Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Scandal Married With CEO

Scandal Married With CEO

Pernikahan Sean Gibert dan Qiena William tampak sempurna sebagai penyatuan dua dinasti bisnis besar. Sean adalah pemimpin ambisius, sementara Qiena dikenal sebagai direktur cerdas sekaligus ibu yang berbakti. Namun, di balik citra ideal itu, tuntutan Sean memicu keretakan. Qiena justru menemukan cinta sejati untuk pertama kalinya pada sosok Jack. Kini, ia terjebak dalam dilema besar: tetap setia demi keutuhan keluarga atau mengejar kebahagiaan bersama pria lain.
Bab
Bagikan

Bab 2

Pagi yang selalu buruk bagi Sean jika dia mabuk, kepalanya berdentum hebat dan dia membutuhkan susu hangat. Sean masuk kedalam kamar mandi dengan perlahan menahan sakit akibat alkohol yang terlalu banyak dia minum semalam.

Sean melihat foto pernikahannya dengan Qiena dan dia tersenyum tipis, Qiena benar-benar cantik dan Sean tidak mampu untuk menolak rasa yang sudah sangat menguasi hatinya. Tapi hubungannya dengan Qiena tidak ada perubahan, bagaimana bisa berubah jika mereka berdua seolah memiliki kehidupan masing-masing.

Sean tidak suka Qiena terus bekerja dan semua mata pria bisa melihat istrinya itu, bahkan jika ada satu saja pria yang menyebutkan nama Qiena di depan Sean untuk mereka perbincangkan Sean bisa sangat murka. Dia tidak ingin berbagi Qiena sedikit saja, memang sangat konyol terdengar namun itulah yang sebenarnya.

Alasan Sean mengadopsi Yasmine agar Qiena berhenti bekerja atau setidaknya meluangkan waktu lebih dirumah tapi nyatanya tidak ada yang berubah dari seorang Qiena . Qiena memang mengurus semua dengan baik, bahkan membuat Sean heran wanita itu bisa menyesuaikan jadwal kerja dengan mengurus keluarga dengan baik. Hanya semalam Qiena melakukan kesalahan lalu dia malah marah seperti itu.

Sean berniat menelpon Qiena saat selesai dia mandi, namun ternyata nomor Qiena tidak bisa dihubungi.

Beberapa pikiran berkelebat di pikiran Sean, seperti bagaimana jika dia datang menemui Qiena di Jerman dengan membawa Yasmine. Meminta maaf atas apa yang sudah dia katakan kemarin, tapi sepertinya itu hanya akan mengganggu pekerjaan Qiena. Sean ingin sekali memeluk tubuh istrinya itu setiap mereka memejamkan mata, tapi setiap malam Sean melihat sebuah bantal yang membatasi jarak diantara mereka berdua dan semua itu tentu Qiena yang meletakkannya.

Sean bingung dan juga tidak tahu harus memulai darimana, dia sudah mengatakan kepada Qiena untuk memulai semua dari awal untuk mereka berdua, tapi nyatanya mereka masih di titik yang sama. Sama-sama asing, sama-sama menjaga jarak yang tanpa sengaja mereka ciptakan.

Sean mengetikkan cara mengungkapkan perasaan di ponselnya dan dia bisa melihat semua artikel yang dia butuhkan. Lucu, Sean sampai meng-google apa yang harus dia lakukan agar Qiena sadar jika dia mencintai Qiena. Disana Sean bisa membaca bahwa dia harus memberikan perhatian-perhatian kecil, lalu sedikit berpikir Sean mengirimkan pesan kepada Qiena. Namun sebelum dia kirimkan Sean kembali menghapus pesannya. Lalu lagi mengetikkan pesan.

Kapan kau kembali ?

Itulah pesan yang dikirimkan Sean, pesan itu sudah di baca oleh Qiena. Terlihat centang dua berwarna biru dan Sean berdebar menunggu balasan dari Qiena.

[Belum tahu.]

Hanya itu balasan dari Qiena membuat percakapan sepertinya akan terhenti, tapi Sean berpikir kembali.

Oke. Hati-hati disana.

Lagi Sean menunggu jawaban Qiena namun sepertinya Qiena hanya membacanya saja. Sean menarik napas, dia benar-benar bingung memulai semuanya. Dia tidak pernah berhubungan dengan wanita selama ini. Semua wanita menggilainya namun Sean tidak pernah menjalin hubungan serius sedikitpun, semua karena dia tidak ingin berpikir rumit dan jujur saja dia takut patah hati seperti ayahnya.

Sean menarik napas saat mengingat kenangan pahit masa kecil yang terus ingin dia lupakan. Sean mencintai ibunya, sangat. Namun sebagian dari dirinya juga sangat membenci wanita yang sudah melahirkannya itu.

Sean mengambil kunci mobil untuk pergi ke apartement Prime. Dia akan membuat rusuh apartment sahabatnya yang dipastikan berakhir dengan wanita pagi ini.

*****

Qiena melihat pesan yang dikirimkan oleh Sean dia mengernyit namun tidak membalas pesan itu, dia masih sangat kesal mengetahui Sean pergi berpesta saat dia tidak ada. Setelah mengatakan kata-kata kasar padanya pria itu malah berpesta. Qiena pagi-pagi kembali bad mood.

Amber masuk kedalam kamarnya menemukan Qiena yang terlihat murung. "Hei, kau belum bersiap juga ? lebih baik kita tidak usah ke Jerman. Benar-benar menyebalkan." Amber membuka Instagram lalu melihat story dari Prime.

"Qiena, hei lihat." Amber menunjukkan story itu, dimana ada wajah Sean yang disampingnya bergelayut wanita.

Tentu saja mood Qiena semakin hancur. "Amber katakan pada orang desain itu kalau aku tidak bisa menemuinya hari ini. Aku benar-benar tidak bersemangat hari ini." Amber mengangguk lalu keluar dari kamar Qiena menuju kamarnya sendiri.

Amber tahu semua hal tentang Qiena, dia sempat berpikir menyarankan Qiena untuk bercerai tetapi tidak mungkin rasanya. Entah kenapa Amber merasa Qiena dan Sean sangat cocok, mereka serasi. Tapi entah itu hanya di kamera, Amber ikut pusing memikirkannya.

Ditempat lain Qiena yang kesal memblokir semua hal apapun yang bersangkutan dengan Sean. Bahkan kontak Sean dia blokir, Qiena melepaskan cincin nikahnya dan melemparkan dengan penuh emosi.

"Sean Gibert fuck you," teriaknya kesa lalu pergi dari kamar hotelnya begitu saja.

****

Berdiam diri didalam kamar hotel bukanlah hal yang baik untuk Qiena saat ini, nyatanya pikirannya hanya tertuju pada Sean dan rumah tangga mereka. Menyesali apa yang sudah dia putuskan dahulu memang tidak ada gunanya, dia sudah memutuskan menikahi Sean jadi dia harus terima semua ini.

Mengambil mantel hangatnya Qiena keluar dari kamar berniat menuju restoran di hotel itu, dia sudah menyiapkan satu buah buku untuk dia baca disana.

Pintu restoran dia buka dan senyuman ramah petugas disana menyambutnya, Qiena melihat satu meja yang akan dia tuju namun tubuhnya menabrak seseorang yang membuatnya terhuyung ke belakang. Dia pikir dia akan menyentuh lantai dengan keras namun ternyata tubuhnya ditahan oleh sosok pria dengan mata elang yang sangat tajam.

Tatapan itu begitu membuat Qiena terpaku, oh Tuhan pria yang berada tepat di hadapannya ini sungguh memiliki tatapan mata yang tajam, Qiena suka itu.

"Are you oke ?"

Pertanyaan itu membuat Qiena tersadar dan dia langsung berdiri dengan benar. Dia memberikan senyuman seadanya kepada pria itu.

"Maaf aku tadi sedang menelpon sehingga tidak melihat mu," ujar pria itu dan Qiena mengangguk.

"Tidak masalah," jawab Qiena seadanya. Lalu Qiena memutuskan untuk menuju meja yang dia lihat kosong, Keduanya saling menatap satu sama lain secara diam-diam Qiena sudah duduk di meja.

Tanpa sadar Qiena lagi memberikan senyumannya pada pria itu, dan balasan senyuman dia dapatkan membuat pipinya panas dan merona secara bersamaan.

Qiena buru-buru membuka bukunya setelah memesan menu yang dia inginkan. Namun baru dia ingin focus, dia merasakan suasana disekitarnya berubah. Suara seseorang membuatnya menatap orang tersebut yang tak lain adalah pria tadi.

"Hai boleh bergabung disini ? aku mencari-cari meja kosong ternyata tidak ada."

"Oh ya silahkan," jawab Qiena lagi dengan senyumannya.

"Terima kasih, aku tidak akan mengganggu tenang saja." Qiena menganggukkan kepalanya lalu menu yang dia pesan datang. Qiena tidak membuka percakapan ataupun pria itu, mereka berdua sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.

***

Qiena larut dalam kisah yang dia baca, hingga tepukan di bahu menyadarkan Qiena jika Amber ada disana.

"Ada apa ?" tanya Qiena dan Amber menunjukkan ponselnya, disana tertera nama Sean membuat Qiena menarik napas dan langsung beranjak dari sana meninggalkan pria yang menatapnya sambil tersenyum simpul. Mereka berdua duduk di satu meja selama kurang lebih satu jam namun Qiena dan pria itu tidak melakukan perkenalan sama sekali. Pria itu menyimpulkan jika wanita dengan binar mata menggoda itu sangat cuek pada sekitarnya.

Di tempat lain Qiena menelpon balik Sean melalui ponsel Amber, mereka sambil berjalan menuju lift untuk ke kamar Qiena.

"Ada apa ?" tanya Qiena begitu Sean mengangkat telponnya.

["Aku mencoba menghubungi mu tapi tidak bisa,"] ujar Sean di tempatnya.

"Lalu ada apa ?" tanya Qiena ketus sehingga Amber melebarkan matanya.

["Tidak ada, aku hanya ingin tahu keadaan mu saja. Aku khawatir,"] suara Sean terdengar lembut namun bukan membuat Qiena simpati, dia malah memutar bola matanya tanda dia bosan.

"Aku sangat sibuk, aku tidak apa-apa. Katakan pada Yasmine aku merindukannya." Setelah mengatakan hal tersebut tanpa menunggu Sean menjawab ucapannya Qiena sudah memutuskan sambungan telpon itu. Dia merebahkan tubuhnya di kasur dan memberikan ponsel Amber.

"Kau tidak bisa bersikap seperti itu Qiena," ucap Amber ingin membuat hubungan Qiena dan Sean membaik.

"Kenapa ! kau pikir apa yang aku lakukan selama ini salah. Please Am, kau tahu semuanya." Qiena menutup wajah dengan bantal.

"Bertahanlah jika kau memiliki perasaan untuk Sean, mungkin Sean butuh waktu untuk mendekatimu."

"Perasaan ? untuk Sean ?" Qiena menggelengkan kepalanya.

Bagaimana perasaan untuk Sean ada di hati Qiena, jika pun dulu rasa itu ada Qiena saat ini sudah meluruhkan semua rasa itu, dia muak bosan bahkan rasanya ingin berlari dari kenyataan yang ada.

Kenapa ? karena dia hanya terkurung dengan status istri Sean. Sean tidak pernah memperhatikannya, tidak bertanya pendapatnya sebagai seorang istri apapun itu. Pernah Qiena ingin tahu pekerjaan dan kegiatan apa yang dilakukan Sean, dan pria itu dengan santainya menjawab.

"Tidak ada yang penting. Jangan mencampuri urusan pekerjaan ku."

Sejak saat itu Qiena enggan bertanya apapun lagi, dia hanya diam. Tidak berbicara jika itu tidak penting, dan yang penting adalah semua seputar Yasmine anak mereka.

Menyiapkan sarapan dan makan malam, memastikan kebutuhan Yasmine dan rumah mereka. Jika tentang Sean, sepertinya pria itu bisa melakukannya sendiri. Mereka tidur di kamar yang sama, tapi hanya Qiena yang ada disana karena Sean selalu pulang larut malam dan lebih banyak menghabiskan waktu di ruang kerjanya atau perpustakaan rumah itu. Sepertinya laptop dan buku lebih menarik bagi Sean daripada dirinya.

"Apa mungkin Sean memiliki kekasih Qin ?" tanya Amber membuat Qiena berdecih.

"Aku tidak perduli. Bagus jika dia memiliki kekasih, setidaknya kami tidak lagi perlu lama-lama hidup bersama."

"Ck, kau ini !" Amber melemparkan bantal kepada Qiena.

"Hei pria yang duduk satu tempat dengan mu tadi siapa ?"

"Entah lah, kami tidak berkenalan." Amber cemberut mendengar jawaban Qiena itu.

"Sudah jangan pikirkan tentang ku lagi, apa pekerjaan yang aku berikan sudah kau kerjakan. Besok kita harus segera menyelesaikan semuanya, aku ingin secepatnya kembali. Kasihan Yasmine, Sean besok sudah kerja dan kau tahu dia selalu pulang larut malam, tidak ada yang akan menemani Yasmine."

"Kenapa kalian tidak keluar bersama sesekali ?"

"Kenapa kau menanyakan hal itu padaku Amber ? kenapa tidak bertanya saja pada suami ku tercinta, kau lupa dia sangat sibuk hem !" Qiena menampilkan raut wajah yang sangat murka sepertinya dan ingin menyantap Amber membuat sahabatnya itu langsung berdiri meninggalkan kamar Qiena.

****

Ku pikir ini bukan hanya tentang angan ku dimasa lalu

Tapi juga tentang dimana hati mu kau tuju

Jika itu bukan aku

Maka pantaskah kau untuk terus ku tunggu

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akibat Cinta Semalam dengan CEO
9.7
Pasca mutasi ke kantor pusat, Jeanne terjerat skandal satu malam dengan CEO barunya tepat saat ia masih terikat hubungan asmara. Nasib malang kian memuncak ketika terungkap bahwa bos tersebut adalah Alan Rasya Purnama, sepupu dari mantan kekasihnya sendiri. Kini, Jeanne terjebak dalam situasi pelik karena Alan mendadak sangat terobsesi untuk menguasai seluruh aspek hidupnya, mulai dari raga hingga jiwanya, tanpa memberikan celah untuk Jeanne melarikan diri.
Sampul Novel Aku Menunggumu, Cintaku
8.9
Natalia gagal meluluhkan hati dingin Kenzo dan memilih pergi saat mengandung. Ia menghilang tanpa jejak, membuat Kenzo yang putus asa memperluas bisnisnya ke kancah global demi mencarinya. Pencarian buntu itu hampir membuat Kenzo gila hingga ia mengacaukan seisi kota. Bertahun-tahun berlalu, Natalia kembali sebagai sosok wanita berkuasa dan kaya raya. Namun, takdir kembali menjeratnya dalam pusaran emosi bersama Kenzo yang belum berhenti mengejarnya.
Sampul Novel ANAK CEO TAMPAN
8.1
Candice menjadi korban jebakan keji mantan suaminya yang berujung pada malam bersama pria asing. Empat tahun berlalu, ia kembali ke tanah air bersama putra kecilnya yang cerdas, tampan, dan jenius. Tak disangka, takdir mempertemukannya kembali dengan ayah biologis sang anak. Di tengah rencana balas dendam yang membara terhadap pria yang telah menghancurkannya, akankah Candice menemukan kebahagiaan sejati bersama keluarga kecilnya yang baru?
Sampul Novel Jerat Cinta Sang CEO
8.9
Terusir dari rumah oleh ayahnya sendiri membuat Emma Karina terdesak hingga akhirnya menyetujui pernikahan kontrak dengan Ethan Marvino. Sebagai CEO penguasa bisnis di Pulau Bali, Ethan sangat protektif dan mengawasi setiap gerak-gerik Emma secara ketat. Namun, stabilitas hubungan mereka terancam saat Emma tidak sengaja mengungkap rahasia besar yang disembunyikan Ethan. Akankah ikatan mereka bertahan setelah kebenaran terungkap atau justru hancur selamanya?
Sampul Novel Kau Ceraikan Aku, Tetapi Anakku Akan Menjadi Pewaris
9.3
Lara terpaksa menceraikan Elara akibat tekanan sang ibu mertua yang memandang rendah statusnya sebagai putri sopir. Elara yang dulu hangat berubah menjadi dingin dan membiarkan pernikahan rahasia mereka hancur. Setelah malam tak terduga yang dianggap Elara sebagai momen bersama Elena, ia resmi bertunangan dengan wanita itu. Lara yang patah hati memilih mengasingkan diri ke desa untuk membuat sabun organik, tanpa menyadari bahwa dirinya tengah mengandung pewaris suaminya.
Sampul Novel Kau Layak Menderita
8.1
Hidup Selina hancur setelah dijebak Rafael Donovan dalam pernikahan paksa. Saat Rafael lumpuh akibat kecelakaan, Selina menganggapnya karma dan memilih bertahan hanya untuk membalas dendam serta menguasai hartanya. Namun, di tengah kebencian itu, ia justru menemukan sisi rapuh dan penyesalan mendalam pada suaminya. Kini Selina terjebak dalam dilema antara misi balas dendam atau perasaan asing yang mulai tumbuh di hatinya bagi pria yang seharusnya ia benci.