
RUSSIA WITH LOVE,
Bab 2
Bab.2🇷🇺
Jika aku mencoba bicara baik-baik dengan Adit pasti adit berkelit dengan memutar balikkan semua fakta bahkan memojokkan diriku yang jauh di Russia. Adit bersikeras ingin aku ke Indonesia untuk nikah siri dengannya di Indonesia dan membawanya pergi ke Russia.Yaa ALLOH, bagaimana mungkin aku harus menuruti kemauan Adit untuk nikah siri di Indonesia tanpa sepengetahuan abu dan ummu yang di Pakistan ?. Kenapa Adit bersikeras mau nikah siri ?.
______
Alarm hp berbunyi, pas jam empat subuh waktunya sholat subuh. Dingin udara subuh ini membuat malas bangun tapi tetap harus mandi dan wudhu. Tidak ada pilihan lain kecuali lompat dari tempat tidur dan ke kamar mandi. Alhamdulillah, air hangat yang mengucur dari shower menghilangkan rasa ngantukku juga. Lega rasanya sudah sholat subuh. Ehmmm... Jam delapan pagi masuk kantor, masih ada waktu tidur lagi. Maksud hati..ingin melompat ke atas tempat tidur dan tenggelam dalam selimut tapi hp berdering. Kulihat private number, pasti ini Aisyah adikku usil telpon. Ternyata dugaanku salah, ketika kudengar suara perempuan Indonesia ...
" Hallo, Adiba. Kamu adiba kan. Adiba, bisakah kamu tidak pacaran dengan pacarku ?.Dasar perempuan murahan, gayamu sok polos sok alim tapi kelakuanmu murahan. Dasar pelakor. Anjing kamu Adiba.Perempuan murahan tidak punya harga diri daripada kamu pacaran dengan pacarku lebih baik kamu jadi pelacur ".
Pelan-pelan mulutku menjawab ..
"Assalam mualaykum. Siapa ini , bisakah jelaskan dengan baik dan sopan " ? .
Yaa ALLOH, makin keras suaranya..
"Anjing kamu, sok alim Adiba bangsat. Apa kamu sudah tidur dengan pacarku, Adiba lonte. Bicaramu sok kalem tapi bangsat kelakuanmu pelakor , lonte kamu Adiba. Pacarku bayar kamu berapa, Adiba lonte pelacur ?".
Masya ALLOH, rasanya mau meledak juga kepala ini, kupejamkan mata dan pelan-pelan mulutku menjawab ...
" Bismillah hirohman nirohim, Adiba tidak serendah itu. Tolong jangan bicara sekasar itu. Maaf kalo Adiba boleh tahu siapa nama pacarnya, mbak ? Siapa nama mbak ?".
Perempuan itu makin berteriak histeris ...
"Adit pacarku, Adiba lonte. Tanya adit siapa namaku. Bangsat jauhi adit pacarku, Adiba pelacur. Anjing bangsat lonte ".
Suara telpon diputuskan. Astaghfirullah al adziimmm ... Yaa Alloh, ingin rasanya kuhancurkan semua barang di kamar ini tapi percuma .. kemarahan tidak akan pernah bisa selesaikan masalah. Kubuka jendela kamar, bersandar di jendela. Tidak lagi kuperdulikan udara dingin masuk ke kamarku. Masih ingat jelas makian perempuan itu.Yaa Alloh, sesak dada ini.. ingin rasanya menangis tapi air mata sulit menetes. Astaghfirullah al adzim yaa Alloh..kapan adit bisa berubah menjadi lebih baik .Ingin rasanya telpon Adit dan menanyakan semua ini tapi percuma.. pasti adit tetap dengan kebiasaannya berkelit dan memutar balikkan semua pembicaraan meski tampak Jelas kebohongannya. Yaa Alloh... Malas rasanya masuk kerja hari ini tapi ada janji dengan klien, gak mungkin mendadak kubatalkan secara sepihak pertemuan dengan klien tanpa alasan jelas. Kulihat jam dinding, gak terasa sudah jam setengah tujuh pagi, waktu cepat berlalu.Aktifitas harus tetap berjalan meski otakku sedikit terkontaminasi dengan makian perempuan gak jelas di telpon tadi. Yaa Alloh..alangkah baiknya kalau aku lebih memfokuskan diri ke pekerjaan. Keluar rumah dan teriak keras sekerasnya...
"Good morning, khimki".
Beberapa orang menoleh padaku , sambil melambaikan tangan
"Russia is the best".
Aku tertawa lepas melambaikan tangan membalas lambaian tangan mereka. Berjalan hanya lima belas menit menuju rumah Rowena sahabatku. Rumah tanpa pagar dengan rumput hijau rapi. Kuketuk pintu rumahnya ..
" Assalam mualaykum, Rowena. It's me Adiba".
Kudengar teriakan Rowena dari dalam rumah...
" Waalaykum salam, Adiba masuklah. Pintu tak di kunci".
Kubuka pintu dan tercium aroma masakan lezat. Bukan Rowena namanya kalo mulutnya gak berteriak...
" Adiba, ayooo sarapan bersama.. sudah kusiapkan es kopi kreamer kesukaanmu di atas meja makan ".
Kulihat Morgan laki Rusia tersenyum ramah , berkata ...
" Rowena istriku gak cuma cantik tapi jago masak sambil teriak-teriak dari dapur. Mari kita sarapan bersama, Adiba ".
Kulihat Rowena menarik kursi , duduk di sebelah morgan suaminya. Rowena mencium pipi Morgan , sambil berkata ...
" i love you, honey ".
Kuminum es kopi kreamer kesukaanku. Morgan berkata ..
" Rowena sayang, gak biasanya Adiba sahabatmu diam menunduk sepertinya sedang ada masalah. Ok, aku harus berangkat kerja dulu ".
Tampak Morgan berdiri dari kursinya dan mencium kening Rowena ..
"I love you , Rowena my wife. Jangan antar aku ke depan, temanilah Adiba sahabatmu ".
"I love you too, Morgan."
Kulihat Morgan berjalan keluar membuka pintu ruang tamu....
" Rowena sayang, nanti waktunya kita makan malam, ajaklah Adiba sahabatmu. Ok, assalam mualaykum ".
Aku dan Rowena bersamaan membalas salam....
"Waalaykum salam, Morgan." Rowena menyodorkan sepiring garlic bread ...
"Makanlah, Adiba. Ini garlic bread khimki kesukaanmu ".
Aku hanya diam menunduk , meminum es kopi kreamer dan mengambil sepotong garlic bread. Rowena berbisik ..
"Mana kejujuranmu, Adiba sahabatku ?. "
Kugelengkan kepala. Pelan-pelan mulutku menjawab...
"Aku malas membahas hal sampah, Rowena ".
"Ok, aku tak memaksamu berbagi masalahmu. Habiskan minummu dan kita harus ke kantor sekarang , Adiba ".
Kulihat Rowena memakai jaket dan mengambil tas kerjanya , sambil tertawa melemparkan kunci mobilnya padaku ..
"Kamu yang nyetir mobil, adiba". Alhamdulillah, hanya empat puluh lima menit sampai juga di depan pintu pagar kantor dan seorang security menghampiri mobil, dengan sopan menyapa ....
"Selamat pagi. saya bisa membantu memarkirkan mobil anda di tempat parkir ".
Kulirik Rowena menganggukkan kepala. Kami turun dari mobil, kuberikan kunci mobil pada petugas security...
"Silahkan, pak. Nanti tolong titipkan kunci mobil di lobi kantor . Terima kasih, pak".
Petugas security tersenyum sambil masuk ke dalam mobil. Aku dan Rowena berjalan masuk ke dalam kantor , seorang staff melambaikan kertas sambil berkata ..
"Jam sembilan pagi ini, kalian berdua temui klien, jangan lupa membawa berkasnya sudah saya siapkan di atas meja anda, Miss Rowena ".
"ya, thanks ".
Jam dinding... Menunjukkan pukul setengah sembilan, masih ada waktu untuk periksa ulang semua berkas. Tepat jam sembilan seorang pegawai lobi kantor menelpon ...
"Tamu klien sudah tiba , Miss Adiba . apakah saya antar ke ruang pertemuan ? ".
"Ya, silahkan. Kami tunggu. Terima kasih".
Tak lama , seorang klien .. Mr. Syden pria tampan Russia , bermata coklat masuk ke ruang pertemuan.
Anda Mungkin Juga Suka





