Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Reuni & Perselingkuhan Liar

Reuni & Perselingkuhan Liar

Kehidupan Selina berubah drastis setelah ia menghadiri acara reuni sekolah. Pertemuan tak terduga dengan mantan kekasihnya, Duke, membawa kembali gairah lama yang berbahaya. Meski Selina mencoba untuk menahan diri, Duke terus menggodanya dengan intens. Pria itu bahkan membisikkan permintaan nekat agar Selina segera meninggalkan suaminya demi menikah dengannya. Kini, Selina terjebak dalam dilema antara kesetiaan pernikahan dan godaan liar masa lalu.
Bab
Bagikan

Bab 3

Selina akhirnya tiba di mansion tepat pukul sepuluh malam. Langkah kakinya menjejak pelataran depan yang sepi, hanya disambut desir angin malam yang menyelusup halus, menyebar hawa dingin yang langsung menyergap tubuhnya.

Begitu membuka pintu utama dan melangkah masuk, kesunyian di dalam mansion terasa seperti bayangan kelam yang setia menantinya-hening, dingin, dan nyaris menggigit tulang.

Gemericik air dari taman belakang pun tak terdengar malam ini. Hanya gema langkah kakinya yang terdengar menggema di antara dinding-dinding megah.

Kegembiraan yang sempat singgah di hatinya beberapa jam lalu perlahan mulai menguap. Pertemuan singkat dengan teman-temannya tadi terasa seperti mimpi.

Hanya sekejap-lalu lenyap. Ia sempat tertawa, sesaat merasa ringan, namun nyatanya... rasa itu hanya menjadi pelarian dari kekosongan yang lebih dalam.

Pahit memang, ketika Raselyn selalu menjadikan dirinya bahan candaan atau sindiran, seperti tak pernah lelah mencari celah dalam hidup Selina.

Tapi Selina memilih diam, memilih mengalah. Ia sadar, bukan untuk Raselyn ia datang tadi. Ia datang demi merasakan kehangatan dari wajah-wajah yang masih menyayanginya.

Masih ada Irene yang lembut dan Maureen yang selalu bisa membuatnya tertawa dengan cara sederhana. Masih ada mereka yang membuatnya merasa berarti.

Namun saat Selina membuka mantel dan menggantungnya di rak kayu dekat pintu, pikirannya justru berkelana ke arah lain.

Duke.

Nama itu seketika menghantam benaknya tanpa ampun. Bayangan pertemuan terakhir mereka di kamar mandi tadi siang datang menyergap seperti badai.

Ciumannya, sentuhannya-semuanya masih melekat di kulit dan pikirannya. Rasanya masih membakar, masih mengalir seperti arus panas di setiap rongga tubuhnya.

Gila. Lelaki itu benar-benar gila.

Bukan hanya tampan, Duke juga memiliki aura yang begitu kuat. Wibawa, maskulinitas, dan sorot matanya yang tajam mampu meruntuhkan semua tembok yang coba ia bangun.

Tangannya yang kekar, cara ia menatap Selina seolah hanya dia satu-satunya wanita di dunia ini-semuanya membuat Selina nyaris kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Ia memejamkan mata sejenak, menunduk sembari menggigit bibir bawahnya. "Aku bisa gila kalau terus begini," bisiknya pelan. Sebuah senyum getir terukir di wajahnya.

Untuk apa memikirkan Duke lebih jauh? Toh dia akan kembali ke London. Tahun depan pun belum tentu mereka bertemu lagi.

Lagipula, ia bukan siapa-siapa baginya. Hanya wanita biasa di antara sekian banyak yang mungkin ada dalam hidup Duke. Tapi kenapa... kenapa sosok itu begitu tertanam kuat dalam dirinya?

Langkah kakinya beranjak pelan menaiki tangga. Setiap anak tangga yang ia pijak, pikirannya kembali pada sentuhan tangan Duke di pinggangnya, pada hembusan napas panasnya di lehernya, dan suara seraknya yang menggoda.

Selina memeluk dirinya sendiri, mencoba menenangkan degup jantung yang entah kenapa kembali tak terkendali.

Ia tahu, jika terus didekatkan pada Duke, ia bisa hancur. Namun di sisi lain, justru kedekatan itulah yang membuatnya merasa hidup.

Ah, benar-benar racun.

Dan entah sejak kapan, ia mulai ketagihan.

Begitu Selina membuka pintu kamarnya, aroma ruangan yang sunyi langsung menyambutnya. Matanya menyapu seluruh sudut kamar dengan cepat-ranjang besar itu masih rapi, belum ada yang menempatinya. Kosong. Dingin. Seperti biasa. Dan jangan tanya di mana suaminya. Tentu saja dia belum pulang. Atau mungkin... tidak akan pulang malam ini, seperti malam-malam sebelumnya yang selalu meninggalkan Selina sendiri dalam sunyi dan kehampaan.

Selina melangkah masuk dengan napas panjang yang terdengar berat, lelah, dan jenuh. Hari yang ia jalani selalu sama, berputar dalam siklus yang membosankan dan menyebalkan. Tak ada gairah. Tak ada kejutan. Hanya rutinitas yang kering dan penuh luka kecil yang tak kasat mata. Tangannya membuka ikat rambutnya, membiarkan helaian cokelat panjangnya jatuh menutupi sebagian wajah. Ia ingin cepat berbaring, melupakan hari, membiarkan malam menggulung pikirannya yang mulai lelah.

Namun-

Brak!

Suara pintu utama dibanting mengejutkannya. Spontan, Selina menoleh. Dadanya berdegup. Suaminya? Sebuah harapan samar menyelinap, meski diiringi rasa cemas yang tak bisa ia jelaskan. Dengan cepat ia berbalik dan melangkah turun dari lantai dua, menuruni tangga dengan langkah ringan namun penuh waspada.

Benar saja, sosok itu muncul. Victor.

Lelaki itu berjalan dengan langkah yang tak stabil. Jalannya sempoyongan, aroma alkohol menguar dari tubuh dan napasnya. Mabuk. Lagi. Selina menghela napas dalam hati, menahan gelisah yang naik ke permukaan. Ia tahu betul, Victor dalam keadaan mabuk bukanlah pria yang bisa diajak bicara, apalagi disentuh.

Tetap saja, ia mencoba mendekat dan meraih lengan suaminya, berniat membantunya naik ke lantai atas agar tidak terjatuh. Tapi baru saja ujung jarinya menyentuh jas Victor-

Brak!

Tangan Victor dengan kasar menghempasnya.

"Jangan sentuh tubuhku!" bentaknya lantang, membuat Selina tertegun dan terdiam di tempat.

Napasnya tercekat. Sakitnya tak hanya di kulit yang terkena hempasan, tapi jauh di dalam-di hati yang perlahan membatu karena terlalu sering dihancurkan. Tapi ia menahan semuanya. Tak ada air mata. Tak ada protes. Hanya diam.

Victor masih tampak sadar, meski mabuk, matanya masih fokus. Ia merogoh saku jasnya dengan kasar, lalu melemparkan sesuatu ke arah Selina. Sebuah amplop berwarna gelap mendarat di lantai marmer dekat kakinya.

"Besok, dandan yang bagus. Beli baju yang layak. Kau ikut aku ke perjamuan." ucap Victor dengan nada dingin dan keras, sebelum akhirnya menapaki tangga dan menghilang ke lantai atas tanpa menoleh lagi.

Selina diam. Tak bergerak sesaat, sebelum akhirnya membungkuk perlahan dan memungut undangan itu. Jari-jarinya gemetar sedikit saat membuka lipatan kertas tebal beraksen emas di pinggirannya.

Matanya membaca dengan cepat, dan dadanya tiba-tiba terasa sesak.

Perjamuan.

Kata itu langsung memantik trauma yang sudah lama ia pendam. Rasa takut merayap cepat ke seluruh tubuhnya. Ia ingat jelas perjamuan di tahun-tahun sebelumnya. Di mana ia tidak hanya menjadi istri Victor yang sekadar hadir. Tapi lebih dari itu-ia dijadikan umpan. Disodorkan ke rekan kerja suaminya. Dipaksa duduk di meja-meja penuh alkohol dan tatapan lapar lelaki asing. Dipaksa tersenyum, menari, bahkan menemani minum, demi menyenangkan para kolega Victor, demi kontrak kerja, demi proyek, demi segala hal yang menyangkut reputasi Victor.

Ia menggigit bibir bawahnya, keras. Tak ingin menangis, tapi tak bisa menghindari rasa ngeri yang mulai membungkusnya lagi.

Tangannya mengepal undangan itu erat-erat, lalu membaca tulisan paling bawah:

"Perjamuan tahunan Perusahaan Carmes, diselenggarakan oleh Tuan Knoxon."

Seketika hatinya makin tak tenang.

Ia hanya bisa berharap... pekerjaan baru Victor selama enam bulan terakhir ini tidak menyeretnya ke dalam mimpi buruk yang sama. Ia hanya ingin... menjadi istri yang dihormati, bukan sekadar pion yang dijadikan alat. Tapi harapan itu terlalu tipis.

Dan malam ini, rasa takut kembali menjadi selimut tidurnya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benih Cinta Romantis di IKN
9.1
Aiden, arsitek ambisius di proyek IKN, bertemu Clara, aktivis lingkungan yang gigih. Meski awalnya berselisih paham, kerja sama dalam pembangunan hijau justru menumbuhkan perasaan di antara mereka. Konflik prinsip sempat menguji hubungan ini, namun mereka belajar saling menghargai. Saat tawaran karier di luar kota dan luar negeri muncul, keduanya harus memilih. Akhirnya, mereka tetap di IKN demi cinta dan visi lingkungan, membangun masa depan bersama di ibu kota baru.
Sampul Novel Brave Heart
8.7
Hidup Seruni Arkadewi hancur setelah kecelakaan membuatnya timpang. Ia dikhianati kekasih dan sahabatnya, lalu dipaksa ayah tirinya menikahi pria tua demi harta. Seruni pun kabur demi membuktikan kemandiriannya meski fisik terbatas. Di sisi lain, Antonio Brata Kesuma adalah pria kaya yang membenci segala bentuk kecacatan. Bagi Antonio, tekad Seruni hanyalah misi bunuh diri, namun Seruni tetap teguh berjuang menggapai mimpinya tanpa mau dikasihani.
Sampul Novel Cinta Berubah Menjadi Dendam
7.8
Darius menyimpan dendam membara pada Sienna karena menganggap ibu gadis itu sebagai perusak rumah tangga orang tuanya. Untuk membalas luka lama, Darius nekat merenggut kesucian Sienna saat gadis itu tak sadarkan diri akibat dibius. Rencana kejam ini membuat Sienna hamil dalam kondisi hancur tanpa tahu siapa pelakunya. Di tengah kekacauan hidupnya, kebenaran pahit menanti. Bagaimana reaksi Sienna saat tahu bahwa musuh besarnya adalah ayah dari janinnya?
Sampul Novel Gairah Liar Atasanku
9.1
Renata terpaksa menyerahkan kehormatannya kepada Dion, sang atasan, demi membiayai pengobatan suaminya. Meski awalnya hanya untuk satu malam, Dion menuntut lebih karena nilai uang satu miliar yang besar. Intensitas pertemuan mereka justru menumbuhkan benih cinta terlarang di antara keduanya. Di sisi lain, Vera dan Andika harus menghadapi kenyataan pahit saat mengetahui pasangan masing-masing telah mengkhianati komitmen pernikahan mereka demi gairah ini.
Sampul Novel Gairah Liar Binor Kesepian
8.8
Sita adalah wanita lugu di pelosok Cianjur yang hidupnya sangat tertutup bahkan setelah menikah melalui perjodohan. Jarang bersosialisasi membuat Sita tidak mengenal dunia luar, termasuk kurangnya edukasi seksual. Kondisi ini membuat suaminya, Danu, merasa kecewa karena sikap Sita yang sangat pasif saat di ranjang. Ketidaktahuan Sita soal gairah dan hubungan intim diduga menjadi penyebab mereka sulit mendapatkan keturunan meski sudah lama membina rumah tangga.
Sampul Novel Kembalilah, Cintaku: Merayu Mantan Istriku yang Terabaikan
9.0
Tiga tahun Joelle mencoba meluluhkan hati Adrian, namun ia gagal karena pria itu mencintai wanita lain. Adrian hanya menjanjikan kebebasan jika Joelle memberinya anak. Saat Joelle berjuang melahirkan, Adrian justru pergi bersama kekasihnya. Setelah kewajibannya tuntas, Joelle memilih pergi dan memutus semua ikatan. Ironisnya, Adrian barulah tersadar dan kini bersujud memohon agar mantan istrinya itu bersedia kembali ke pelukannya.