
RAHIM YANG DIPINJAM SAHABATKU
Bab 3
🏵️🏵️🏵️
Siska bukan hanya sekadar sahabat untuk Tasya, tetapi sudah seperti saudari sendiri. Siska banyak membantu kesulitan keluarga Tasya sejak dulu, mulai dari mendiang ibunya yang sakit-sakitan. Jika tidak mengingat pengorbanan Siska, Tasya dengan yakin akan menolak menikah dengan Kenzo.
“Sayang, kamu masih di dalam?” Tiba-tiba Tasya mendengar seseorang mengetuk pintu kamar mandi dan memanggil dirinya dengan sebutan ‘Sayang’.
Tasya akhirnya tahu siapa pemilik suara tersebut adalah Kenzo. Dia tidak ingin memberikan jawaban kepada laki-laki itu. Dia tetap diam dan masih larut dalam kesedihan. Dia benci mendengar suara yang memanggilnya.
“Kalau tetap nggak ada jawaban, aku dobrak pintunya, nih.”
Tasya akhirnya memberikan jawaban. “Sabar, Mas.”
“Kenapa mandinya lama banget?” tanya Kenzo. Tasya malas memberikan jawaban. Dia memilih memakai handuk lalu keluar dari kamar mandi.
🏵️🏵️🏵️
Waktu terus berlalu dan hari ini tiga bulan usia pernikahan Kenzo dan Tasya. Kenzo makin menunjukkan perhatiannya kepada istri keduanya tersebut. Sementara Siska makin takut kehilangan cinta dan kasih sayang suaminya. Dia merasa kalau Kenzo benar-benar telah berubah.
“Mas, kamu jarang tidur denganku sekarang.” Siska mengutarakan apa yang ada dalam hatinya.
“Kamu pasti ngerti seperti apa perasaan pengantin baru.” Kenzo justru memberikan jawaban yang membuat hati Siska terasa pilu.
“Tapi aku juga butuh kamu, Mas.”
“Udah, dong, Sayang. Kamu tahu kalau kita harus punya anak secepatnya. Orang tuaku sudah lama menunggu. Biarkan aku dan Tasya segera mewujudkan harapan itu.”
Siska hanya bisa diam mendengar jawaban Kenzo. Dia tidak punya alasan lagi agar laki-laki itu bersedia menemaninya malam ini. Dia pasrah menerima keputusan Kenzo. Semua itu dia lakukan demi anak yang mereka harapkan.
“Uek!” Tasya merasakan mual. Dia beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.
“Kamu kenapa, Sayang?” Tiba-tiba Kenzo sudah berada di kamar Tasya. Dia menghampirinya.
“Aku mual, Mas.”
“Muka kamu pucat, Sayang. Aku panggilin dokter, ya.”
“Nggak usah. Aku nggak apa-apa, kok. Hanya mual aja.” Tasya hendak melangkah, tetapi hampir terjatuh. Kenzo langsung meraih tubuhnya. Sekarang, wanita itu justru tidak sadarkan diri.
Kenzo sangat panik, dia merebahkan Tasya ke tempat tidur lalu menghubungi dokter agar segera datang memeriksa kondisi wanita itu. Dia berusaha mengusap-usap tangan Tasya dan berharap secepatnya siuman. Namun, istrinya itu masih menutup mata.
Tidak menunggu lama, asisten rumah tangga memasuki kamar bersama dokter. Tasya pun segera diperiksa. Dokter menanyakan kapan Tasya terakhir kali datang bulan. Kenzo mencoba menggali ingatannya.
“Sepertinya udah beberapa bulan, Dok.” Kenzo mengingat kalau Tasya tidak pernah menolak untuk melaksanakan kewajiban sebagai istri.
“Semoga ini kabar baik, ya. Besok coba Bapak beli alat tes kehamilan atau langsung cek ke dokter kandungan untuk memastikan hasil yang sebenarnya.” Dokter memberikan penjelasan panjang lebar.
“Dokter kandungan, Dok? Apakah istri saya hamil?” Kenzo terlihat bersemangat.
“Kemungkinan besar, Pak.”
Setelah dokter menjelaskan apa yang perlu Kenzo lakukan, Bi Inah pun keluar dari kamar bersama dokter tersebut. Ternyata Siska mendengar suara berisik dari kamar Tasya karena memang bersebelahan. Dia pun mencoba mencari tahu.
Akan tetapi, saat berada di depan kamar Tasya, Siska mengurungkan niat untuk masuk setelah mendengar suara Kenzo. “Bangun, Sayang. Kamu tahu kalau kamu segalanya untukku. Kamu telah menyerahkan diri yang masih suci dan sebentar lagi akan melahirkan anakku, anak kita. Tetaplah selalu di sisiku, menjadi istri yang tetap menerima suami yang mungkin tidak kamu cintai. Tapi kamu harus tahu, kalau aku sudah dua bulan ini mencintaimu.”
Air mata Siska menganak sungai dan sulit untuk dibendung setelah mendengar pengakuan Kenzo. Apa yang selama ini dia takutkan akhirnya telah terjadi. Suami yang dia cintai, kini mencintai wanita lain yang juga merupakan sahabatnya.
Akan tetapi, Siska berjanji pada diri sendiri akan tetap mempertahankan hubungannya bersama Kenzo. Dia yakin setelah Tasya melahirkan, dia akan memaksa sahabatnya itu agar tidak berhubungan lagi dengan Kenzo.
Siska akhirnya meninggalkan tempat itu lalu kembali memasuki kamarnya. Dia masih tidak percaya setelah mengetahui Kenzo mengatakan Tasya segalanya untuknya. Dia merasa hidupnya kini benar-benar hancur.
================
Anda Mungkin Juga Suka





