Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rhododendron

Rhododendron

Seorang gadis mafia harus menjalankan misi rahasia di sebuah desa terpencil. Agar penyamarannya sempurna, ia membentuk keluarga palsu demi membaur dengan warga lokal tanpa memicu kecurigaan. Namun, situasi menjadi kacau saat beberapa pendatang baru mulai mengendus identitas aslinya yang berbahaya. Di tengah ancaman yang kian nyata, mampukah ia menuntaskan tugasnya dan tetap menjaga rahasia gelapnya agar tidak terbongkar oleh orang-orang di sekitarnya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Sepanjang perjalanan pergi maupun pulang dari market baik Julia maupun Yuwana saling diam-diaman. Tentu saja seharusnya ada banyak hal yang mereka bicarakan terlebih kenapa tiba-tiba mereka bisa menjadi saudara tapi yang ada hanya Julia saja yang berspekulasi sendiri di dalam kepalanya. Julia masih tetap Julia yang sama, dia tidak akan secepat itu percaya dengan orang yang baru dikenalnya, ibu saja belum dipercayainya apalagi laki-laki menyebalkan yang ada di depan mukanya ini.

“Kenapa harus buang banyak uang buat beli cemilan sih? Nggak takut gendut apa?” Lamunan Julia terhenti, dia pikir setan dari mana yang tiba-tiba bicara dengannya ternyata itu adalah Yuwana yang tiba-tiba berhenti di depan mukanya.

“Aku kalau belajar harus ada yang dikunyah biar otaknya jalan lagian beli banyak kali aja kalau kamu mau aku bisa bagi,” jawab Julia jutek. Yuwana pikir hanya dia saja yang bisa jutek, dia tidak tau kalau Julia bisa lebih jutek daripada dia.

“Kebiasaan yang aneh, saya kalau belajar lebih suka nggak ada suara, ibu saja kadang segan masuk kamar saya kalau saya sementara belajar. Itu berlaku untuk semua orang yang berada di bawah atap yang sama dengan saya.” Julia mengerti kalau Yuwana secara tidak langsung menyindirnya dan itu membuat Julia menyesal kenapa dia harus sebaik itu menawarkan berbagi cemilan untuk lelaki tidak tau diri seperti Yuwana.

“Setahu saya orang tua itu bebas keluar masuk kamar anaknya? Kalau kamu berlaku seperti itu apa nggak terlalu kurang ajar buat ibu kamu?” Julia sebenarnya tidak terlalu peduli, dia hanya ingin membangun percakapan saja dengan Yuwana agar mengerti sifat Yuwana.

“Tidak masalah, dia juga bukan ibuku,” ucapan Yuwana membuat langkah Julia terhenti. “Sama seperti kamu, saya juga keponakan ibu.”

“Orang tua kamu di mana?” Hal ini membuat Julia tambah penasaran, seperti kata Theo memang ada 2 orang penghuni rumah itu tapi mereka adalah ibu dan anak. Jika memang seperti itu berarti sudah lama Yuwana tinggal di rumah itu lalu ke mana orang tuanya?

Yuwana kembali melanjutkan langkahnya, “Kamu tidak perlu di mana orang tua saya,” jawabnya seadanya. Jawaban itu malah membuat Julia makin curiga, “Kamu sendiri orang tua kamu sebenarnya di mana?”

“Kamu juga tidak perlu tahu mereka ada di mana!” Julia langsung meninggalkan Yuwana.

***

Pagi itu Julia sudah bersiap dengan pertemuan pertamanya di sekolahnya yang baru walaupun semalaman dia harus begadang karena mengurus pekerjaan sembari memikirkan tentang kenapa Yuwana bisa ada di tempat itu. Julia sudah bersiap keluar saat dia berpapasan dengan Yuwana, “Pagi,” singkat setelah itu dia meninggalkan Julia.

Julia berjalan dengan heran ke meja makan namun semuanya segera terlupakan ketika dia melihat ibu sudah sibuk-sibuk di meja makan, “Eh udah siap rupanya, ayo sarapan dulu terus nanti berangkat sama Yuwana yah.”

“Saya bisa di antar sama pak Ucup kok, bu.” Sudah cukup, dia sedang tidak ingin berlama-lama di dekat Yuwana.

“Loh, pak Ucup kan cuma jemput Julia kemarin saja setelah itu dia kembali ke rumah majikannya yang sesungguhnya temannya Theo.” Sial, Julia pikir Ucup akan menjadi supir pribadinya nyatanya Theo yang pelit itu hanya membayarnya untuk jadi supir jemput saja!

Julia sudah tidak ingin bicara panjang lebar lagi makanya dia mengakhiri dengan makan dalam diam dan tentram. Setelah agak beberapa lama meja makan itu sepi karena mereka sibuk dengan makanan masing-masing, akhirnya mereka selesai makan juga. Julia membantu ibu membereskan meja makan mereka, “Sudah selesai?” tanya Yuwana.

“Iya,” balas singkat Julia, mereka kemudian berjalan keluar. Julia memandang motor tua yang dikeluarkan Yuwana dari garasi miliknya. Seharusnya Julia tidak berharap lebih kalau Yuwana punya mobil atau setidaknya motor yang lebih proper.

***

Julia berjalan bersama guru yang ternyata adalah wali kelasnya, setelah dia berlama-lama mengurus administrasinya akhirnya dia bisa menuju kelasnya. Sesampainya di sana ternyata kelas itu sudah riuh akibat guru yang belum masuk dari tadi. “Anak-anak, hari ini kita kedatangan teman baru, silahkan perkenalkan dirimu.”

“Salam kenal semuanya, nama saya Julia Hanessa, panggil Julia saja. Semoga kita bisa menjadi teman baik.” Sudah beberapa kali Julia harus melewati perkenalan seperti ini dan dia sebenarnya sudah sangat bosan tapi dia harus lakukan mengingat keramahan adalah hal utama dalam rencana mereka.

Kemudian dimulailah pembelajaran yang membosankan dan istirahat yang kurang menyenangkan mengingat Julia yang agak introvert sementara banyak anak-anak kelasnya yang mendatanginya seolah-olah mereka sudah berteman lama.

***

“Duluan yah Julia.” Beberapa kelompok teman cewek melambaikan tangan ke arah Julia ketika mereka berpisah jalan dan lagi-lagi Julia harus mengulas senyum

Senyumnya terhenti ketika dia mendapat sebuah telepon, “Iya, urusan sekolahku sudah selesai.” Hanya dengan ucapan seperti itu kemudian Julia menutup sambungan teleponnya.

Agak beberapa lama sepertinya Julia menunggu seseorang di depan gerbang sekolahnya itu, “Kenapa ada di sini? Kamu kan tau motor di parkir di mana? Kenapa nggak langsung ke sana aja?” Ternyata sudah ada Yuwana di belakangnya.

“Saya mau … “

“Julia sayang … ayo cuss!” Seorang gadis cantik mengendarai mobil mendekati Julia dan Yuwana.

“Wait, Yuwana minta tolong bilang sama ibu kalau saya keluar sama teman saya,” ijin Julia ke Yuwana.

Yuwana memperhatikan gadis teman Julia itu dengan sinis, “Mana saya tau kalau dia beneran teman kamu atau bukan lagipula saya tidak suka bohong dengan ibu.”

Julia sudah akan mengamuk karena merasa dihambat oleh Yuwana, “Hai Yuwana, Yuwana kan namanya? Kenalin aku Shakira Kirana Maharani, panggil Shakira aja, tenang aja Julia aman kok sama aku. Kita udah lama nggak ketemu jadi aku mau ajak dia jalan, nggak lama kok.” Shakira mengeluarkan jurus wajah sok imutnya membuat Julia ingin muntah.

Yuwana tetap saja terdiam, “Udah yah Yuwana, ayo Shakira kita pergi!” Julia merasa tidak perlu menunggu persetujuan Yuwana, persetan dengan dia.

Mobil Shakira berjalan perlahan keluar meninggalkan Yuwana yang terus memandang mobil itu dengan mata sinis dari belakang, “Cocok banget kalau cowok itu nggak bisa bikin kamu tidur semalaman,” tawa Shakira.

“Nggak usah bacot deh, gimana lokasi transaksi dan barang sudah siap semua?” Julia heboh mengganti bajunya dengan pakaian hitam yang sudah disediakan oleh Shakira.

“Aman … kayak baru partneran aja sama aku.” Shakira mengambil paket di belakang mobilnya dan memberikannya ke Julia. Julia membukanya dan nampaklah beberapa bungkus obat terlarang yang sudah siap untuk dijual.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayang Hitam Sang Jenderal Tirani
8.5
Zane Alexander Thorn dikenal sebagai jenderal monster yang dingin dan kejam. Sebagai senjata mematikan di dunia yang nyaris hancur, ia hidup dalam bayang-bayang ayahnya demi misi berdarah. Namun, segalanya berubah saat ia menolak perjodohan politik dan justru mengurung gadis misterius berkekuatan super. Alih-alih berperang, sang jenderal malah terobsesi mengungkap rahasia besar sambil terjerat pesona tawanan tersebut. Inilah kisah sang tiran yang mulai kehilangan kendali.
Sampul Novel Dendam seorang Janda
9.5
Pasca kehilangan suaminya dalam kecelakaan tragis, Mutia justru difitnah oleh keluarga mendiang suaminya atas tuduhan menggoda pria beristri. Ia pun diusir hingga mengalami insiden fatal yang menghancurkan wajahnya. Setelah menjalani operasi rekonstruksi total, Mutia bangkit dengan identitas baru. Kini, ia bertekad mengejar keadilan dan membalas dendam kepada semua pihak yang telah menghancurkan hidupnya. Ikuti perjuangan berani Mutia menuntut balas.
Sampul Novel Dipaksa Menikahi Mafia Kejam
9.1
Niat tulus Grazella Elnara Wesley menolong pria asing justru menyeretnya ke dalam neraka. Gabriel Leonard Mattew, pemimpin mafia kejam asal Italia, terobsesi menjadikannya istri karena kemiripan fisik dengan masa lalunya. Meski dipaksa menikah, mahasiswi psikologi ini tetap teguh menjaga hatinya dari dominasi sang mafia. Di tengah perjuangan menyembuhkan adiknya, Grazella harus bertahan menghadapi kekejaman Leon yang menganggap dirinya tuhan.
Sampul Novel Cinta, Pengkhianatan dan Dendam: Godaan Mantan Istri yang Tak Tertahankan
8.0
Dikhianati hingga menjadi pembunuh, Maria menceraikan James dan pergi membawa dendam. Enam tahun berselang, ia kembali bersama rival mantan suaminya dengan identitas baru yang tangguh. Meski bekerja sama dengan James hanya demi membalas sakit hatinya, Maria tidak menyadari bahwa ia justru masuk ke dalam jebakan pria itu. Di tengah pergolakan antara gairah dan niat balas dendam, mereka terjebak dalam permainan perasaan yang sangat berbahaya.
Sampul Novel Intelijen Tampan
9.7
Carlo Bandarez adalah agen rahasia Rusia menawan yang selalu menjaga jarak dari wanita meski dikagumi banyak orang. Namun, pertemuannya dengan Claudia Rodriguez, teman masa kecilnya, membangkitkan perasaan mendalam. Carlo mencoba mematikan rasa itu, tetapi cinta mereka justru kian tumbuh. Kini ia terjebak dilema besar saat ditugaskan mengusut kasus kriminal Samuel Rodriguez, ayah Claudia. Haruskah ia setia pada tugas intelijennya atau memilih cintanya?
Sampul Novel Ketika Cinta Mati, Dendam Dimulai
9.8
Pasca kematian tragis putranya, Eva Anindita justru dikhianati suaminya, Jaksa David Adiwijaya. Demi melindungi Karin, pelaku tabrak lari, David memenjarakan Eva atas tuduhan palsu. Setelah tiga tahun mendekam di penjara dan kehilangan anak keduanya, Eva bebas hanya untuk melihat kenyataan pahit. David telah membina keluarga baru bersama Karin. Kini, jurnalis investigasi ini siap menuntut balas atas pengkhianatan keji yang menghancurkan hidupnya.