Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sahabat Masa Kecil Suamiku Adalah Pelakor

Sahabat Masa Kecil Suamiku Adalah Pelakor

Kesetiaan selama delapan tahun runtuh seketika bagi Nindy. Di malam pernikahan Peter dengan wanita lain, kepedihan Nindy berubah menjadi aksi nekat. Tanpa ragu, ia menghancurkan seluruh isi rumah yang telah mereka tinggali bersama selama hampir sewindu tersebut. Mengangkat konflik pengkhianatan yang mendalam dalam hubungan modern, kisah ini menggambarkan batas akhir kesabaran seorang wanita yang dikhianati oleh pasangannya tepat di hari bahagianya bersama orang lain.
Bab
Bagikan

Bab 1

Di malam ketika Peter menikah dengan wanita lain, Nindy menghancurkan rumah tempat mereka bersama selama delapan tahun!

Pukul dua dini hari, Nindy terbangun karena sakit perut yang menusuk. Sambil meraba ranjang di sebelahnya yang dingin, Nindy baru sadar suaminya, Peter, masih belum pulang.

Rasa nyeri di perut bagian bawah semakin parah. Dengan tubuh bergetar, Nindy menelepon Peter.

Nada tunggu berlangsung lama, hingga akhirnya telepon tersambung. Belum sempat Nindy membuka mulut, suara seorang gadis terdengar di seberang.

"Kak Nindy, Peter sudah tidur. Kalau ada apa-apa, kamu cari dia besok saja, ya. Aku tutup dulu."

"Tunggu ... tunggu sebentar ...."

Perut yang terus meliuk-liuk kesakitan membuat setiap kata yang keluar dari bibir Nindy terasa seperti siksaan. Namun, lawan bicara sama sekali tidak peduli dan langsung memutuskan telepon. Saat dia mencoba menelepon lagi, hanya terdengar pesan kalau ponsel sudah dimatikan.

Nindy terengah-engah, perasaan seperti akan mati membuat seluruh tubuhnya gemetar hebat, air matanya mengalir dengan tak terbendung. Dia tidak ingin mati. Dia masih berusia 26 tahun, masih punya ayah dan ibu, masih punya Peter.

Dengan sekuat tenaga, Nindy menekan nomor darurat, lalu merangkak ke ruang tamu untuk membuka pintu utama. Sebelum kehilangan kesadaran, dia samar-samar mendengar suara sirene ambulans menggema di seluruh kompleks apartemen.

Diagnosis awal dokter adalah hamil ektopik dan harus segera dioperasi. Petugas medis perlu menghubungi keluarga, tetapi nomor Peter tetap tidak bisa tersambung.

"Kamu punya keluarga atau teman lain yang bisa dihubungi?" tanya seorang perawat muda sambil menatap Nindy yang pucat pasi dengan tatapan penuh rasa iba.

Nindy tersenyum pahit dan menggeleng pelan. Orang tuanya tidak tinggal di Kota Rubia, bahkan jika naik penerbangan paling pagi, mereka baru bisa sampai besok sore. Apalagi, kondisi ibunya lemah karena penyakit jantung. Dia tidak sanggup menerima berita yang syok.

Sahabat terbaiknya, Elvi, memang ada di kota ini. Namun, Elvi sedang hamil besar dan sudah masuk masa persalinan, Nindy tidak tega merepotkannya.

"Formulir persetujuan operasi ... biar aku saja yang tanda tangan," katanya lirih.

Operasi dilakukan semalaman. Saat Nindy tersadar, hari sudah berganti pagi. Seorang perawat segera menuangkan segelas air hangat begitu melihatnya membuka mata.

"Bu Nindy, akhirnya kamu sadar. Kamu nggak tahu betapa berbahayanya keadaanmu. Dokter bilang posisi kehamilan ektopikmu sangat buruk. Kalau operasinya terlambat sedikit saja, mungkin nyawamu sudah nggak bisa diselamatkan."

Nindy menyentuh perutnya, hati dipenuhi rasa sedih dan kecewa. Dua tahun dia dan Peter berusaha untuk hamil. Saat akhirnya berhasil, ternyata kandungannya adalah kehamilan ektopik.

Nindy menggenggam ponselnya erat-erat, air matanya berderai tiada henti. Setelah semalaman berlalu, Peter tidak pernah menelepon, bahkan tidak mengirim satu pesan pun.

Anak mereka sudah tiada, tapi ayah dari anak itu seharusnya tahu. Nindy pun menelepon Peter. Kali ini, Peter sendiri yang mengangkat.

"Sayang, aku ...."

"Nindy, aku tahu akhir-akhir ini aku mengabaikanmu, tapi aku benar-benar capek. Bi Bonita kemarin mengalami reaksi penolakan, kondisinya sangat buruk. Soal Sofie, nggak ada apa-apa di antara kami. Dia itu adikku, nggak mungkin mengancam posisimu sebagai istriku. Jangan ribut lagi, bisa nggak?"

Suara Peter terdengar sangat tidak sabar. Nindy terdiam menggenggam ponselnya. Dia tidak tahu harus berkata apa. Setelah hening beberapa detik, Peter kembali bersuara, "Kenapa kamu diam saja? Nindy?"

"Aku ... aku hamil ektop ...."

Belum sempat Nindy menyelesaikan kalimatnya, terdengar suara Sofie dari seberang yang panik bercampur isakan. "Peter, cepat datang lihat ibuku!"

"Sudah, sampai sini dulu."

Telepon langsung diputus.

Nindy menatap langit-langit. Mata yang sedari tadi sudah bengkak, kini kembali dibasahi air mata. Delapan tahun ... dia bersama Peter delapan tahun lamanya.

Delapan tahun itu mereka lewati bersama. Dari tahun terakhir SMA, bertahan dengan hubungan jarak jauh selama empat tahun kuliah, hingga akhirnya dua tahun lalu resmi menikah. Mereka pernah berjanji akan berusaha menyambut hadirnya seorang bayi bersama-sama.

Namun kini, hanya karena sahabat kecilnya yang baru pulang tiga bulan, Nindy seketika berubah menjadi istri pencemburu yang tak tahu diri di mata Peter.

"Hah!" Nindy tertawa getir. Sambil menutup matanya, dia tertawa dan menangis dalam waktu bersamaan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Mauku Menjomlo
9.4
Menjadi wanita lajang di atas usia tiga puluh tahun membuat Hasmi Azzahra kenyang akan cibiran tetangga. Sebagai perawat di desa, ia sering dicap tidak laku, namun Hasmi memilih tetap santai menghadapi tekanan sosial tersebut. Baginya, pernikahan adalah komitmen panjang yang butuh pertimbangan matang, bukan sekadar asal pilih demi status. Meski rindu akan belahan jiwa, Hasmi tetap teguh menanti jodoh yang tepat sambil bertahan di tengah nyinyiran orang sekitarnya.
Sampul Novel Cinta Joanna
9.0
Dunia Joanna Alexander seketika hancur berkeping-keping saat mendapati kekasih yang sangat dicintainya tega berkhianat dengan teman dekatnya sendiri. Namun, penderitaan Joanna tidak berhenti di situ saja. Sebuah rahasia besar yang telah disembunyikan orang tuanya selama belasan tahun akhirnya terungkap ke permukaan. Di tengah badai emosi yang mengguncang hidupnya, mampukah Joanna melapangkan dada dan memaafkan kesalahan besar orang tuanya tersebut?
Sampul Novel DILEMA CINTA SEGITIGA
9.3
Marlon dan Sarah menjalani pernikahan yang hanya berlandaskan urusan bisnis semata. Di balik itu, mereka memiliki pasangan rahasia masing-masing. Sarah sebenarnya berniat menjatuhkan reputasi Marlon demi perceraian kilat, namun ia justru mulai merasa cemburu melihat kemesraan Marlon dengan Natalia. Kini, Marlon terjebak dalam situasi rumit karena istri dan kekasihnya sama-sama enggan melepaskannya. Ia pun bimbang harus memilih siapa di antara mereka.
Sampul Novel Gadis Nakal Miliarder
8.4
Serafhine Ariana menjalani profesi unik di dunia daring dengan menawarkan jasa khusus bagi pria tanpa harus mengorbankan kesuciannya. Meski banyak pelanggan merasa puas dan bersedia membayar mahal, Serafhine memiliki prinsip yang sangat teguh dalam bekerja. Ia hanya melayani satu klien untuk satu malam saja. Baginya, tidak ada kesempatan kedua bagi siapa pun, karena ia secara tegas menolak pesanan berulang meskipun ditawari imbalan yang sangat tinggi.
Sampul Novel Harga Sebuah Keperawanan
9.6
Terdesak kemiskinan, Dinda nekat menjual kehormatannya seharga lima ratus ribu rupiah kepada preman. Namun, razia kepolisian menggagalkan rencananya hingga ia bertemu Sergio, polisi tampan yang menolongnya. Meski Sergio sudah berkeluarga, Dinda tetap mengejar cintanya hingga mereka memulai hubungan terlarang secara sembunyi-sembunyi. Akankah rahasia gelap ini terungkap? Bagaimana reaksi istri Sergio saat mengetahui pengkhianatan suaminya tersebut?
Sampul Novel Marriage Agreement
9.2
Aileen Benyamin terpaksa menerima perjodohan dengan Samuel Manasye demi melunasi utang besar ayahnya kepada Ruben Manasye. Meski baru sekali bertemu, keduanya sepakat menikah dengan rencana rahasia: pura-pura hamil, adopsi anak, lalu cerai. James, kekasih Aileen, merestui pernikahan ini namun mengajukan syarat yang sangat berat. Akankah sandiwara mereka berjalan mulus, atau justru syarat sulit dari James menghancurkan segalanya?