Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Saat Aku Mati, Pacarku Sibuk Menolong Wanita Lain

Saat Aku Mati, Pacarku Sibuk Menolong Wanita Lain

Saat banjir bandang mulai menenggelamkan area parkir bawah tanah akibat hujan lebat, Yuni mendapati dirinya terkunci tanpa jalan keluar. Dalam kepanikan, ia menghubungi Wibi untuk meminta bantuan. Namun, sang kekasih justru merasa terganggu dan menolak menyelamatkannya. Wibi memilih membawa tim penyelamat demi menolong kucing milik Maya yang terjebak di atas pohon. Yuni pun ditinggalkan sendirian berjuang menghadapi maut di tengah genangan air yang terus meninggi.
Bab
Bagikan

Bab 1

Hujan deras datang tanpa henti, banjir mulai menggenangi parkiran bawah tanah, dan aku segera menghubungi pacarku.

"Tolong aku … Wibi, aku terjebak di parkiran! Pintu darurat terkunci!”

Suara Wibi di telepon terdengar kesal, "Yuni, cukup sudah! Kucing Maya naik ke pohon dan nggak bisa turun. Kami sedang sibuk sekarang!"

Dia menutup telepon tanpa peduli permohonanku, membawa tim penyelamat terdekat untuk menyelamatkan seekor kucing, dan meninggalkanku tanpa jalan keluar.

Air di parkiran naik dengan cepat, pintu darurat terkunci, dan aku memanjat ke atas mobil. Baterai ponselku tinggal satu garis.

Setelah Wibi menutup telepon, ponselku mati total. Putus asa, aku berteriak sekuat tenaga, "Apa ada orang? Tolong aku!"

Aku melambaikan tangan ke arah kamera pengawas di atas, berharap seseorang memperhatikanku.

Namun, tidak ada yang menyadari keberadaanku.

Banjir perlahan menelan tubuhku, hingga akhirnya aku sepenuhnya tenggelam.

Rasa sesak dan sakit memenuhi dadaku. Aku melihat kalung di leherku, menariknya dengan sekuat tenaga, lalu semuanya menjadi gelap.

Ketika aku membuka mata lagi, aku melayang di atas langit-langit parkiran. Dari luar, terdengar suara orang memanggil, "Apa ada orang?"

"Nona Yuni!"

Manajer gedung datang bersama tim, berjalan menembus air dan lumpur. Saat mereka tiba di jalur darurat, mereka semua terdiam.

"Siapa yang mengunci pintu ini?"

"Nggak tahu, biasanya pintu ini selalu terbuka. Selain itu, ini bukan kunci kami!"

Dari atas, aku melihat wajah sang manajer berubah pucat. Perasaan dingin menyelimuti hatiku.

Ada yang ingin aku mati.

"Cepat cari korban!"

"Yuni!"

"Yuni!"

Mereka tahu aku terjebak di parkiran?

Rasa penasaran membuat jiwaku mengikuti mereka.

Aku tinggal di kompleks apartemen baru, dan pihak pengelola biasanya cukup bertanggung jawab.

Saat hujan deras, mereka sudah mengingatkan aku bahwa parkiran mulai tergenang air dan memintaku untuk memindahkan mobil.

Aku teringat kejadian tahun lalu, parkiran ini juga terendam dan banyak mobil yang rusak.

Mobil kecilku baru kubeli tahun ini. Begitu mendengar kabar itu, aku langsung turun. Namun, saat masuk, air sudah mencapai betisku.

Aku bergegas menuju mobil dengan niat memindahkannya, tetapi tiba-tiba ada aliran air besar yang masuk. Aku langsung berbalik dan berlari.

Sayangnya, pintu darurat tertutup oleh angin.

Aku tidak bisa membukanya, apa pun yang kulakukan.

Sekarang aku tahu, ternyata seseorang sengaja mengunci pintu itu. Siapa yang ingin aku mati?

Jiwaku melayang keluar, dan aku melihat bahwa di luar sudah banyak tim penyelamat.

Pakaian oranye mereka mencolok, dan aku mencari-cari Wibi di antara mereka.

Dia adalah ketua tim penyelamat kota ini dan kebetulan sedang patroli di dekat sini untuk berjaga-jaga.

Namun, hari ini, sialnya, dia pergi membawa seluruh timnya yang terdiri dari tujuh atau delapan orang.

Ambulans juga sudah datang. Begitu mendengar aku terjebak, mereka langsung memulai operasi penyelamatan.

Namun, parkiran bawah tanah itu sudah terendam lebih dari tiga meter. Manajer gedung dan timnya harus menggunakan perahu untuk masuk. Dasarnya dipenuhi lumpur; setiap langkah membuat kaki mereka terbenam.

Proses penyelamatan sangat sulit, dan tidak ada yang tahu di mana tubuhku berada.

Saat itu, Wibi baru tiba dengan tergesa-gesa, diikuti oleh Maya Sudiro di belakangnya.

"Wibi, apa dia akan baik-baik saja? Ini semua salahku, aku menghambat penyelamatan."

"Tenang saja, dia selalu merepotkan aku dengan hal kecil. Sudah ada peringatan untuk nggak keluar saat hujan deras. Dia nggak mungkin sebodoh itu keluar di waktu seperti ini!"

Wibi berkata tanpa berpikir, tetapi langsung disambut oleh atasannya, Kapten Cipto.

Melihat Wibi, wajah Kapten Cipto penuh amarah, "Tim kalian yang paling dekat, tapi kalian terlambat setengah jam. Ke mana saja kalian?"

"Kapten Cipto, ini semua salahku. Kucingku lari ke atas pohon, dan Wibi membantuku mencarinya."

Maya menjelaskan sambil memasang wajah bersalah.

Kapten Cipto makin murka, "Wibi! Kamu tahu nggak, ini soal nyawa! Apa pun alasannya, aku akan menjatuhkan sanksi padamu kali ini!"

Wajah Wibi berubah masam. Dia sama sekali tidak menyangka, di tengah cuaca seperti ini, seseorang bisa terjebak di parkiran bawah tanah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ibu Angkat Psikopat
8.5
Diadopsi bersama kembarannya yang rupawan, sang protagonis mengira kehidupan barunya akan normal. Namun, rahasia kelam keluarga angkatnya terbongkar saat ia menyaksikan putra ibu angkatnya, Donny, melecehkan kakaknya demi menghasilkan plasenta. Sang ibu percaya plasenta kerabat dekat adalah obat segala penyakit. Setelah melahirkan tiga anak untuk dikonsumsi plasentanya, kelahiran anak keempat justru membawa petaka misterius yang membuat ibu angkat mereka kehilangan akal sehat.
Sampul Novel Ibu Tiri yang Buta Hati
9.3
Kiara kehilangan satu mata demi melindungi ayahnya, Ditya Danaraja, yang menderita bipolar. Sejak itu, siapa pun yang mengusiknya selalu berakhir tragis. Namun, setelah Kiara menjalani pengobatan medis di luar negeri dan berhasil melihat kembali, ia disambut oleh kabar pernikahan sang ayah. Alih-alih mendapatkan kasih sayang dari ibu tiri baru yang katanya lembut, Kiara justru diculik dan diikat di sebuah pabrik kosong. Ibu tirinya menuduhnya sebagai perebut suami dan pencuri perhiasan, bahkan mengancam akan mengulitinya hidup-hidup.
Sampul Novel Kisah Cinta di Batukarut
8.6
Lihar dipercaya memimpin perusahaan pasir di Batukarut menggantikan Pak Ajat yang menyimpan dendam. Meski dibantu Dadun dan Om Joni, tantangan berat muncul dari kecurangan pekerja hingga teror gaib garam misterius yang memicu kecelakaan beruntun. Di tengah kemelut bisnis, hubungan asmara Lihar dengan Yeti terancam oleh kehadiran Erom hingga memicu keributan warga. Meski teguh menghadapi sabotase mistis, Lihar harus tegar saat kariernya stabil namun kisah cintanya justru hancur.
Sampul Novel Mengejar Dosen Duren
9.4
Jelita terbangun dalam kondisi mengenaskan setelah tubuhnya dipinjamkan kepada Elizabeth, hantu istri dosennya sendiri, Daniel Danuarja. Tanpa diduga, Elizabeth justru memanfaatkan raga Jelita untuk berhubungan intim dengan sang suami hingga Jelita kehilangan kesuciannya. Saat kesadarannya kembali, Jelita mendapati arwah Elizabeth mulai memudar dan hampir lenyap. Di tengah kemarahan akibat dikhianati, Jelita kini terjebak dalam skandal rumit bersama Daniel.
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang pria terjebak dalam kengerian Hutan Gondoriyo setelah tersesat saat menjelajah. Di tengah fenomena ghaib kendaraan yang raib, ia bertemu pasangan lansia misterius di sebuah pondok terpencil yang memberinya peringatan. Meski berhasil pulang, rasa penasaran membawanya kembali, namun hutan itu seolah lenyap. Hubungan gelap antara kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terkuak, memaksanya mempertaruhkan nyawa demi mengungkap kebenaran yang menghantui.
Sampul Novel My Ghost
8.4
Syafira baru menyadari alasan di balik harga sewa apartemennya yang sangat murah. Hunian itu ternyata berhantu, hingga membuat para tetangga merasa ngeri. Bukannya takut, Syafira justru terpesona oleh ketampanan sang arwah. Imajinasi romantisnya mulai liar hingga ia merasa nyaman dengan sentuhan dingin makhluk tersebut. Namun, perbedaan alam mulai menghantui logika Syafira. Mampukah hubungan beda dunia ini berakhir indah layaknya novel yang ia tulis?