Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sahabat Masa Kecil Suamiku Adalah Pelakor

Sahabat Masa Kecil Suamiku Adalah Pelakor

Kesetiaan selama delapan tahun runtuh seketika bagi Nindy. Di malam pernikahan Peter dengan wanita lain, kepedihan Nindy berubah menjadi aksi nekat. Tanpa ragu, ia menghancurkan seluruh isi rumah yang telah mereka tinggali bersama selama hampir sewindu tersebut. Mengangkat konflik pengkhianatan yang mendalam dalam hubungan modern, kisah ini menggambarkan batas akhir kesabaran seorang wanita yang dikhianati oleh pasangannya tepat di hari bahagianya bersama orang lain.
Bab
Bagikan

Bab 5

Peter merasa dirinya sudah cukup merendah. Dia tidak mengerti apa lagi yang membuat Nindy begitu marah.

"Nindy, sebenarnya kamu masih mau aku gimana? Semua pesan yang kamu kirim ke Sofie sudah aku lihat. Iya, aku memang tumbuh besar bersama Sofie, tapi perasaanku padanya hanya sebatas kakak dan adik."

"Kenapa kamu harus selalu memikirkan kami seolah-olah hubungan kami kotor? Soal Bi Bonita, dia sama seperti ibuku sendiri. Aku bahkan nggak marah waktu kamu bohong soal kehamilan ektopik. Kamu datang ke rumah sakit memata-matai aku, aku pun masih bisa memaafkanmu. Bisa nggak kamu berhenti membuat masalah tanpa alasan?"

"Aku lelah. Pergilah," jawab Nindy dengan suara datar.

"Kamu ... suruh aku pergi?"

Peter tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Ini rumah mereka berdua. Jika dia diusir, harus pergi ke mana lagi?

Namun belum sempat dia bertanya lebih lanjut, ponselnya yang tergeletak di samping berbunyi nyaring. Peter menahan emosinya, lalu segera mengangkat.

"Peter, ibuku muntah darah ... cepatlah datang, aku takut sekali!" Suara Sofie di ujung telepon terdengar panik dan menangis.

Peter langsung bangkit dari ranjang. "Jangan takut, aku segera ke sana."

Nindy hanya mendengarkan suara Peter sibuk memakai pakaian, lalu suara pintu dibuka dan ditutup rapat. Dia menutup matanya, seolah kelelahan sudah menelan seluruh tubuhnya.

Di rumah sakit, Peter menggenggam erat tangan Bonita, wajahnya dipenuhi kekhawatiran. Bonita membuka mata yang sudah keruh dan menatap Peter dengan pandangan memohon.

"Peter ... satu-satunya hal yang nggak bisa membuatku tenang sebelum mati adalah Sofie. Aku tahu permintaan ini terlalu berlebihan, tapi aku mohon ... bisakah kamu menikahi Sofie, lalu menjaganya seumur hidup?"

Kata-kata itu membuat Peter tertegun. Dia memang bisa berjanji menjaga Sofie, tapi bagaimana mungkin dia menikahinya? Bukankah dia pernah bersumpah, tak akan pernah meninggalkan Nindy?

Melihat Peter tampak ragu, Bonita mendadak batuk hebat. Darah segar sekali lagi memenuhi tisu yang disodorkan Peter.

Sofie menangis keras sambil berusaha menenangkan ibunya, "Ibu, Peter sudah nikah, jangan persulit dia lagi ...."

"Tapi jelas-jelas ... kalian berdua itu jodoh dari lahir. Semua salah Ibu, salah Ibu yang dulu bawa kamu ke luar negeri ... salah Ibu ...."

Melihat Bonita terengah-engah dan emosinya semakin tak terkendali, Peter akhirnya tidak ragu lagi. Dia menggenggam erat tangan Sofie dan berkata, "Bi Bonita, aku janji. Aku akan menikah dengan Sofie dan menjaganya seumur hidup."

"Kamu ... kamu sumpah ... kamu harus sumpah ...."

Entah dari mana datangnya tenaga, Bonita mencengkeram kerah kemeja Peter dengan kuat.

Peter tidka punya pilihan, dia pun mengangkat tiga jari. "Aku bersumpah, aku akan menikahi Sofie. Kalau aku mengingkari kata-kata ini, biarlah aku mati mengenaskan."

Mendengar ucapannya, wajah tua Bonita yang penuh keriput akhirnya tersenyum lega. "Hidupku sudah nggak lama lagi ... kalian harus menikah sebelum aku pergi ...."

Begitu selesai bicara, Bonita kembali jatuh pingsan karena terlalu banyak menguras tenaga.

Di luar rumah sakit, Peter duduk di bangku panjang. Jarang sekali dia terlihat merokok seperti sekarang.

Sofie datang membawa dua gelas kopi, lalu duduk di sampingnya.

"Peter, aku tahu permintaan ibuku terlalu berlebihan. Tapi dia sebentar lagi pergi, aku nggak mau dia mati dengan penyesalan. Tenang saja, ini hanya pernikahan palsu. Aku sendiri yang akan jelaskan pada Kak Nindy."

Peter menggeleng pelan. "Nggak usah, aku yang akan bicara. Nindy itu baik, dia nggak akan marah."

"Dia benar-benar nggak akan marah? Tapi ... dia ...." Sofie menggantungkan kalimatnya.

"Ada apa dengan dia? Dia kirim pesan lagi ke kamu?"

Sebelum Sofie sempat menjawab, Peter meraih ponselnya dan membuka aplikasi WhatsApp.

[ Nindy: Sofie, dasar wanita hina. Kenapa ibumu belum mati juga? ]

Membaca pesan itu, Peter hampir saja membanting ponsel. Dia tidak percaya Nindy bisa sekejam ini. Nindy bukanlah orang seperti itu.

"Peter, jangan marah ... Kak Nindy cuma terlalu mencintaimu." Sofie terisak, wajahnya dibasahi oleh air mata.

Peter mematikan rokoknya, lalu langsung menarik Sofie ke dalam pelukannya. "Dia sudah keterlaluan. Aku akan pastikan dia minta maaf padamu."

Sofie mengangguk pelan dengan suara serak. Namun di balik bahunya, mata Sofie berkilat penuh kemenangan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Mauku Menjomlo
9.4
Menjadi wanita lajang di atas usia tiga puluh tahun membuat Hasmi Azzahra kenyang akan cibiran tetangga. Sebagai perawat di desa, ia sering dicap tidak laku, namun Hasmi memilih tetap santai menghadapi tekanan sosial tersebut. Baginya, pernikahan adalah komitmen panjang yang butuh pertimbangan matang, bukan sekadar asal pilih demi status. Meski rindu akan belahan jiwa, Hasmi tetap teguh menanti jodoh yang tepat sambil bertahan di tengah nyinyiran orang sekitarnya.
Sampul Novel Cinta Joanna
9.0
Dunia Joanna Alexander seketika hancur berkeping-keping saat mendapati kekasih yang sangat dicintainya tega berkhianat dengan teman dekatnya sendiri. Namun, penderitaan Joanna tidak berhenti di situ saja. Sebuah rahasia besar yang telah disembunyikan orang tuanya selama belasan tahun akhirnya terungkap ke permukaan. Di tengah badai emosi yang mengguncang hidupnya, mampukah Joanna melapangkan dada dan memaafkan kesalahan besar orang tuanya tersebut?
Sampul Novel DILEMA CINTA SEGITIGA
9.3
Marlon dan Sarah menjalani pernikahan yang hanya berlandaskan urusan bisnis semata. Di balik itu, mereka memiliki pasangan rahasia masing-masing. Sarah sebenarnya berniat menjatuhkan reputasi Marlon demi perceraian kilat, namun ia justru mulai merasa cemburu melihat kemesraan Marlon dengan Natalia. Kini, Marlon terjebak dalam situasi rumit karena istri dan kekasihnya sama-sama enggan melepaskannya. Ia pun bimbang harus memilih siapa di antara mereka.
Sampul Novel Gadis Nakal Miliarder
8.4
Serafhine Ariana menjalani profesi unik di dunia daring dengan menawarkan jasa khusus bagi pria tanpa harus mengorbankan kesuciannya. Meski banyak pelanggan merasa puas dan bersedia membayar mahal, Serafhine memiliki prinsip yang sangat teguh dalam bekerja. Ia hanya melayani satu klien untuk satu malam saja. Baginya, tidak ada kesempatan kedua bagi siapa pun, karena ia secara tegas menolak pesanan berulang meskipun ditawari imbalan yang sangat tinggi.
Sampul Novel Harga Sebuah Keperawanan
9.6
Terdesak kemiskinan, Dinda nekat menjual kehormatannya seharga lima ratus ribu rupiah kepada preman. Namun, razia kepolisian menggagalkan rencananya hingga ia bertemu Sergio, polisi tampan yang menolongnya. Meski Sergio sudah berkeluarga, Dinda tetap mengejar cintanya hingga mereka memulai hubungan terlarang secara sembunyi-sembunyi. Akankah rahasia gelap ini terungkap? Bagaimana reaksi istri Sergio saat mengetahui pengkhianatan suaminya tersebut?
Sampul Novel Marriage Agreement
9.2
Aileen Benyamin terpaksa menerima perjodohan dengan Samuel Manasye demi melunasi utang besar ayahnya kepada Ruben Manasye. Meski baru sekali bertemu, keduanya sepakat menikah dengan rencana rahasia: pura-pura hamil, adopsi anak, lalu cerai. James, kekasih Aileen, merestui pernikahan ini namun mengajukan syarat yang sangat berat. Akankah sandiwara mereka berjalan mulus, atau justru syarat sulit dari James menghancurkan segalanya?