab 1

Syakila memandang bayangan dirinya di cermin, mengenakan kebaya pengantin warna putih yang sederhana namun sangat anggun. Wajahnya dipoles lembut dengan riasan tipis yang menonjolkan kecantikan alami yang ia miliki. Di balik senyum tipis yang ia paksakan, ada kegelisahan yang bergejolak di dalam hatinya.

Hari ini seharusnya menjadi hari yang paling membahagiakan dalam hidupnya, namun entah mengapa ia merasa seperti ada yang salah. Orang-orang di sekelilingnya sibuk memuji betapa cantiknya ia, betapa cocoknya ia dengan Reihan, lelaki yang akan menjadi suaminya dalam hitungan jam. Namun, hanya sedikit yang tahu bahwa hatinya dipenuhi keraguan dan kekhawatiran yang tak bisa terucapkan.

Saat itu, tiba-tiba saja pintu kamarnya diketuk pelan. “Syakila, sudah siap?” suara lembut ibunya terdengar, menyelinap masuk ke dalam ruangan.

Syakila menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. "Iya, Bu. Sebentar lagi."

Ibunya masuk, wajahnya dipenuhi kebahagiaan yang sulit disembunyikan. "Kamu cantik sekali, Nak. Reihan beruntung mendapatkanmu."

Syakila hanya tersenyum tipis, tidak tahu harus berkata apa. Baginya, kata-kata itu terdengar kosong, seolah bukan untuk dirinya. Apakah Raihan benar-benar beruntung? Ataukah ini hanya takdir yang dipaksakan?

Di dalam hatinya, Syakila terus bertanya-tanya, mengapa ia merasa tidak nyaman setiap kali memikirkan Reihan. Pria itu tampan, mapan, dan dari luar, tampak seperti pasangan yang sempurna. Tapi setiap kali mereka bertemu, ia selalu merasakan dinding dingin yang tak terlihat di antara mereka, seolah ada sesuatu yang ditahan, yang tidak ingin diungkapkan.

"Ayo keluar, sayang. Nak Reihan dan pak penghulu sudah menunggumu di sana," kata Bu Azizah seraya tersenyum bahagia.

"Iya, Bu," sahut Syakila dengan tersenyum tipis seakan menyembunyikan sesuatu yang tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata.

Bu Azizah mengulurkan tangannya, menarik tangan Syakila dan membawanya ke dalam genggaman. Lalu mereka berjalan keluar dari dalam kamar tersebut.

Wanita paruh baya itu sangat bahagia saat melihat putrinya menikah dengan Reihan, putra temannya.

Saat Syakila berjalan ke luar menuju halaman rumah tempat pernikahan mereka akan dilangsungkan, ia melihat Reihan sedang berdiri di depan, mengenakan pakaian pengantin dan jas warna putih yang tampak gagah. Namun, tatapan matanya tidak seperti yang Syakila harapkan. Mata Reihan tampak kosong, tanpa kilau kebahagiaan yang seharusnya ada pada pengantin pria di hari pernikahannya.

Reihan tidak pernah benar-benar melihatnya. Syakila merasakan itu dengan sangat jelas, seolah-olah ia hanya menjadi bayang-bayang di latar belakang hidup Reihan, bukan cahaya yang menerangi hari-harinya. Tapi ia mengabaikan perasaan itu, mencoba untuk percaya bahwa semuanya akan berubah seiring dengan berjalannya waktu.

"Syakila, jangan melamun gitu, ibu tahu kamu sudah tidak sabar lagi kan ketemu nak Reihan?" Kata Bu Azizah.

Lagi-lagi Syakila hanya tersenyum tipis. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Syakila tahu semua orang mengatakan jika dirinya beruntung mempunyai calon suami yang tampan dan berseragam, tapi tidak dengan hati Syakila.

Syakila di tuntun sang ibu duduk di kursi yang ada di samping calon suaminya, lalu Bu Azizah menutup kepala Reihan dan Syakila dengan kerudung putih.

Ayah Syakila sudah meninggal, yang sekarang menjadi wali nikahnya adalah sang paman. Dengan di bimbing pak penghulu, Reihan mengucapkan ijab qobulnya di depan semua orang yang hadir dalam acara tersebut.

"Saya terima nikah dan kawinnya Syakila Humaira binti almarhum bapak Ahmad Aziz dengan mas kawin emas antam sepuluh gram dan uang dua puluh lima juta rupiah di bayar tunai!" Ucap Reihan dengan satu tarikan napas.

"Bagaimana para saksi?"

"SAH...!"

"Alhamdulillah..."

Pernikahan berjalan lancar dan penuh khidmat sesuai dengan rencana. Janji suci diucapkan, cincin disematkan, dan doa-doa dipanjatkan. Namun, di dalam hati Syakila, ia merasakan ada sesuatu yang hilang, sesuatu yang tidak dapat ia sebutkan, tetapi terasa begitu nyata.

Saat pesta berlangsung, Syakila melihat Reihan duduk di sampingnya, namun pikirannya tampak jauh. Reihan lebih sering memandang ponselnya daripada berbicara padanya. Ketika Syakila memberanikan diri bertanya, "Kamu baik-baik saja?" Reihan hanya mengangguk singkat tanpa menoleh sedikitpun. Padahal mereka baru saja sah menjadi pasangan suami istri beberapa saat yang lalu.

Malam harinya setelah pesta usai dan mereka berada di kamar pengantin, keheningan yang berat menggantung di antara mereka. Raehan terlihat gelisah, seperti orang yang dipaksa berada di tempat yang tidak diinginkannya. Pria itu berjalan kesana kemari dan tak bisa tenang.

Syakila akhirnya tidak bisa menahan diri untuk bertanya kepada pria yang sudah sah menjadi suaminya itu. "Mas Reihan, ada apa? Aku merasa kita tidak benar-benar saling mengenal. Apakah kamu benar-benar ingin pernikahan ini?"

Reihan menghela napas panjang, akhirnya dia menatapnya dengan mata yang dipenuhi dengan rasa bersalah. "Maafkan aku, Syakila. Aku tidak bisa berpura-pura lagi sekarang. Ada seseorang dalam hidupku, dan aku tidak bisa mengabaikannya."

Kata-kata itu seketika menghantam Syakila seperti badai yang tiba-tiba datang tanpa peringatan. "Seseorang?" suaranya bergetar, sulit baginya untuk menerima kenyataan yang baru saja diucapkan.

"Namanya Sonia. Aku mencintainya, dan aku ... aku tidak tahu harus bagaimana." Raehan mengakui dengan berat hati.

Hatinya Syakila terasa hancur berkeping-keping, dan air mata yang selama ini ia tahan akhirnya mengalir tanpa henti. Syakila merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk yang tidak bisa ia hindari. Pernikahan yang ia harapkan bisa menjadi awal dari kehidupan yang bahagia ternyata hanyalah ilusi belaka.

"Kalau mas tidak bisa mencintaiku, kenapa mas mau menikah denganku, mas, kenapa?" Tanya Syakila dengan suara bergetar.

"Semuanya ini karena kehendak orang tuaku. Aku tidak bisa menolak permintaan ibuku untuk menikah denganmu," kata Reihan tanpa merasa bersalah sedikitpun pada Syakila.

Malam ini, malam pertama pernikahan mereka berdua, dimana kebanyakan pasangan pengantin saling mengenal satu sama lain. Tapi tidak dengan Syakila dan Reihan, malam pertama pernikahan mereka sekarang seperti neraka. Bagaimana tidak, Reihan dengan entengnya mengatakan mencintai perempuan lain di depan istrinya sendiri.

Syakila menjatuhkan dirinya di atas ranjang, meringkuk, menangis di atas tempat tidur, masih mengenakan pakaian pengantinnya. Reihan memilih untuk berbaring di samping Syakila, lalu memejamkan matanya dan tak memperdulikan perempuan yang sudah sah menjadi istrinya itu.

"Ya Allah, kenapa pernikahanku jadi seperti ini. Apa salahku ya Allah, kenapa?" Gumam Syakila dalam hati.

Seharusnya Syakila menyadari semua ini sejak pertama kali bertemu dengan Reihan. Kecurigaan Syakila semakin dalam saat mereka nikah kantor beberapa bulan lalu, karena jarang sekali bertemu karena alasan sibuk dengan pekerjaan, Syakila mulai menyangkal pikirannya sendiri. Dan sekarang semuanya sudah terbukti, bahkan Reihan sendiri yang mengatakan kalau Reihan mencintai perempuan lain, tidak dirinya yang sudah sah menjadi istrinya. Hati Syakila benar-benar hancur berantakan. Tapi mau tidak mau Syakila harus tetap menjalani pernikahan ini.

Malam itu, dalam keheningan yang mencekam, Syakila menyadari bahwa ia menikah dengan seorang pria yang hatinya bukan miliknya. Ia hanyalah istri bayang-bayang, yang harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cinta sejati tidak selalu datang setelah pernikahan. 

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Sebatas Istri Bayang-Bayang

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Breaking Bad: Menikah dengan Iblis
7.8
Kebodohanku berujung fatal saat aku menikahi pria yang ternyata berhati iblis. Di tengah kondisi fisik yang kian melemah, aku mulai curiga bahwa suamiku sendiri sedang meracuniku secara perlahan. Kejanggalan terus muncul, mulai dari pelayan yang memata-matai hingga keraguan bahwa anakku adalah darah dagingku sendiri. Terjebak dalam penjara rumah tangga ini, aku bersumpah akan mengungkap semua rahasia gelapnya dan membalas dendam meski harus bertaruh nyawa.
Sampul Novel Cinta Karena Kesalahan
9.0
Keira Kastari Naryadinata menjalani tujuh belas tahun hidup penuh perjuangan hanya bersama ibunya. Namun, dunianya runtuh saat sang ibu wafat, meninggalkannya sebatang kara. Selama ini, ia dibuang oleh ayahnya yang angkuh, Kastara, hanya karena ia perempuan. Tiba-tiba, Kastara muncul memohon maaf dan mengajaknya kembali pulang ke ibu kota. Benarkah pria egois itu telah berubah? Keira kini terjebak antara rasa benci masa lalu dan harapan akan keluarga yang baru.
Sampul Novel Duda Kuat
9.7
Dalam setahun, Satria telah menikah tujuh kali, namun semua istrinya meminta cerai. Mereka tidak sanggup menghadapi stamina ranjang Satria yang luar biasa, di mana ia menuntut pelayanan tujuh kali sehari. Fenomena aneh ini membuat Satria bertanya-tanya tentang kondisinya. Apakah kekuatan fisik yang berlebihan ini merupakan efek samping dari obat misterius pemberian almarhum kakeknya saat ia masih sekolah? Sekuel dari kisah Kepincut Janda Tetangga.
Sampul Novel Hasrat Sang Guru
9.7
Vidwan Surya, seorang praktisi yoga dan dosen Sansekerta, sangat dihormati oleh mahasiswanya. Pertemuannya dengan Grisse Anggara, mahasiswi pendiam pecinta bahasa kuno, memicu obsesi tersembunyi. Grisse yang polos merasa nyaman atas perhatian Vidwan, tanpa menyadari bahwa sang guru memiliki hasrat mendalam untuk memilikinya. Saat benih cinta mulai tumbuh, Grisse mulai meragukan perasaannya. Apakah itu cinta tulus, atau sekadar nafsu yang menyelimuti hubungan mereka?
Sampul Novel HITAM
8.3
Dalam perpaduan romansa dan misteri yang kelam, sebuah pertanyaan besar muncul mengenai hakikat perasaan manusia. Apakah luka batin yang mendalam serta kebencian yang membara sebenarnya berakar dari rasa benci itu sendiri? Kisah ini menggali sisi gelap emosi yang tersembunyi di balik rahasia, menantang logika tentang bagaimana dendam dan kasih sayang saling bertautan dalam sebuah hubungan yang penuh dengan teka-teki serta ketidakpastian yang menghantui.
Sampul Novel Rahasia Suami Adik
9.3
Tiga tahun menjalin kasih sirna seketika bagi Viany tepat sehari sebelum hari pertunangan. Usai menemukan bukti transaksi prostitusi di ponsel sang kekasih, ia memilih pergi tanpa berteriak atau menangis. Setelah sempat terluntung-lantung hingga kondisi fisiknya memburuk, Evelyn, sahabat baiknya, mengulurkan bantuan dan mengajaknya tinggal bersama. Namun, keputusan menumpang di rumah Evelyn justru memicu babak baru kehidupan yang penuh kecanggungan, hingga Viany melakukan tindakan yang melukai adiknya sendiri.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan