Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Scarred Hearts

Scarred Hearts

Aryadi dan Alyasha terjebak dalam delusi keluarga sempurna. Segalanya hancur saat perselingkuhan keduanya terungkap secara diam-diam. Meski saling mengkhianati di balik punggung, mereka tetap memaksakan sandiwara kebahagiaan demi status. Namun, kepura-puraan ini memiliki batas akhir. Ketika ego menguasai hati, kehancuran pun tak terelakkan. Di tengah kemelut ini, Arion dan Annanda menjadi korban tak berdosa yang tergilas pengkhianatan orang tua mereka.
Bab
Bagikan

Bab 1

Arion berusia tujuh tahun ketika adiknya terlahir ke dunia. Seorang bayi berpipi merah, dan jari jemari mungil. Putri kecil keluarga Adiputra.

Siang itu, Arion baru pulang dari sekolah. Ia bergegas mengganti pakaian, dan juga sepatunya dengan sendal rumahan. Saking tergesa-gesanya ia, Arion hampir jatuh tersandung kakinya sendiri.

Ia berlari dari kamarnya menuju kamar tidur utama, tempat ibunya beristirahat setelah diijinkan untuk pulang dari rumah sakit. Jantung Arion berdegup gugup sekaligus excited. Suara rengekan bayi terdengar pelan. Arion mengendap dari celah pintu kamar, berusaha agar langkah kakinya tidak mengusik sang adik. Ibunya duduk bersandar di kepala ranjang sambil menimang sebuah buntalan kain.

"Arion," sapa sang ibu sambil tersenyum. Ia mengalihkan pandangan pada buntalan kain di gendongannya, dan berkata, "Nanda, lihat, Kak Arion udah datang."

Arion mendekat ragu.

Raut wajah ibunya masih tampak sedikit pucat dan kelelahan, namun, ada senyum lembut yang tersungging di bibirnya. Perut yang sebelumnya membuncit, tempat Arion sering menempelkan telinga untuk mendengar pergerakan adiknya dari balik kulit, kini tampak mengempis di bawah selimut beludru halus yang menutupinya. Arion menatap buntalan kain itu dengan mata hitam bulatnya yang penuh dengan kepolosan anak-anak.

"Lihat, Arion, adik kecilmu. Lucu, 'kan?" Ibunya mengangsurkan buntalan itu pada Arion. Isi di dalamnya menggeliut pelan. "Tuan putri kecil kita. Akhirnya, Arion bisa menjadi ksatria sungguhan, ya? Yang melindungi tuan putri," goda sang ibu.

Anak laki-laki itu tidak menjawab. Matanya terpaku pada sosok kecil yang tengah memejamkan mata dalam buaian ibunya. Pipinya gembil dan merah. Adiknya ini kecil sekali, dan tampak lembut. Arion mengulurkan tangan untuk mengusap pipi si bayi. Kulitnya terasa halus di permukaan jari Arion.

Satu tangan sang adik yang berjari mungil menyembul dari balik kain yang menyelimutinya. Ketika Arion menyentuhkan pelan telunjuknya pada jari-jari kecil itu, adiknya menggeliut, lalu telunjuk Arion digenggam.

Tangan yang menggenggam telunjuknya terasa hangat dan halus. Mata Arion berbinar-binar senang. Ia menoleh pada ibunya.

"Wah," ujar ibunya sambil tertawa kecil. "Kayaknya Nanda udah bisa ngenal kakaknya, nih."

Cengiran lebar menghiasi wajah Arion. "Ini Kak Arion," Arion bicara pada si bayi sambil menunjuk dirinya sendiri. "Selamat datang, Nanda."

***

Alyasha Ayu Adiputra adalah seorang wanita yang namanya cukup tersohor di dunia modelling. Wajahnya sering menghiasi sampul majalah terkenal. Pada polling tentang 'Wanita yang Paling Ingin Dinikahi' yang di majalah fashion, nama Alyasha berada di peringkat pertama.

Alyasha bertubuh tinggi semampai. Kulitnya putih bersih, dan rambut cokelatnya ikal bergelombang. Ia memiliki paras ayu yang lembut ketika tersenyum. Namun, jika sudah melenggang di jalur catwalk dengan sepatu hak tinggi yang mengetuk lantai, Alyasha seperti berubah seratus delapan puluh derajat. Nampak lebih tegas, berwibawa, dan kuat. Membuat siapapun yang menyaksikannya berdecak kagum.

Alyasha memutuskan untuk meninggalkan dunia modelling setelah ia menikah. Keputusan yang sangat disayangkan oleh banyak orang, namun tidak sedikit pula yang memberi dukungan mengingat alasannya untuk berhenti dari dunia modelling adalah untuk fokus mengurus keluarga.

Alyasha menikah dengan seorang pengusaha muda bernama Aryadi Adiputra, seorang pemilik perusahaan garmen yang ketika itu tengah berkembang pesat. Arya adalah anak seorang konglomerat. Ayahnya adalah seorang pebisnis, sementara ibunya adalah seorang pengacara.

Namun, Arya lebih memilih untuk merintis perusahaan baru miliknya sendiri. Meski ia masih tergolong anak muda dan banyak yang memandang sebelah mata, Arya telah mempelajari kiat-kiat bisnis dari sang ayah sejak kecil. Ia mendirikan perusahaan garmen yang memiliki kualitas barang lebih baik dan harga yang terjangkau. Dalam kurun waktu yang tergolong singkat, perusahaan garmen milik Arya telah berhasil menempati posisi bersama deretan perusahaan-perusahaan besar lain.

Arya bertemu dengan Alyasha ketika ia mendapat undangan dari salah satu acara fashion show di mana perusahaannya menjadi salah satu sponsor.

Dari sekian banyak model yang melenggang di atas panggung, mata Arya hanya terpaku pada sosok Alyasha yang melangkah penuh kepastian dan kepercayaan diri di jalur catwalk. Cara Alyasha mengangkat dagu, membuatnya terkesan kuat, namun tidak arogan, dan tidak sepenuhnya menghilangkan kesan kewanitaan yang lembut dalam dirinya.

Arya merasa pandangan mereka sempat bertemu sesaat. Dan seluruh dunianya tiba-tiba saja menyempit menjadi sosok Alyasha seorang.

Ketika acara selesai, Arya menyelinap ke back stage untuk menemuinya. Sedikit basa-basi, ia setengah berbohong ketika mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk menawari Alyasha menjadi model pakaian untuk mempromosikan brand perusahaannya. Di luar dugaan, Alyasha langsung menyetujui. Arya sadar bahwa Alyasha juga memiliki ketertarikan terhadapnya.

Arya belum pernah jatuh cinta sebelumnya. Namun, begitu bertemu dengan Alyasha, Arya mengerti seperti apa rasanya bahagia karena menyukai orang lain.

Hubungan mereka berdua menjadi semakin dekat begitu mereka mulai bekerja bersama. Mereka memutuskan untuk mencoba menjalin kasih. Cukup lama setelahnya, melalui berbagai pertimbangan yang serius, mereka akhirnya memutuskan untuk menikah.

Mereka dikaruniai seorang anak laki-laki sehat yang diberi nama Arion Adiputra. Tujuh tahun kemudian, seorang putri kecil hadir diantara mereka, Annanda Adiputra.

Memiliki keluarga kecil yang bahagia, hidup Arya terasa lengkap dan sempurna.

***

Arion tengah menjaga Annanda yang telah berusia delapan belas bulan karena ibunya sedang pergi ke minimarket untuk membeli popok bayi.

Di musim lebaran begini, banyak asisten rumah tangga yang minta ijin untuk pulang kampung. Satu-satunya yang masih bekerja untuk membantu Alyasha mengurus rumah adalah Bi Titin, yang saat ini sedang sakit. Alyasha merasa tidak enak untuk mengganggu istirahat perempuan paruh baya itu hanya untuk membeli popok. Toh, Arion sudah bisa diandalkan untuk menjaga adiknya barang sebentar.

"Mamammaamamama.... "

Ocehan bayi memenuhi ruang tamu. Arion duduk bersila di depan adik kecilnya yang sedang memencet-mencet bebek karet. Suara kwekkwekkwek membuat bocah berusia delapan belas bulan itu tergelak senang. Dengan semangat ia memasukkan si bebek ke dalam mulut, dan mulai mengunyah bebek malang itu diantara gigi-gigi kecilnya.

"Jangan gitu, Nanda," ujar Arion sambil berusaha menjauhkan si bebek dari bibir sang adik. "Jangan makan bebeknya. Mau biskuit?" tawarnya sambil memberi sekeping biskuit bayi.

"Da?"

Annanda kecil menelengkan kepala. Jari-jari mungilnya membuka dan menutup, terulur pada Arion. Ia menyerahkan biskuit itu pada Annanda yang langsung memasukkannya ke dalam mulut. Belum beberapa kunyahan, biskuit itu sudah dilepehkan. Sisa biskuit tak berdosa di tangannya dilempar begitu saja.

"Dadadammmgamamamaa...." rengeknya meminta si bebek.

Arion tidak tega menatap mata cokelat bulat dengan pipi gembil dan bibir yang dicebikkan itu.

"Tunggu disini dulu. Kakak cuci bebeknya, baru main kunyah."

Anak laki-laki itu beranjak, tetapi Annanda tidak mengerti kata tunggu. Ia menangis keras-keras ketika sang kakak membawa pergi si bebek.

"Iya, iya. Jangan nangis." Arion buru-buru kembali setelah mencuci bebek di westafel dapur. "Nih, bebeknya kubalikin."

"Mmuuhuu... mamamammaa...."

Annanda meraih bebeknya, lanjut menggigit-gigit. "Da!" ujarnya riang sambil tergelak kencang. Arion berjongkok di depannya.

"Nanda."

Annanda mendongak, menepuk kedua tangannya sambil menggumam-gumam. Bebek terjepit diantara bibir, berlumuran air liur. Arion menoel pipi bayi itu gemas lalu mengecup keningnya. Adiknya mengerjap, dan tiba-tiba saja bersin.

"Aish," keluh Arion sambil meraih tisu. "Nggak sopan bersin pas seseorang menciummu, Non."

Bocah kecil itu menelengkan kepala ketika Arion menyapu hidungnya dengan tisu.

"Da?" Ia mengulurkan bebek penuh liur.

Arion terkekeh. "Makasih. Tapi kamu nggak perlu ngasih bebek berliur sebagai permintaan maaf."

Annanda bertepuk tangan lagi lalu melempar bebeknya. Ia mengulurkan kedua tangan kepada sang kakak, minta digendong.

"Ngantuk, ya?" Arion mengangkat adiknya, dan menggendong bayi itu sambil mengusap-usap punggungnya. Annanda menggumam-gumam kecil sambil menyamankan kepalanya di bahu Arion. Lengan kecilnya melingkari leher sang kakak.

Tak berapa lama kemudian, Annanda kecil terlelap dalam gendongan hangat kakaknya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berondong Simpanan Istriku
9.3
Kehidupan rumah tangga yang tampak tenang mendadak diguncang oleh persoalan yang sangat sensitif. Cerita ini mengeksplorasi gejolak batin dan dilema besar yang dihadapi ketika seorang suami gagal memberikan kepuasan serta nafkah batin kepada istrinya. Di tengah kekosongan emosional dan hasrat yang tak terpenuhi, sang istri mulai mencari pelarian yang tak terduga. Sebuah drama modern yang penuh ketegangan tentang kesetiaan, rahasia kelam, dan harga sebuah kebahagiaan.
Sampul Novel Gadis Kesayangan Tuan Denish
9.6
Kejadian tak terduga menimpa seorang mahasiswi saat ia memergoki aksi panas dosennya di lorong kampus yang sepi. Pria itu adalah Heruon Danish, sosok pengajar tampan nan populer yang dikenal luas oleh seluruh mahasiswa. Bukannya merasa malu setelah tertangkap basah bersama mahasiswi lain, Danish justru mendekat dengan senyum sensual. Ia melontarkan tawaran provokatif yang menantang gadis itu untuk masuk ke dalam dunianya yang penuh gairah dewasa.
Sampul Novel Heal Me, Baby
8.1
Insiden ciuman tak sengaja membuat Sean Wilson, pria penderita fobia kuman, pingsan seketika. Keyra Minolia, mahasiswi pekerja keras yang menabraknya, dituntut ganti rugi terapi yang mahal. Karena miskin, Keyra terpaksa melunasi hutang dengan menjadi asisten rumah tangga Sean. Hidup mereka yang kontras pun beradu di bawah satu atap hingga orang tua Sean memergoki mereka dan memaksa keduanya menikah. Mampukah pernikahan ini menyembuhkan Sean dan menyatukan hati mereka?
Sampul Novel Kasih Terlarang
9.0
Anna mempertanyakan kegigihan Keymal yang terus mengejarnya meski mereka terikat status sebagai saudara tiri. Keymal bersikeras membuktikan kesungguhan perasaannya, namun cara mencintainya yang cenderung memaksa justru menyiksa batin Anna. Di tengah dilema moral dan hati yang kelu, mampukah Anna luluh pada kasih sayang sang kakak? Kisah ini menyoroti konflik asmara rumit yang terhalang norma keluarga dalam sebuah hubungan yang dianggap terlarang.
Sampul Novel KECELAKAAN SEMPURNA
8.9
Demi biaya pengobatan kanker ibunya, Qarletta Averly yang berusia 21 tahun mencoba peruntungan di Heston Corporation. Ia berharap posisi fotografer di perusahaan raksasa itu menjadi solusi finansialnya. Namun, impian indahnya hancur saat bertemu sang CEO, Carl Heston. Alih-alih karier cemerlang, sebuah kesalahan fatal justru menjerat Arlett dalam skandal besar yang dirancang Carl. Kini, Arlett terjebak dalam situasi rumit dengan pria berkuasa yang mengubah hidupnya.
Sampul Novel Pembalasan Sang Feniks
8.8
Mahasiswi seni asal Salatiga ini terjebak tipu daya Baskara Aditama, konglomerat yang memanfaatkan cinta demi menghancurkan bisnis kakaknya. Setelah menyadari foto intim dan perlindungan Baskara hanyalah rekayasa kejam, ia bangkit dari penderitaan fisik dan mental. Ia bukan lagi pion lemah, melainkan api pembalasan yang menghapus jejak rahasia dan merancang kejatuhan Baskara. Saat Baskara memohon di altar pernikahannya, kehancuran pria itu menjadi kemenangan mutlak.