Sampul Novel Gairah Liar Atasanku

Gairah Liar Atasanku

9.1 / 10.0
Dalam romance novel Gairah Liar Atasanku, Renata terjebak kesepakatan dengan Dion demi biaya pengobatan suaminya. Tantangan muncul saat durasi perjanjian diperpanjang, memicu pengkhianatan terhadap pasangan masing-masing. Baca web novel ini untuk melihat konsekuensi dari pilihan tersebut.
Ringkasan Gairah Liar Atasanku
Renata terpaksa menyerahkan kehormatannya kepada Dion, sang atasan, demi membiayai pengobatan suaminya. Meski awalnya hanya untuk satu malam, Dion menuntut lebih karena nilai uang satu miliar yang besar. Intensitas pertemuan mereka justru menumbuhkan benih cinta terlarang di antara keduanya. Di sisi lain, Vera dan Andika harus menghadapi kenyataan pahit saat mengetahui pasangan masing-masing telah mengkhianati komitmen pernikahan mereka demi gairah ini.
Baca Selengkapnya

Gairah Liar Atasanku Bab 1

"Tidurlah denganku!" kata Dion yang membuat Renata membatu.

Air mata Renata merembes keluar, dirinya tidak menduga kalau Dion atasannya meminta hal yang tidak seharusnya diminta oleh seorang pria beristri.

Renata menatap Dion dengan tatapan yang tak biasa, suaminya sakit keras saat ini sehingga dia memerlukan banyak uang untuk biaya operasi dan dengan teganya Dion meminta Renata untuk tidur dengannya.

Apa ini, bagaimana bisa seorang istri tidur dengan pria lain saat suaminya sakit keras?

"Pak, suami saya sedang sakit keras bagiamana anda bisa meminta saya untuk tidur dengan anda?" tanya Renata dengan air mata yang terus mengalir.

Dion tertawa lalu beranjak dari kursi kebesarannya, dia mendekati Renata dan

meletakkan sebagian pantatnya di ujung meja dengan kaki yang ikut menumpu tubuhnya.

"Itu masalah kamu Renata, aku hanya memberikan dua opsi, pertama tidur denganku dan dapatkan uangnya. Kedua, kamu menolak permintaan aku dan melihat suami kamu meregang nyawa," kata Dion.

Air mata Renata mengalir semakin deras, hatinya sungguh tercabik, dilema kini bersarang di hatinya. Apa dia terima saja keinginan Dion, toh Andika suaminya juga nggak akan tau.

"Cepatlah Renata, aku tidak ada waktu menunggumu berpikir apalagi dibarengi dengan tangisan yang membuat aku muak," ucap Dion.

Renata mengiba dan memohon namun Dion tidak mau diajak berunding sehingga mau nggak mau dirinya menyetujui keinginan Dion.

"Baiklah," kata Renata.

Tersungging senyuman di bibir Dion, akhirnya dia dapat menyalurkan hasrat yang selama sebulan ini tak tersalurkan.

Dion adalah seorang CEO tempat Renata bekerja, Dion memiliki istri seorang dokter, karena kesibukan mereka yang padat inilah membuat keduanya jarang memiliki waktu untuk hanya sekedar canda tawa seperti sepasang suami istri pada umumnya.

Namun meskipun begitu dia sangat mencintai istrinya meski terkadang Dion mencari kepuasan di luar.

"Berapa uang yang kamu butuhkan?" tanya Dion.

"Satu Milyar," jawab Renata.

Dion membolakan matanya, tak disangka Renata memerlukan uang yang sangat banyak.

"Banyak sekali," sahut Dion.

"Anda bisa memotong dari gaji saya setiap bulan Pak?" ucap Renata.

Dion tertawa, kalau dipotong dari gaji, berapa tahun Renata bisa melunasinya.

"Karena kamu adalah staf aku jadi kamu nggak perlu hutang," tukas Dion.

Mata Renata berbinar tak disangka Dion masih berbiak hati padanya.

"Terima kasih pak," ucap Renata.

"Tapi satu kali kamu tidur denganku aku akan membayarnya seratus juta, kalau kamu memerlukan uang satu milyar bearti kamu harus tidur denganku sepuluh kali," sahut Dion.

Lagi-lagi Renata membolakan matanya, dia kira Dion hanya sekali tidur namun Dion meminta lebih sungguh diluar ekspektasi.

Kalau dipikir seratus juta adalah nilai yang kecil jika ditukar dengan harga diri tapi bagaimana lagi biaya rumah sakit untuk pasien kanker memang tidak murah apalagi harus kemoterapi dan lain-lain.

"Kenapa harus begitu?" tanya Renata.

"Seratus juta itu sudah angka yang fantastis mengingat kamu tidak virgin lagi, tapi kalau menurut kamu harga yang aku tawarkan terlalu murah, kamu cari saja orang lain," jawab Dion lalu dirinya beranjak dan siap-siap untuk pulang.

Pikiran Renata kalut, dia sungguh dilema. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk menerima harga yang ditentukan bos nya tersebut.

"Bagus, habis ini ikut aku ke hotel," kata Dion.

"Baik Pak," sahut Renata.

Setibanya di kamar hotel, Dion membersihkan diri lalu keluar dengan handuk kimono yang sudah di sediakan oleh pihak hotel sedangkan Renata hanya diam membatu di sofa sembari meremas jari-jemarinya.

Dion menghela nafas, dia sungguh kesal dengan Renata yang malah duduk mematung di sofa.

"Renata, apa kamu pikir dengan hanya duduk di sana hasrat aku akan tersalurkan?" protes Dion.

"Maaf pak, kalau begitu saya mandi dulu," sahut Renata lalu bergegas masuk ke dalam kamar mandi.

Setalah selesai mandi, Renata keluar dengan memakai pakaiannya kembali. Dion yang melihatnya menepuk tempat di sampingnya meminta Renata untuk mendekat.

"Kemari lah Renata," titah Dion.

Dengan langkah pelan dan tubuh gemetar, Renata mendekati Dion, dia duduk di tepi ranjang dengan pandangan ke bawah alias menunduk.

"Kalau kamu duduk membelakangi aku kira-kira kapan kita akan memulai percintaan kita Renata." Lagi-lagi Dion protes pada Renata.

Dion sungguh heran perasaan Renata adalah wanita bersuami seharusnya dia tau bagaimana adabnya orang yang akan bercinta.

"Maaf Pak," kata Renata.

Renata menghela nafas, perlahan dia mendekat namun masih dengan pakaian lengkapnya.

"Kamu sungguh membuat aku pusing, aku memberi kamu pilihan, aku atau kamu sendiri yang melepas pakaian kamu," kata Dion dengan nada yang tinggi.

"Biar saya saja," sahut Renata dengan takut.

"Oh ya tapi aku ingatkan, kamu jangan sekali-kali baper dengan percintaan panas kita, ini hanya untuk kesenangan semata nggak lebih," kata Dion.

Renata mengangguk sambil melepas satu persatu kancing bajunya.

Setelah semua terlepas dari tubuhnya, Renata menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos.

"Aku heran denganmu, baju dilepas tapi kini tubuh dibungkus selimut, mau kamu itu apa?" tanya Dion heran.

"Saya malu pak," jawab Renata, seakan tidak ingin tubuhnya dinikmati oleh Dion.

"Buka!" bentak Dion, dirinya sudah kehilangan kesabaran.

Dengan gemetar Renata membuka selimut yang menutup tubuhnya dan kini tubuhnya polos di samping Dion.

Dion menelan salivanya, sungguh Renata memiliki tubuh putih bersih dengan bagian dada yang lumayan besar.

"Apa kamu siap dengan percintaan panas kita?" tanya Dion yang juga ikut melepas handuk kimono yang dia pakai.

Langsung saja Dion menerjang Renata, dengan hasrat yang terus bergejolak dirinya menikmati bibir manis Renata, tangannya terus bergerilya menjelajah seluruh tubuh wanita yang akan memuaskannya.

Air mata Renata lolos sudah, tubuh yang seharunya dia jaga untuk sang suami kini harus dia bagi dengan pria lain yang tak lain adalah bosnya sendiri.

"Maafkan aku mas Andika yang telah berkhianat," batin Renata.

Lidah Dion terus menjelajah pucuk dada Renata sehingga membuat Renata mengeluarkan desahan lirih.

Puas dengan dada Renata dia segera menyatukan miliknya dan milik Renata.

"Aaahhhhhhh," lenguhan panjang dari keduanya terdengar nyaring.

Baik Dion maupun Renata sama-sama merasakan nikmat yang luar biasa. Goa yang masih sempit membuat Dion terasa dijepit.

"Nikmat sekali Renata, bagiamana bisa wanita bersuami memiliki goa yang begitu menggigit seperti ini," kata Dion yang mulai memaju mundurkan miliknya.

"Iya," sahut Renata dengan memejamkan matanya membayangkan kalau yang menusuknya adalah Andika sang suami.

Renata memang masih memiliki goa yang sempit karena dirinya baru dua tahun menikah dan setahun terakhir ini dirinya jarang sekali disentuh karena sakit yang diderita Andika sang suami.

Keduanya hanyut dalam percintaan panas penuh nikmat hingga mereka lupa kalau mereka adalah istri dan suami orang.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Gairah Liar Atasanku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dendam dan kehilangan
9.1
Kebahagiaan Ardian, polisi muda berbakat, hancur seketika saat istrinya, Mira, tewas mengenaskan. Mira adalah wartawati kriminal yang terbunuh saat meliput kasus pembunuhan berantai yang tengah diselidiki Ardian. Di hadapan jenazah sang istri dan ayah mertuanya, Ardian bersumpah untuk menuntaskan misteri ini. Ia bertekad memburu sang pembunuh dengan tangannya sendiri demi membalaskan dendam atas hilangnya nyawa wanita yang paling ia cintai.
Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Anisa Rahma memulai hidup baru sebagai istri Seno Bagaskara, pria kaya raya yang membawanya tinggal di kediaman besar keluarga. Namun, situasi menjadi rumit karena mereka harus berbagi atap dengan saudara ipar lainnya. Di balik kemewahan tersebut, Anisa tidak menyadari bahwa adik laki-laki Seno dan suami dari iparnya menyimpan hasrat terlarang kepadanya. Kini, Anisa terjebak dalam ancaman nafsu mereka di rumah itu. Sanggupkah ia bertahan?
Sampul Novel Meski Lupa Ingatan, Hati Tak Bisa Bohong
9.1
Sebagai ilmuwan otak ternama, Oscar tega mencekoki tunangannya dengan obat eksperimental penghapus ingatan. Tujuannya hanya satu: agar sang tunangan melupakannya selama sebulan, sementara ia mendampingi Yuki, kekasih masa kecilnya yang sekarat akibat kanker. Di masa jeda itu, Oscar menikahi Yuki dan merajut kenangan indah terakhir. Namun, saat waktu sebulan berlalu dan Oscar kembali dengan penyesalan di tengah guyuran hujan, ia mendapati kenyataan pahit bahwa ingatan sang tunangan telah hilang selamanya.
Sampul Novel My Absurd Ning
9.4
Zora Alifia dikenal sebagai santriwati pembuat onar yang kerap memicu kekacauan di pesantren. Kelakuannya sering kali membuat Emir, sepupunya yang juga seorang Gus, merasa sangat kewalahan. Meski sering ditegur, Zora tetap membangkang hingga hubungan keduanya diwarnai ketegangan. Emir pun melontarkan ancaman pernikahan untuk menertibkan Zora. Ajaibnya, gertakan itu mulai mengubah sikap Zora menjadi lebih rajin dan taat menjalani kehidupan di pondok.
Sampul Novel Permainan Mustahil
9.1
Cairan merah pekat mengalir lambat dari leher hingga membasahi kemeja putihku, menempel ketat pada lekuk tubuh yang bergetar. Rasa gugup bercampur ketegangan aneh menyelimuti sanubari saat rona merah itu merembes di pakaianku. Ini adalah langkah nekat pertamaku, sebuah upaya sadar untuk memikat pria asing yang bukan suamiku. Dalam kisah penuh intrik ini, setiap detik dipenuhi keraguan dan gairah berbahaya yang siap menguji batas kesetiaan serta pernikahan kami.
Sampul Novel Rumah Kakek
8.4
Dara merasa pilu saat kediaman mendiang kakeknya dijuluki rumah angker, padahal tempat itu menyimpan memori masa kecilnya. Meski begitu, ia tak menampik aura mencekam di sana. Enam belas tahun berlalu, rumah tersebut telah direnovasi total, namun berbagai teka-teki gelap tetap menyelimutinya. Dara pun mulai bertanya-tanya tentang sosok yang dahulu menghantui mereka. Apakah 'mereka' masih menetap di sana? Ia harus memutuskan apakah akan kembali demi mengungkap rahasia kakeknya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan