Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Romansa di Sekolah

Romansa di Sekolah

Guna mencari inspirasi ujian seni, sang ibu mendatangkan seorang guru privat. Namun, sesi belajar dalam novel remaja Romansa di Sekolah ini berubah drastis di bawah temaram lampu. Sentuhan kaki di bawah meja dibalas dengan remasan kuat dan tatapan intens dari sang guru. Diiringi derasnya hujan di luar, keheningan kamar memicu gejolak aneh yang membingungkan. Guru tersebut lalu menutup pintu, melepas dasinya, dan mengajak untuk membahas pelajaran lebih dalam.
Bab
Bagikan

Bab 1

Untuk mendapatkan inspirasi dalam ujian seni, ibuku menyewa guru privat untukku.

Di bawah cahaya redup, kakiku di bawah meja perlahan-lahan bergerak dan bertumpu di kaki guruku.

Guruku mulai meremas kakiku dengan kuat dan menatapku dengan tatapan yang membara.

Suara hujan lebat yang begitu rapat di luar sana, yang berpadu dengan suasana hening ….

Membuat pikiranku tidak bisa berhenti untuk melayang ke mana-mana. Tubuhku juga terasa aneh.

Kemudian, guruku tersenyum dan menutup pintu.

Dengan hati-hati, dia melepas dasinya dan berkata hendak "membahas pelajaran" denganku.

Untuk mendapatkan inspirasi dalam ujian seni, ibuku menyewa guru privat untukku.

Di bawah cahaya redup, kakiku di bawah meja perlahan-lahan bergerak dan bertumpu di kaki guruku.

Guruku mulai meremas kakiku dengan kuat dan menatapku dengan tatapan yang membara.

Suara hujan lebat yang begitu rapat di luar sana, yang berpadu dengan suasana hening ….

Membuat pikiranku tidak bisa berhenti untuk melayang ke mana-mana. Tubuhku juga terasa aneh.

Kemudian, guruku tersenyum dan menutup pintu.

Dengan hati-hati, dia melepas dasinya dan berkata hendak "membahas pelajaran" denganku.

Aku Rania Rivandra. Umurku 19 tahun.

Aku seorang siswa kelas tiga SMA jurusan seni.

Belajar seni, kurang lebih selalu mencari inspirasi lewat beberapa rangsangan.

Sebelumnya, aku hanya memakan makanan yang aneh-aneh dan mendengarkan musik yang mengganggu untuk mendapatkan inspirasi.

Namun, segera, aku menyadari ketika aku berpakaian minim, tatapan mata para pria yang tertuju pada tubuhku, membuatku merasa begitu bersemangat.

Oleh karena itu, aku mulai mengunggah foto-foto seksiku dan terbuka di dunia maya. Benar saja, pesan pribadiku langsung dibanjiri bahasa yang vulgar.

Beberapa kata-katanya bahkan lebih berani, seakan ingin mencabik-cabikku melalui internet.

Aku sering berkhayal jika seseorang akan menemukan alamatku.

Lalu, dia akan menyelinap masuk ke rumahku pada malam yang gelap dan berangin.

Dengan matanya yang membara, dia mengukur setiap inci kulitku dengan tangannya yang besar dan kasar, lalu tenggelam bersamaku.

Memikirkannya saja sudah membuatku merasakan rangsangan hingga ke korteks serebral dan membuat sekujur tubuhku gemetar.

Namun, saat ini, aku banyak-banyak menahan diri.

Itu karena, telingaku dipenuhi oleh omelan ibuku.

"Anak ini tertinggal jauh di kelas pengetahuan umum. Ini nggak bisa dibiarkan. Harus cari guru les privat untuk memperbaikinya. Apa yang akan kita lakukan kalau semua ini terus berlanjut?"

Akan tetapi, tak lama kemudian aku mendengar jika yang diundang adalah seorang mahasiswa yang baru saja lulus kuliah.

Guru muda, atau lebih tepatnya guru laki-laki yang masih muda.

Memikirkan hubungan yang menggairahkan ini membuat pikiranku mulai bangkit kembali.

Aku menjulurkan lidahku di depan cermin, sambil melemparkan tatapan genit ….

Melihat gadis yang mengenakan gaun tidur dengan tali di bahu berbahan satin, berkulit putih dan halus.

Pakaian berkerah rendah itu sama sekali tidak mampu menutupi bagian dadaku yang montok ini. Membayangkan pelajaran yang akan diberikan oleh guru les, membuat seluruh tubuhku terasa lemas bagaikan mi.

"Halo Rania, aku guru lesmu. Panggil saja aku Pak Ivan."

Ivan, dengan kacamata berbingkai emas dan pakaian kasual, mengulurkan tangannya kepadaku dengan ramah.

Aroma khas seorang laki-laki, langsung menguar ke hidungku. Tangannya yang besar dan kasar membakar hatiku dengan suhu yang panas. Aku merasakan sesuatu yang aneh di tubuhku. Aku pun tidak bisa menahan diri untuk tidak merapatkan kakiku agar Ivan tidak melihat jika aku tidak mengenakan pakaian dalam.

"Halo, Pak Ivan. Bisakah kita mulai pelajarannya sekarang?"

Namun, segera saja aku menyesuaikan diri dengan keanehan itu. Aku mengerucutkan bibirku, berpura-pura polos dan imut.

Aku melipat tangan di depan dada dan tersenyum tipis kepadanya. Dadaku yang lembut langsung terjepit dan berubah bentuk. Ivan pun menelan ludah dengan gugup.

"Kamu harus menggunakan fungsi trigonometri untuk menjawab pertanyaan ini. Ganti nilai A menjadi … uhuk …. Rania … kamu …."

Ivan tiba-tiba mulai terbatuk-batuk saat berbicara.

Pantas jika Ivan terbatuk-batuk. Itu karena, aku meletakkan kakiku di betisnya.

"Eh, maaf Pak Ivan. Kukira itu kaki meja. Aku menjatuhkan pulpenku. Aku ambil dulu, ya."

Aku pun tertawa kecil dan menjauhkan kakiku. Lalu, aku berdiri membelakanginya sambil membungkuk untuk mengambil pulpen.

Fyuhh ….

Benar saja. Aku mendengar napas Ivan menjadi tersengal-sengal dan memburu. Maka dari itu, aku sengaja membungkuk lebih rendah lagi.

Bagian atas tubuhku hampir menempel lantai. Aku bergumam sambil menggoyang-goyangkan tubuhku.

"Eh, pulpennya jatuh ke mana, ya? Kenapa nggak ketemu?"

"Sudahlah Rania, nggak usah dicari lagi. Ayo, dengarkan dulu pelajarannya."

Aku menoleh dan menatap Ivan yang masih menahan diri dengan wajahnya yang memerah itu. Aku pun mengangkat alisku, berdiri dari lantai dan berjalan menghampirinya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balik Kanan Duda
9.6
Damian Kusuma tak menyangka pertemuannya kembali dengan Indira Pramesti berakhir dalam pergulatan gairah saat ia mabuk. Indi yang merasa terhina bersumpah untuk menjauhi pria itu selamanya. Namun, takdir berkata lain ketika hubungan Indi dan kekasihnya, Rangga, kandas di tengah jalan. Orang tua mereka justru menjodohkan Indi dengan Damian. Kini, Indi terjepit di antara rasa benci dan keharusan menuruti perintah orang tuanya untuk menikahi Damian.
Sampul Novel Cinta Palsu di Balik Perjalanan Dinas
8.3
Empat dekade tertipu, rahasia suami terbongkar lewat tablet cucu. Isinya ribuan foto mesra dia dan sahabatku, Wulandari, saat perjalanan dinas palsu. Bahkan Rizal, putraku, lebih memilih memuja pelakor itu daripada ibu kandungnya. Ternyata aku hanya dimanfaatkan sebagai inkubator karena Wulandari mandul. Tak sudi jadi babu, aku menuntut cerai dan menguras harta mereka. Kini aku sukses di Bali, membiarkan mereka hancur dan mengemis tanpa ampun sedikit pun.
Sampul Novel FOTO SUAMI FAN KEPONAKANKU
8.9
Kehidupan pernikahan Arini mendadak hancur saat ia menyadari adanya pengkhianatan di dalam rumah tangganya sendiri. Sosok orang ketiga yang merusak hubungannya ternyata adalah keponakannya sendiri. Seiring berjalannya waktu, Arini mulai mengungkap berbagai fakta mengejutkan yang benar-benar di luar nalar. Mampukah ia menghadapi kemelut pelik ini dan bertahan di tengah misteri yang menyelimuti suaminya? Sebuah kisah penuh intrik, luka, dan rahasia kelam.
Sampul Novel Gadis Penghibur Tuan CEO
8.5
Ajeng Kirei Aswari dijual ayahnya ke tempat prostitusi saat berusia 18 tahun. Selama sepuluh tahun, ia menjalin hubungan dengan Reynold Bill Timur, CEO sukses yang menjadi tumpuan hidupnya. Namun, keluarga Bill menentang status Ajeng dan menjodohkan Bill dengan wanita sederajat. Tak mampu menolak, Bill tetap membawa Ajeng ke dalam skandal di tengah pernikahannya. Mampukah Ajeng bertahan bersama Bill meski harus menyakiti perasaan wanita lain yang tak bersalah?
Sampul Novel Masa Depan Kita
7.9
Dalam kisah romansa modern yang penuh pengabdian ini, seorang tokoh utama memilih jalan sunyi untuk menjaga perasaan mendalamnya. Ia bertekad untuk memendam seluruh rasa cintanya rapat-rapat tanpa membaginya kepada orang lain. Keputusan sulit ini diambil semata-mata demi melindungi dan menghargai sosok pujaan hati yang sangat ia sayangi. Sebuah pengorbanan perasaan yang tulus demi menjaga kebahagiaan orang yang paling berharga dalam hidupnya.
Sampul Novel Naughty Neighbor
8.0
Rania Swaraswati terpaksa mencari nafkah sebagai peretas dari rumah demi menghindari gunjingan tetangga dan tuntutan ekonomi. Meski meraup keuntungan besar, ia tak menyadari bahwa Zean, pria sempurna yang baru pindah ke depan rumahnya, terus mengawasinya. Hubungan mereka yang kian akrab justru membuat Rania lengah akan bahaya profesinya. Di balik romansa yang tumbuh, risiko besar mengintai nyawanya akibat kelalaiannya dalam menjaga rahasia pekerjaan.