Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rindu Tak Berujung

Rindu Tak Berujung

Di hari vonis kematiannya, seorang wanita bertemu kembali dengan mantan suaminya yang kini sukses menjadi konglomerat setelah sepuluh tahun berpisah. Pria itu kini bersama kekasih barunya yang hamil muda. Saat dituduh egois karena pergi saat sang suami sakit dahulu, wanita ini hanya meminta uang 400 juta hingga dicaci maki. Sang mantan tidak pernah tahu bahwa saat ia menderita leukemia dulu, penyelamat hidup dan donor sumsum tulang yang cocok dengannya adalah mantan istrinya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 1

Di hari pertama dokter memvonis bahwa hidupku takkan lama lagi, aku malah bertemu dengan mantan suamiku, seorang konglomerat yang sudah 10 tahun tak kulihat. Dia sedang bersama dengan kekasih mudanya yang sedang hamil 3 bulan.

Dia bertanya apakah aku menyesal karena meninggalkannya yang sakit parah dulu. Aku hanya meminta uang sebanyak 400 juta darinya. Dia pun memakiku tidak layak hidup di dunia ini.

Namun, dia tidak tahu bahwa ketika dia menderita leukemia dulu, satu-satunya orang yang sumsum tulangnya cocok dengannya adalah aku.

“Bu Saskia, kalau kamu masih nggak kumpulkan satu miliar biaya pengobatan untuk transplantasi sumsum tulang, waktu hidupmu cuma tinggal setengah bulan.”

Aku memegang lembaran diagnosis yang menetapkan akhir hidupku dalam diam. Tak disangka, aku malah bertemu dengan mantan suamiku yang sudah tak kulihat selama 10 tahun di depan poli persalinan. Sekarang, dia adalah seorang presdir yang menempati peringkat pertama Forbes.

Collin Lusram sedang memapah Clarise Susanto dengan hati-hati sambil menggenggam hasil USG kehamilan. Begitu melihatku, dia jelas tertegun sejenak, sebelum berkata dengan ekspresi penuh kebencian, “Kenapa kamu ada di sini?”

Setelah 10 tahun tidak bertemu, wajahnya tidak banyak berubah. Namun, dia terlihat makin berwibawa.

“Kenapa? Setelah 10 tahun nggak ketemu, kamu sudah jadi bisu?”

Aku menyembunyikan hasil diagnosisku itu, lalu menatapnya dan berkata, “Kebetulan banget. Sekarang, kamu sudah jadi presdir yang asetnya melebihi puluhan triliun. Gimana kalau kamu pinjamkan 400 juta kepadaku?”

Collin menatapku dengan penuh penghinaan. “Saskia Delani, kamu masih belum berubah sedikit pun. Hatimu sudah busuk sampai ke akar-akarnya.”

Clarise bersandar dalam pelukan Collin dan memandangku dengan penuh kasihan. “Kamu itu mantan istri Collin yang mencampakkannya waktu dia mengidap leukemia? Cuma 400 juta masih belum cukup buatku untuk beli anting.”

Collin memeluk Clarise erat-erat sambil berujar dengan lembut, “Untung aku ketemu sama kamu. Kita juga akan segera punya anak.”

Aku tersenyum sambil menyembunyikan air mataku. Aku tidak ingin lanjut melihat mereka memamerkan kemesraan lagi dan berbalik untuk pergi.

Namun, Collin malah mencengkeram lenganku dan melarangku pergi. “Memangnya nggak ada yang mau kamu katakan padaku?”

Aku baru saja menerima pengobatan. Luka bekas tusukan jarum di tanganku terasa sangat nyeri akibat cengkeraman Collin. Aku pun berkeringat dingin dan secara tidak sadar meronta.

Collin tiba-tiba melepaskan cengkeramannya sehingga aku jatuh terduduk dan kepalaku terbentur hingga berdarah. Pada saat yang sama, Clarise sangat terkejut dan sebuah gelangnya terlepas dari pergelangan tangannya.

Hasil diagnosisku juga jatuh ke lantai. Namun, aku buru-buru memungutnya sebelum Collin sempat mengambilnya. Setelah menyentuh darah yang mengalir di wajahku, aku berkata, “Pak Collin sudah buat aku jatuh. Kalau aku minta tambahan 200 juta, itu juga nggak keterlaluan, ‘kan?”

Collin langsung memelototiku dengan marah. Dia mengeluarkan selembar kartu dan melemparkannya ke wajahku.

“Sudah 10 tahun berlalu, tapi kamu masih tetap bersedia melakukan apa saja demi dapatkan uang, meski itu adalah penipuan sekalipun. Ada 600 juta dalam kartu itu. Itu sudah cukup untukmu beli sebuah makam. Memangnya kamu layak hidup di dunia ini?”

Seusai berbicara, Collin berbalik dan menghibur Clarise yang terlihat ketakutan dalam pelukannya.

“Ayo kita pergi pilih gelang senilai miliaran yang kamu suka.”

Clarise mengangguk dengan patuh. Sebelum pergi, dia tidak lupa menginjak tanganku yang sedang terulur untuk mengambil kartu di atas lantai.

Aku menahan rasa sakit dan memungut kartu itu. Kemudian, darah yang sudah kutahan sangat lama akhirnya menyembur keluar.

Benar, aku memang seharusnya pergi membeli sebuah makam.

Sepuluh tahun yang lalu, aku mendonorkan sumsum tulangku kepada Collin. Namun, karena tidak punya uang untuk menerima pengobatan lebih lanjut, sumsum tulangku mulai terinfeksi. Sekarang, waktu hidupku tinggal menghitung hari.

Aku dan Collin adalah teman sejak kecil. Ketika dia diusir orang tuanya, aku yang membawanya pulang ke rumahku dan memasak untuknya. Pada saat itu, dia masih dengan malu-malu mengatakan bahwa dia tidak akan menikahi siapa pun selain aku.

Demi janji itu, Collin juga berusaha sangat keras. Dia meraih peringkat umum selama empat tahun berturut-turut sehingga berhasil memperoleh dana untuk merintis usahanya. Setelah berhasil membangun perusahaan pertamanya, dia pun melamarku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Delapan Tahun Menjadi Istri Rahasia
8.0
Clara berharap kehamilannya mengakhiri rahasia pernikahan delapan tahunnya dengan David. Namun, penolakan keras David justru memicu konflik fisik yang fatal hingga Clara kehilangan salah satu janinnya. Sadar hanya menjadi pengganti, Clara yang semula lembut berubah dingin dan menuntut cerai. Kini, David harus menghadapi kehancuran rumah tangganya dan rasa bersalah mendalam saat melihat istrinya tak lagi peduli pada hubungan mereka yang penuh kepalsuan.
Sampul Novel Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan
7.9
Mengetahui pernikahan tiga tahunnya dengan Yovan palsu dan sahabatnya adalah istri sah, Kiana Liman merasa dikhianati. Padahal, ia mandul demi menyelamatkan nyawa Yovan. Kiana memilih bangkit dan menikah dengan tuan muda konglomerat. Kehidupan barunya dipenuhi kemewahan, proyek besar, serta kehadiran anak kembar. Meski ada rumor sang suami tak bisa melupakan cinta sejatinya, pria itu justru memohon agar Kiana memercayai ketulusannya.
Sampul Novel Gelora Asmara Ratu Berlian
8.6
Intan Malika, yatim piatu yang tumbuh di panti asuhan, harus menelan pahitnya dikhianati oleh Zayn Alarik. Saat Intan hamil, Zayn menolak bertanggung jawab dan justru pergi ke luar negeri. Bertahun-tahun berlalu, Intan bangkit menjadi sosok sukses berjuluk Ratu Berlian. Kini ia kembali untuk membalas dendam pada keluarga Pradipta. Namun, kehadiran putra mereka yang merindukan sosok ayah membuat Intan bimbang antara dendam atau memaafkan masa lalu.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela mengambil risiko besar dengan mengandung anak Jeremy secara rahasia, meski ia tahu dirinya hanya dimanfaatkan. Sadar akan kekejaman Jeremy, Angela sengaja memancing amarah pria itu agar ia dilepaskan. Namun, pelariannya berakhir saat Jeremy berhasil melacak posisinya. Di ambang keputusasaan, Angela memohon kebebasan. Tak disangka, kehadiran sang buah hati justru mengubah segalanya. Jeremy yang dulu dingin kini menawarkan diri untuk melayani Angela dan bayi mereka.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Duniaku runtuh saat menangani pasien VIP bernama Evelyn Santoso. Tunangan yang ia tangisi adalah suamiku, Bima. Namun di foto itu, dia adalah Brama Wijaya, taipan kejam, bukan pria konstruksi yang kurawat saat amnesia. Brama masuk tanpa mengenaliku, lalu memeluk Evelyn dan membisikkan janji setia yang sering ia ucapkan padaku. Melalui tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami adalah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel MENIKAH DENGAN SULTAN
8.9
Rinai berjuang mencari biaya pengobatan ibunya meski sering dizalimi Natasya, kakak tirinya. Suatu hari, Wira, seorang putra konglomerat yang sedang menyamar, tersentuh oleh ketulusan Rinai dan memborong dagangannya. Saat Natasya mencoba menggusur rumah Rinai melalui kekasihnya, ia tak sadar bahwa Wira adalah bos besar di sana. Setelah jati diri Wira terungkap, Rinai yang minder memilih kabur ke kota. Takdir unik justru membawanya bekerja sebagai ART di rumah keluarga Wira.