Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sakya Kumara

Sakya Kumara

Sakya Kumara, pewaris tunggal Kerajaan Kumara, berkelana ke Dunia Mortal demi mengejar gelar Pendekar Dewa Pedang. Ia memburu Pedang Dewa Langit, Pedang Iblis Bumi, serta Kitab Dewa Mabuk yang legendaris. Ambisi pangeran iblis ini dipicu dendam membara terhadap Dewa Naga Abadi yang telah membinasakan tanah airnya. Namun, kekacauan di Dunia Mortal menghadirkan rintangan berat. Mampukah Sakya membalas dendam dan memulihkan dunianya melalui perjalanan penuh konflik ini?
Bab
Bagikan

Bab 1

Jutaan tahun yang lalu saat Bumi Kahiyang masih berupa pusaran kosmis dan langit di atasnya masih berupa ruang hampa yang kosong tanpa udara.

Di pusaram kosmis ini hidup Iblis Semesta Alam yang merupakan musuh para Dewa yang saat itu berkuasa di Alam Ruang Hampa.

Pada masa itu, Alam Ruang Hampa dipimpin oleh 7 Dewa Abadi yang sudah hidup ratusan juta tahun bahkan lebih.

Kemunculan Iblis Semesta Alam akan mengacaukan kehidupan abadi mereka karena Iblis Semesta Alam memiliki Mustika Hidup Abadi yang bisa menyerap kehidupan abadi mereka.

Syarat Iblis Semesta Alam hanya satu kepada 7 Dewa dan Dewi ini yaitu membiarkan dirinya membentuk Alam Iblis sendiri dari pusaran kosmis yang dia tempati sekarang.

Tujuh Dewa dan Dewi Abadi yang berkuasa pada masa itu yaitu :

Dewa Naga Abadi

Dewa Pendekar Mabuk

Dewa Semesta Abadi

Dewi Bulan Bintang

Dewi Phoenix Semesta

Dewa Maha Sakti

Dewa Pedang Pusaka

Ketujuh Dewa dan Dewi ini tidak mengijinkan Iblis Alam Semesta membentuk Dunia Iblis karena mereka memerlukan pusaran kosmis ini untuk membentuk Dunia Tanpa Keabadian (Dunia Mortal) yang dihuni oleh makhluk yang disebut pendekar beserta makhluk-makhluk tanpa keabadian lainnya.

Tujuan mereka hanya satu yaitu agar pendekar bisa memuja mereka sebagai dewa dan dewi, serta menuruti semua keinginan mereka.

Dewa dan Dewi Abadi ini ingin menguasai Dunia Mortal sepenuhnya, berbeda dengan Iblis Semesta Alam yang murni ingin membangun Dunia Iblis yang aman tentram tanpa perlu memuja dirinya seperti halnya Dunia Mortal yang dibangun dewa dan dewi abadi ini.

*****

“Iblis Semesta Alam ...!” teriak Dewa Semesta Abadi, “Pergi segera ke duniamu dan jangan kembali lagi ke Alam Ruang Hampa ini.”

Iblis Semesta Alam tidak mengubris perintah Dewa Semesta Abadi, yang membuat dewa ini sangat marah kepadanya dan mulai menyerangnya.

“Pergi sekarang atau aku yang akan memaksamu pergi!” teriak Dewa Semesta Abadi lagi yang menyerang Iblis Semesta Alam dengan serangan sinar yang menyerupai cahaya bintang.

Iblis Semesta Alam tidak beranjak dari posisinya yang berada di dalam pusaran kosmis ini. Hanya dengan menyodorkan telapak tangannya saja, serangan Dewa Semesta Alam berhasil diatasi olehnya.

“Kurang ajar kamu, Iblis Semesta Alam ...!” Dewa Pedang Pusaka bergerak dengan pedangnya yang besar berusaha menebas Iblis Semesta Alam.

Lagi-lagi serangannya kandas karena Iblis Semesta Alam menjepit ujung pedang besarnya begitu saja dan mematahkannya.

Kekalahan dua dewa yang sangat telak itu membuat tiga dewa bergerak maju sekaligus mengeroyok Iblis Semesta Alam.

“Rasakan Jurus Mabukku ini!” teriak Dewa Pendekar Mabuk yang mulai mengeluarkan Jurus Pendekar Mabuk menyerang ke arah Iblis Alam Semesta.

“Terimalah seranganku!” teriak Dewi Bulan Bintang yang mengeluarkan serangan sinar dari kedua telapak tangannya yang mengarah ke Iblis Semesta Alam.

Dewi Phoenix Semesta juga tidak mau kalah dengan dua rekan dewanya ini. Bahkan Dewi Phoenix Semesta berubah menjadi burung Phoenix yang sakti yang langsung menyerang Iblis Semesta Alam.

Lagi-lagi serangan ketiga dewa-dewi ini berhasil dikandaskan oleh Iblis Semesta Alam dengan mudahnya.

Tangan kanan Iblis Semesta Alam menahan serangan Dewa Pendekar Mabuk, tangan kirinya mengeluarkan sinar untuk menahan sinar dari Dewi Bulan Bintang, dan tiupan dari mulutnya melemparkan Dewi Phoenix Semesta jauh ke Alam Ruang Hampa tiada berbatas.

Kedua dewa-dewi yang tersisa juga terpental jauh oleh energi alam semesta yang dikeluarkan oleh Iblis Alam Semesta.

“Kabulkan saja permintaanku untuk membentuk Dunia Iblis, maka aku juga akan mengijinkan kalian para dewa menciptakan Dunia Mortal yang berisi para pendekar beserta makhluk-makhluk tidak abadi lainnya,” ujar Iblis Alam Semesta.

“Kami tidak akan ijinkan kamu membentuk Dunia Iblis karena sangat berbahaya untuk alam semesta yang akan kami bentuk nanti!” teriak Dewa Maha Sakti.

“Aku akan ijinkan para pendekar yang menghuni Dunia Mortal memuja kalian sebagai dewanya,” ujar Iblis Alam Semesta, “Kita bentuk dua dimensi yang berbeda tapi masih di dalam satu semesta.”

“Tidak perlu banyak bicara lagi! Rasakan seranganku!” teriak Dewa Maha Sakti.

Dewa ini mengeluarkan serangan yang tidak main-main. Serangannya sangat kuat dan memaksa Iblis Semesta Alam keluar dari pusaran kosmisnya.

“Baru kali ini aku menghadapi serangan yang hebat seperti ini!” teriak Iblis Semesta Alam yang senang sekali karena akhirnya mendapatkan lawan yang sepadan.

Saling tukar jurus terjadi di antara keduanya.

Pertarungan ini sudah berlangsung 7 hari 7 malam, tapi belum kelihatan siapa pemenangnya.

Dewa Naga Abadi tidak ikut campur dalam pertarungan antara Dewa Maha Sakti dengan Iblis Alam Semesta karena dia ingin bertarung melawan Iblis Alam Semesta sendiri setelah Dewa Maha Sakti dikalahkan oleh Iblis Semesta Alam.

Pertarungan terus berlanjut hingga hari ke-50 tanpa ada yang merasa kelelahan dan ingin berhenti.

Bahkan pertarungan yang terjadi terlalu lama ini menimbulkan persahabatan antara Dewa Maha Sakti dengan Iblis Semesta Alam karena saling menghargai di antara mereka.

Pertarungan akhirnya dihentikan di hari ke-51 karena Dewa Maha Sakti akhirnya menyetujui permintaan Iblis Semesta Alam.

Dewa Naga Abadi yang tidak setuju menantang Iblis Semesta Alam untuk bertarung dengannya.

Sosok Naga dari Dewa Naga Abadi sangat besar dan menutupi seluruh Alam Ruang Hampa yang menjadi tempat pertarungan mereka.

Naga Merah dari Dewa Naga Abadi ini terus menyemburkan api abadi ke arah Iblis Alam Semesta, tapi tanpa kesulitan berarti iblis ini berhasil mengisap habis semburan api dari naga ini hingga tidak bersisa sama sekali.

“Menyerahlah Dewa Naga Abadi!” teriak Iblis Alam Semesta.

“Aku tidak sudi menyerah kepada iblis! Lebih baik aku mati!” teriak Dewa Naga Abadi.

“Dewa Naga Abadi, hentikan saja pertarungan ini! Kita masih bisa membentuk dua dunia yang berbeda yang masing-masing berdiri sendiri,” seru Dewa Maha Sakti.

“Diam kamu penghianat! Kamu telah menghianati kepercayaan kami semua dan bersekutu dengan iblis!” teriak Dewa Naga Abadi yang sudah kehilangan akal sehatnya.

Tujuan utama Dewa Naga Abadi ini adalah untuk menyingkirkan Iblis Alam Semesta selamanya, karena menurutnya Dunia Mortal lebih baik tanpa iblis di dalamnya.

Serangan yang dilancarkan Dewa Naga Abadi makin gencar tapi Iblis Alam Semesta tidak kesulitan untuk melawannya.

Dewa Naga Abadi kemudian berubah kembali ke bentuk pendekarnya. Jurus demi jurus dilancarkannya ke arah Iblis Alam Semesta, tapi iblis ini terlalu kuat baginya.

“Dewa Maha Sakti ...!” panggil Dewa Naga Abadi, “Cepat bantu aku kalahkan Iblis Alam Semesta ini.”

Dewa Maha Sakti tidak bergeming dengan perintah Dewa Naga Abadi.

“Aku sudah berjanji dengan Iblis Alam Semesta, dan janjiku ini akan kutepati!” seru Dewa Maha Sakti.

Dewa Naga Abadi kemudian memikirkan sebuah rencana licik yang akan dijalankannya, karena dia tidak berhasil mengalahkan Iblis Alam Semesta.

“Baiklah ... aku menyerah!” seru Dewa Naga Abadi yang langsung menghentikan serangannya.

Apa sebenarnya rencana licik Dewa Naga Abadi ini yang akan mengelabuhi Iblis Semesta Alam?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CODE: FAUST
7.9
Bumi menjadi neraka sejak 2028 akibat virus misterius yang mengubah makhluk hidup menjadi mutan mengerikan. Di tengah reruntuhan peradaban tahun 2036, faksi-faksi seperti The Government dan Black Beast saling berebut kuasa. Di dunia yang kejam ini, Dr. Plague, seorang profesor dengan masa lalu kelam, berjuang mengembalikan kedamaian demi menebus dosanya. Namun, ia harus menghadapi perang saudara dan radiasi sambil mengungkap misteri besar di balik wabah yang menghancurkan dunia.
Sampul Novel Devil Beside Me (21+)
9.2
Renata hancur setelah dicampakkan Dinar karena menolak berhubungan intim. Rasa frustasi membawanya mabuk di bar hingga tak sadarkan diri. Ayah Rena kemudian mengutus Ervin, teman masa kecil sekaligus musuh bebuyutannya, untuk menjadi bodyguard pribadi. Meski awalnya Rena membenci pengawasan ketat Ervin dan berusaha mengusirnya, sebuah ciuman tak terduga mengubah segalanya. Hubungan benci mereka pun bergeser menjadi gairah panas yang tak terkendali.
Sampul Novel Dunia Pelita
9.8
Pelita adalah model tangguh dari keluarga retak yang sangat menjaga kehormatannya. Namun, sebuah insiden tragis merenggut kesuciannya dan menyeretnya ke dalam kehidupan Adhim, pemimpin geng motor sekaligus putra kiai. Meski Adhim berniat menebus dosa dengan pernikahan, Pelita bimbang karena ia tak pernah berencana menjalin hubungan. Perbedaan latar belakang yang kontras menjadi ujian berat. Mampukah cinta tumbuh di tengah konflik dan masa lalu yang kelam?
Sampul Novel IPRIT
7.9
Di Kampung Keris, saat dunia persilatan dan hal mistis masih mendominasi, Wisaka bertekad membongkar misteri kematian tragis para pengantin baru. Para pria tewas usai malam pertama, sementara mempelai wanita diperkosa hingga membisu. Demi mengungkap kebenaran, Wisaka mempelajari ilmu kanuragan. Namun, perjalanannya penuh rintangan dari bandit, makhluk halus, hingga siluman yang menyamar jadi manusia. Mampukah ia menang, atau justru gugur di tangan iblis?
Sampul Novel Perjuangan Cinta yang Pernah Hilang
9.4
Insiden tragis yang menimpa Ararya Chandrika Dewi memaksa Devandra Pradipta Atmaja mengalah pada kehendak ayahnya, Himawan. Demi keselamatan Ara, Devan setuju melanjutkan studi ke luar negeri dan menghilang tanpa kabar selama tiga tahun. Saat kembali, Devan menemukan bahwa ayahnya memiliki rencana lain yang mengancam hubungan mereka. Di tengah bayang-bayang masa lalu yang penuh darah dan luka, mampukah cinta mereka bertahan meski terhalang restu orang tua?
Sampul Novel Pesona Nona Khana
8.4
Khana memiliki kecantikan luar biasa yang mampu memikat hati siapa pun. Namun, dia justru terjerat asmara dengan seorang pria berkuasa yang sudah memiliki istri. Hubungan terlarang ini memicu kemarahan besar Areta, sang istri sah. Areta tidak tinggal diam dan berubah menjadi sosok yang sangat mengerikan demi menghancurkan Khana. Nyawa Khana kini terancam saat dia harus menghadapi konsekuensi mematikan akibat mencintai pria yang salah dalam hidupnya.