Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel RESTO GM

RESTO GM

Kehadiran sebuah restoran baru yang dikenal dengan nama Resto GM membawa atmosfer penuh tanda tanya. Di balik kemegahannya, tempat makan ini ternyata menyimpan ribuan rahasia kelam yang tidak terduga oleh siapa pun. Faza pun terseret ke dalam situasi pelik yang mengharuskannya untuk bertindak. Mampukah ia mengungkap kebenaran dan menuntaskan segala misteri yang menyelimuti restoran tersebut sebelum semuanya terlambat? Sebuah kisah penuh teka-teki.
Bab
Bagikan

Bab 3

Ratu mundur beberapa langkah mendengar pertanyaan Kirana. Napasnya memburu.

"Kenapa kamu datang lagi dan mengganggu Kirana?" teriak Ratu dengan marah, dia langsung menunjuk Kirana dengan telunjuknya. Kirana tertawa.

"Kamu kira, kamu bisa melawanku dengan mantramu itu?" teriak Kirana, dia melompat ke depan dan langsung mencekik Ratu. Dengan satu gerakan yang sangat cepat, dia menarik cadar Ratu. Beberapa orang yang melihat wajah Ratu terkesiap. Hasna bertindak cepat, dia segera meruqyah Kirana dan melepaskan Ratu dari cengkeraman Kirana. Ratu terjatuh dengan lemas dan segera memakai cadarnya lagi dengan cepat. Beberapa ustadzah segera menolong Hasna dan sebagian menolong Ratu.

Hasan termasuk orang yang melihat wajah Ratu sekejap tadi. Wajah itu begitu cantik, seperti wajah orang Timur Tengah. Hasan tadi langsung menundukkan pandangannya, tetapi wajah itu tetap membayang di matanya. Hasan beristighfar beberapa kali, dan melihat Ratu akhirnya dibawa pergi ke dalam sebuah ruang kelas dan Hasan bisa mendengar isak Ratu dengan jelas. Ah, pasti Ratu malu sekali.

"Mana wanita jal*ng itu? Aku akan membalaskan dendam padanya!" teriak Kirana, matanya melotot marah, memandang berkeliling, sepertinya dia mencari Ratu.

"Kalau bicara yang sopan!" desis Hasna. Wajah Kirana tersentak mendengar desisan Hasna. Dia menjengit dan menoleh ke belakang. Hasna tersenyum menyambut Kirana, dia terus menggumamkan ayat ruqyah di depan Kirana.

Kirana memandang Hasna penuh kebencian. Dia maju satu langkah mendekati Hasna dan tubuhnya terpental beberapa meter ke belakang, seakan terpukul oleh sesuatu di depannya. Kirana menjerit marah, dia berlari lagi mendekati Hasna, dan terpental lagi ke belakang. Kali ini sepertinya Kirana melukai punggungnya sendiri, dia meringis ketika hendak bangun dan melakukan hal yang sama lagi.

"Mas Hasan, sepertinya jin di dalam tubuh Kirana sangat kuat. Kita harus mengeluarkan jin itu sebelum Kirana terluka parah!"

Hasan menelan ludah, dia mengangguk.

"Za, panggil Ustadz Nurul Ikhlash. Cari juga raqi yang sedang tidak mengajar. Kita butuh banyak bantuan!" seru Hasan. Faza mengangguk dan segera pergi melaksanakan perintah pamannya itu.

Tak lama ruang ruqyah itu dibanjiri ustadz ustadzah peruqyah dan Kirana tertawa.

"Kalian tidak perlu repot! Aku tidak akan membunuh wanita ini! Aku hanya akan menyiksanya, sebagaimana dulu orang tuanya menyiksaku!"

Hasna menggelengkan kepalanya, dia membisikkan ayat ruqyah di telinga Kirana. Kirana menjerit sejadi-jadinya. Seorang ustadzah mendekati mereka berdua. Ustadzah itu terlihat begitu lembut dan beliau tersenyum pada Kirana.

"Apakah namamu Dewi Drupadi?" bisik ustadzah itu ramah.

Kirana mengangguk heran.

"Kamu siapa? Kenapa kamu mengenaliku? Sepertinya kamu masih muda. Tidak mungkin kamu dulu pernah bertemu denganku, kan?" tanya Kirana.

"Aku Karima. Kita pernah bertemu, saat kamu masih di dalam botol di rumah Ratu, kan? Aku tahu karena dulu aku bisa melihatmu. Ya, mungkin kamu tidak tahu aku bisa melihatmu, karena kamu dulu semacam selebritas, artis di dunia jin, kan? Kamu sombong sekali karena jadi rebutan banyak orang, karena tipu dayamu, kan?" tanya Karima, istri dari Ustadz Nurul Ikhlash.

Kirana mendelik. Dia memandang Karima tak percaya.

"Kenapa kamu tahu rumah Ratu dan aku?" tanya Kirana dengan napas mendengus, membuat Karima tertawa.

"Aku dan Ratu dulu indigo, tetapi kami diam saja. Kami mencoba menyiksamu dengan ayat Al quran itu dan kamu kepanasan, kan? Aku pernah melihat pant*tmu terbakar oleh bacaan al quran kami," kata Karima dengan tertawa kecil.

Kirana menjengit, dia memandang Karima tak percaya.

"Kurang ajar kamu!"

"Pasti, dong! Waktu itu aku indigo kelas berat, aku bisa melihat dan mendengar apa saja dari bangsa kalian, tetapi kemampuanku itu kugunakan untuk mencoba meruqyah jin yang kulihat, dan itulah yang membuat mereka membenciku...."

"Aku akan membunuhmu!" teriak Kirana lantang. Karima malah tertawa.

"Yakin mau pant*tmu kubakar lagi?" tanya Karima enteng.

Kirana menjengit, wajahnya merah padam mendengar pertanyaan Karima. Napasnya tersengal, rahangnya di katupkan rapat, seakan dia hendak meledak.

Karima tersenyum geli. Dia menyentuh tangan Kirana perlahan dan sangat lembut. Seketika Kirana terbanting ke lantai dan tubuhnya bergelimpangan di lantai. Kirana benar-benar kesurupan yang sebenarnya, tubuhnya bergelimpangan ke sana ke mari, tanpa ada suara.

Hasna benar-benar terkejut melihat adegan miris itu. Karima tersenyum.

"Dewi Drupadi selalu bersembunyi di telapak tangan pemiliknya. Dia tidak akan banyak terpengaruh kalau kita ruqyah dari belakang. Dukunnya akan meletakkan susuk berisi jin wanita bernama Dewi Drupadi di daerah persendian, terutama persendian telapak tangan atau telapak kaki. Bisa jadi susuknya ada banyak, kita harus meruqyah telapak tangan dan telapak kaki Ustadzah Kirana. Mohon bantu kami membawa Ustadzah Kirana ke dalam, njih, Ust," kata Karima. Beberapa ustadz membawa Kirana ke dalam ruang terapi ruqyah bagian dalam.

Nurul Ikhlash mendekati istrinya.

"Dewi Drupadi? Kamu tidak bisa melihatnya lagi, kan?" tanya Nurul Ikhlash dengan cemas, Karima tertawa.

"Tidak, Ust. Insya Allah tidak lagi. Saya hanya melihat gerak gerik dan gerakannya yang berlebihan, saya menduga pasti jin itu adalah Dewi Drupadi atau paling tidak pengikutnya," jawab Karima.

"Pengikut?"

"Njih, Ust. Dia punya Cakrabirawa tingkat tinggi," jawab Karima.

"Berbahayakah?" tanya Nurul Ikhlash lagi.

"Dulu dia bilang tentara Cakrabirawanya sering dititipkan di rahim para wanita, sehingga wanita itu menjadi sulit hamil, tetapi Karima tidak pernah memastikan kebenaran hal itu, Ustadz. Mungkin dia bohong," jawab Karima. Nurul Ikhlash mengangguk. Dan kemudian terdengar teriakan-teriakan histeris dari ruang ruqyah bagian dalam, Karima berpamitan pada Nurul Ikhlash dan berlari memasuki ruangan itu.

"Hati-hati!" seru Nurul Ikhlash mengingatkan istrinya. Karima menoleh sambil mengangguk.

Fadli melihat dari kejauhan. Dia tersenyum. Sebagai orang yang sudah tua, dia menerima siapapun yang menjadi pemimpin pesantren ruqyah ini. Dan dia sangat suka dengan gaya Nurul Ikhlash dan Karima, pasangan muda yang dengan berani dan penuh percaya diri membuat gebrakan baru di pesantren ini.

Sebulan menjadi pemimpin pesantren, Nurul Ikhlash membuat dua ruang terapi ruqyah baru, yang apabila tidak digunakan bisa digunakan untuk pertemuan dan juga pelatihan ruqyah bagi masyarakat umum. Kajian-kajian tentang ruqyah terus diintensifkan dan Nurul Ikhlash juga mewajibkan semua ustadz ustadzah untuk berolah raga, dengan tujuan agar bisa meruqyah dengan kuat dan bertenaga dan agar selalu sehat tentu saja.

Ah, Fadli senang-senang saja. Dia dan Yasna hanya berjalan-jalan di saat senggang, sambil melihat ustadz ustadzah muda itu berolah raga di pagi dan sore hari. Rasanya menyenangkan sekali, tetapi Fadli tidak ingin muda lagi, dia merasa sudah cukup menjalani semua masa mudanya yang penuh dengan pengalaman dan petualangan dengan Sapto. Sekarang tak henti-hentinya dia bersyukur karena Allah memberinya masa muda yang membuatnya selalu teringat kepada Allah, masa muda yang memperkaya pengalaman hidupnya tanpa pernah melupakan Allah.

"Kenapa, Mas?" tanya Hasan ketika melihat Fadli tertawa-tawa sendiri.

Fadli tersenyum.

"Aku bersyukur karena Ustadz Nurul Ikhlash membawa pembaruan di sini. Aku senang sekali, inilah semangat yang diinginkan oleh Ustadz Irfan," jawab Fadli, "selalu mengingat Allah dan mengembangkan dakwah. Luar biasa sekali. Aku suka semangat mereka berdua."

Hasan mengangguk.

"Benar, Mas. Rasanya aku juga ikut bersemangat melihat semangat Ustadz Nurul Ikhlash. Semoga kedatangan beliau membawa kebaikan untuk kita semua," kata Hasan.

Fadli mengangguk dan tersenyum. Ah, jadi orang tua ternyata begini enaknya, ya, hanya tinggal duduk dan menikmati pemandangan anak-anak muda yang penuh semangat di sekelilingnya.

Tetapi sayang, Fadli tidak tahu, tidak semua orang sebahagia dan sesemangat dirinya menyambut pemimpin baru di pesantren ruqyah, ada seseorang yang sangat membenci kehadiran Ustadz Nurul Ikhlash di pesantren ruqyah ini.

****

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95MJY" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95MJY
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BUKAN SUAMI RAHASIA
8.1
Ava dan Jay terjebak dalam pernikahan paksa selama dua tahun. Sementara Jay terus berselingkuh, Ava membalasnya dengan memadu kasih bersama pria kaya dari keluarga terpandang. Meski keduanya mendambakan perpisahan, perceraian bukanlah sebuah pilihan. Jay pun akhirnya setuju membiarkan Ava menjalani hubungan tersembunyi dengan lelaki lain. Namun, mampukah rahasia besar ini bertahan selamanya tanpa terungkap ke permukaan? Akankah sandiwara mereka terus berjalan?
Sampul Novel Cinta Melawan Syarat
9.4
Demi kesembuhan sang ayah, Helena terpaksa menggantikan saudara tirinya menikahi pewaris kota yang tuli. Namun, malam pertama mereka justru diawali peringatan dingin bahwa pernikahan ini hanyalah bisnis. Helena harus bertahan menghadapi sikap suaminya yang sulit ditebak. Meski banyak yang meramal kehancurannya, sang suami justru menjadi pelindung utama. Saat kontrak usai dan Helena bersiap pergi, pria itu memohon sambil menangis agar ia tetap tinggal.
Sampul Novel Cinta Palsumu Menghancurkan Hidupku
9.4
Bagi Pratama, Dewi hanyalah persinggahan sementara sebelum ia kembali ke pelukan kekasih masa lalunya. Setelah mencampakkan Dewi, ia membiarkan wanita itu hancur dalam hinaan keluarganya. Di tengah kegelapan masa depan yang penuh luka akibat janji palsu, Dewi bertemu Reza. Pria ini menawarkan ketulusan yang sangat berbeda dari pengkhianatan sebelumnya. Kini, Dewi harus memilih antara menutup diri atau kembali membuka hati di bawah bayang-bayang trauma masa lalu.
Sampul Novel Di Mana Sayap Tumbuh
8.9
Sekuel The Maid and the Young Heir ini mengikuti Amelia, kini seorang ibu yang menjaga rahasia kelam. Saat Luciano berjuang mempertahankan keluarga, masa lalu kembali mengancam. Putra sulung mereka, Gabriel, dipenuhi tanda tanya, sementara Isabelita menghadapi bahaya di perantauan. Di tengah ancaman balas dendam musuh lama, Amelia harus memutuskan apa yang perlu dikorbankan demi keselamatan orang terkasih. Sebuah kisah tentang cinta dan keberanian untuk melepaskan.
Sampul Novel Gadis Yang Terjamah
8.7
Marlina kehilangan segalanya demi ambisi pendidikan, termasuk kehormatan dan status sosialnya. Terbuang dari masyarakat, ia terjerumus ke dunia gelap narkoba di kota besar sebagai pengedar cantik yang diperebutkan para bandar. Meski berniat tobat dan berhijrah, jebakan rival mengirimnya ke penjara. Setelah mendalami agama di balik jeruji, Marlina justru kembali menghadapi penolakan keras saat bebas. Kini ia harus memilih: kembali ke jalan haram atau teguh berhijrah.
Sampul Novel Heal Me, Baby
8.1
Insiden ciuman tak sengaja membuat Sean Wilson, pria penderita fobia kuman, pingsan seketika. Keyra Minolia, mahasiswi pekerja keras yang menabraknya, dituntut ganti rugi terapi yang mahal. Karena miskin, Keyra terpaksa melunasi hutang dengan menjadi asisten rumah tangga Sean. Hidup mereka yang kontras pun beradu di bawah satu atap hingga orang tua Sean memergoki mereka dan memaksa keduanya menikah. Mampukah pernikahan ini menyembuhkan Sean dan menyatukan hati mereka?