Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sang Mantan Kembali

Sang Mantan Kembali

Dituduh mandul, Aruna diceraikan Revan akibat tekanan mertua. Namun, insiden satu malam dengan pria misterius di hotel mengubah segalanya. Tiga tahun kemudian, ia kembali ke Canberra membawa seorang putra. Tak disangka, Presdir Dion Alverado mengklaim anak itu sebagai darah dagingnya. Di saat bersamaan, Revan datang memohon kesempatan kedua untuk menebus dosa masa lalu. Aruna kini terjepit di antara ayah biologis anaknya atau cinta lama yang ingin kembali.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pagi itu, sinar matahari menyelinap melalui celah tirai kamar Aruna. Aiden masih meringkuk di pelukannya, napasnya teratur, seolah dunia ini tak pernah punya masalah.

Namun bagi Aruna, tidur nyenyak sudah menjadi kemewahan yang sulit ia dapatkan sejak kemarin sore. Kata-kata Dion dan Revan terus terputar di kepalanya seperti kaset rusak.

"Aku nggak akan menyerah."

"Aku mau dia tahu siapa ayahnya."

Aruna menghela napas panjang. Semesta seolah sedang bercanda dengannya. Tiga tahun ia berjuang sendirian, dan sekarang... dua pria muncul sekaligus, membawa klaim dan janji yang sama-sama bisa mengubah hidup Aiden.

Jam sembilan pagi, Aruna sudah berada di dapur menyiapkan sarapan. Telur orak-arik, roti panggang, dan segelas susu untuk Aiden. Bocah itu duduk di kursinya sambil memainkan mobil mainan, sesekali menatap mamanya dengan senyum polos.

"Mama," panggil Aiden.

"Ya, sayang?"

"Teman Mama yang kemarin... yang rambutnya hitam dan pakai baju bagus itu... dia siapa?"

Aruna terdiam sebentar. "Itu... teman Mama yang mau kenal sama kamu."

Aiden mengerutkan dahi kecilnya. "Kenapa mau kenal sama Aiden?"

Pertanyaan sederhana itu membuat Aruna kehilangan kata-kata. "Karena... dia bilang dia sayang sama kamu."

Anak itu hanya mengangguk, lalu kembali fokus pada rotinya.

Sekitar pukul sebelas, bel apartemen berbunyi. Aruna melirik ke interkom-dan hatinya langsung berdebar. Dion berdiri di depan pintu, membawa sebuah kotak besar berwarna biru muda.

"Boleh masuk?" tanyanya ketika pintu terbuka.

Aruna menghela napas, memberi jalan. "Aiden lagi main di kamarnya."

Dion tersenyum sekilas lalu melangkah masuk. "Aku nggak datang untuk memaksa kamu, Aruna. Aku cuma mau... ya, kenalan sama dia."

Tanpa menunggu jawaban, Dion menuju kamar Aiden. Bocah itu awalnya terlihat ragu ketika pria asing itu muncul di ambang pintu, tapi mata Dion yang hangat dan nada bicaranya yang lembut membuat Aiden pelan-pelan tersenyum.

"Apa ini?" tanya Aiden sambil menunjuk kotak di tangan Dion.

"Boleh dibuka?" Dion berlutut, menaruh kotak itu di lantai. Saat tutupnya terbuka, mainan kereta api elektrik lengkap dengan rel mini memenuhi pandangan.

Mata Aiden berbinar. "Wow!"

Aruna yang berdiri di pintu kamar memperhatikan adegan itu dalam diam. Ada sesuatu di wajah Dion saat melihat Aiden tertawa-sesuatu yang tulus, yang tidak bisa dibuat-buat.

Dua jam kemudian, Dion pamit. Tapi sebelum keluar, ia menatap Aruna dalam. "Aku akan datang lagi besok, kalau kamu izinkan."

Aruna hanya mengangguk singkat.

Namun beberapa menit setelah Dion pergi, bel apartemen berbunyi lagi. Kali ini, Revan yang berdiri di sana. Rambutnya sedikit berantakan, tapi senyumnya terpaksa.

"Aku tahu Dion udah datang," katanya tanpa basa-basi. "Boleh aku juga ketemu Aiden?"

Aruna menghela napas. "Revan, ini bukan kompetisi."

"Aku tahu. Tapi aku mau dia kenal aku juga."

Aiden tampak bingung ketika Revan muncul di kamarnya. "Mama, ini teman Mama juga?"

Aruna mengangguk. "Iya, ini... Om Revan."

Revan tersenyum. "Boleh aku ajak kamu keluar main sore ini?"

Aiden menoleh pada Aruna, seolah meminta izin. Setelah ragu sebentar, Aruna mengangguk. "Jangan lama-lama."

Sore itu, Aiden pulang membawa balon dan sekotak donat. Wajahnya cerah, bercerita tentang taman, kolam ikan, dan es krim. Revan berdiri di belakangnya, menatap Aruna dengan pandangan yang sulit diartikan-campuran harapan dan rasa bersalah.

"Aku janji nggak akan ganggu kamu. Aku cuma mau dekat sama dia," kata Revan sebelum pergi.

Aruna hanya menjawab dengan tatapan datar.

Malamnya, setelah Aiden tidur, Aruna duduk di ruang tamu sendirian. Ia membuka laptopnya dan mulai mencari informasi tentang Dion Alverado.

Nama itu membawa puluhan hasil pencarian-Presdir muda perusahaan konstruksi terbesar di Canberra, pewaris tunggal keluarga Alverado, dikenal dingin dalam bisnis tapi sangat dermawan dalam kegiatan sosial.

Namun di antara berita-berita itu, ada satu artikel lama yang membuat Aruna berhenti membaca. Foto Dion tiga tahun lalu, di depan sebuah hotel yang sangat familiar. Hotel tempat insiden itu terjadi.

Judulnya:

"Putra Tunggal Keluarga Alverado Terlibat Keributan di Hotel, Dikabarkan Terpengaruh Obat."

Aruna merasa darahnya membeku. Tangannya gemetar saat menggulir artikel itu. Isinya memang samar, banyak detail yang disembunyikan, tapi cukup untuk membuatnya yakin-Dion ada di hotel itu di malam yang sama.

Keesokan paginya, Aruna memutuskan mencari tahu lebih jauh. Ia menelepon sahabat lamanya, Vina, yang dulu bekerja sebagai resepsionis di hotel tersebut.

"Run, aku udah pindah kerja dari sana, tapi aku ingat malam itu," kata Vina di ujung telepon. "Ada pria mabuk yang dibantu naik ke kamar sama dua orang staf. Mereka bilang dia tamu VIP. Lampu di lantai itu memang padam sebentar karena gangguan listrik. Kenapa?"

Aruna menutup matanya. "Nggak apa-apa. Makasih, Vin."

Tapi dalam hatinya, ia tahu-kepingan puzzle itu mulai menyatu. Dion bukan hanya pria yang tiba-tiba muncul mengaku sebagai ayah Aiden. Dia adalah pria di malam itu.

Namun ada satu hal yang membuat Aruna semakin gelisah-jika Dion benar-benar tidak sadar malam itu, berarti ia juga korban keadaan. Tapi... siapa yang membuatnya sampai seperti itu?

Dan kenapa rasanya semua ini bukan sekadar kebetulan?

Aruna sadar, sebelum ia bisa memutuskan siapa yang berhak ada di hidup Aiden, ia harus tahu kebenaran seluruhnya. Bahkan jika itu berarti menggali masa lalu yang selama ini ia coba kubur.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arrogant vs Crazy
9.6
Mencari nafkah tak semudah kisah fiksi. Nesta, gadis lulusan SMA bertubuh mungil, harus berjuang keras demi menyambung hidup. Keajaiban datang saat PT Taruna menerimanya sebagai office girl. Namun, nasib sial menimpa ketika bos angkuh memecatnya di hari pertama kerja. Nesta tak menyerah begitu saja karena ia sangat membutuhkan uang halal. Strategi gila apa yang akan ia lancarkan agar bisa bertahan di sana dan menghadapi sang atasan yang sombong?
Sampul Novel CINTA GILA KENAN
9.7
Kenan dikenal sebagai pebisnis yang kejam dan berhati dingin. Namun, ketenangannya terusik saat bertemu kembali dengan Yezi, wanita keturunan Jepang-Indonesia yang terlibat dalam masa lalunya. Merasa diabaikan, Kenan menuntut ganti rugi tak masuk akal kepada ayah Yezi. Tak tinggal diam, Yezi membalas ancaman itu dengan rekaman rahasia dari kejadian tiga tahun silam. Di tengah persaingan bisnis dan arogansi, rahasia besar apa yang sebenarnya menyatukan mereka?
Sampul Novel Dibuang, Bangkit, Menang!
8.1
Tiga tahun Cindy berbakti sebagai istri, namun sang suami menceraikannya demi wanita lain hingga ia jadi bahan hinaan kota. Pasca perpisahan, Cindy bangkit menunjukkan bakat terpendamnya hingga meraih sukses besar. Saat mantan suaminya menyesal dan mengemis ingin kembali, Cindy tegas menolaknya. Di tengah momen itu, seorang pria tampan yang kini menjadi suaminya muncul melindungi Cindy, memperingatkan sang mantan agar tidak lagi mengganggu hidup mereka.
Sampul Novel Istri yang ku sia-siakan ternyata kaya raya
9.5
Kebingungan melanda Arumi saat tak sengaja membaca pesan mertuanya di ponsel Akram. Elina, sang ibu mertua, memberikan ucapan selamat yang hangat atas kelahiran cucu pertama yang dianggapnya sangat cantik. Arumi merasa ada yang janggal karena anak mereka, Ayumi, seharusnya adalah cucu pertama di keluarga itu. Rahasia besar apa yang disembunyikan Akram darinya? Pesan misterius tersebut kini mengancam keutuhan rumah tangga mereka yang semula tenang.
Sampul Novel Komodo Hijrah
9.6
Mahesa adalah pengusaha waralaba sukses yang selalu gagal dalam urusan asmara. Ia merasa dikutuk oleh rival bisnisnya karena tak pernah berhasil membawa hubungan ke jenjang pernikahan. Berbagai metode, dari yang logis hingga di luar nalar, ia coba demi menemukan pendamping hidup. Dalam pencarian itu, Gayatri, sahabat masa kecil yang kerap bertindak bak pengawal pribadinya, selalu setia mendampingi. Namun, mampukah persahabatan mereka bertahan saat perasaan baru mulai tumbuh?
Sampul Novel Lima Tahun Kebohongan
9.6
Damon dan Aurelia terikat pernikahan kontrak demi warisan dan stabilitas finansial. Setelah lima tahun berpisah, Damon kembali untuk bercerai, namun ia terkejut menemukan Aurelia membesarkan seorang putra yang sangat mirip dengannya. Di tengah tuntutan komitmen dari kekasihnya, Mira, Damon harus memilih antara rencana masa lalunya atau tanggung jawab sebagai ayah. Rahasia besar mulai terungkap, memaksa Damon mempertaruhkan segalanya demi keputusan yang benar.