
Satu Jantung Dua Hati
Bab 2
Tiba-tiba suara handphone Salwa berdering satu panggilan masuk dari nomor yang tidak dia kenal salwa pun mengangkat telepon itu.
"Assalamualaikum maaf ini siapa?" Tanya Salwa via telpon.
"Aku Salma sekarang ada di taman dekat rumah aku mohon izinkan aku bertemu sama kamu "jawab Salma pada saudara kembarnya Salwa.
Seketika Salwa pun terkejut karena akhirnya salma menghubungi dirinya setelah sekian lama menghilang bahkan tidak ada satupun keluarga yang tahu tentang keberadaan saudara kembar yaitu.
Salwa pun langsung bergegas pergi ke taman yang memang tidak jauh dari rumahnya dia berharap yang menelponnya itu adalah saudara kembarnya Salma karena Salwa begitu sangat merindukannya meskipun memang kedua orang tua mereka sudah tidak menerima lagi Salwa dalam keluarga akan tetapi sebagai saudara kandung sawah begitu sangat menyayangi adiknya tersebut.
"Salma" ucap Salwa dengan mata berbinar dan langsung memeluk Salma dengan erat.
"Salwa terima kasih kamu masih mau menganggapku sebagai saudara dan kamu masih mau menemui aku" jawab Salma menatap senyum saudara kembarnya.
"Aku tidak pernah membencimu selama ini Salma aku bahkan mengawetkan keadaan kamu aku takut ada sesuatu yang menimpa kamu setahun ini "ucap Salwa sembari menggenggam tangan Salma.
Senyum indah di wajah Salwa begitu sangat terlihat, dia begitu sangat bahagia karena airnya bisa bertemu dengan Salma yang sudah pergi dari rumah hampir 1 tahun.
"Wajah kamu kenapa Salma?" Tanya Salwa yang pandangannya terfokus pada memar di wajah Salma.
"Aku sering dipukuli oleh Leon ayah dan ibu memang benar dia bukan pria baik-baik tapi aku yang selalu bersikeras untuk bersama dan menikah dengannya tapi akhirnya aku bisa bebas dari dia dan kabur aku berharap bisa mendapat tempat persembunyian yang aman "papar Salma mencoba menceritakan tentang apa yang dia alami selama ini.
Salwa langsung memeluk Salma dengan erat dia tidak menyangka bahwa saudara kembarnya itu mengalami hal yang sangat buruk bahkan lebih buruk dari apa yang dia bayangkan selama ini. Padahal dia berharap bahwa Salma bisa bersama pria yang dia cintai bahkan hidupnya akan bahagia namun pada kenyataannya cinta tanpa restu dari kedua orang tua ternyata tidaklah mudah akan ada banyak kesulitan di dalamnya bahkan mungkin malah petaka jika kita terus memaksakan kehendak kita sendiri.
"Ya sudah sekarang kamu ikut aku pulang ibu sama ayah pasti sangat senang karena akhirnya kamu pulang ke rumah setelah hampir 1 tahun pergi entah ke mana "ucap sawah menggenggam tangan Salma.
"Tidak Salwa aku hanya akan tetap menemui kamu tapi tidak dengan ibu dan juga ayah Karena aku tahu mereka masih sangat membenci aku meskipun memang aku adalah anak kandung mereka "jawab Salma dengan mata berbinar.
"Ayolah Salma kita harus bisa berkumpul menjadi keluarga yang bahagia sama seperti dulu saat kita masih kecil sebentar lagi aku akan menikah dengan mas Farhan pria yang begitu sangat aku cintai aku harap kamu bisa hadir dalam pernikahanku nanti "papar Salwa dengan senyum bahagia.
"Akhirnya kamu menikah juga dengan mas Farhan pria yang selalu kamu ceritakan sama aku meskipun dia tidak tahu bahwa kamu memiliki saudara kembar tapi aku harap kamu bisa hidup bahagia jauh lebih dari apa yang aku alami dengan Leon "jawab Salma menatap Salwa.
"Lalu Kamu akan tinggal di mana dan bagaimana kalau Leon mencari kamu?" Tanya Salwa khawatir.
"Dia tidak tahu tempat tinggalku lagi pula aku sudah memutuskan semua jejak sehingga tidak mudah dia mencariku di sini aku akan mencari penginapan yang memang tidak jauh dari rumah sehingga aku bisa melihat kamu menikah dengan pria yang menjadi pilihan kamu "jawab Salma sembari tersenyum pada saudara kembarnya itu.
"Aku mau besok ketemu kamu lagin karena aku masih sangat merindukan kamu "ucap Salwa.
"Nanti setelah aku mendapatkan penginapan di daerah sini aku akan beri tahu kamu tapi aku mohon jangan beritahu ibu dan ayah bahwa kita sudah bertemu karena cukup melihat mereka dari kejauhan hidupku sudah bahagia "jawab Salma kembali memeluk Salwa.
Akhirnya Salma dan Salwa pun berpisah Dia memutuskan untuk mencari tempat tinggal sendiri meskipun memang dia tidak bisa tinggal kembali bersama kedua orang tuanya dan saudara kembalinya akan tetapi karena dia tetap bahagia karena akhirnya keluarganya baik-baik saja terlebih, saudara kembarnya Salwa akan melangsungkan pernikahan.
***
"Salma sayang" panggil Leon dengan manis. Pria itu memang terkadang aneh dia bisa memperlakukan sama dengan begitu sangat keras namun dia juga bisa bersikap lembut seperti pria romantis lainnya.
Leon mencari keberadaan calon istrinya tersebut di sekitar hotel namun ternyata dia tidak menemukannya dia pun mencoba menghubungi Salma namun nomor yang sudah tidak aktif.
"Salmaaaaa!!! Ternyata kamu coba kabur dari aku"
"Lihat saja aku pasti menemukanmu lagi" gumam Leon mengepal kedua tangannya dengan penuh amarah.
***
"Salwa Kamu dari mana aja sih pengantin yang mau menikah itu tidak boleh pergi kemana-mana dulu harus dipinggir karena bisa terjadi sesuatu yang tidak dia inginkan nanti" ucap Bu Mayang pada putrinya tersebut.
"Sawah hanya ke taman kok Bu sebentar mencari udah ada segar lagi pula itu kan hanya mitos pengantin dulu zaman sekarang kan sudah modern Bu banyak kok pengantin yang pada jalan-jalan sebelum pernikahannya "jawab Salwa dengan senyuman.
"Tapi tetap saja ibu tidak akan izinkan kamu pergi dari rumah karena sebentar lagi pernikahan kamu dengan Farhan akan tiba "ucap kembali sang ibu.
Salwa berpikir akan sulit rasanya meminta izin kepada ibunya untuk menemui Salma besok karena dia tahu pasti sang ibu tidak akan mengizinkan Salwa untuk keluar karena sebentar lagi acara pernikahan mereka.
Semua tetap ingin mengetahui keberadaan adiknya dan memastikan bahwa Salma baik-baik saja, terlebih ketika dia tahu Salma mengalami kekerasan fisik dan dia sendiri tidak bisa melaporkan kejadian itu kepada pihak polisi karena selama ini memang Salma tidak memiliki bukti apapun atas kejahatan yang telah dibuat oleh pacarnya tersebut.
Salwa pun akhirnya meminta izin untuk masuk ke dalam kamar sambil memikirkan bagaimana caranya untuk bisa keluar rumah menemui Salma tanpa ibu dan ayahnya tahu.
Selama ini Salwa adalah Putri kesayangan dari kedua orang tuanya karena, semenjak Salma memutuskan pergi dari rumah tidak ada lagi anak yang bisa mereka didik dengan baik selain Salwa sehingga perhatian sepenuhnya diberikan untuk Salwa.
"Sepertinya aku harus kabur lewat jendela karena ibu dan ayah besok pasti sibuk mengurus pernikahanku dengan mas Farhan dan aku akan kembali sebelum ibu dan ayah sadar bahwa aku tidak ada di kamar aku harus bisa bertemu dengan Salma" gumam Salwa sembari menatap ke arah jendela.
Anda Mungkin Juga Suka





