Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rindu Tak Berujung

Rindu Tak Berujung

Di hari vonis kematiannya, seorang wanita bertemu kembali dengan mantan suaminya yang kini sukses menjadi konglomerat setelah sepuluh tahun berpisah. Pria itu kini bersama kekasih barunya yang hamil muda. Saat dituduh egois karena pergi saat sang suami sakit dahulu, wanita ini hanya meminta uang 400 juta hingga dicaci maki. Sang mantan tidak pernah tahu bahwa saat ia menderita leukemia dulu, penyelamat hidup dan donor sumsum tulang yang cocok dengannya adalah mantan istrinya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 2

Collin menggunakan seluruh pendapatan dari proyek pertamanya untuk membeli dan memoles sendiri sebuah batu rubi sebagai cincin lamaranku. Dia mengatakan akan membiarkan aku melewati hidup yang baik semasa hidupku.

Namun, ketika semuanya berkembang ke arah yang baik, Collin malah terkena leukemia. Selain itu, hanya aku seorang di dunia ini yang sumsum tulangnya cocok dengannya.

Setelah proses pencocokan berhasil, aku tidak akan bisa hamil lagi. Sementara itu, Collin paling menyukai anak-anak. Jika dia mengetahui semua ini, dia pasti lebih rela mati.

Oleh karena itu, ketika dia berbaring di ranjang rumah sakit, aku menangis dan memohon padanya untuk melepaskanku. Aku mengatakan aku tidak ingin lagi hidup bersama dengan orang yang berumur pendek. Dengan tatapan penuh keputusasaan, dia pun menandatangani surat perceraian.

Aku membawa pergi surat perceraian itu, lalu menandatangani surat kesediaan donatur.

Sekarang, 10 tahun telah berlalu. Berhubung sumsum tulangku terinfeksi, aku sudah tidak mampu menunggu pendonor lagi. Yang menantiku hanyalah kematian.

Aku mentransferkan 600 juta ini kepada pengurus jenazah.

“Tolong bantu aku pilih sebuah makam. Aku mau tempat yang dipenuhi pohon delima.”

Baru saja aku hendak pulang ke rumah kontrakan, aku menerima sebuah pesan dari pengacara.

[ Bu Saskia, aku ini pengacaranya Pak Collin. Gelang yang kamu pecahkan bernilai enam miliar. Kalau kamu nggak bisa ganti rugi, kamu akan hadapi tuntutan pidana dan dijebloskan ke penjara. ]

Selanjutnya, aku juga menerima pesan dari Collin.

[ Kamu pilih saja mau jadi asistenku atau dipenjara. ]

Aku tidak memiliki pilihan. Namun, aku juga merasa senang karena dapat menyaksikan kebahagiaan Collin di masa-masa terakhir hidupku.

Pada hari pertama aku menerima vonis kematianku, aku bekerja menjadi asisten Collin. Begitu melihatku datang, mata Clarise langsung dipenuhi dengan permusuhan.

“Buat apa kamu datang kemari?”

Collin menarik tangan Clarise dan berkata, “Aku suruh dia datang untuk jadi asistenmu. Dengan begitu, kamu bisa lebih santai ke depannya.”

Clarise mencium Collin dan menjawab, “Sayang, memang kamu yang paling sayang sama aku. Kamu tahu aku nggak bisa kecapekan karena hamil. Kebetulan aku haus. Ambilkanlah kopi untukku.”

Aku membawakan kopi ke hadapan Clarise. Namun, dia malah menjatuhkan cangkirnya, seolah-olah memang sengaja. Kopi yang panas itu pun tumpah ke kulitku.

Collin segera memeluk Clarise dan menghibur dengan lembut, “Sayang, tanganmu nggak terbakar, ‘kan?”

Kemudian, Collin menatapku dengan penuh rasa jijik dan melempar segepok uang ke arahku. “Kamu mau pakai trik menyiksa diri? Kamu benar-benar terlalu matre sampai sudah gila!”

Aku menahan rasa sakit dan memungut selembar demi selembar uang itu, lalu berkata dengan pelan, “Terima kasih, Pak Collin.”

Setelah mereka pergi, aku baru berani masuk ke kamar mandi. Tanganku sudah melepuh, tetapi aku tidak berani memecahkan gelembungnya. Sebab, begitu dipecahkan, darahnya tidak akan berhenti mengalir.

Aku hanya bisa mengoles obat dengan menahan rasa sakit. Namun, aku malah mulai mimisan. Aku pun bersusah payah membersihkan bekas darah, sedangkan tanganku yang menggenggam uang tidak berhenti gemetar.

Clarise menyuruhku mengelap semua hadiah yang pernah diberikan Collin kepadanya.

“Hati-hati. Kalau ada yang rusak, kamu nggak akan bisa ganti rugi.”

“Di tahun pertama pacaran, dia kasih aku cincin ini yang cuma ada satu di dunia.”

“Di tahun kedua pacaran, dia kasih aku kalung yang harganya miliaran ini.”

“Ini sertifikat kepemilikan rumah yang diberikannya padaku di hari jadi tahun ketiga kami.”

“Habis kerjakan semua ini, antarkan secangkir kopi ke ruang istirahat presdir.”

Aku menahan ketidaknyamanan tubuhku dan mengelap semua barang itu. Kemudian, aku baru membawakan kopi ke kantor Collin. Namun, aku malah mendengar suara desahan dari dalam sebelum berjalan masuk.

Entah sudah berapa lama waktu yang berlalu, kakiku terasa pegal. Ketika Collin akhirnya berjalan keluar, aku melihat beberapa bekas cakaran yang tertinggal di lehernya.

Setelah menerima kopi yang kubawa, dia mencibir, “Demi uang, kamu benar-benar sanggup bertahan meski harus dengar mantan suamimu berhubungan intim dengan pasangannya sekarang.”

Aku menggertakkan gigi, lalu mengulurkan tangan sambil berujar, “Mana gajiku hari ini? Aku kekurangan uang dan perlu gaji harian.”

Mata Collin langsung mendingin. Dia mengambil uang dan melemparnya ke wajahku, lalu langsung pergi dengan marah.

Perusahaan Collin berjarak sekitar 3 jam perjalanan dari tempat tinggalku. Tidak lama setelah aku berbaring di ranjang, Collin malah meneleponku, “Clarise sakit maag. Pergi ke apotek dan belikan dia obat maag.”

“Bukannya ada kurir yang kerja 24 jam? Memangnya harus aku yang pergi?”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Delapan Tahun Menjadi Istri Rahasia
8.0
Clara berharap kehamilannya mengakhiri rahasia pernikahan delapan tahunnya dengan David. Namun, penolakan keras David justru memicu konflik fisik yang fatal hingga Clara kehilangan salah satu janinnya. Sadar hanya menjadi pengganti, Clara yang semula lembut berubah dingin dan menuntut cerai. Kini, David harus menghadapi kehancuran rumah tangganya dan rasa bersalah mendalam saat melihat istrinya tak lagi peduli pada hubungan mereka yang penuh kepalsuan.
Sampul Novel Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan
7.9
Mengetahui pernikahan tiga tahunnya dengan Yovan palsu dan sahabatnya adalah istri sah, Kiana Liman merasa dikhianati. Padahal, ia mandul demi menyelamatkan nyawa Yovan. Kiana memilih bangkit dan menikah dengan tuan muda konglomerat. Kehidupan barunya dipenuhi kemewahan, proyek besar, serta kehadiran anak kembar. Meski ada rumor sang suami tak bisa melupakan cinta sejatinya, pria itu justru memohon agar Kiana memercayai ketulusannya.
Sampul Novel Gelora Asmara Ratu Berlian
8.6
Intan Malika, yatim piatu yang tumbuh di panti asuhan, harus menelan pahitnya dikhianati oleh Zayn Alarik. Saat Intan hamil, Zayn menolak bertanggung jawab dan justru pergi ke luar negeri. Bertahun-tahun berlalu, Intan bangkit menjadi sosok sukses berjuluk Ratu Berlian. Kini ia kembali untuk membalas dendam pada keluarga Pradipta. Namun, kehadiran putra mereka yang merindukan sosok ayah membuat Intan bimbang antara dendam atau memaafkan masa lalu.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela mengambil risiko besar dengan mengandung anak Jeremy secara rahasia, meski ia tahu dirinya hanya dimanfaatkan. Sadar akan kekejaman Jeremy, Angela sengaja memancing amarah pria itu agar ia dilepaskan. Namun, pelariannya berakhir saat Jeremy berhasil melacak posisinya. Di ambang keputusasaan, Angela memohon kebebasan. Tak disangka, kehadiran sang buah hati justru mengubah segalanya. Jeremy yang dulu dingin kini menawarkan diri untuk melayani Angela dan bayi mereka.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Duniaku runtuh saat menangani pasien VIP bernama Evelyn Santoso. Tunangan yang ia tangisi adalah suamiku, Bima. Namun di foto itu, dia adalah Brama Wijaya, taipan kejam, bukan pria konstruksi yang kurawat saat amnesia. Brama masuk tanpa mengenaliku, lalu memeluk Evelyn dan membisikkan janji setia yang sering ia ucapkan padaku. Melalui tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami adalah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel MENIKAH DENGAN SULTAN
8.9
Rinai berjuang mencari biaya pengobatan ibunya meski sering dizalimi Natasya, kakak tirinya. Suatu hari, Wira, seorang putra konglomerat yang sedang menyamar, tersentuh oleh ketulusan Rinai dan memborong dagangannya. Saat Natasya mencoba menggusur rumah Rinai melalui kekasihnya, ia tak sadar bahwa Wira adalah bos besar di sana. Setelah jati diri Wira terungkap, Rinai yang minder memilih kabur ke kota. Takdir unik justru membawanya bekerja sebagai ART di rumah keluarga Wira.