Sampul Novel Reinkarnasi Menjadi Istri Presdir Dingin

Reinkarnasi Menjadi Istri Presdir Dingin

9.6 / 10.0
Terbunuh akibat pengkhianatan, Lara terbangun dalam raga istri seorang CEO dingin di novel modern Reinkarnasi Menjadi Istri Presdir Dingin. Memanfaatkan identitas barunya dalam romance novel ini, ia menyusun strategi balas dendam demi menuntaskan dendam masa lalu. Baca online novel seru ini.
Ringkasan Reinkarnasi Menjadi Istri Presdir Dingin
Dikhianati dan dibunuh secara keji oleh mantan suami serta selingkuhannya, Lara Anggraini bangkit kembali melalui reinkarnasi. Jiwanya kini terjebak dalam tubuh wanita lain yang ternyata adalah istri dari mantan bosnya, seorang Presdir berwatak dingin. Di tengah kehidupan barunya yang penuh kemewahan namun kaku, Lara mulai merancang rencana besar. Mampukah ia membalaskan dendam masa lalunya yang menyakitkan kepada orang-orang yang telah menghancurkannya?
Baca Selengkapnya

Reinkarnasi Menjadi Istri Presdir Dingin Bab 1

"Sayang, apa yang ini bagus?"

"Bagus, belilah yang ini!"

Lara terhenyak, tatkala mendapati suara berat yang begitu mirip suaminya.

Wanita dengan tubuh tambun itu lantas menoleh ke samping. Tepatnya pada sepasang suami istri yang tengah sibuk memilih model cincin.

"Mas Prasetya?" Sekali lihat saja Lara sudah bisa mengenali suaminya meski pria itu membelakanginya kala itu.

Pria yang awalnya membelakangi Lara pun pada akhirnya berbalik badan, saat mendengar suara wanita yang tengah memanggil namanya.

Lara diam mematung dengan tatapan tak percaya. Begitu pula sang suami yang langsung menunjukkan wajah tegangnya.

"La-lara, apa yang sedang kamu lakukan di sini?" tanya Prasetya terbata.

"Bukankah harusnya aku yang tanya begitu padamu, Mas? Bukankah dua hari yang lalu kamu pamit ke luar kota atas perintah Atasanmu? Dan siapa dia?" Lara menunjuk wanita di belakang suaminya dengan dagu.

"Berhubung kamu sudah mengetahuinya, maka aku akan sekalian menjelaskan." Prasetya merangkul wanita di sampingnya. "Dia Medina, Atasanku sekaligus calon Istriku. Kamu tahu? Akhirnya aku akan segera memiliki keturunan darinya." Prasetya memamerkan senyum lebar seraya mengusap lembut perut datar Medina beberapa kali.

"Hay," sapa Medina melambaikan tangan tanpa rasa malu.

Lara membeku. Hatinya bagai tertusuk ribuan sembilu. Begitu nyeri.

Niat hati ingin membeli cincin untuk menggantikan cincin pernikahan yang sempat ia jual di awal tahun pernikahan, Lara malah mendapati suguhan kebusukan suaminya di toko perhiasan.

"Jadi, kamu berselingkuh di belakangku selama ini?" Lara mengepalkan kedua tangannya menahan amarah. Bahkan kelopak matanya yang mulai memanas kini terasa basah.

"Cih! Lihatlah perbandingannya denganmu! Dia juga wanita pekerja, tapi tidak gembrot dan kucel sepertimu. Dan kabar baiknya, dia tidak mandul," cebik Prasetya. Tatapan matanya menyiratkan rasa jijik.

"Aku kucel seperti ini karena tak memiliki waktu untuk merawat diri, Mas! Setiap pagi sampai--"

"Cukup! Intinya sekarang aku menceraikanmu. Urus berkas-berkasnya sendiri di pengadilan!" pungkas Prasetya.

Rasa sesak dalam dada membuat Lara hampir tak dapat mengendalikan diri. Ingin rasanya menjabak dan mencakari wajah wanita yang tengah dirangkul mesra suaminya itu. Namun Lara sadar. Perbuatan brutal semacam itu pun tak akan mengubah keadaan.

"Aku akan menjual rumah besok. Tenang saja, kamu masih akan mendapatkan bagian dua puluh persen dari hasil jual rumah itu," ucap Prasetya memberitahu sebagai formalitasnya saja.

"Tidak! Itu rumahku. Apa hakmu untuk menjualnya?! Jika kamu ingin menghidupi Istri barumu, setidaknya bekerja keraslah! Jangan terus menumpang hidup pada wanita!" teriak Lara hampir mengumpat. Tak ia pedulikan beberapa pasang mata yang mulai memperhatikan mereka dari jauh.

"Apa maksudmu dengan menumpang hidup? Selama kita menikah aku juga bekerja. Hanya karena aku memberi sedikit gajiku padamu, lantas kamu menganggapku menumpang hidup?!"

Lara tak sempat menimpali, tatkala suara dering ponselnya terdengar dari dalam tas di gendongannya.

'Pak Abian' batin Lara membaca nama kontak pada layar ponselnya.

"Halo?"

"Lara, sekarang kamu ke kantor! Ada meeting mendadak."

"Ba--" Dengungan sambungan telepon yang terputus, membuat Lara tak sempat menuntaskan kalimatnya.

Lara gegas meletakkan kembali ponselnya di dalam tas. "Ingat baik-baik, Mas! Jika kamu ingin menjual rumahku, maka langkahi dulu mayatku!" pungkas Lara sebelum melengos pergi.

Mengurungkan niatnya semula untuk membeli cincin. Baginya yang terpenting saat ini adalah bekerja. Karena pekerjaan bisa membuat Lara melupakan sejenak perkara rumah tangganya.

Lara tak peduli akan pendapat orang lain yang menyaksikan pertengkarannya kala itu. Ia gegas menuju ke arah jalan besar. Menunggu ojek online yang telah ia pesan sebelumnya.

Sebagai seorang sekretaris perusahaan yang diberikan kepercayaan lebih oleh atasannya, Lara harus memanfaatkan kepercayaan itu baik-baik. Secepat mungkin dia harus sampai di perusahaan sebelum atasannya sampai di sana lebih dulu.

Tak butuh waktu lama, seorang pria dengan sepeda motor butut berhenti di depan Lara. "Mbak Lara?"

"Benar, Pak," ujar Lara membenarkan, lantas segera menaiki sepeda motor dan memakai helm yang diberikan tukang ojek.

Motor dipacu dengan kecepatan tinggi. Menembus kemacetan panjang di jalanan ibu kota.

Hari ini tak seperti biasanya. Mobil-mobil besar melaju di satu jalur, sebab ada perbaikan jalan di jalur lain.

"Mbak, saya pelankan sedikit motornya ya? Terlalu berbahaya kalau ngebut di jalanan ramai seperti ini."

"Saya sedang buru-buru, Pak. Mungkin satu menit saja saya telat datang ke kantor, saya akan langsung dipecat."

Tak memiliki pilihan lain, tukang ojek pada akhirnya memacu motor bututnya dengan kecepatan yang lebih tinggi.

Namun di tengah perjalanan, sebuah mobil berwarna kelabu nampak menyusul. Dengan sengaja menyerempet body motor beberapa kali. Hingga pada akhirnya motor oleng ke kanan dan menghantam truk besar yang melintas.

Brak!

Lara terpental keras hingga beberapa meter dari jalan raya. Nahasnya, helm yang Lara gunakan terlepas akibat benturan keras. Menyebabkan pendarahan hebat pada kepalanya yang berbenturan langsung dengan jalan beraspal.

"Sakit ...." lirih Lara mengadu kesakitan.

Di separuh kesadarannya yang tersisa. Lara melihat dari celah matanya yang tak terbuka sempurna. Prasetya yang turun dari dalam mobil, gegas melangkahi tubuhnya beberapa kali seraya tertawa lepas. "Sekarang aku sudah melangkahi mayatmu, jadi aku bebas menjual seluruh aset yang kamu tinggalkan, Lara. Sungguh malang nasibmu."

"Ti ... dak ...." Suara Lara lemah tak berdaya. Bahkan hampir tak terdengar jelas oleh telinga.

Ingatan demi ingatan masa lalu atas segala jerih payahnya, membuat Lara tak rela meninggalkan dunia dengan cara keji ini.

'Aku tidak terima! Aku tidak mau mati sia-sia seperti ini! Aku akan menghancurkanmu, Prasetya!' batin Lara penuh amarah yang berkobar, sebelum Lara benar-benar kehilangan kesadarannya.

Keesokan harinya.

"Hah ... hah ...!" Lara terbangun dengan napas terengah. Mengusap dahinya yang berkeringat dingin.

"Mimpi?" gumam Lara sembari mengatur napas.

Tak ada hal aneh yang Lara rasakan, sebelum pandangan matanya menelisik setiap sudut dalam ruangan yang begitu asing.

Gegas Lara turun dari tempat tidurnya. Namun hal aneh kembali terjadi, tatkala Lara berdiri menatap kakinya sendiri. "Aku jadi lebih tinggi? Atau hanya perasaanku saja?"

Dalam kebingungan itu Lara tak sengaja menatap ke arah cermin besar dalam ruangan.

Wajahnya tercengang, tatkala mendapati pantulan orang asing dalam cermin tersebut.

Sosok wanita cantik bertubuh tinggi. Rambut sepinggang yang tergerai indah dan tonjolan di bagian dada dan bawah pinggangnya membuat daya tarik bayangan dalam cermin itu semakin indah.

Lara beberapa kali memegangi wajahnya. Menelusuri setiap bagian tubuh dengan tangannya. Dan anehnya, pantulan bayangan dari cermin itu mengikuti setiap gerakan tubuhnya.

"Ada apa denganku?! Siapa dia? Kenapa aku berada di tubuh orang lain?!"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Reinkarnasi Menjadi Istri Presdir Dingin

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Ahli Waris yang Terlupakan
9.6
Dikhianati oleh keluarga dan tunangannya sendiri, sang protagonis dipaksa menjadi sandera kelompok mafia saingan demi menebus kesalahan fatal adik tirinya, Emily. Sadar akan kelicikan mereka, ia memutuskan memutuskan hubungan selamanya. Sebelum diserahkan dalam lima hari, ia membagikan seluruh asetnya—kasino, uang, hingga cincin pertunangan—kepada mereka yang serakah. Saat keluarganya tersenyum puas menerima hadiah tersebut, mereka tidak menyadari bahwa kepergian sang ahli waris adalah awal kehancuran total mereka.
Sampul Novel Diam-Diam Kuserahkan Surat Cerai
9.3
Lima tahun menjadi istri rahasia miliarder Tritan Wirajaya, seorang mahasiswi akhirnya mundur saat cinta pertama suaminya kembali. Sadar cintanya bertepuk sebelah tangan, ia menjebak Tritan menandatangani surat cerai lewat berkas kuliah. Ia lalu pergi jauh dalam kondisi hamil. Kehilangan istri tulus dan calon pewaris membuat Tritan menyesal dan mencarinya. Namun, sang mantan istri kini telah bertransformasi menjadi wanita karier mandiri, membuat sang miliarder harus berlutut memohon cintanya.
Sampul Novel Elegi of Rosr
9.1
Pasca gagal menikah, hidup Ayu Suwarjo hancur hingga ayahnya terpaksa menjaminkan dirinya pada Roy Punda demi menyelamatkan bisnis keluarga. Lewat kontrak enam bulan, Ayu terikat pernikahan paksa dengan pria sombong tersebut demi kebahagiaan ibunya. Meski awalnya menolak, Ayu harus berjuang menjaga sikap di depan suami barunya. Di tengah rahasia dan petualangan yang menguji kesetiaan, akankah sandiwara pernikahan sementara ini berubah menjadi ikatan cinta yang abadi?
Sampul Novel MELODI MELII
9.2
Memiliki kembaran tak selalu indah bagi Melodi dan Meli. Hubungan mereka yang semula harmonis hancur akibat tragedi masa lalu. Kini, Melodi menyimpan dendam mendalam dan sengaja bersaing dengan Meli, termasuk mencintai pria yang sama. Persaingan memperebutkan hati dan peran dalam hidup ini memicu konflik yang kian meruncing. Akankah salah satu dari mereka bersedia mengalah demi ikatan darah, ataukah cinta justru akan memisahkan mereka selamanya?
Sampul Novel Neraka di Matanya, Surga dalam Ciumannya
8.3
Dikhianati oleh kekasihnya, Gabriela melarikan diri ke pelukan pria asing dalam sebuah malam penuh gairah sebelum akhirnya menghilang saat subuh. Ia mengira telah tidur dengan seorang playboy, namun sosok itu ternyata Wesley, CEO dingin yang merupakan atasannya sendiri. Meski Wesley tetap bersikap tenang di kantor, ia sebenarnya memendam kecemburuan posesif yang luar biasa karena mengira Gabriela masih mencintai mantan kekasihnya yang tidak setia itu.
Sampul Novel Suamiku Selingkuh Dengan Pembantu
7.9
Kehadiran Maya sebagai asisten baru di rumah mewah Pak Hadit memicu badai. Meski memiliki istri cantik dan bayi kembar, Pak Hadit justru terjerat pesona Maya hingga berselingkuh. Hubungan gelap itu membuahkan anak yang lahir dengan cacat fisik, seolah menjadi karma atas pengkhianatannya. Kini, Pak Hadit tersadar telah menukar permata dengan kerikil. Bagaimana reaksi Tari saat rahasia ini terungkap? Akankah ada kebahagiaan tersisa bagi suami yang tidak setia?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan