Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sage Benua Longwu

Sage Benua Longwu

Di Benua Longwu, penguasaan energi Mingzhu dan Nebula menentukan kasta seseorang. Li Wei, pemuda tanpa bakat dari Kota Shuimiao, awalnya dianggap sampah sebelum pertemuan tak terduga dengan monster laut legendaris, Longxu, mengubah takdirnya. Kini ia memiliki kemampuan beladiri dan sihir yang langka. Namun, ambisinya menjadi Sage menyeretnya ke perserikatan rahasia yang berbahaya. Diincar banyak ahli karena rahasia besar, mampukah Li Wei mencapai keabadian di tengah kejaran musuh?
Bab
Bagikan

Bab 3

Delapan tahun yang lalu di Kota Shuimiao.

“Sejak awal dunia ada, telah terdapat lima benua di dalamnya.” Pria itu menjelaskan dengan serius.

“Sayangnya keberadaan masing-masing benua terpisahkan dengan jarak yang sangat jauh, tak mungkin dilintasi orang biasa. Dan kemampuan melintas antar benua, hanya dimiliki golongan elit saja.” Tutur Li Tan sambil di menatap anak kecil di hadapannya.

Li Wei kecil, duduk sambil terpaku mendengar kisah yang diceritakan ayahnya Li Tan. Ketika ia berusia enam tahun. Li ei sangat senang mendengar kisah-kisah kepahlawanan, apalagi tentang hero seperti kaum Sage.

Li Tan melanjutkan cerita. “Tersebutlah lima benua besar di dunia itu, namanya Benua Xianjing, Benua Longwu, Benua Zhuoguo, Benua Tianming, dan Benua Hengcheng. Lima benua iniDunia berada pada Universe yang disebut Nebula.”

Dan inti kisah Li Tan sehingga membuat Li Wei kecil tertarik, adalah tentang para Sage, manusia setengah dewa. Mereka adalah ahli pengelola Energi Mingzhu – untuk pertempuran fisik, dan juga Energi Nebula, untuk melakukan aksi tempur secara sihir.

“Mereka disebut Kaum Sage. Manusia setengah dewa, yang dapat terbang!” kata Li Tan dengan dramatis.

Li Wei membuka mulutnya, melongo terkagum-kagum. “Benarkah? Adakah kehidupan semacam itu? Manusia yang dapat terbang?” tanyanya, tidak percaya.

“Tentu saja ada saying.” Jawab Li Tan pada Li Wei, anaknya.

“Lanjutkan ayah!. Li Wei ingin mendengar kelanjutan cerita itu!” seru si anak kecil.

“Baiklah kalau kamu masih tertarik. Litan Tersenyum dan melanjutkan kisahnya.

“Benua Longwu tempat tinggal kita, adalah benua yang kaya aliran Energi Mingzhu, juga Energi Nebula. Tak kalah kuat dibanding benua lainnya di dunia ini.”

“Itu sebabnya. Untuk menjadi penguasa, raja atau yang terhebat di Benua Longwu, seseorang haruslah kuat. Mampu mengolah energi Mingzhu menjadi kekuatan, lebih bagus lagi jika ia adalah pengelola Nebula.

Sayang nya bakat pengolah energi Nebula sudah mulai jarang untuk saat ini.” Pungkas Li Tan sambil di perhatikan tak berkedip mata dari sang putra.

++++++

Ada lima Kekaisaran di Benua Longwu, dimana semua penguasa adalah ahli dalam mengolah energi Nebula.

Pertama Kekaisaran Drakonia di Barat, Negara asing yang diperintah keluarga kerajaan yang erat dengan makhluk legendaris, Naga. Konon mereka adalah keturunan ras naga.

Dua. Kekaisaran Solary di Timur, dimana sekte penyihir pengendali elemen api yang berkuasa disana. Kaisar Solary tak lebih dari boneka dan kaum penyihir lah yang mengendalikan negri ini.

Tiga. Kekaisaran Glacius di Utara. Penguasanya seorang Kaisar penyihir gelap ; seorang Warlock yang ahli sihir hitam.

Empat, Kekaisaran Venturia di dataran Tengah. Sekte rahasia pengendali angin yang berkuasa di sana. Konon Kaisar Venturia merupakan bagian dari kelompok rahasia itu.

Lima - Kekaisaran bernama Terra. Di Kekaisaran Terra dipimpin ratu yang mengendalikan elemen tanah. Itu sebabnya di Terra, tanaman subur dan sumber daya melimpah. Pengaruh sihir sang Ratu lah yang menopang energi di Terra selalu berputar dan menghasilkan tanaman yang melimpah, membuat rakyat sejahtera.

Li Tan tinggal di Kekaisaran Terra, tepatnya di Kota Shuimiao – salah satu provinsi di antara sepuluh provinsi di Terra.

Kota Shuimiao ada di tepi Samudra Longwan – menyebabkan Kota Shuimiao menjadi tempat persinggahan para pedagang antar pulau kecil di sekitar Benua Longwu.

++++++

Li Tan mengakhiri kisahnya, Ketika ia melihat mata Li Wei hampir tertutup.

“Ceritakan lagi tentang mahluk-mahluk legenda laut,seperti Longxu dan lain-lain,” pinta Li Wei merengek.

Li Tan mengelus rambut Wei kecil. Katanya membujuk, “hari telah larut. Besok ayah akan melanjutkan cerita tentang makhluk legendaris dari Samudra Longwu.” Li Wei kecil menutup mata dan tertidur.

Sesekali dalam tidurnya. Li Wei mengigau. “Ayah. Aku akan menjadi Sage satu hari nanti.” Li Tan hanya tersenyum , sesudahnya membelai kepala anak kesayangannya dan ikut tertidur. Mei Ling istrinya tersenyum Bahagia di suatu ruang. Ia menyulam dengan hati Bahagia. Anak dan ayah itu saling menyayang.

+++

Li Wei berlari dengan nafas memburu. Ia sangat takut sampai-sampai dia lupa menutup pintu rumah.

"Itu adalah, makhluk laut yang separuh naga juga separuh ikan itu." Li Wei tersengal-sengal.

Longxu adalah makhluk sakral, disembah para nelayan yang asalnya dari lautan. Sosoknya terlihat seperti naga, namun badannya bersisik kecil mirip seperti ikan.

"Bagaimana dengan nasibku? Apakah makhluk akan memakan ku?"

Bunyi Langkah di arah belakang membuat Li Wei sadar. Ia belum menutup pintu itu. Dan Tiba-tiba sosok bertudung itu muncul dari kehampaan.

Mula-mula hanya asap putih tipis. Dan dengan cepat membentuk figure yang selalu membayangi Li Wei.

“Tolong. Jangan santap aku.” Li Wei melolong. Tapi tak ada orang lain di dalam rumahnya. Ia berlari ke sudut, dan sosok Longxu itu seperti angin, selalu menempel mengikutinya.

“Pergi!. Kumohon.” Tak sedikitpun ada dipikiran Li Wei bahwa Longxu adalah makhluk sacral yang sering menolong kaum nelayan.

Ketika Li Wei terdesak di sudut dan Longxu mendekatnya, "tolong... Jangan santap aku. Aku masih ingin hidup."

Dan lagi dagingku tak enak. Aku manusia fana belaka. Tak menguasai energi Mingzhu seperti yang anda duga.” Li Wei mulai meratap, berharap Longxu itu iba.

Mendadak Longxu itu berbicara dalam Bahasa manusia. Katanya terdengar kesal. "Bodoh sekali! Apakah kamu sedemikian tololnya? Tak pernah mendengar cerita Longxu adalah sahabat manusia?” Sosok bertudung itu terkekeh sesudahnya. Li Wei dianggapnya lucu.

Dengar anak bodoh. Kaum nelayan memuja kami. Aku kecewa jika kau menganggap kami adalah monster penyantap manusia." Suaranya melemah. Mungkin karena luka pedang yang ditembak perempuan berjubah putih, menjelang kematiannya.

Li Wei melihat darah, menetes basah di lantai. “Ah ia lemah. Aku tak perlu takut.” Seketika dia menjadi lebih berani.

Tanya Li Wei rileks sesudahnya. "Lantas apa maksud Tuan sebenarnya? Aku tahu anda telah membuntuti aku sejak dari rumah hiburan itu. Kemudian muncul di jalan sepi dan bertempur melawan dua jubah putih. Bukankah anda mengincar untuk menyantap ku?”

Longwu itu tertawa. “Kamu sungguh pandai membuat lelucon, anak kecil. Longwu sekarat ini, hampir kehabisan nafas, tak tahan dengan kepolosanmu.” Longxu itu terbatuk.

Sesudah batuknya reda, ia melanjutkan riwayatnya. "Pertempuran di jalan sepi tadi bukan yang pertama kali. Semua praktisi itu bekerja sama, beramai-ramai mereka mengeroyokku demi Mutiara Energi yang aku miliki." Pungkasnya. Ia memerhatikan perubahan di wajah Li Wei. Tapi tak ada yang berubah. “Anak bodoh ini bahkan tak tahu apa itu Mutiara energi. Bagus kalau begitu!”

"Mutiara Energi? Maafkan aku tuan. Aku tak mengerti maksud anda!" tanya Li Wei jujur.

Longxu sekali lagi tertawa keras. Ia sangat senang. "Ternyata pilihanku tidak salah. Kamu adalah masih polos dan tidak serakah.” Batuk-batuk lagi. Darah keluar basah di lantai.

“Tuan, istirahatlah di kamar Li Wei.” Kata Li Wei khawatir.

Longxu menepis. Ia melanjutkan ceramahnya. “Tahukah kamu? Aku secara acak menemukanmu di rumah hiburan itu, ketika terdesak mencoba bersembunyi dari kejaran ahli pedang dan ahli sihir kelompok berjubah putih itu.”

Saat melihatmu pertama kali, aku sudah merasa, kamu adalah pewaris Mutiara energiku yang paling cocok. Aku tak ingin mati sia-sia. Aku juga tak ingin Mutiara Energiku jatuh ke tangan manusia-manusia serakah!" Longxu itu sekali lagi batuk dan memuntahkan seteguk darah.

Ia menatap Li Wei lekat. “Kemarilah anak muda. Ada yang ingin ku berikan padamu.”

Meski tak ingin terlibat masalah, tapi Li Wei iba dengan sosok itu. “Ia sudah akan mati. Alangkah baiknya aku mengikuti keinginan orang yang tak lama lagi hidup di dunia ini.”

Li Wei mendekat. Longxu meminta ia menelengkan kepalanya. Dan benda itu tahu-tahu telah di suap Longxu, masuk ke dalam perutnya. Glek - glek

Li Wei tak kuasa, Ketika benda bulat, asin dan anyir itu lolos begitu saja ke dalam lambungnya. Li Wei melompat mundur. I marah. "Demi apapun. Apa yang anda lakukan?” anyir itu tak jua hilang, penuh di mulutnya

“Tolong! Aku kepingin muntah" Li Wei berusaha muntah tapi tak bisa.

Longxu menjepit dua jari, dan ia menotok Li Wei agar tak memuntahkan benda bulat dan anyir, yang sekarang membuat lambung hangat. Pandangannya mengabur. Li Wei merasa seperti oleng terombang-ambing diatas kapal di lautan.

“Mengapa anda meracuniku? Padahal aku bersikap baik pada anda.” Li Wei terkulai di lantai. Samar-samar ia mendengar berkata.

“Jutaan orang di Benua Longxu rela mati, hanya demi Mutiara Energi yang kau anggap menjijikan tadi anak bodoh. Ingatlah aku, Ketika kelak kamu merasakan manfaat Mutiara energiku!” semua memudar.

"Mutiara Energi apa itu? Jika itu adalah benda yang sakti, mengapa sekarang aku akan mati?" Li Wei tak sadarkan sesudahnya.

Apakah Li Wei akan mati, ataukah memperoleh satu berkah dari Longxu itu?

BERSAMBUNG.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bangkitnya Ahli Waris Tersembunyi
7.9
Adit, mahasiswa yang kerap dirundung, memilih mengakhiri hidupnya. Namun, jiwa Hito Aswatama justru merasuk ke raga Adit setelah sebuah kecelakaan maut menimpanya. Menggunakan identitas baru, Hito menyelidiki dalang pembunuhannya sambil memperebutkan takhta ahli waris Aswatama melawan paman dan sepupunya. Konflik ini perlahan mengungkap rahasia gelap keluarga besar terkait kematian orang tua Hito. Mampukah ia bertahan di tengah intrik perebutan kekuasaan tersebut?
Sampul Novel Collateral Fate
9.5
Letnan Arya Pradipta dari pasukan khusus mengemban misi berisiko tinggi demi menyelamatkan Alana Weston, relawan yang diculik teroris internasional. Namun, operasi rahasia ini berubah menjadi perjuangan hidup mati saat mereka terjebak di zona musuh yang berbahaya. Arya segera menyadari bahwa penculikan Alana bukan sekadar aksi kriminal biasa, melainkan bagian dari konspirasi politik besar yang mengancam keselamatan mereka di tengah pelarian.
Sampul Novel Dunia Pelita
9.8
Pelita adalah model tangguh dari keluarga retak yang sangat menjaga kehormatannya. Namun, sebuah insiden tragis merenggut kesuciannya dan menyeretnya ke dalam kehidupan Adhim, pemimpin geng motor sekaligus putra kiai. Meski Adhim berniat menebus dosa dengan pernikahan, Pelita bimbang karena ia tak pernah berencana menjalin hubungan. Perbedaan latar belakang yang kontras menjadi ujian berat. Mampukah cinta tumbuh di tengah konflik dan masa lalu yang kelam?
Sampul Novel KETUA GENG MOTOR VS BADGIRL
7.9
Qiandra Putri menjalani kehidupan ganda sebagai badgirl sekaligus Ketua OSIS yang tegas. Meski sudah lama putus, ia sulit mendapatkan kekasih baru karena ulah mantan pacarnya, Exal Jevon Danendra. Sebagai pemimpin geng motor EXALTO yang ditakuti, Exal secara rahasia mengintimidasi setiap pria yang berani mendekati Qiandra. Di tengah bayang-bayang masa lalu dan obsesi sang mantan, mampukah mereka kembali bersatu atau justru semakin menjauh?
Sampul Novel Menjadi Tahanan Mafia
9.3
Terjebak dalam salah paham antar geng mafia, Demora Salvatrucha bertekad membalas kematian ayahnya. Ia menyamar menjadi Erica, wanita lemah yang masuk ke sarang pemimpin Salvador demi misi balas dendam. Namun, sandiwara ini justru menjebak Demora dalam dilema identitas dan perasaan cinta yang tak terduga. Di tengah gejolak emosi dan konflik berdarah, mampukah ia menuntaskan misinya, atau justru identitas Erica akan selamanya menelan jati diri aslinya?
Sampul Novel Pembalasan Dendam Istri TKI
8.6
Mutia terpaksa memendam amarah saat bekerja di negeri orang, mengetahui suaminya berkhianat dengan menikah lagi. Penderitaannya kian memuncak ketika putri tercintanya menjadi korban penganiayaan di rumah. Sekembalinya ke tanah air, Mutia tidak lagi tinggal diam. Dengan tekad yang membara, ia merancang strategi untuk menuntut keadilan. Kini, saatnya bagi Mutia membalaskan semua rasa sakit dan pengkhianatan yang telah menghancurkan hidup keluarganya.