Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Seandainya Waktu Bisa Kembali

Seandainya Waktu Bisa Kembali

Demi menyelamatkan Lolly, cinta pertamanya yang menderita gagal ginjal, seorang hakim tega memaksa istrinya mendonorkan ginjal. Sang istri mencoba menjelaskan bahwa ia juga mengidap penyakit yang sama dan terancam mati jika kehilangan organ tersebut. Namun, sang suami justru menuduhnya cemburu dan egois. Di bawah paksaan keputusan sepihak itu, operasi transplantasi tetap dilakukan. Tragisnya, kondisi sang istri terus memburuk hingga ia meninggal sendirian tanpa kepedulian di sudut rumah sakit.
Bab
Bagikan

Bab 1

Suamiku, seorang hakim, demi menyelamatkan cinta pertamanya yang menderita gagal ginjal, diam-diam dia memutuskan untuk mengambil salah satu ginjalku dan memberikannya padanya.

Aku mencoba menjelaskan kepadanya bahwa aku sendiri mengidap gagal ginjal, dan jika satu ginjalku lagi diambil, aku pasti akan mati. Namun, suamiku justru berteriak penuh kebencian,

“Lolly sudah sakit parah, tapi kau masih saja cemburu dan berebut perhatian! Apa kau nggak punya hati?!”

Di bawah keputusan sepihaknya, aku dipaksa menjalani operasi transplantasi ginjal. Pada akhirnya, kondisiku semakin memburuk. Aku menghembuskan napas terakhirku di sudut rumah sakit yang sepi, sendirian, tanpa ada yang peduli.

Saat Andrew menemani Lolly di luar ruang perawatan, aku justru terbaring di atas meja operasi yang dingin, menunggu kematian dengan penuh keputusasaan.

Tubuhku dipenuhi selang dan alat-alat medis, suara mesin terdengar seperti panggilan maut, seolah-olah mengingatkanku bahwa waktuku sudah habis.

Hingga garis pada monitor detak jantungku berubah menjadi lurus, kabar keberhasilan operasi Lolly pun tersebar. Lampu darurat di ruang operasi perlahan redup, dan mataku pun tertutup selamanya.

Mungkin karena aku menyimpan terlalu banyak dendam sebelum mati, jiwaku justru melayang ke sisi Andrew.

Melihatnya memeluk Lolly yang baru saja lolos dari maut dengan mata memerah karena haru, hatiku terasa tenggelam semakin dalam.

Aku ingin bertanya padanya, saat kami berdua didorong masuk ke ruang operasi, apakah ia pernah, walau hanya sesaat, mengkhawatirkan hidup dan matiku?

Jawabannya jelas tidak.

Lagipula, demi kesembuhan Lolly, Andrew telah menggugatku ke pengadilan. Ia menyewa pengacara paling terkenal di bidangnya, dan pada akhirnya, aku tetap kalah dalam persidangan.

Saat ginjalku diambil, rasa sakitnya begitu menyiksa hingga keringat membasahi punggungku. Dengan sisa tenaga, aku meneleponnya, suaraku penuh kepasrahan dan memohon.

“Suamiku, aku salah... tolong jangan ambil ginjalku. Ini benar-benar sakit... Aku akan mati...”

Selama ini, aku tidak pernah menundukkan kepala di hadapan Andrew. Namun kali ini, aku berpikir, jika aku menyerah, mengakui semua kesalahan yang tak pernah kulakukan, apakah Andrew akan mengingat lima tahun kebersamaan kami dan mengampuni nyawaku?

Tapi yang kudapatkan hanyalah tawa dinginnya di telepon.

“Mengakui kesalahan adalah hal yang seharusnya kau lakukan. Bisa menyelamatkan nyawa Lolly adalah keberuntunganmu. Jangan pikir kau bisa lolos begitu saja. Jangan kira dengan memberikan ginjalmu untuk Lolly, kau nggak perlu meminta maaf. Semua luka yang kau berikan padanya selama ini, satu per satu akan kuhitung setelah dia sembuh.”

“Mau mati? Setidaknya, minta maaf dulu pada Lolly sebelum itu!”

Aku berusaha membuka mulutku yang kering dan pecah-pecah, ingin menyangkal bahwa semua tuduhan itu bukan perbuatanku. Tapi tenagaku sudah habis.

Seolah masih belum puas, Andrew menatapku dengan penuh kebencian dan melontarkan kata-kata yang menghantamku tanpa ampun.

“Melihat kau seperti ini benar-benar membuatku muak!”

Begitu telepon terputus, hatiku tenggelam ke dalam jurang yang tak berdasar.

Bersamaan dengan itu, perasaan yang kupupuk selama lima tahun untuk Andrew pun lenyap begitu saja, seperti asap yang tertiup angin.

Andrew bilang aku menjijikkan.

Tapi dulu, saat dia menikahiku, dia menatapku dengan penuh kasih, berjanji akan mencintaiku seumur hidup. Aku adalah pilihannya, satu-satunya pengecualian, dan cinta yang paling dia istimewakan.

Namun, setelah Lolly muncul, dia dengan mudah melupakan istri sahnya sendiri.

Aku melihatnya membelai wajah Lolly dengan penuh kelembutan, seakan sedang menyentuh porselen berharga yang rapuh dan tak ternilai.

“Syukurlah… Kau masih hidup… Syukurlah…”

Suara seraknya yang bergetar dan matanya yang dipenuhi urat merah sudah cukup memberitahuku, Andrew tidak tidur semalaman karena mengkhawatirkan Lolly.

Tapi di saat dia sibuk memikirkan Lolly, apakah dia sempat teringat bahwa aku… sudah mati?

Lolly dengan susah payah menarik sudut bibirnya yang pucat, berusaha tersenyum.

"Kak Andrew, maaf sudah membuatmu khawatir… Kak Laura di mana? Apa dia masih marah padaku? Aku akan segera meminta maaf padanya."

Ia mencoba bangkit dari tempat tidur, tetapi kepalsuannya terlalu mencolok. Siapa pun bisa melihatnya… kecuali Andrew.

Seperti yang kuduga, Andrew dengan lembut menekan bahunya, mencegahnya bangun. Tangannya terulur, mengusap kepala Lolly penuh kasih sayang.

“Bodoh, yang seharusnya meminta maaf itu Laura. Kau nggak salah apa-apa. Kau selalu terlalu baik, sampai-sampai mudah disakiti.”

Seorang perawat yang melihat mereka tak kuasa menahan komentar sambil tersenyum menggoda.

“Kalian berdua benar-benar pasangan yang serasi.”

Perawat itu kemudian menoleh ke arah Lolly.

“Saat operasi berlangsung, suamimu menunggu di lorong sepanjang malam. Dia nggak beranjak sedetik pun.”

Wajah Lolly seketika merona malu. Namun, Andrew hanya terdiam sejenak tanpa berniat menjelaskan kesalahpahaman itu.

Tak lama, perawat itu menghela napas panjang, suaranya dipenuhi iba.

“Nggak seperti pasien di meja operasi sebelah… Dia datang seorang diri, dan saat meninggal pun tak ada satu pun keluarga yang datang untuk mengurusnya. Sungguh menyedihkan.”

Raut wajah Andrew tampak sedikit berubah. Sebuah harapan kecil pun menyala dalam hatiku. Jika Andrew bisa menyadari bahwa pasien malang yang dimaksud adalah aku, mungkinkah dia akan berbaik hati dan setidaknya mengurus jasadku?

Aku menunggu… lama sekali…

Namun, pada akhirnya, yang kudengar hanyalah helaan napasnya.

“Memang menyedihkan.”

Cahaya dalam mataku perlahan meredup. Aku tertawa pahit.

Bagaimana bisa aku berharap pada pria yang kini hanya peduli pada Lolly?

Bagaimana mungkin dia akan mengingatku?

Andrew tidak melanjutkan pembicaraan itu. Dia hanya mengikuti perawat, mendorong ranjang Lolly menuju kamar rawat.

Saat melewati ruang operasi tempat tubuhku terbujur kaku, langkah Andrew sempat terhenti. Sekilas, dia melongok ke dalam.

Jasadku masih terbaring di sana, dingin dan sunyi. Namun, karena posisiku menghadap pintu, wajahku tidak terlihat.

Tapi… kalau saja dia mau melihat lebih dekat, dia pasti akan melihat luka di pergelangan kakiku, bekas luka yang kudapat saat menyelamatkannya dulu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Yang Ditulis Ulang
9.3
Madelyn Jent wafat penuh sesal setelah delapan tahun pernikahan hambar dan vonis kanker mematikan. Di detik terakhir, Zach Jardin tak kunjung datang hingga Madelyn bersumpah takkan mencintainya lagi jika waktu terulang. Keajaiban membawanya kembali ke usia delapan belas tahun. Madelyn bertekad menjauhi Zach demi masa depan baru, namun takdir berkata lain. Pria itu justru muncul kembali, mendekat dengan aura intimidasi dan janji untuk menjaganya seumur hidup.
Sampul Novel Hasrat Liar Polwan
7.9
Setiap manusia memiliki kebutuhan biologis yang sangat wajar dan tidak bisa diabaikan begitu saja. Terlepas dari jabatan atau profesi yang ditekuni dalam kehidupan sosial, kepuasan batin merupakan aspek yang tidak memandang status, kasta, maupun kekayaan seseorang. Kisah ini menyoroti sisi kemanusiaan yang paling mendasar, di mana hasrat dan nafsu tetap hadir di balik seragam, membuktikan bahwa kebutuhan batiniah tidak dapat dibatasi oleh hierarki duniawi.
Sampul Novel KERESEK HITAM DALAM FREEZER
7.9
Kehidupan Tedi berubah mencekam saat ia menemukan bungkusan kresek hitam berisi jasad bayi di dalam freezer kulkasnya sendiri. Alih-alih melapor ke pihak berwajib, Tedi justru memilih untuk menyimpan rahasia mengerikan tersebut dan bertekad memburu sosok di balik tindakan keji ini secara mandiri. Mampukah ia mengungkap identitas pelaku sebenarnya sebelum segalanya terlambat? Sebuah kisah misteri penuh ketegangan tentang pencarian keadilan yang gelap.
Sampul Novel Membalas Perselingkuhan Suamiku
7.8
Dikhianati karena perubahan fisik dan masalah keturunan, Leona hancur saat memergoki perselingkuhan Mark. Di tengah keputusasaan, West Taylor hadir menawarkan bantuan untuk membalas dendam. Melalui transformasi fisik drastis dan identitas baru sebagai Tatiana Clark, Leona memulai rencana matang untuk menjatuhkan suaminya. Mark tak menyadari bahwa wanita mempesona di hadapannya adalah istri yang ia campakkan demi perempuan lain. Akankah pembalasan ini tuntas?
Sampul Novel Membebaskan Diri: Cinta CEO yang Hilang
8.8
Miley bertahan dalam pernikahan dingin dengan Harold meski sang suami mencintai wanita lain. Saat semua orang menanti kehancurannya karena kembalinya cinta sejati Harold, Miley justru memilih pergi dan menandatangani surat cerai. Harold yang murka menuntut penjelasan, namun Miley dengan tenang mengumumkan rencana pernikahan barunya. Ternyata, selama ini Miley tidak benar-benar mencintai Harold; ada sosok lain yang selama ini diam-diam ia dambakan dalam hatinya.
Sampul Novel Rahim Yang Mengkhianati
8.4
Rafif hancur saat dokter memvonisnya mandul, memupus harapannya menjadi ayah. Namun, kejutan datang ketika Lina, istrinya, tiba-tiba mengumumkan kehamilan. Di tengah kebingungan itu, sang ibu muncul membawa bukti foto Lina bersama lelaki lain yang memicu kecurigaan besar. Rafif kini terjebak dalam pusaran pengkhianatan dan misteri. Apakah istrinya benar-benar berselingkuh, atau ada rahasia gelap lain di balik kehamilan yang mustahil ini?