Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sang Luna yang Ditolak Alpha: Mengandung Anak Musuhnya

Sang Luna yang Ditolak Alpha: Mengandung Anak Musuhnya

Alpha Kaelan mengkhianatiku demi Lyra. Aku dipaksa mengaku dinodai dan membesarkan anak haram wanita itu sebagai milikku. Saat aku mengandung buah hati kami, Kaelan justru menyuruhku menggugurkannya agar tidak membebani Lyra. Kekejaman memuncak saat ibunya mengurungku hingga aku keguguran. Di titik nadir ini, cintaku musnah. Aku pun mengeluarkan lolongan suci, memanggil keluarga kerajaanku dari Klan Taring Putih untuk menjemput putri mereka yang hancur.
Bab
Bagikan

Bab 1

Pasanganku, Alpha Kaelan, seharusnya menjadi segalanya bagiku. Namun di matanya, aku hanyalah pengganti bagi wanita lain dalam hidupnya, Lyra.

Ketika Lyra mengaku diserang oleh Serigala Liar dan hamil anak haram, Kaelan membuat pilihannya.

Dia memerintahkanku untuk memberitahu para tetua kawanan bahwa akulah yang telah dinodai.

Dia memerintahkanku untuk mengakui anak Lyra sebagai anakku sendiri.

Lalu, ketika aku tahu aku hamil anaknya, dia memberiku perintah terakhirnya: pergi ke Penyembuh dan gugurkan kandungan itu. Anak kami, katanya, akan membuat Lyra terlalu stres.

Dia memberikan penghiburan manis pada Lyra melalui ikatan batin pribadi mereka, sementara memerintahkanku untuk membunuh bayi kami. Aku hanyalah alat untuk kenyamanannya. Sementara Lyra adalah harta karun yang harus dilindungi.

Tetapi ketika ibunya mengurungku di dalam sel berlapis perak, membiarkanku keguguran di tengah genangan darahku sendiri, sisa-sisa cintaku berubah menjadi abu.

Saat aku terbaring di sana, hancur dan kosong, aku mengumpulkan sisa kekuatanku dan mengeluarkan lolongan yang sudah tidak kugunakan sejak aku masih kecil.

Itu adalah panggilan suci bagi keluargaku—keluarga kerajaan Klan Taring Putih—untuk datang dan menjemput putri mereka.

Bab 1

SUDUT PANDANG SERAFINA:

"Serafina, pergilah ke Dewan Tetua. Katakan pada mereka kaulah yang diculik oleh para Serigala Liar."

Suara itu bukan suara biasa. Itu adalah tekanan di dalam tengkorakku, dingin dan tajam. Itu adalah suara pasanganku, Alpha-ku, Kaelan. Suara itu datang melalui ikatan batin, hubungan tak kasat mata yang mengikat setiap anggota Kawanan Bulan Darah. Bagi kebanyakan orang, ikatan itu adalah sebuah kenyamanan, sebuah rasa memiliki yang konstan. Bagiku, itu telah menjadi sebuah sangkar.

Tanganku gemetar, dan aku mencengkeram gaun katun sederhana yang kukenakan. "Kaelan, jangan. Kumohon. Aku sudah setuju untuk mengakui anak Lyra sebagai anakku sendiri saat lahir nanti. Aku tidak bisa… aku tidak bisa juga menanggung aib karena… dinodai."

Kata-kata itu adalah bisikan putus asa dalam pikiranku sendiri, sebuah permohonan yang kukirim kembali melalui ikatan batin itu. Ada jeda, sesaat hening yang menusuk.

Lalu suaranya kembali, dipenuhi dengan otoritas yang membuat lututku lemas. Itu adalah Perintah Alpha, kekuatan unik yang hanya dimiliki oleh pemimpin kawanan. Itu bukan permintaan. Itu adalah perintah yang dijalin ke dalam inti keberadaanku, memaksa kepatuhan.

"Kau adalah calon Luna. Kau harus cukup kuat untuk menanggung ini demi stabilitas kawanan. Lyra itu rapuh. Skandal ini akan menghancurkannya. Aliansi keluarganya sangat penting saat ini. Kau tahu itu. Jangan mempersulit keadaan."

Pujiannya terasa seperti tamparan di wajah. Dia melihat pengorbananku bukan sebagai hadiah cinta, tetapi sebagai tugas yang harus kulakukan. Kekuatanku bukan untukku; itu untuknya. Untuk Lyra.

Aku memejamkan mata erat-erat, gelombang mual menyapuku. "Dan anak kita?" tanyaku, pikiranku sendiri bergetar dengan ketakutan yang begitu dalam hingga terasa seperti es di pembuluh darahku. "Anak kita?"

Ada keheningan lagi, kali ini lebih lama. Aku hampir bisa merasakan kejengkelan dan ketidaksabarannya.

"Waktunya tidak tepat," akhirnya dia berkata, suaranya datar dan tanpa emosi. "Lyra sudah tidak stabil. Stres karena ada anak lain di rumah utama, yang lahir berdekatan dengan anaknya… itu akan terlalu berat baginya. Pergi ke Penyembuh. Dia sudah menunggumu."

Perintah itu tidak diucapkan, tetapi ada di sana. Perintah brutal yang tak terucapkan. Singkirkan anak kita.

Napas ku tercekat. Tanganku terbang ke perutku yang masih rata, sebuah gerakan protektif yang murni naluriah. Anak kami. Kehidupan kecil yang sedang terbentuk, setengah diriku, setengah dirinya. Dia menyuruhku untuk menghancurkannya. Demi wanita lain.

"Aku… aku mengerti," aku berhasil mengirim balasan, pikiran itu terasa seperti direnggut dari jiwaku.

Dan kemudian, pukulan terakhir yang menghancurkan. Saat ikatan batinku dengannya masih terbuka, sebuah sensasi baru merembes masuk. Itu adalah gema dari dirinya yang membuka ikatan pribadi yang berbeda. Sebuah gumaman lembut, suara mentalnya terbungkus beludru.

"Tidak apa-apa, Lyra, sayangku. Jangan menangis. Semua sudah kuurus. Semuanya akan baik-baik saja."

Kontrasnya begitu mencolok, begitu kejam, hingga menghancurkan sesuatu jauh di dalam diriku. Dia memberiku perintah dingin; dia memberinya penghiburan manis. Aku adalah alat. Dia adalah harta karun.

Kakiku bergerak sendiri, membawaku keluar dari kamar kami dan menuju sayap medis kawanan. Sang Penyembuh, seorang serigala tua berwajah muram bernama Elias, sedang menunggu. Dia tidak perlu bertanya mengapa aku ada di sana. Perintah seorang Alpha kepada Penyembuh kawanan sama kuatnya dengan dekrit yang ditandatangani. Instrumen perak sudah diletakkan di atas nampan.

"Luna," katanya, suaranya rendah dengan rasa kasihan yang hanya memperburuk keadaan. "Alpha Kaelan telah memberitahuku tentang situasinya."

Dia menatapku, matanya menyimpan kesedihan yang mendalam. "Kau harus tahu… luka yang kau alami saat bertarung untuknya musim lalu… itu melemahkan tubuhmu. Prosedur ini… kemungkinan besar akan membuatmu tidak akan pernah bisa mengandung anak berdarah murni lagi."

Kata-katanya menggantung di udara, berat dan menyesakkan. Tidak ada anak lagi. Dia memintaku untuk mengorbankan bukan hanya anak ini, tetapi semua anak kami di masa depan.

Elias mengambil pisau bedah perak yang melengkung. Logam itu berkilau di bawah cahaya, dan serigalaku mundur. Perak adalah racun bagi jenis kami, membakar kulit kami, menyedot kekuatan kami. Alat yang terbuat dari itu dirancang untuk sebuah finalitas.

Saat dia bergerak mendekat, sebuah getaran kecil yang nyaris tak terasa terjadi jauh di dalam diriku. Itu bukan tendangan. Itu hanya… sebuah kedipan. Sebuah percikan kehidupan yang menegaskan keberadaannya. "Milikku."

Serigala dalam diriku, yang telah lama tertekan dan diam demi Kaelan, meraung hidup. "ANAK KITA! MILIKKU!"

"Hentikan!" Aku terkesiap, merangkak mundur dari meja. "Aku tidak bisa. Aku tidak mau."

Sang Penyembuh berhenti, terkejut, tetapi dia tidak membantah. Dia hanya mengangguk.

Aku terhuyung-huyung keluar dari sayap medis, jantungku berdebar kencang di dada. Aku akan melindungi anak ini. Aku akan. Aku harus.

Saat aku melangkah ke alun-alun utama kawanan, mataku tertuju pada layar luar ruangan raksasa. Biasanya layar itu menampilkan berita atau pengumuman kawanan. Sekarang, layar itu menayangkan siaran langsung dari sebuah butik mewah di Jakarta.

Di sanalah dia. Alpha-ku. Kaelan-ku. Dia tersenyum, kepalanya menunduk dekat dengan Lyra. Tangan Lyra ada di perutnya yang membuncit, dan Kaelan sedang mengangkat sebuah buaian kayu kecil yang diukir dengan sangat indah untuk dilihat Lyra.

Ikatan batin, yang lupa kututup, meledak dengan pikiran-pikiran sinis dari kawanan.

"Lihat dia. Jalang Omega yang mengira dia seorang Luna."

"Dia mungkin membuka kakinya untuk Serigala Liar pertama yang dilihatnya."

"Untung Alpha Kaelan akan menyingkirkannya. Dia memalukan."

Suara-suara itu seperti segerombolan tawon di kepalaku. Mereka mengira aku adalah Omega tak berharga yang dia pungut karena kasihan. Mereka tidak tahu aku adalah seorang putri dari Klan Taring Putih, bahwa aku telah menyembunyikan aroma asliku yang kuat dan menekan garis keturunan Alpha-ku sendiri hanya untuk bersamanya.

Aku memalingkan muka dari layar, di mana dia sedang memanjakan wanita lain dan anaknya, ke perutku sendiri yang rata, di mana anak kami berjuang untuk hidup.

Potongan terakhir hatiku berubah menjadi batu. Aku tidak akan pergi begitu saja. Aku akan memutuskan ikatan itu. Aku akan melakukan Penolakan. Dan aku akan membuatnya merasakan penderitaan dari apa yang telah dia buang.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Force Skadron7
7.9
Yudi Juliansyah, pemuda asal Bandung anak seorang dokter dan model Prancis, nekat mengejar mimpi menjadi tentara meski ditentang orang tuanya. Setelah terusir dari rumah, ia berjuang mandiri berjualan gorengan demi membiayai sekolah di AAU Yogyakarta. Kerja kerasnya membuahkan gelar Adi Makayasa sebagai lulusan terbaik Angkatan Udara. Kini, Yudi pulang berseragam untuk membuktikan baktinya. Akankah orang tuanya luluh dan mengakui pilihannya sebagai prajurit?
Sampul Novel Alpha Eden
8.9
Megan terjebak dalam misi mengungkap misteri kematian kakaknya, Helena, sepuluh tahun silam. Berbekal sebuah buku catatan, ia menuju Jazmore namun justru terlempar ke masa lalu, tepatnya tahun 1945. Di tengah hutan belantara, Megan bertemu Alpha Eden, penguasa werewolf yang kuat. Kini, ia harus menghadapi sihir dan kutukan sembari menerima takdir sebagai pasangan sang Alpha. Berhasilkah Megan membongkar rahasia Helena dan kembali ke tahun 2010 dengan selamat?
Sampul Novel Anak Yang Terbuang
9.7
Farhan tumbuh besar tanpa mengenal orang tuanya dan hanya diasuh sang nenek. Setelah neneknya wafat, ia merantau ke Jakarta demi bertahan hidup sekaligus mencari keberadaan ayahnya yang misterius. Tak disangka, Farhan bekerja sebagai sopir bagi seorang wanita cantik yang merupakan ibu tirinya. Tanpa menyadari ikatan keluarga tersebut, sebuah insiden terjadi di antara mereka hingga memicu kehamilan. Kini, rahasia besar membayangi hubungan rumit mereka di masa depan.
Sampul Novel Istri Penguasa Tak Terlihat
8.5
Hidup Roxelle Clementia Evelyn berubah total saat Hendrik Ou Gang mengungkap identitas aslinya sebagai pewaris Ou Gang Grup. Setelah bertahun-tahun menderita akibat kemiskinan dan penghinaan, wanita Asia-Amerika ini ternyata cucu yang selama ini dikira telah tiada. Kehadirannya memicu ketegangan besar bagi Margarita dan Donna yang selama ini berkuasa. Mampukah Roxelle memimpin perusahaan finansial raksasa di Kota Luo dan menghadapi intrik keluarga tersebut?
Sampul Novel Kelahiran Kembali
9.1
Nona keempat keluarga Lu selalu dianggap sampah karena lemah dan bodoh di antara saudara-saudaranya yang berbakat. Kematian tragisnya menjadi awal perubahan besar saat jiwa seorang pembunuh bayaran dari abad ke-21 merasuki tubuhnya. Terjebak di zaman kuno yang penuh konflik kekaisaran, ia harus berjuang bertahan hidup dengan prinsip membunuh atau dibunuh. Di tengah intrik istana yang rumit dan berbahaya, dimulailah sebuah kisah romansa yang sangat unik.
Sampul Novel Married The Wolf Queen
8.4
Ratu Jenny dijatuhi kutukan menjadi serigala putih setelah menolak perjodohan dari ayahnya. Tak hanya kehilangan wujud manusia, ia pun diusir dari kerajaan hingga terdampar di dunia manusia. Di sana, Jenny bertemu seorang pria asing yang menjadi satu-satunya harapan. Ia memohon bantuan pria tersebut demi mematahkan kutukan jahat agar bisa kembali ke bentuk aslinya. Akankah sang ratu berhasil merebut kembali takdirnya? Simak perjuangan Jenny di sini.