Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Saat Cinta Menyerah

Saat Cinta Menyerah

Pernikahan yang seharusnya penuh kebahagiaan justru berubah menjadi badai nestapa. Tepat pada hari ulang tahun pernikahan yang ketiga, sang istri harus menelan pil pahit. Zayn Evander, suaminya sendiri, tidak lagi menyembunyikan hubungannya dengan wanita lain. Lewat jagat maya, Selena Vireya, perempuan yang secara terang-terangan dicintai oleh Zayn, tanpa ragu memamerkan kemesraan mereka berdua di media sosial, menghancurkan sisa-sisa harapan dalam rumah tangga yang retak ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

Zayn menoleh dengan wajah terkejut.

Saat aku menunduk, tatapan kami justru saling bertemu.

Aku tersenyum kikuk, tapi dia malah marah.

“Kenapa kamu selalu serendah ini, hah? Sampai-sampai nguping segala?” ucap Zayn dengan nada tinggi.

“Aku nggak nguping! Aku ke sini mau ngobatin...”

Belum sempat menyelesaikan kalimatku, Selena buru-buru berdiri hendak menghampiriku.

“Bang Zayn, jangan...”

Belum juga selesai melanjutkan kalimatnya, Selena yang menghampiriku dengan membawa semangkuk bubur yang panas terjatuh ke arahku.

“Aduh!” Teriakku kesakitan.

Bubur itu jatuh ke kakiku, tapi tubuh Selena justru jatuh ke pelukan Zayn.

Dua orang penuh drama.

Yang sial malah aku.

“Maaf, Mbak Manda. Aku kaget melihatmu, jadi refleks. Aku nggak sengaja...” Belum selesai bicara, Selena pun menangis.

Zayn langsung melindunginya, menarik tubuhnya ke belakang sembari memeriksa pergelangan tangan wanita itu dengan hati-hati.

Pria itu mengabaikanku yang tengah kepanasan akibat tumpahan bubur.

Bubur panas itu menembus baju dan menyentuh kulitku. Air mata pun tanpa sadar mengalir. Entah karena panas atau luka.

“Nggak usah drama! Selena ‘kan nggak sengaja,” bentak Zayn justru menyudutkan.

“Ini semua salahku, aku yang bodoh, aku nggak bisa melakukan apa-apa dengan benar. Mungkin, lebih baik aku mati saja.” Suara Selena terdengar lirih, kepalanya terbenam dipelukan Zayn. Sosoknya tampak begitu rapuh, membuat siapapun yang melihatnya akan merasa iba.

Mereka berdiri di sana, terlihat seperti sepasang kekasih yang telah melewati banyak badai bersama.

Sementara aku? Aku hanyalah orang asing yang merusak suasana.

“En … hari ini pulang, ‘kan? Ada yang mau aku bicarakan,” ucapku tenang tanpa menunjukkan emosi apa pun.

Barulah saat itu dia menoleh ke arahku, menatap lukaku yang membengkak. Dalam matanya sekilas terlintas emosi yang rumit.

Dia tampak ingin mengatakan sesuatu, tapi Selena sudah lebih dulu menarik lengannya.

“Bang Zayn, aku harus ke ruang pemeriksaan,” ucap Selena.

Zayn ragu sejenak, lalu memapah Selena pergi.

Dari ujung mataku, aku menangkap ekspresi Selena.

Dia berdiri tepat di belakang Zayn, senyum puas pun terpancar di wajahnya. Senyum itu penuh arogansi dan kemenangan.

Tatapan matanya seolah memberitahuku:

“Lihat ‘kan, pada akhirnya Zayn tetap ada di sisiku.”

Lampu putih di Lorong rumah sakit terasa menyilaukan. Seorang perawat datang tergesa-gesa, sementara aku justru merasa dunia terasa sangat sunyi.

“Luka bakar ibu butuh tindakan segera,” ucap perawat dengan lembut dan profesional. Suara itu juga yang menepis kesunyianku.

Aku pun mengangguk, membiarkan tubuhku dibawa masuk ke ruang perawatan.

Bau disinfektan menusuk hidungku, tapi entah kenapa... justru membuatku merasa nyata.

Tak apa…

Sepuluh tahun hubungan, kalau memang harus selesai, berakhir hari ini atau besok pun tak ada bedanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Sampah
8.1
Trauma kekerasan seksual mengubah Berlian menjadi sosok tomboi yang nakal. Merasa dirinya kotor dan tak berharga, ia menutup hati serta menghindari hubungan dengan pria mana pun. Berlian yakin tidak akan ada lelaki yang tulus menerimanya. Namun, takdir membawanya bertemu seorang pria kaya raya yang mengubah segalanya. Akankah kehadiran sosok miliarder ini menyembuhkan luka masa lalunya yang kelam, atau justru memberikan penderitaan baru yang lebih menyakitkan?
Sampul Novel AKU dan MAS DIREKTUR
9.2
Ajeng bertekad kuat untuk kabur demi menghindari acara pertunangan dari perjodohan yang tidak pernah ia inginkan. Ia merasa sangat terdesak hingga mencari segala cara untuk melarikan diri. Namun, sebuah keberuntungan tak terduga justru berpihak padanya. Saat waktu yang ditentukan tiba, sosok pria yang dijodohkan dengannya ternyata tidak kunjung datang. Ajeng pun merasa telah memenangkan situasi sulit tersebut karena rencana itu gagal total.
Sampul Novel Berlian yang Tersamarkan
9.3
Dahulu pewaris manja, Evelyn jatuh miskin setelah dijebak putri asli dan diusir orang tua angkatnya. Namun, ia bangkit dengan mengungkap identitas rahasianya sebagai peretas, desainer, dan dokter jenius. Saat orang tua angkatnya menuntut hartanya, Evelyn menolak dengan tegas. Ia pun mencemooh mantan tunangannya yang memohon kembali. Di tengah kemenangannya, seorang pria berkuasa datang melamar, menawarkan masa depan baru yang tak terduga bagi sang berlian.
Sampul Novel Diawali Dengan Penceraian
8.2
Setelah diusir dari Keluarga Wilton, Gerald harus menjalani hidup penuh kemiskinan selama lima belas tahun. Nasibnya kian terpuruk saat ia dicap sebagai menantu tidak berguna dan diceraikan oleh Clarisa setelah dua tahun mereka membina rumah tangga. Namun, siapa sangka bahwa perpisahan pahit tersebut justru menjadi titik balik besar dalam hidupnya. Inilah awal dari babak baru perjalanan Gerald yang penuh kejutan setelah statusnya sebagai suami berakhir.
Sampul Novel Diperas Mafia Tengil
8.6
Hidup Rania penuh cobaan, mulai dari gagal menikah hingga diceraikan karena tak punya anak lelaki. Saat ingin berhenti menjadi asisten pribadi, ia justru diperas oleh bosnya yang seorang mafia, Radin. Namun, Radin malah melindungi Rania dan putrinya dari gangguan sang mantan suami. Sikap kontradiktif ini membuat Rania bingung akan niat asli Radin. Ternyata, Radin menyimpan rahasia besar tentang masa lalu mereka yang menjadi alasan di balik kebaikannya.
Sampul Novel Ditinggal Nikah, Aku Langsung Menikahi Putra Mahkotan
9.3
Hari pernikahan impianku hancur saat tunanganku kabur bersama asistennya, sementara sahabat masa kecilku justru mempermalukanku di depan umum demi menyenangkan wanita itu. Mereka mengira aku tidak akan berani pergi dan menerima penghinaan ini begitu saja. Namun, mereka salah besar. Di tengah kekacauan itu, adik mantan tunanganku mengajakku ke kantor catatan sipil. Tanpa ragu, aku langsung menghubungi putra mahkota Keluarga Lessy untuk meresmikan pernikahan kami di hari yang sama dengan mereka.