Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sahabat Istriku, Untukku

Sahabat Istriku, Untukku

Dulu, sang protagonis pria kerap dihina dan dianggap tidak berguna oleh istrinya sendiri. Namun, roda berputar setelah ia bergelimang harta. Takut kehilangan cinta dan kekayaan suaminya, sang istri mengambil langkah ekstrem demi mempertahankan hati pria itu. Ia bahkan rela mengirimkan sahabat dekatnya yang berparas cantik ke dalam kamar suaminya. Kini, sang miliarder harus menghadapi situasi rumit saat kedua wanita tersebut terus menguras energi dan menguji ketahanannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Tubuh Erina yang basah kuyup menempel erat di tubuhku.

Merasakan lekuk tubuhnya yang harum dan lembut, detak jantungku semakin berpacu. Aku mencoba mengangkat tanganku untuk mendorongnya menjauh karena khawatir akan membuatnya merasa tidak nyaman.

"Ada ular ... ular! Kak Tandi, aku takut sekali ...."

Erina terlihat ketakutan saat memelukku. Tubuhnya terasa sangat lembut. Aku menelan ludah dengan susah payah.

"Di mana? Di mana ularnya? Jangan takut, ada aku di sini!"

Aku berusaha keras mengenyahkan pikiran-pikiran yang kacau di dalam hatiku, sambil mencoba menenangkan dia dan memeriksa setiap sudut kamar mandi.

"Hah ... Erina, kamu salah lihat. Itu cuma pipa air!"

Ternyata hanya alarm palsu.

Sisa pipa fleksibel yang sebelumnya kugunakan untuk memperbaiki saluran air, entah bagaimana jatuh dari lemari. Namun, karena Erina terlalu takut, dia tetap memelukku erat dan tidak mau melepaskan. Perasaanku campur aduk antara kesulitan menahan diri dan sedikit menikmati situasi ini.

"Uhuk ... Erina, tenanglah. Nggak ada ular di kamar mandi! Itu ... lagian, kamu sekarang belum pakai baju ...."

Mendengar ucapanku, Erina terkejut dan wajahnya langsung memerah. Dia buru-buru melepaskan pelukannya dan mencoba mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya dengan canggung.

Namun, karena panik, dia terpeleset dan tanpa sengaja tangannya mencoba berpegangan pada pinggangku.

"Ahh ...."

Walaupun dia tidak benar-benar mencengkeramku, sentuhannya tetap membuatku merasa nyeri luar biasa. Wajah Erina semakin merah dan setelah akhirnya berhasil mengenakan handuk, dia terus meminta maaf padaku.

Apa yang bisa kukatakan? Aku hanya mengangguk canggung dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa.

Malam harinya, sebagai bentuk permintaan maaf, Erina memutuskan untuk memasak beberapa hidangan untukku.

Selain untuk meminta maaf, dia juga ingin berterima kasih karena aku dan Cecil telah menerimanya di saat-saat sulit.

Awalnya, suasana terasa canggung. Namun, karena dia sedang merasa sedikit tertekan, dia menuangkan beberapa gelas anggur merah untuk dirinya sendiri.

Tak lama kemudian, wajahnya memerah dan matanya mulai terlihat sayu.

"Aku benar-benar iri sama Cecil, dia bisa menemukan pria sebaik kamu!" kata Erina dengan suara yang mulai terdengar mabuk.

Melihat keadaannya, aku segera mendekat untuk menyarankan agar dia berhenti minum. Namun, Erina malah meraih tanganku dan menatapku dengan mata yang tajam tapi memikat.

"Kak Tandi, Cecil pernah bilang kalau pria yang punya uang cenderung jadi nakal. Apa itu benar?"

Aku menjawab seadanya, "Itu tergantung sama sifat orangnya."

Saat aku berbicara, dia menggunakan tangan lainnya untuk menyentuhku dengan mata yang penuh godaan. "Lalu kamu sendiri bagaimana, Kak?" tanyanya sambil tersenyum manis.

"Jangan kira aku nggak tahu. Kamu sebenarnya punya niat sama aku, 'kan? Apalagi tadi di kamar mandi ...."

Aku buru-buru menggelengkan kepala. "Nggak, nggak .... Kamu salah paham ...."

Erina berkedip pelan, memiringkan tubuhnya dengan posisi yang sangat menggoda. "Kalau memang punya niat, kenapa nggak lebih berani saja? Kak, sebenarnya aku sudah lama menyukaimu!"

Jujur, di momen itu, aku hampir tidak bisa menahan diri. Namun, ketika wajah istriku terlintas di benakku ....

"Erina, kamu sudah terlalu banyak minum! Kamu ini sahabat baik Cecil. Apa kamu nggak merasa bersalah sama dia?"

Erina tersenyum kecil, dengan sedikit rasa malu di matanya. "Justru karena aku sahabat baiknya, aku rela berbagi kamu sama dia."

"Daripada kamu bersenang-senang di luar dan menghabiskan uang untuk wanita lain, lebih baik untukku saja. Kita berdua bisa menjaga hatimu tetap di rumah ...."

Di saat itu, kepalaku terasa seperti dipenuhi dengungan. Apa benar ini semua sudah disetujui oleh Cecil? Melihat aku terdiam, Erina menjadi semakin berani dan mulai membuka kancing bajuku.

"Aku rasa, kekhawatiran Cecil memang ada benarnya!" katanya dengan nada manis. "Sebagai sahabat terbaiknya, tentu saja aku ingin membantunya mengikatmu erat-erat."

"Mulai sekarang, dengan adanya kami berdua melayanimu, kalaupun kamu mau berbuat nakal, kamu nggak akan punya kesempatan."

Pikiran-pikiran liar mulai memenuhi kepalaku. Namun, tepat saat itu, suara ponselku tiba-tiba berbunyi dengan nyaring.

Malam-malam begini, kenapa mertuaku tiba-tiba menelepon?

Apa Cecil sedang dalam masalah? Atau mungkin Cecil mencurigai sesuatu dan menelepon untuk memeriksa? Memikirkan kemungkinan itu, keringat dingin langsung membanjiri tubuhku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Kembali Bukan Untuk Cinta
9.8
Pasca menjebak Bara di malam pengantin, Ayla diusir dan mengasingkan diri ke luar negeri. Di sana, ia memulai hidup baru yang mapan dan membesarkan buah hatinya tanpa sepengetahuan sang suami. Namun, takdir memaksa Ayla pulang untuk menghadapi pria yang seharusnya ia benci itu. Kepulangannya membawa misi rahasia yang berisiko menghancurkan reputasinya. Meski dicap sebagai wanita murahan, ia tetap maju demi tujuan yang sangat krusial bagi hidupnya.
Sampul Novel DILEMA SUAMI BAYARAN
9.6
Barra Farzan, seorang duda yang mendambakan kebahagiaan, akhirnya menikahi Astra, putri konglomerat cantik. Namun, saat resepsi pernikahan berlangsung penuh tawa, seorang wanita tiba-tiba muncul dan menampar Astra. Ia mengaku sebagai istri sah Barra yang ditinggalkan bersama anak mereka. Tuduhan pelakor pun seketika menghancurkan suasana. Rahasia gelap apa yang disembunyikan Barra? Sanggupkah mereka bertahan, atau Barra hanya akan menjadi suami bayaran?
Sampul Novel Merenda Cinta
8.4
Aileen, putri bungsu konglomerat properti Hadiwidjaya, bertekad menjadi desainer interior ternama hingga menempuh studi di Stanford. Namun, langkahnya terhambat saat sang ayah menjodohkannya dengan Hasby Al Azizy, putra sahabatnya yang merupakan lulusan Mesir. Sosok Hasby yang pendiam namun ramah membuat Aileen kesal sejak awal. Akankah Aileen menerima perjodohan ini? Simak perjuangan Hasby menghadapi Aileen yang manja namun cerdas demi menemukan cinta.
Sampul Novel Nafsu Terlarang: Suatu Malam Bersama Ayah Suamiku
8.5
Dijebak saudara sendiri, Joanna berakhir di pelukan pria asing hingga dibenci pacar dan dipaksa menikahi Rhys yang licik. Namun, Owen yang merupakan ayah angkat Rhys yang kaya justru melindunginya dari hinaan. Joanna memendam rasa pada Owen, tapi gairah satu malam membuat Owen menjauh. Saat Joanna mencoba berpaling pada pria lain, Owen terbakar cemburu dan menuntut cintanya kembali. Kini Joanna berbalik membalas sikap dingin pria itu dengan penuh tantangan.
Sampul Novel Perawan Satu Milyar
9.0
Hidup Olivia berubah drastis saat keluarganya menjual kehormatannya seharga satu miliar rupiah kepada Arga. Pria dingin tersebut tidak hanya menginginkan fisiknya, namun mengklaim kepemilikan penuh atas seluruh eksistensi Olivia. Meski kini dikelilingi kemewahan apartemen megah, Olivia merasa terpenjara dalam sangkar emas tanpa kebebasan. Di tengah dominasi Arga yang menyesakkan, ia harus berjuang agar tidak hancur dan kehilangan jati dirinya sebagai manusia merdeka.
Sampul Novel Pesona Hantu CEO
8.0
Sion Alexander Robin, CEO tangguh pemimpin Robin Group di Kota Mayro, mengalami kejadian mistis saat arwahnya terlepas dari raga. Terjebak di dunia fana, ia bertemu Roura, gadis sederhana yang ternyata mampu melihat dan menyentuh wujud rohnya. Sion pun meminta bantuan Roura untuk melacak keberadaan tubuh aslinya demi mengungkap misteri di balik kondisinya. Kini, ia harus mencari jawaban pasti: apakah dirinya masih hidup atau sudah mati?