Sampul Novel REKENING SUAMIKU

REKENING SUAMIKU

9.4 / 10.0
Dalam romance novel REKENING SUAMIKU, seorang istri harus melindungi harga diri suaminya, Yasa, dari hinaan sang bapak. Di balik tuduhan pengangguran, Yasa menyimpan rahasia besar demi masa depan mereka. Ikuti kisah modern novel ini saat perjuangan tersembunyi berujung pada pembuktian tak terduga.
Ringkasan REKENING SUAMIKU
Ayah terus menghina Yasa, suamiku, karena dianggap pengangguran yang hanya mengandalkan ketampanan. Beliau tak henti mencaci Yasa yang sering terlihat santai dengan kameranya, tanpa tahu ada perjuangan besar yang sedang disiapkan suamiku untuk masa depan kami. Meski lelah melihat sisa daganganku dilempar sebagai bentuk amarah, aku memilih diam. Aku yakin suatu saat nanti ayah akan menyesal karena telah merendahkan sosok yang sebenarnya sangat gigih ini.
Baca Selengkapnya

REKENING SUAMIKU Bab 1

#REKENING_SUAMIKU(1)

“Percuma kamu punya suami modal tampang doang! Memangnya hidup mau kenyang hanya cuma makan cinta? Tiap hari kerjanya hanya ngendon di kamar dan jalan-jalan keliling komplek bawa kamera!” hardik bapak sambil melempar sayuran sisa jualanku hari ini.

Aku hanya terdiam. Sudah bosan beradu debat dengan bapak yang selalu merendahkan dan menghina Mas Yasa. Lelaki yang sudah dua tahun terakhir ini menjadi suamiku. Pekerjaan Mas Yasa memang hanya serabutan. Namun akhir-akhir ini sebetulnya kondisi ekonomi kami sudah mulai membaik. Mas Yasa sudah berhasil memonetisasi channel Yutub yang digarapnya. Dia memang sejak dulu sangat suka membuat konten-konten menarik.

“Yang penting aku dan Mas Yasa tidak merepotkan Bapak dan Ibu lagi! Sejak kami menikah cuma hitungan jari aku meminta bantuan kalian ataupun saudara yang lainnya! Itupun waktu Alika sakit. Selebihnya kami berjuang dan berdiri di atas kaki sendiri!” ucapku.

“Kamu itu masih saja belain si Yasa itu! Lelaki yang bertanggung jawab itu harus punya pekerjaan tetap! Beliin kamu rumah! Bukannya dua setengah tahun terus-terusan ngendon di pondok mertua indah!” Mbak Miranda yang baru datang turut menceramahiku. Dia kakak satu ayah tapi beda ibu. Rumah Mbak Miranda hanya terhalang dua rumah dari rumah Bapak dan Ibu.

“Mbak, apa kamu nggak bosan menghina suamiku terus? Kami tidak pernah merepotkan kalian! Bahkan tiap hari aku juga turut andil dalam urusan dapur! Kalian tidak sadar kalau setiap sore kalian juga ikut menikmati sayuran gratis sisa jualanku? Bahkan seringkali kalian mengambil sayuran dari tudung saji rumah ini!” ucapku dengan dada menahan sesak.

“Tuh, Pak! Si Mela makin nggak tahu diri saja! Cuma sayuran sisa saja diungkit-ungkit terus!” cebiknya sambil menginjak seikat kangkung yang tadi dilempar Bapak.

Nyess!

Hatiku terasa nyeri. Bapak melihat ke arahku dengan tatapan tidak suka juga.

“Kamu itu memang selalu keras kepala, Mel! Dari dulu juga Bapak udah larang kamu nikah sama si Yasa! Orang nggak ada kerjaan kayak gitu! Lihat Mbakmu sekarang! Dia sudah punya rumah sendiri dan hidup mapan! Coba kamu dulu mau dilamar sama si Sobir, sekarang kamu sudah jadi istri kepala desa!” ucapnya.

Hidup di kampung seperti ini memang sangat menjadi sorotan ketika suami memang tidak punya pekerjaan. Terlebih Mas Yasa yang memang pekerja seni tidak terlihat kerja kerasnya di depan Bapak.

Dia hanya sesekali dipanggil untuk menyanyi di acara nikahan. Selebihnya dia berkutat dengan laptop dan benda pipih di kamarnya. Membuat konten Youtube yang katanya suatu hari nanti bisa jadi pasif income. Benda-benda mahal itu dia sudah miliki jauh sebelum dia menikah denganku.

Mas Yasa bukan orang pendidikan rendah. Namun karena pilihan profesi yang tidak nyata ini, dia selalu direndahkan. Bukan hanya dari pihak keluargaku, dari keluarganya juga. Bahkan saat kami menikah, tak ada satupun keluarga besarnya dari Surabaya yang datang ke sini.

“Sekarang ke mana lagi si Yasa pengangguran itu? Masih ngendon aja di kamar? Malah relain istri keliling jualan! Memang menantu miskin nggak tahu diri!” gerutu Bapak.

Aku menyeka air mata. Kupunguti sayuran yang tadi dilemparkan Bapak. Sementara Mbak Miranda masuk ke dalam dan pastinya langsung membungkus masakan yang tersisa. Dia paling malas masak dan sukanya menghabiskan stok yang ada di rumah.

“Mbak, sisain ayamnya! Itu sengaja kugoreng lembek buat Alika, biar gampang nanti dilembutkannya!” ucapku. Alika putriku yang usianya sudah satu setengah tahun lebih.

“Alaah! Pelit banget kamu, Mel! Sudah miskin terus pelit nanti seret lho rejekinya!” Dia tidak menggubris. Lalu pergi setelah misinya berhasil. Mengeruk isi dari tudung saji.

Aku hanya mengelus dada. Lalu berjalan ke kamar kami yang ada di belakang. Kubuka pintunya tampak Alika tengah duduk di punggung Mas Yasa yang sedang fokus sama laptopnya. Dia sedang mainkan rambut ayahnya.

“Mas, udah makan?” tanyaku.

“Belum, Mel! Ini tanggung konten aku sebentar lagi selesai! Ini sudah banyak subscriber dan jam tayangnya sudah lumayan! Semoga mimpiku bisa segera jadi nyata! Aku bisa menjadi seperti Atta halilintar yang kaya raya hanya dengan hasil ngonten, Dek!” ujarnya.

“Iya, Mas! Aku doakan! Pengen cepetan punya rumah sendiri dan pindah dari sini!” ucapku sambil terduduk di samping Mas Yasa.

“Sabar, ya, Dek! Bulan ini ‘kan penghasilanku sudah lumayan. Hanya memang butuh untuk fokus dan konsisten saja! Kamu juga nggak perlu jualan sayur lagi, Dek! Uang kita bisa cukup hanya untuk menyambung hidup!” ucapnya sambil tersenyum dan menoleh ke arahku.

“Nggak apa, Mas! Aku bosan juga di rumah! Lagian para pelanggan aku sudah banyak dan untungnya lumayan, jadi uang hasil dari yutub kamu nanti bisa ditabung!” ucapku.

“Iya, semoga segera terlaksana, Dek! Ini rumah impian untuk kita nanti!” ujarnya sambil menunjukkan sebuah gambar yang terpampang pada wallpaper laptopnya.

Brakk!

“Duh, aduh, aduh! Pasangan tukang ngimpi emang! Ngarepin bisa beli rumah besar tapi nggak mau kerja!” tanpa kukira Mbak Miranda sudah berdiri lagi di ambang pintu kamar kami. Tidak sopan memang.

“Mbak, jangan hinakan mimpi kami! Lagian kamu ngapain balik ke sini lagi? Bukannya isi tudung saji sudah bersih?” pekikku.

“Aku lupa, belum masak nasi! Jadi mau ambil sekalian! Masa kamu saja yang nikmati nasi dari hasil kerja keras Bapak! Enak banget numpang teruuuus!” ucapnya sambil mencebik. Lalu berjalan meninggalkanku dan Mas Yasa yang saling bertukar pandang.

“Sabar ya, Dek! Maafkan pekerjaan Mas yang tidak keren seperti suaminya Mbak Miranda yang kantoran! Padahal ‘kan pendapatan Mas sekarang saja sudah mulai lebih besar dari pada gaji UMR yang ada! Makanya kamu udah nggak usah jualan sayur lagi! Mending di sini bantuin Mas bikin konten biar lebih menarik lagi,” ujarnya.

“Nggak apa, Mas! Biar nanti ketika kita sukses bisa memberikan kejutan yang indah untuk mereka! Biar mereka menganga melihat tukang ngendon dan tukang sayur tapi isi rekeningnya lebih besar dari pada suaminya Mbak Miranda yang pekerja kantoran!” ucapku sambil mencoba tersenyum.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi REKENING SUAMIKU

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta di Tepi: Tetaplah Bersamaku
9.4
Demi melindungi wanita pilihannya, Regan terpaksa menikahi Ella dua tahun lalu. Di mata Regan, Ella adalah sosok licik yang menjeratnya dalam pernikahan, sehingga ia bersikap dingin dan mengabaikan pengabdian tulus Ella selama sedekade. Namun, saat Ella mulai lelah dan berniat menyerah, ketakutan melanda hati Regan. Ketika nyawa Ella terancam saat mengandung anaknya, barulah Regan tersadar bahwa cinta sejatinya selama ini hanyalah untuk sang istri.
Sampul Novel Dilarang Hamil Oleh Mertua
9.0
Kehidupan pernikahan Claudia dan Rayhan penuh cobaan karena ketidaksetujuan Ibu Eva. Sang mertua yang menginginkan menantu pilihan sendiri ini tega melarang Claudia hamil hanya karena status sosialnya yang rendah. Saat Claudia benar-benar mengandung, Eva justru mendesaknya untuk menggugurkan janin tersebut. Di tengah tekanan batin dan kebencian mertua, mampukah pasangan ini menjaga keutuhan rumah tangga serta melindungi calon buah hati mereka?
Sampul Novel FENGYING LIE
8.7
Kejadian tak terduga menimpa Fengying saat dirinya tiba-tiba diserang oleh dua pria misterius. Pukulan keras salah satu dari mereka membuatnya jatuh tersungkur hingga pergelangan tangannya terluka. Dengan penuh amarah, Fengying bangkit dan memaki pelaku yang menyerangnya. Namun, lawan justru memberikan ancaman mematikan. Mereka menuntut Fengying untuk segera menyerahkan pedang miliknya, atau nyawanya akan dihabisi di tempat itu juga tanpa ampun.
Sampul Novel Ketika Cinta Adalah Sebuah Kebohongan
9.7
Tiga tahun Kesha menderita dalam pernikahan beracun dengan Juan hingga sebuah pengkhianatan keji dari adiknya menjadi titik balik. Setelah dijebak, Kesha memilih pergi dan meninggalkan surat cerai. Tahun-tahun berlalu, ia kembali sebagai sosok sukses yang memukau. Juan yang terpaku melihat kemiripan Kesha dengan cinta barunya mulai menyadari bahwa ia hanya menjadikan Kesha pengganti. Dalam keputusasaan, Juan mengejarnya demi jawaban atas luka masa lalu mereka.
Sampul Novel Rahasia Suamiku
8.8
Kehidupan pernikahan yang selama ini aku anggap berjalan dengan sangat harmonis dan tanpa cela ternyata hanyalah sebuah ilusi semata. Di balik kebahagiaan yang terlihat nyata di permukaan, suamiku menyembunyikan sebuah rahasia besar yang sangat kelam. Perlahan namun pasti, kenyataan pahit mulai terungkap dan mengancam keutuhan rumah tangga kami. Kini, aku harus menghadapi kebenaran mengejutkan yang selama ini tersimpan rapat di dalam rumah kami sendiri.
Sampul Novel Rindu Yang Terlarang
9.1
Bagi Alessandra Vega, bertemu mantan kekasih jauh lebih mengerikan daripada melihat hantu. Sialnya, takdir justru mempertemukan kembali Alessandra dengan Fabian Reva, seorang perwira militer yang pernah mengisi hatinya. Tuntutan pekerjaan memaksa mereka untuk terus berinteraksi secara intens. Kini, Alessandra terjebak dalam dilema antara kenangan lama dan realita. Akankah benih cinta lama mereka bersemi kembali, ataukah luka masa lalu justru memicu konflik baru?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan