Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Saat Aku Mati, Pacarku Sibuk Menolong Wanita Lain

Saat Aku Mati, Pacarku Sibuk Menolong Wanita Lain

Saat banjir bandang mulai menenggelamkan area parkir bawah tanah akibat hujan lebat, Yuni mendapati dirinya terkunci tanpa jalan keluar. Dalam kepanikan, ia menghubungi Wibi untuk meminta bantuan. Namun, sang kekasih justru merasa terganggu dan menolak menyelamatkannya. Wibi memilih membawa tim penyelamat demi menolong kucing milik Maya yang terjebak di atas pohon. Yuni pun ditinggalkan sendirian berjuang menghadapi maut di tengah genangan air yang terus meninggi.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sayangnya, Wibi tidak melihatnya. Justru di sisi lain, Maya tiba-tiba merinding, lalu cepat-cepat mendekatinya, "Kak Wibi, kamu pasti capek sekali."

Dia mengambil tisu dan menyeka lumpur yang berlumuran di wajah Wibi.

"Nggak kok, ini memang tugas kami."

Maya kembali berkata, "Aku nggak habis pikir, apa yang ada di benaknya sampai datang ke parkiran bawah tanah di saat seperti ini?"

"Sudah diingatkan, tapi masih saja nekat. Tugas kita sudah selesai, yang salah ya dia sendiri …."

Saat Kapten Cipto lewat dan mendengar ini, dia langsung memotong dengan marah, "Diam, Wibi! Kata-kata bisa jadi bumerang! Sebagai petugas penyelamat, jangan bicara sembarangan tentang korban, terutama di depan jenazah! Apa aku perlu mengingatkanmu soal ini?"

"Selain itu, kamu pasti kena sanksi kali ini. Kembali ke markas, tulis laporan!"

"Kenapa harus kena sanksi?"

Maya tidak senang. "Kak Wibi telat karena membantu aku, 'kan?"

Kapten Cipto menatap Wibi dengan tajam. "Nyawa orang itu urusan besar, Wibi. Kita bahas nanti di markas!"

Lalu dia mengarahkan pandangannya ke Maya. "Dan Nona Maya, lain kali jangan menyusahkan semua orang untuk urusanmu sendiri. Kalau kucingmu hilang, itu tanggung jawabmu sebagai pemilik. Jangan pakai alasan itu untuk menghabiskan sumber daya publik!"

Kapten Cipto memang tidak pernah punya kesan baik terhadap Maya.

Dia juga tidak suka dengan cara Maya terus memanggil pacar orang lain dengan nada manja "Kak," jadi setiap kali melihatku diperlakukan buruk, dia sering menegur Wibi.

Namun, bagaimanapun juga, dia bukanlah seorang senior, hanya seorang kapten. Oleh karena itu, setelah menegur beberapa kali tetapi tidak dihiraukan oleh Wibi, Kapten Cipto pun tidak banyak berkata lagi.

Namun, kali ini, Kapten Cipto benar-benar tidak tahan lagi.

Setelah mendengar teguran itu, Maya langsung kesal. "Kak Wibi, dia keterlaluan. Kenapa bicara begitu ke aku?"

"Sudahlah, Maya. Dia itu atasan, jangan banyak ngomong. Aku mau balik ke markas, kamu juga pulang ya."

Wibi menepuk pundaknya, tetapi Maya malah menariknya. "Datang saja ke rumahku nanti. Aku bikin sup buatmu, biar kamu pulih lagi. Hitung-hitung sebagai ucapan terima kasih karena kamu menyelamatkan Bubu."

Bubu adalah kucing ragdoll miliknya. Wibi berpikir sejenak, lalu mengangguk. Tetapi, sebelum pergi, dia mencoba meneleponku.

Sayangnya, ponselku sudah mati total karena kehabisan baterai.

Wajah Wibi tampak kesal. "Masih main drama sama aku? Aku kasih tahu ya, kalau nggak mau angkat telepon, ya jangan pernah angkat lagi selamanya!"

Aku mendesah. "Memang aku nggak akan pernah angkat lagi, Wibi. Puas sekarang?"

Wibi menutup telepon dengan marah dan kembali ke markas. Sesampainya di kantor, Kapten Cipto langsung memarahinya habis-habisan.

Mengetahui bahwa setengah jam terbuang demi menyelamatkan seekor kucing, Kapten Cipto akhirnya tidak bisa menahan emosinya lagi. "Wibi, pisahkan urusan pribadi dan pekerjaan! Jangan anggap semua anggota tim ini sebagai milik pribadimu. Setengah jam! Kalau kalian pergi lebih cepat, gadis itu nggak akan mati!"

"Aku akan laporkan kejadian ini. Siap-siap menerima sanksi!"

"Nggak perlu terlalu serius begitu, 'kan?" Wibi terkejut. "Aku cuma punya tugas lain waktu itu!"

"Siapa yang kasih tugas itu? Ada catatannya?"

Wibi langsung terdiam.

Tidak ada catatan Maya meminta bantuannya, itu hanya panggilan telepon.

Sebaliknya, aku, penghuni yang melapor lewat manajemen, adalah bukti nyata bahwa dia terlambat.

Kalau saja dia terlambat lima menit, aku mungkin masih hidup.

Setelah dimarahi, Wibi pergi untuk menulis laporan.

Empat jam kemudian, jasadku telah dibersihkan. Manajemen gedung mengonfirmasi identitasku dan menyerahkan data terkait kepada tim penyelamat.

Ketika Kapten Cipto menerima data itu, dia langsung terdiam. Dengan cepat, dia berlari ke kantor.

Dia melihat Wibi bergegas keluar.

"Wibi! Mau ke mana? Soal Yuni, dia ...."

"Nggak usah bahas itu lagi, Kapten Cipto. Yuni cuma ngambek, bilang terjebak, lalu mematikan ponsel. Aku nggak tahu apa maksudnya!"

Kapten Cipto menyerahkan data itu kepadanya. "Ini data korban. Lihat baik-baik."

"Kenapa aku harus lihat? Dia bukan siapa-siapaku …."

Belum selesai bicara, Wibi tertegun. Tangannya gemetar saat membaca data itu. Matanya membelalak, dan setelah beberapa saat, dia tergagap, "Ng-nggak mungkin!"

"Itu bukan dia!"

"Kalau mau memastikan, lihat saja langsung."

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B45862" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi NovelShort untuk melanjutkan membaca.
B45862
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ibu Angkat Psikopat
8.5
Diadopsi bersama kembarannya yang rupawan, sang protagonis mengira kehidupan barunya akan normal. Namun, rahasia kelam keluarga angkatnya terbongkar saat ia menyaksikan putra ibu angkatnya, Donny, melecehkan kakaknya demi menghasilkan plasenta. Sang ibu percaya plasenta kerabat dekat adalah obat segala penyakit. Setelah melahirkan tiga anak untuk dikonsumsi plasentanya, kelahiran anak keempat justru membawa petaka misterius yang membuat ibu angkat mereka kehilangan akal sehat.
Sampul Novel Ibu Tiri yang Buta Hati
9.3
Kiara kehilangan satu mata demi melindungi ayahnya, Ditya Danaraja, yang menderita bipolar. Sejak itu, siapa pun yang mengusiknya selalu berakhir tragis. Namun, setelah Kiara menjalani pengobatan medis di luar negeri dan berhasil melihat kembali, ia disambut oleh kabar pernikahan sang ayah. Alih-alih mendapatkan kasih sayang dari ibu tiri baru yang katanya lembut, Kiara justru diculik dan diikat di sebuah pabrik kosong. Ibu tirinya menuduhnya sebagai perebut suami dan pencuri perhiasan, bahkan mengancam akan mengulitinya hidup-hidup.
Sampul Novel Kisah Cinta di Batukarut
8.6
Lihar dipercaya memimpin perusahaan pasir di Batukarut menggantikan Pak Ajat yang menyimpan dendam. Meski dibantu Dadun dan Om Joni, tantangan berat muncul dari kecurangan pekerja hingga teror gaib garam misterius yang memicu kecelakaan beruntun. Di tengah kemelut bisnis, hubungan asmara Lihar dengan Yeti terancam oleh kehadiran Erom hingga memicu keributan warga. Meski teguh menghadapi sabotase mistis, Lihar harus tegar saat kariernya stabil namun kisah cintanya justru hancur.
Sampul Novel Mengejar Dosen Duren
9.4
Jelita terbangun dalam kondisi mengenaskan setelah tubuhnya dipinjamkan kepada Elizabeth, hantu istri dosennya sendiri, Daniel Danuarja. Tanpa diduga, Elizabeth justru memanfaatkan raga Jelita untuk berhubungan intim dengan sang suami hingga Jelita kehilangan kesuciannya. Saat kesadarannya kembali, Jelita mendapati arwah Elizabeth mulai memudar dan hampir lenyap. Di tengah kemarahan akibat dikhianati, Jelita kini terjebak dalam skandal rumit bersama Daniel.
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang pria terjebak dalam kengerian Hutan Gondoriyo setelah tersesat saat menjelajah. Di tengah fenomena ghaib kendaraan yang raib, ia bertemu pasangan lansia misterius di sebuah pondok terpencil yang memberinya peringatan. Meski berhasil pulang, rasa penasaran membawanya kembali, namun hutan itu seolah lenyap. Hubungan gelap antara kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terkuak, memaksanya mempertaruhkan nyawa demi mengungkap kebenaran yang menghantui.
Sampul Novel My Ghost
8.4
Syafira baru menyadari alasan di balik harga sewa apartemennya yang sangat murah. Hunian itu ternyata berhantu, hingga membuat para tetangga merasa ngeri. Bukannya takut, Syafira justru terpesona oleh ketampanan sang arwah. Imajinasi romantisnya mulai liar hingga ia merasa nyaman dengan sentuhan dingin makhluk tersebut. Namun, perbedaan alam mulai menghantui logika Syafira. Mampukah hubungan beda dunia ini berakhir indah layaknya novel yang ia tulis?