
Satu Jantung Dua Hati
Bab 3
Pagi telah tiba Salwa teringat bahwa hari ini dia harus bertemu dengan Salma karena tinggal menghitung hari Salma akan menikah dengan Farhan dan pasti hal itu semakin sulit bertemu dengan Salma.
Terlebih, dia harus ikut dengan Farhan tinggal di Jakarta karena Farhan di sana harus fokus dengan bisnisnya.
"Salwa" panggil Bu Mayang pada putrin kesayangannya tersebut.
"Iya Bu ada apa?" Tanya Salwa menghampirinya.
"Ibu dan ayah akan pergi sebentar ibu harap kamu bisa berdiam diri di rumah karena ibu tidak mau ada sesuatu yang terjadi sama kamu sebelum pernikahan kamu tiba "jawab sang ibu menatap Salwa dengan senyuman.
Salwa pun mengangguk dan mengerti akhirnya dia punya kesempatan untuk bisa menemui Salma tanpa harus kabur lewat jendela. Dia tahu apa yang dia lakukan jika sang ibu tahu pasti membuat dia marah namun, selalu melakukan hal ini demi kembarannya Salma. Dia tidak mau sama hidup menderita kembali setelah pulang karena dia berhak bahagia dengan keluarganya.
***
"Akhirnya aku bisa lepas dari Leon meskipun memang aku tidak tahu apakah dia sadar bahwa aku telah kabur dari hotelnya "gumam Salma.
Salma langsung mengambil handphonenya dan memberi kabar sebuah pesan pada salah saudara kembarnya tentang keberadaannya di tempat tinggal yang baru.
Salma bahagia karena meskipun kedua orang tuanya memang masih belum bisa memaafkan atas semua kesalahan yang telah dilakukan olehnya namun sama masih memiliki saudara kembar yang berhati baik seperti Salwa. Wajar saja jika Salwa mendapatkan pria yang juga memiliki sifat yang sama seperti dirinya karena memang Salwa layak untuk diperjuangkan. terlebih dia juga menutup auratnya dengan baik jauh berbeda dari Salma yang mungkin setengah hidupnya sudah hancur.
***
Sama terpaksa memakai kendaraan umum, karena sejak kecil dia memang tidak pernah diizinkan untuk membawa kendaraannya sendiri. Selalu memang terbilang sebagai anak kesayangan karena sikapnya yang lembut jauh berbeda dengan kembarannya Salma sehingga pergaulan mereka berdua pun sangat berbeda titik Salma adalah anak yang mandiri dan pemberani dia sama sekali tidak takut terhadap hal apapun oleh sebab itu, dia pun seringkali menentang perkataan kedua orang tuanya sedangkan Salwa, dia tidak tega jika harus melihat kedua orang tuanya bersedih dan menangis karena ia sehingga sebisa mungkin dia pasti selalu menuruti apapun permintaan dari kedua orang tuanya.
"Pak, antar ke alamat ini yah" ucap Salwa sembari menunjukan sebuah pesan yang dikirimkan Salma.
***
Setelah selesai merapikan semua barang-barangnya Salma pun langsung turun ke bawah dan menunggu saudara kembarnya di pinggir jalan Dia sudah tidak sabar ingin banyak bercerita dengan Salma karena selama ini hanya Salma yang begitu sangat dekat dengannya meskipun memang satu tahun terakhir mereka sudah lost contact.
Setelah menunggu hampir setengah jam akhirnya sebuah taksi berhenti di pinggir jalan.
Salma pun melambaikan tangan pada Salwa Salma tersenyum bahagia karena akhirnya dia bisa bertemu dengan saudara kembarnya lagi.
Salwa mulai menyeberang jalan namun karena dia terlalu fokus melihat Salma dia tidak melihat ke arah kiri dan kanan hingga sebuah mobil truk melaju dengan kecepatan tinggi.
"Salwa awas" teriak Salma dengan kencang.
"Aaaaaaaaaa" Salwa berteriak namun, dia tidak bisa menghindari kecelakaan tersebut Salwa pun tergeletak di jalan dengan darah yang sangat banyak sama dengan sigap langsung menghampiri saudara kembarnya Salwa dan secepatnya meminta bantuan orang-orang berkerumun dan melihat kecelakaan itu. Salwa tidak sadarkan diri dan Salma pun terus menangis memeluk saudara kembarnya itu.
Setelah beberapa lama akhirnya ambulans datang dan Salwa langsung dibawa ke dalam mobil ambulans didampingi oleh Salma. Dia terus menggenggam tangan kembarannya tanpa memikirkan dirinya sendiri yang berlumuran darah. dia tidak menyangka bahwa pertemuannya kali ini malah membawa pahala petaka untuk Salwa.
"Salwa bangun aku yakin kamu kiat kamu pasti selamat" Isak Salma yang terus menangis di dalam mobil ambulans.
Dan setelah beberapa menit dalam perjalanan akhirnya sampai juga di rumah sakit di daerah Bandung Salwa pun langsung dilarikan ke ruang IGD dan mendapatkan perawatan khusus. Salma yang sadar bahwa dirinya sedang berlumuran darah dia pun bergegas pergi ke dalam toilet untuk membersihkan dirinya.
"Semua karena aku ada saja aku tidak mengajak Salwa untuk bertemu pasti semuanya tidak akan seperti ini "gumam Salma menatap dirinya di cermin.
Salma tidak berani untuk menghubungi kedua orang tuanya karena pasti dia yang akan disalahkan tentang semua yang terjadi terlebih dia tidak tahu bagaimana kondisi Salwa yang sebenarnya.
Handphone Salwa digenggam oleh Salma ada satu panggilan masuk dari calon suaminya yaitu mas Farhan Salma tidak berani untuk mengangkatnya karena dia tahu jika sama mengatakan yang sejujurnya tentang kondisi calon istrinya pasti pria itu akan hancur dan terluka terlebih sama seperti ini karena menemui Salma.
Akhirnya Salma pun memutuskan untuk mematikan handphone Salwa.
Satu jam akhirnya dokter keluar dari ruang IGD sama berharap bahwa kondisi kembarannya itu akan baik-baik saja.
"Bagaimana dong keadaan saudara kembar saya? "Tanya sama dengan suara bergetar.
"Dia mengalami pendarahan di otaknya kami tidak tahu apakah dia bisa selamat atau tidak tapi tadi dia sempat sadar dan meminta Mbak untuk masuk ke dalam kamar "jawab sang dokter dan Salma pun langsung masuk ke dalam ruang IGD.
Dia melihat Salwa saudara kembarnya yang sedang terbaring dengan perban yang melilit kepalanya namun Salwa masih bisa sadar dan tersenyum pada Salma.
"Salwa kamu kuat ya kamu pasti baik-baik saja aku akan ngelakuin berbagai cara biar kamu selamat ingat sebentar lagi kamu akan menikah dengan mas Farhan "ucap Salma menatap saudara kembar yang tersebut.
"Aku tidak kuat lagi Salma aku hanya minta satu hal sama kamu tolong kamu menjadi aku dan menikah dengan mas Farhan karena dia adalah pria yang sangat baik aku yakin dia bisa menjaga kamu dan aku juga mau kamu jaga ibu dan ayah jika aku pergi tolong sembunyikan pemakamanku agar mereka tidak tahu bahwa Salwa yang asli telah pergi "papar Salwa dengan suara sesak.
"Jangan bicara seperti itu Salwa aku yakin kamu pasti sembuh kamu bisa menikah dengan mas Farhan "jawab Salma terus terisak.
"Ikhlaskan aku Salma buat orang-orang yang aku sayangi bahagia dan jaga diri kamu baik-baik jangan pernah tinggalin lagi ibu sama ayah jadilah aku untuk selamanya "ucap Salwa yang semakin sesak suaranya. Dia terus menggenggam tangan Salma kembarannya dengan erat. Salwa pun tersenyum dan menarik nafas panjang hingga akhirnya dia menutup mata tanpa suara.
"Salwa bangun" teriak Salma yang mencoba untuk membangunkan kembarannya tersebut dokter pun langsung masuk ke dalam ruangan Salwa begitu sangat panik karena dia takut jika Salma meninggal dunia.
"Maaf Mbak Salma saudara anda telah meninggal dunia "ucap dokter dengan raut wajah sedih..
Salma pun hanya terdiam dia berlutut lemas karena semua ini adalah perbuatan dirinya andai saja dia tidak mengizinkan Salwa bertemu tadi pagi mungkin Salwa akan tetap baik-baik saja.
Anda Mungkin Juga Suka





