
Sahabatku Calon Suamiku
Bab 3
Steven masih diam mematung, dia tak percaya untuk kesekian kalinya Shila mengacuhkan dirinya.
Sementara itu Shila dan Devan sudah berangkat menuju kantor.
Steven merasa sangat kesal,kemudian dia menyusul mobil Devan yang belum jauh,di pacunya mobil sekencang mungkin lalu menghadang mobil Devan.
Shila yang melihat hal itu merasa takut, pasti kali ini Devan dan Steven akan berkelahi.
Shila mencoba mencegah Devan untuk keluar, tapi karena Devan terpancing emosi dengan perkataan Steven yang mengatakan dia pecundang dia pun langsung keluar dan memukul Steven.
Steven dan Devan berkelahi.hal itu membuat Shila panik, Shila keluar mobil dan meminta pertolongan warga sekitar.
Tak lama datang lima orang bapak-bapak dan langsung melerai perkelahian Steven dan Devan.
Shila langsung mengajak Devan untuk pergi meninggalkan Steven yang masih di tenangkan oleh warga.
"Kamu pecat saja lelaki parasit itu, Shila, aku sudah muak liat dia, " ucap Devan.
"Tapi kita tidak punya alasan kuat memecatnya, " jawab Shila.
"Hal itu biar aku yang urus, yang penting kamu siapkan saja surat pemecatannya, "ucap Devan.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di kantor.
Melihat Devan yang babak belur, Dinda sekretaris Devan yang sudah lama menyukai Devan langsung menghampiri mereka.
" Apa yang terjadi, Pak, mari saya bantu obati, "ucap Dinda.
" Tidak apa-apa terima kasih, saya bisa sendiri, "jawab Devan.
Shila kemudian membawa Devan ke ruangannya.
Shila mengobati luka Devan, saat Shila sedang mengobati luka Devan, Devan lalu memegang tangan Shila.
" Shila aku boleh jujur gak, "tanya Devan.
" Boleh Dev, tentang apa, "ucap Shila.
" Aku sebenarnya udah lama suka sama kamu, "ucap Devan.
Mendengar hal itu ada getaran di hati Shila, tapi Shila mencoba menyembunyikan nya.
" Jangan becanda kayak gitu, Dev, gak lucu tau, "jawab Shila kemudian.
" Aku sungguh-sungguh,Shila.maukah kamu jadi pacarku,"ucap Devan.
Shila hanya terdiam mendengar perkataan Devan.
Setelah itu Shila langsung pergi meninggalkan Devan yang masih menunggu jawaban darinya.
Shila bingung dengan perasaan nya sendiri, Shila memilih untuk pulang dan mencari jawaban pada buku yang di berikan wanita tua kemarin.
Shila langsung melajukan mobilnya menuju rumah nya, sesampainya dirumahnya Shila langsung mencari buku itu.
Setelah mendapatkan buku itu dia langsung mengucapkan dalam hati apa yang ada di hatinya.
"Apakah seseorang yang menunggunya lama itu adalah Devan, " ucap Shila dalam hati.
Shila langsung membuka lembaran buku itu, tapi yang tertulis hanya hatimu yang bisa merasakannya.
Lalu lembaran berikutnya tertulis dia akan datang menemuimu.
Sementara itu Devan yang takut Shila marah dengannya memilih menyusul Shila, Devan mengirim pesan kepada Shila menanyakan keberadaan nya.
Setelah tahu Shila di rumah Devan langsung menuju rumah Shila.
Devan ingin meminta maaf kepada Shila jika ada perkataan nya yang salah atau menyinggung perasaannya.
Sesampainya di rumah Shila, Devan langsung meminta asisten rumah tangga Shila untuk memanggil Shila yang berada dalam kamar.
Tak lama kemudian Shila pun keluar dari kamarnya.
"Maaf Shila jika perkataan ku tadi ada yang tidak pantas, " ucap Devan.
"Tidak Dev, tidak ada yang salah, hanya.." Shila menggantung perkataan nya, ada keraguan di hatinya.
"Hanya apa,katakanlah, " ucap Devan.
"Kita sudah lama bersahabat jika kita berpacaran dan seandainya nanti kita bertengkar, kita tak mungkin lagi bisa jadi sahabat, " jawab Shila.
Setelah mendengar alasan dari Shila, Devan pun mengerti dan dia mencoba menerima bahwa dia dan Shila hanya akan bersahabat.
Kemudian Shila dan Devan kembali ke kantor, mereka bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi di antara mereka.
Hari ini Shila memilih pulang lebih awal karena orang tuanya hari ini datang menjenguknya.
Sudah lama sekali orang tuanya tidak datang, terakhir datang ke rumahnya saat acara perayaan kenaikan jabatannya.
Sebelum pulang Shila menyempatkan diri untuk membeli makanan kesukaan orangtuanya.
Setelah selesai membeli makanan Shila langsung bergegas menuju rumahnya.
Sesampainya di rumah Shila langsung mencium tangan kedua orangtuanya yang sedang menonton sambil menunggu Shila pulang.
"Ini aku bawain makanan kesukaan Mama sama Papa, " ucap Shila.
"Makasih, Nak, mandi dulu sana,abis itu duduk sini ada yang mau Mama omongin sama kamu, " ucap Mama Shila.
Shila langsung masuk ke kamar nya untuk mandi.
Tak lama kemudian Shila sudah siap mandi dan duduk di dekat Mama nya.
"Mau ngomongin apa,sih,Ma.Serius banget kayaknya, " ucap Shila.
"Ini emang serius, Shila, coba kamu pikir umur kamu udah berapa, apa gak ada niat buat menikah, " jawab Mama Shila.
"Ada, Ma, tapi gak sekarang juga dong, Ma, " ucap Shila.
"Kalau kamu gak punya calon suami dalam waktu dekat ini, kamu harus mau Mama jodohin, " jawab Mama Shila.
Shila langsung terkejut dengan ucapan Mama nya, dia langsung berpikir siapa yang harus dia jadiin calon suami pura-pura dia.
Yang terlintas di pikiran nya itu cuma Devan, karena dia gak mungkin jadiin Steven calon suami pura-pura dia, yang ada malah jadi nambah masalah buat dia.
Usia Shila yang sudah memasuki Dua puluh tujuh tahun membuat Mama nya khawatir.
Setelah pembicaraan itu Shila langsung pamit untuk istirahat, Shila pun masuk ke kamar nya.
Sampai di kamar dia teringat buku itu lagi, dia pun mencoba bertanya pada buku itu.
Jawaban dari buku itu adalah seseorang yang selalu di dekatmu adalah masa depan mumu, jangan percaya siapapun yang tiba-tiba datang,diantara beribu bintang hanya satu yang paling terang.
Setelah itu Shila langsung tidur karena dia perlu banyak energi untuk meeting besok.
Keesokan paginya Shila buru-buru berangkat ke kantor karena dia kesiangan.
Mobil Shila tiba-tiba tidak mau hidup dia pun mencoba menelpon Devan,saat Shila ingin menelpon Devan tidak lama kemudian Devan sudah muncul di hadapannya.
"Mobil kamu kenapa,rusak? " ucap Devan.
Shila tak bisa berkata apa-apa,ia bingung kenapa Devan yang masih ingin dia telepon sudah ada di depannya.
"Kok kamu tahu mobil aku rusak, Dev? " tanya Shila.
"Emangnya beneran rusak ya, Shil, aku cuma nebak aja tadi, " ucap Devan.
"Terus kok tumben kamu jemput aku pagi ini, " jawab Shila.
"Oh, tadi kebetulan aku nganter sepupu aku pulang, rumahnya gak jauh dari rumah kamu, jadi sekalian, deh aku mampir, " ucap Devan.
"Oh,tapi kamu gak bohong kan, Dev? " tanya Shila.
"Gak, loh, kamu kok nanya gitu, " jawab Devan.
"Gak ada cuma nanya aja, yaudah buruan entar kita telat masuk kantor, " ucap Shila.
Shila pun masuk ke mobil Devan dan mereka pun berangkat menuju kantor.
Sesampainya di parkiran tiba-tiba seorang laki-laki menghampiri Shila, lalu berkata.
"Cantik, kamu mau jadi pacarku, " ucap laki-laki itu.
Shila langsung menarik Devan pergi meninggalkan parkiran itu.
Melihat laki-laki tadi Devan langsung bertanya.
"Kamu kenal laki-laki tadi, Shila?
" Gak, aku gak kenal, "ucap Shila.
Shila mempercepat langkahnya menuju ruangan nya,hal aneh yang terjadi pasti karena buku itu, " batin Shila.
Anda Mungkin Juga Suka





