Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Reject Me

Reject Me

Kehidupan normal Eliza runtuh setelah kematian ayahnya yang misterius. Demi keselamatan, sang ibu membawanya pindah ke kota baru yang justru mengungkap rahasia besar tentang jati dirinya. Di sana, Henry mengklaim Eliza sebagai miliknya secara posesif dan menolak melepaskannya. Eliza kini terjebak dalam ancaman penguntit gelap sambil berusaha mencari tahu siapa pembunuh ayahnya. Mampukah ia bertahan di tengah tragedi dan takdir yang mengejarnya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Kanaya tersadar dari lamunannya, semenjak suaminya meninggal, hidup mereka memang tidak terasa damai lagi. Berbagai kejadian aneh dapat mereka temukan hingga beberapa teror menakutkan silih berganti datang tanpa lelah mengerubungi mereka.

Kanaya menggambil pakaian Eliza di dalam lemari lalu menyerahkan pakaian itu pada Eliza agar Eliza bisa berganti pakaian, Kanaya berjalan turun ke lantai bawah untuk membuatkan Eliza minuman yang bisa menghangatkan tubuhnya meski dia tahu Eliza tidak membutuhkan itu.

Di dapur, Kanaya menghembuskan napas lelah. Ketakutan Eliza semakin meningkat setiap harinya, apalagi Eliza selalu merasa dirinya diikuti pulang oleh seseorang. Eliza merasa ada mata yang terus mengawasinya bahkan ketika dia tidur, yang lebih parah Eliza merasa orang itu ingin mendekati dirinya karena ada sesuatu dalam dirinya yang diincar orang itu.

"Kenapa semuanya jadi rumit seperti ini? Kenapa para vampir campuran itu mengincar Eliza? Apa yang mereka inginkan sebenarnya dari Eliza?" Suara Kanaya terdengar lelah.

Kanaya menghidupkan kompor, dia meletakkan wadah untuk merebus air untuk membuatkan minuman hangat kepada Eliza. Setelah selesai, Kanaya naik ke lantai atas menuju ke kamarnya kembali.

"Eliza tidak memiliki kekuatan kami, dia juga terlahir sebagai manusia biasa jadi tidak mungkin para campuran itu mengejarnya karena kekuatan yang Eliza miliki. Pasti ada sesuatu yang mereka inginkan hingga mereka melakukan semua ini, tempat teraman bagi Eliza sekarang adalah kota itu." Kanaya berbicara dengan dirinya sendiri di sepanjang jalan.

Saat membuka pintu kamar, Kanaya melihat Eliza terbungkus erat oleh selimut. Hanya wajahnya saja yang keluar dan posisinya saat ini berada di tengah-tengah kasur dekat dengan kepala ranjang, Kanaya mendekati Eliza meletakkan segelas teh hangat dicampur jahe itu di meja kecil yang ada di samping ranjang.

Kanaya melepaskan selimut yang melilit tubuh Eliza lalu mengajak Eliza mendekat ke tepi ranjang untuk meminum teh jahe itu.

"Bu! Kalau kita pergi lalu kenangan Ayah bagaimana? Rumah ini sudah kalian tinggali bahkan sebelum aku lahir ke dunia ini, apakah aku merusak kenangan kalian?" Eliza menengadah menatap Kanaya dengan air mata berlinang.

Kanaya langsung menggelengkan kepala, bagi mereka lebih penting perasaan dan kehidupan Kanaya daripada diri mereka sendiri. Dan sekarang karena tempat ini tidak aman lagi untuk Eliza maka dia harus membawa Eliza pergi ke tempat yang bisa menjaga mental dan jiwa Eliza.

"Kau itu segalanya bagi kami, untuk mendapatkan dirimu kami bahkan rela mengorbankan beberapa hal lalu kenapa sekarang Ibu tidak rela dengan kepergian kita dari sini?" Dengan senyum lembut yang begitu tulus Kanaya membelai pipi lembut Eliza.

Mata itu adalah mata suaminya, kelembutan Eliza juga diturunkan dari suaminya. Eliza hanya menuruni wajah dan warna rambutnya saja, sedangkan tinggi badan dan ciri khas lainnya Eliza dapatkan dari sang ayah.

Inilah yang membuat Kanaya begitu mencintai putrinya, bahkan cinta yang ia miliki mengalahkan cinta yang dia berikan pada suaminya. Sekarang hanya Eliza yang ditinggalkan sang suami untuknya dan dia harus merawat Eliza dengan baik agar cinta mereka tetap utuh selamanya.

"Aku menyayangimu, Bu! Terima kasih sudah berkorban untukku, tapi aku benar-benar sudah tidak nyaman lagi tinggal di sini. Mereka seperti ingin memakan diriku, mereka selalu menatap diriku dengan lapar seolah aku adalah makanan mereka." Eliza menceritakan apa yang ada di dalam pikirannya.

Kanaya mengiyakan ucapan Eliza lalu menyerahkan teh hangat itu pada Eliza untuk diminum. Malam itu Eliza tidur sembari memeluk erat tubuh Kanaya, tangan Eliza dengan erat menggulung perut Kanaya dan memengangnya dengan erat.

Paginya, Kanaya menaikkan semua barang-barang mereka ke atas mobil. Perjalanan ke kota itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan perjalanan paling aman ke sana adalah siang hari, Kanaya tidak mau mengambil resiko itulah sebabnya mereka berangkat pagi-pagi sekali agar aman di jalan.

Lagipula makhluk campuran itu tidak sama dengan mereka yang alami, mereka tidak bisa terkena cahaya matahari terlalu lama. Apalagi campuran yang berasal dari prajurit yang digunakan untuk perang, mereka lebih rentan terbakar jika terkena cahaya matahari.

Eliza duduk di samping Kanaya, dia duduk sembari meletakkan tangan di jendela sembari mencoba menikmati perjalanan ini. Bisingnya kota perlahan menghilang ketika mereka mendekati daerah pegunungan yang memakan waktu tiga jam ke sana, sepanjang jalan terdapat banyak pohon-pohon tinggi menjulang yang menghiasi pemandangan.

Suara hewan terdengar merdu di sekitar bukit Wizard yang terdengar angker, tidak ada penduduk yang berani masuk ke dalam hutan. Mereka takut akan cerita yang beredar di mana-mana tentang banyaknya korban di bukit Wizard.

"Kita pindah ke mana, Bu? Kenapa kita tidak naik pesawat atau kapal saja? Kenapa harus melewati bukit Wizard ini? Orang-orang mengatakan tempat ini sangat angker dan tidak ramah lingkungan, banyak orang hilang setelah memasuki bukit Wizard ini." Eliza merasa gelisah.

Eliza mengunci pintu mobilnya takut ada hewan yang tidak dikenal menyerang mereka seperti rumor yang beredar di luar, Kanaya memilih diam, dia sibuk mengatur laju kendaraannya meninggalkan kota penuh kenangan mereka.

Saat melewati terowongan di bawah bukit Wizard, suasana aneh terasa begitu kental dan menyeramkan. Eliza merasa mereka melewati lorong waktu, di terowongan gelap itu hanya ada keheningan tanpa ada suara hewan yang tadi sibuk bernyanyi.

Saat cahaya terang menyambut mereka Eliza terkejut bukan main dengan pemandangan indah di depannya, pohon-pohon di sini daunnya tidak lagi bewarna hijau. Binatang yang berkeliaran juga tampak unik dan aneh dengan daya pikat tersendiri yang mereka miliki.

Mobil terus melaju memasuki kawasan padat penduduk, rumah-rumah mulai terlihat dengan aktivitas yang begitu hidup layaknya seperti kota tempat mereka tinggal dahulu hanya saja di sini tampak mereka yang berlalu lalang sedikit pucat dan berbeda.

"Aroma ini!" Eliza terkejut saat hidungnya menangkap berbagai macam aroma yang melintasi hidungnya.

Aroma kali ini lebih lembut daripada aroma yang biasa berputar-putar di sekitar mereka, Eliza menatap pria dan wanita dengan wajah pucat itu. Dia juga melirik pada beberapa orang yang memiliki aroma sama dengan ayahnya, perasaan tidak enak kembali menyerang Eliza namun saat melihat mereka bersikap wajar satu sama lain Eliza enggan untuk banyak bicara.

Kanaya berhenti di sebuah rumah yang terletak di kawasan padat penduduk, rumah itu tampak bersih dan terawat dengan baik. Ukuran rumah yang besar layaknya rumah seorang bangsawan itu memiliki gerbang berwarna hitam yang menjulang tinggi.

Kanaya membunuh klakson mobilnya agar pintu segera dibuka, dari dalam muncul seorang pria dan wanita tua yang membuka pintu dengan tergesa-gesa. Mereka tampak terkejut dengan kedatangan Kanaya di sana karena mereka tidak pernah mengira kalau Kanaya akan datang ke sini setelah puluhan tahun berlalu.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95HTX" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95HTX
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Seorang Janda
9.6
Ardena Alverio, anggota pasukan khusus yang dikhianati hingga tewas, terbangun dalam tubuh Lyra Elvine, seorang janda bisu dengan tiga anak kembar. Dunia terkejut saat Lyra yang dianggap lemah tiba-tiba mampu bicara dan menunjukkan otoritasnya. Mantan tentara bayaran hingga peretas jenius kini tunduk di hadapannya. Meski tangguh dalam strategi dan tempur, Ardena kini menghadapi tantangan tersulit: belajar menjadi ibu bagi anak-anaknya di tengah intrik berbahaya.
Sampul Novel Cincin Dendam : Janji di Balik Rahasia
9.4
Terjebak rahasia kelam keluarga Ariatama Marten, Lara tak sengaja merusak hubungan adiknya dengan Leon akibat rasa cemburu. Leon yang merasa dikhianati namun memiliki agenda tersendiri terhadap keluarga itu justru menawarkan pernikahan kontrak. Demi melindungi kehormatan keluarga dan rasa cintanya yang terpendam, Lara pun setuju. Akankah ikatan formal ini berujung pada cinta sejati, atau justru menguak luka lama dan misteri yang jauh lebih berbahaya bagi mereka?
Sampul Novel Dendam Mrs. Ilona
9.7
Setelah genap berusia dua puluh lima tahun, Ilona Roselani Belvania kembali ke tanah air dengan satu ambisi: membalas kematian tragis ayahnya, Tuan Belvara. Tragedi itu tak hanya menghancurkan ekonomi keluarga, tapi juga membuat ibunya kehilangan kewarasan. Kesempatan emas muncul saat Ilona berhasil menjadi guru di sekolah elit tempat pewaris keluarga Altaresh belajar. Dendam harus dibayar tuntas, namun mampukah Ilona menyelesaikan misinya terhadap musuh sang ayah?
Sampul Novel DUNIA MAYA
9.2
Aruni Maya adalah wanita tangguh yang hancur setelah kehilangan ibu dan anak angkatnya. Di tengah duka, dia harus menghadapi kekejaman Toni, suaminya yang ternyata hanya mendekati Maya demi membalas dendam masa lalu. Namun, sebuah rahasia besar terungkap bahwa Maya bukanlah anak kandung dari orang tua yang dibenci Toni. Penyesalan datang terlambat saat Maya berjuang bangkit dari pengkhianatan, menemukan jati diri aslinya, dan menghadapi ujian hidup baru yang mendewasakan.
Sampul Novel Gairah Liar Isteriku
9.5
Kehidupan rumah tangga Nara dan Rama terlihat harmonis bagi orang lain, namun di balik itu ia menyimpan kesepian mendalam. Nara pun terjebak dalam hubungan gelap dengan Arka demi mencari kebahagiaan. Segalanya berubah saat pesan singkat dari Arka mengancam akan membongkar rahasia tersebut. Kini Nara harus menghadapi badai pengkhianatan dan luka hati yang membara, sambil berjuang menemukan jati dirinya di tengah kekacauan cinta yang penuh dengan misteri.
Sampul Novel Ketika Hujan Turun
8.8
Kepergian Ryan Mahendra meninggalkan luka mendalam bagi Masayu Ira Setyani. Di tengah duka, Ira berusaha bangkit demi ujian nasional berkat dukungan Maya, sahabatnya. Sebuah cincin titipan mendiang kekasihnya ia terima dari Edo sebagai kado ulang tahun yang tertunda. Namun, Edo ternyata menyimpan sebuah pesan rahasia dari Ryan yang sengaja ia sembunyikan. Mampukah Ira menemukan kebahagiaan kembali sambil mengungkap misteri pesan terakhir yang belum tersampaikan itu?