Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Reject Me

Reject Me

Kehidupan normal Eliza runtuh setelah kematian ayahnya yang misterius. Demi keselamatan, sang ibu membawanya pindah ke kota baru yang justru mengungkap rahasia besar tentang jati dirinya. Di sana, Henry mengklaim Eliza sebagai miliknya secara posesif dan menolak melepaskannya. Eliza kini terjebak dalam ancaman penguntit gelap sambil berusaha mencari tahu siapa pembunuh ayahnya. Mampukah ia bertahan di tengah tragedi dan takdir yang mengejarnya?
Bab
Bagikan

Bab 1

Suara petir terdengar menggelegar hingga membuat beberapa orang enggan untuk keluar rumah, hiruk pikuk gemerlapnya sebuah kota Langsa langsung menghilang berganti dengan kesuraman dan ketakutan. Beberapa orang yang tidak bisa pulang segera ke rumah masing-masing memilih berteduh di sudut-sudut rumah atau halte demi bisa menghangatkan tubuh mereka.

Di gemerlapnya malam itu, makhluk aneh dengan taring dan mata memerah sedang berkeliaran mencari mangsa, kukunya yang tajam dengan aroma darah kental yang mengiringinya membuat hewan mundur ketakutan. Makhluk bernama vampir itu melompat ke sana-kemari dengan kecepatan yang tidak dapat diprediksi mencoba mengejar sesuatu di tengah lebatnya guyuran hujan.

Jejak kemerahan yang dia tinggalkan tersapu air hujan hingga tidak meninggalkan aroma lain lagi yang membuat orang akan curiga, seorang wanita yang sedang bersembunyi di suatu gelap sebuah bangunan merasakan bulu kuduknya berdiri. Dia melihat sekeliling dengan ekspresi ketakutan sembari sesekali memegang lehernya yang terasa dingin, dia semakin mengeratkan baju yang dipakainya agar hawa dingin itu tidak masuk semakin dalam.

Ketakutan serta kegelisahan yang dirasakannya semakin menjadi saat beberapa mata merah menatapnya nyalang dengan rasa lapar yang semakin meningkat tajam. Gadis cantik yang merasakan keanehan itu memilih berlari dari tempat itu segera menembus hujan yang sepertinya tidak akan reda sampai pagi itu.

Dia berlari menuju keramaian dengan wajah pucat, aroma yang diciumnya di tempat itu menyadarkan Eliza kalau di sana ada sesuatu yang tidak benar sedang mengintai dirinya lengah. Eliza merasa napasnya memburu, dia berusaha menemukan orang yang berkumpul sebelum menyatu dengan mereka untuk menghilangkan ketakutan yang dirasakannya.

Di sudut gelap itu beberapa pria dengan mata dan taring yang masih meneteskan darah ke luar dari tempat persembunyian mereka, di belakang tempat mereka keluar. Ada sesosok mayat kering tanpa darah dan tanpa busana tergeletak dengan mata melotot tidak percaya.

Di leher mayat itu ada dua lubang aneh terbentuk, begitu juga dengan bagian tubuh lainnya yang terbuka.

"Gadis itu berbeda dengan gadis lain yang kita temui, aroma serigala juga tercium di tubuhnya. Apakah dia gadis yang kau inginkan itu?" Seorang pria dengan iris mata berubah biru menepuk bahu temannya yang terus memandangi arah tempat Eliza pergi tadi.

Pria itu tersenyum aneh sembari membersihkan sisa darah yang ada di sudut bibirnya, dia tersenyum aneh sembari mengangguk cepat.

"Dia memang keturunan pria itu, darah ibunya juga darah bangsawan setidaknya mampu menaikkan status rendahanku menjadi lebih tinggi lagi. Vampir seperti kita tidak akan diakui dengan mudah oleh petinggi vampir apalagi kita bukanlah vampir murni, kita ini hanya digigit oleh mereka untuk dijadikan senjata jika suatu saat nanti terjadi perang antar kelompok lagi." Pria itu tersenyum aneh dengan mata berubah merah lagi.

"Yap kau benar! Kita memang bukan vampir murni dengan darah bangsawan seperti mereka tapi kita memiliki kekuatan yang sama seperti mereka walau sedikit lebih rendah. Aku yakin suatu saat nanti kita bisa meningkatkan kekuatan mereka, setidaknya kita bukan berasal dari laboratorium seperti hewan-hewan hibrida itu." Pria dengan iris mata biru itu menganggukkan kepala.

Mereka yang berjumlah delapan orang itu langsung meninggalkan tempat itu menuju lokasi yang berbeda dan anehnya, hujan yang turun di sana langsung menghilang begitu saja. Eliza memeluk tubuhnya dengan erat, dia menghentikan taksi yang lewat agar bisa segera pulang ke rumahnya, sesampainya di depan rumahnya Eliza langsung memberikan ongkos lalu berlari dengan kencang menuju ke dalam rumah.

Eliza mengetuk pintu dengan tidak sabar, dia tampak sangat ketakutan. Eliza mengunci pintu lalu berlari dengan sangat kencang menuju ke kamar ibunya, semenjak ayahnya meninggal dunia Eliza memang tidak berani tidur sendiri lagi.

Setiap kali dia tidur sendirian, Eliza akan merasa ada seseorang yang mengawasi dirinya, seseorang yang selalu mengintai dirinya lengah. Ketidaknyamanan ini membuat Eliza sering begadang hingga larut malam, itu sebabnya Kanaya, ibu Eliza memutuskan untuk tidur bersama Eliza.

"Bu!" teriak Eliza dengan suara keras saat dia tidak bisa masuk ke dalam kamar karena pintu kamar ibunya terkunci dari dalam.

"Ibu!" Sekali lagi Eliza berteriak dengan keras karena dia merasa sangat ketakutan.

Kanaya yang sedang berganti pakaian terkejut mendengar suara pekikan Eliza, dengan terburu-buru Kanaya langsung membuka pintu kamar hanya untuk menemukan Eliza sedang berdiri dengan wajah pucat ketakutan.

"Ada apa Sayang? Kenapa kau seperti ini? Siapa yang menakuti dirimu ha?" Kanaya menyentuh pipi Eliza yang terasa dingin seperti es, Eliza buru-buru mendorong Kanaya masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu dengan sangat rapat.

"Aku mencium aroma itu lagi, Bu! Kali ini lebih banyak daripada yang biasa, aku juga mendengar suara seseorang sedang meminta tolong tapi aku tidak tahu di mana keberadaannya. Aku takut, Bu! Mereka seperti sedang mengikuti diriku, mereka mengintai aku lengah sebelum menjatuhkan diriku." Eliza berdiri dengan tangan dan kaki gemetaran.

Kanaya memeluk Eliza erat lalu mengusap punggungnya dengan penuh kasih sayang, kalau itu orang lain mereka mungkin akan menganggap putri mereka gila tapi Kanaya tahu persis apa yang sedang dialami oleh putrinya.

Hal ini telah berlangsung beberapa kali apalagi semenjak kematian suaminya, Eliza selalu merasa dirinya diikuti oleh seseorang dan aroma-aroma aneh yang tercium Eliza adalah aroma makhluk sejenis serigala dan vampir.

Setiap mereka memiliki aroma tersendiri, unik dan merupakan ciri khas masing-masing, selain itu aroma mereka yang murni sedikit lebih lembut daripada mereka yang berdarah campuran. Aroma makhluk yang lebih keras adalah aroma mereka yang sengaja diciptakan untuk peperangan dan aroma ini memang beberapa kali tercium di dekat Eliza.

"Tenanglah, Sayang! Kau aman di rumah," bisik Kanaya lembut sembari terus menggosok punggung Eliza.

"Mereka, mereka terus mendekati Eli, Bu! Eli takut, Eli benar-benar tidak tahu siapa mereka dan apa tujuan mereka mengikuti Eli. Eli hanya ingin mereka menjauh, Eliza tidak ingin berada di dekat mereka." Eliza menangis sesenggukan.

Wajah Eliza terbenam di dada Kanaya, air matanya yang hangat membasahi tubuh Kanaya.

"Ganti baju dulu, Sayang! Mereka tidak akan berani mendekati rumah kita, kau tidak perlu khawatir lagi oke." Kanaya terus berusaha membujuk Eliza agar bisa tenang.

Eliza menengadah, dia menatap Kanaya dengan air mata berlinang seolah meminta jawaban atas apa yang terjadi pada mereka sekarang. Semenjak kecelakaan yang menimpa ayahnya malam itu yang terkesan aneh dan mencurigakan kehidupan mereka mulai terganggu.

"Tidak apa-apa, Ibu sudah mengurus surat pemindahan kita. Ibu janji akan mengembalikan kedamaian yang kau miliki, Ibu juga berjanji tidak akan ada yang mengganggu dirimu seperti ini lagi." Kanaya menyentuh pipi Eliza gemas lalu mencubitnga dengan sedikit kuat hingga membuat Eliza memekik kesakitan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Seorang Janda
9.6
Ardena Alverio, anggota pasukan khusus yang dikhianati hingga tewas, terbangun dalam tubuh Lyra Elvine, seorang janda bisu dengan tiga anak kembar. Dunia terkejut saat Lyra yang dianggap lemah tiba-tiba mampu bicara dan menunjukkan otoritasnya. Mantan tentara bayaran hingga peretas jenius kini tunduk di hadapannya. Meski tangguh dalam strategi dan tempur, Ardena kini menghadapi tantangan tersulit: belajar menjadi ibu bagi anak-anaknya di tengah intrik berbahaya.
Sampul Novel Cincin Dendam : Janji di Balik Rahasia
9.4
Terjebak rahasia kelam keluarga Ariatama Marten, Lara tak sengaja merusak hubungan adiknya dengan Leon akibat rasa cemburu. Leon yang merasa dikhianati namun memiliki agenda tersendiri terhadap keluarga itu justru menawarkan pernikahan kontrak. Demi melindungi kehormatan keluarga dan rasa cintanya yang terpendam, Lara pun setuju. Akankah ikatan formal ini berujung pada cinta sejati, atau justru menguak luka lama dan misteri yang jauh lebih berbahaya bagi mereka?
Sampul Novel Dendam Mrs. Ilona
9.7
Setelah genap berusia dua puluh lima tahun, Ilona Roselani Belvania kembali ke tanah air dengan satu ambisi: membalas kematian tragis ayahnya, Tuan Belvara. Tragedi itu tak hanya menghancurkan ekonomi keluarga, tapi juga membuat ibunya kehilangan kewarasan. Kesempatan emas muncul saat Ilona berhasil menjadi guru di sekolah elit tempat pewaris keluarga Altaresh belajar. Dendam harus dibayar tuntas, namun mampukah Ilona menyelesaikan misinya terhadap musuh sang ayah?
Sampul Novel DUNIA MAYA
9.2
Aruni Maya adalah wanita tangguh yang hancur setelah kehilangan ibu dan anak angkatnya. Di tengah duka, dia harus menghadapi kekejaman Toni, suaminya yang ternyata hanya mendekati Maya demi membalas dendam masa lalu. Namun, sebuah rahasia besar terungkap bahwa Maya bukanlah anak kandung dari orang tua yang dibenci Toni. Penyesalan datang terlambat saat Maya berjuang bangkit dari pengkhianatan, menemukan jati diri aslinya, dan menghadapi ujian hidup baru yang mendewasakan.
Sampul Novel Gairah Liar Isteriku
9.5
Kehidupan rumah tangga Nara dan Rama terlihat harmonis bagi orang lain, namun di balik itu ia menyimpan kesepian mendalam. Nara pun terjebak dalam hubungan gelap dengan Arka demi mencari kebahagiaan. Segalanya berubah saat pesan singkat dari Arka mengancam akan membongkar rahasia tersebut. Kini Nara harus menghadapi badai pengkhianatan dan luka hati yang membara, sambil berjuang menemukan jati dirinya di tengah kekacauan cinta yang penuh dengan misteri.
Sampul Novel Ketika Hujan Turun
8.8
Kepergian Ryan Mahendra meninggalkan luka mendalam bagi Masayu Ira Setyani. Di tengah duka, Ira berusaha bangkit demi ujian nasional berkat dukungan Maya, sahabatnya. Sebuah cincin titipan mendiang kekasihnya ia terima dari Edo sebagai kado ulang tahun yang tertunda. Namun, Edo ternyata menyimpan sebuah pesan rahasia dari Ryan yang sengaja ia sembunyikan. Mampukah Ira menemukan kebahagiaan kembali sambil mengungkap misteri pesan terakhir yang belum tersampaikan itu?