Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Sebagai ahli negosiasi krisis andalan di Divisi Khusus Kepolisian, Zaki Sadam dikenal sangat profesional dalam meruntuhkan pertahanan psikologis targetnya. Namun, ketangguhan itu runtuh seketika saat berhadapan dengan air mata Cindi Wiryo. Meski semua orang meyakini bahwa Zaki sangat mencintai Cindi dan bersedia memberikan apa saja untuknya, Cindi menyadari sebuah kenyataan pahit yang tersembunyi. Dia tahu persis bahwa hati dan cinta sejati pria itu sebenarnya bukan milik dirinya.
Bab
Bagikan

Bab 6

Cindi menatap Zaki dengan tatapan dingin, tatapannya seolah sedang melihat orang asing yang tak bisa dia kenali.

“Zaki, dia yang mendorongku jatuh.”

Saat ini, seluruh tubuhnya terasa nyeri, pandangannya pun berputar-putar, tetapi rasa sakit di dadanya justru membuatnya tetap terjaga.

Baru saat itu Zaki tampak menyadari luka-luka di kepala Cindi yang berdarah parah. Wajahnya langsung panik.

“Cindi, kamu nggak apa-apa, ‘kan?”

Cindi memalingkan wajah, tidak menjawab. Dia hanya tenang melaporkan lokasi kejadian pada polisi, lalu menutup telepon. Wajah Zaki pun makin suram.

“Sukma nggak sengaja melakukannya. Kalau dia sampai punya catatan kriminal, bagaimana dia bisa bertahan di markas?”

Cindi menatapnya dengan penuh kekecewaan. “Jadi aku memang pantas menderita, begitu?”

Zaki tidak bisa menjawab. Sukma sudah lebih dulu gemetar dan berlari ke pelukannya sambil menangis, “Kak Zaki … perutku … sakit sekali .…”

Ekspresi Zaki langsung berubah. Dia mengangkat Sukma dan berjalan cepat keluar ruangan.

Cindi hanya bisa menatap punggung mereka menjauh, rasa putus asa perlahan menelannya.

Suara sirene polisi akhirnya terdengar. Dia dibawa ke rumah sakit untuk dirawat, lalu polisi datang untuk mencatat keterangan. Hingga akhirnya dua petugas menutup buku catatan mereka, memandangnya dengan ekspresi rumit.

“Nona Cindi, kami minta maaf. Rekaman CCTV di lorong rusak secara tidak sengaja. Dan satu-satunya saksi, yaitu suami Anda, menyatakan bahwa ini adalah kecelakaan, bukan serangan sengaja.”

“Rusak secara tidak sengaja?” Suara Cindi terdengar kering saat mengulang perkataan itu. “Kebetulan sekali, ya?”

Polisi tetap menjawab secara prosedural, “Bukti tidak cukup, dan karena ada jaminan dari suami Anda, Nona Sukma tidak akan ditahan.”

Cindi ingin tertawa mengejek, tetapi seluruh tubuhnya terlalu sakit.

“Dia bukan suamiku,” ucapnya satu per satu, seolah kata-kata itu dipaksakan keluar dari mulutnya. “Dia adalah kaki tangan pelaku. Aku menuntut kasus ini dibuka kembali untuk penyelidikan!”

Kedua polisi itu saling memandang dengan heran, hanya berjanji akan menyelidiki lebih lanjut sebelum pergi.

Tak lama kemudian, Zaki masuk ke ruang rawat inap. Dia membawa semangkuk bubur, berkata dengan nada lembut, “Kamu pasti lapar, makan dulu sedikit.”

Cindi memandangnya, tubuhnya gemetar karena merinding, seolah sedang melihat sosok yang sama sekali asing.

“Kamu menghapus rekaman CCTV.” Nada bicaranya tegas dan melanjutkan, “Kamu melindungi Sukma.”

Zaki terdiam sesaat, ekspresinya berubah sedih.

“Cindi, dia nggak sengaja melakukannya. Dia baru saja kembali dari luar negeri, ini masa penting bagi kariernya, dia nggak boleh punya catatan kriminal.”

“Dulu kamu pernah bilang akan selalu menjunjung tinggi profesimu, setia pada negara.”

“Tapi sekarang, kamu melindungi seorang penjahat!”

Suara Cindi mulai bergetar.

Zaki tiba-tiba membentak, “Tapi kenapa kamu harus memprovokasinya? Kenapa kamu nggak bisa akur dengannya?”

Tubuh Cindi mulai bergetar. Dia mengambil gelas air di meja dan melemparkannya ke arah Zaki sambil berteriak, “Itu kalung peninggalan ibuku! Kenapa ada di tubuhnya? Kenapa kamu memberikannya padanya?” “Zaki, dia yang mulai menyerangku lebih dulu!”

Gelas itu pecah di lantai menjadi serpihan. Zaki melangkah mundur, menatapnya dengan pandangan rumit.

“Kamu perlu menenangkan diri, aku akan menggantinya. Sampai di sini saja soal ini.”

Lalu dia berbalik dan meninggalkan ruangan. Kamar rawat kembali sunyi.

Cindi terengah-engah, tidak bisa menenangkan diri. Dia tahu, dengan koneksi Zaki di dalam markas, kasus ini pasti akan ditutup begitu saja.

Dia telah mengkhianatinya. Bahkan mengkhianati profesinya sendiri.

Atau mungkin, dia memang sejak awal adalah orang yang busuk, hanya saja selama ini Cindi telah tertipu.

Saat itu juga, ponselnya tiba-tiba berdering nyaring. Perasaan gelisah menyergap dadanya, dia sampai menjatuhkan ponsel beberapa kali sebelum berhasil menjawab.

Lalu suara dari seberang pun terdengar, “Kami menemukan kabar tentang kakakmu. Tapi keadaannya, tidak begitu baik.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Punya Ragamu Tapi Tidak Hatimu
8.4
Silva dan Silvi adalah kembar identik yang berbagi segalanya, termasuk perasaan cinta pada Kenzo. Namun, takdir berkata lain saat Silva yang sakit-sakitan meninggal dunia di usia dua puluh tahun. Sebelum wafat, Silva meminta Silvi menggantikan posisinya untuk menikah dengan Kenzo. Meski Silvi menerima wasiat itu demi cintanya, kehidupan pernikahan mereka tidak seindah bayangan. Mampukah Silvi memenangkan hati suaminya yang masih terikat bayang-bayang kakaknya?
Sampul Novel Bersama Kita Bangkit Dari Abu
8.0
Dalam kondisi hamil tua, mobilku ditabrak truk secara sengaja. Saat sekarat, aku menghubungi suamiku, Kian, namun ia justru mengabaikanku demi keluhan sakit kepala Florence. Pengkhianatan itu berujung tragis: bayi kami tewas dan kakakku kehilangan karier pianisnya selamanya. Kini, duka berubah menjadi amarah yang membara. Kian menganggap kami sampah, namun ia tak sadar bahwa kami akan bangkit dari kehancuran ini untuk menuntut balas atas semua penderitaan kami.
Sampul Novel CEO in My Bed
8.6
Mahesa, pria kaya yang skeptis terhadap cinta akibat masa lalu kelam, mengajukan tawaran gila kepada Athalia. Ia berjanji membiayai pengobatan adik Athalia asalkan gadis itu bersedia menjadi teman tidurnya selama satu bulan. Di tengah tuntutan dingin sang CEO yang kerap merendahkan wanita, Athalia bertahan dengan ketulusan hatinya. Akankah pengabdian dan kasih sayang Athalia mampu meruntuhkan dinding keangkuhan Mahesa dan membuatnya percaya pada cinta?
Sampul Novel Invisible Rich Man
9.5
Davin, pewaris takhta bisnis global, memilih menyamar sebagai petugas kebersihan demi menemukan cinta yang tulus. Di Jakarta, ia bertemu Vania, wanita yang menerima dirinya apa adanya tanpa memandang status sosial. Meski Vania berhasil melewati berbagai ujian kesetiaan yang diberikan Davin, hubungan mereka kini menghadapi rintangan baru yang lebih besar. Keluarga konglomerat Davin muncul menentang keras kedekatan mereka dan berusaha memisahkan keduanya.
Sampul Novel Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!
8.9
Dicampakkan di hari pendaftaran nikah setelah lima tahun menjalin hubungan, Nayla yang murka memutuskan menikahi Simon, kakak kandung mantan pacarnya. Simon adalah pewaris takhta Keluarga Jatmiko sekaligus raksasa keuangan global yang disegani. Meski awalnya asing dan dingin, Simon justru sangat memanjakan Nayla sebagai istrinya. Saat mantan kekasihnya menghina Nayla, Simon tidak tinggal diam dan membelanya dengan keras. Bertahun-tahun kemudian, barulah terungkap bahwa Simon sebenarnya telah menyimpan rasa cinta rahasia kepada Nayla selama sepuluh tahun.
Sampul Novel KUTEBUS TALAKKU
9.7
Indah bertekad menebus talaknya dengan uang, sementara Raqeef berambisi memenangkan kembali cintanya. Di sisi lain, Hairi murka setelah terjebak skandal kamera tersembunyi di sebuah klub malam. Drama keluarga kian rumit saat Lovena dengan tegas menolak mengakui kehadiran saudara baru dan mengancam mengusirnya. Di tengah konflik ini, Teddy menuntut agar sosok misterius tersebut segera dihadirkan dalam pertemuan keluarga besar untuk menuntaskan segalanya.