Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia Wanita Pemikat

Rahasia Wanita Pemikat

Angel, gadis jelita yang terjebak cinta terlarang dengan pria beristri, kini terancam setelah hubungan setahun mereka tercium istri sah. Di tengah kemelut, sang ibu mengenalkannya pada putra temannya demi perjodohan. Konflik makin rumit saat kekasih gelapnya memberi pekerjaan di perusahaan sahabatnya, di mana putra pemiliknya pun jatuh hati pada Angel. Siapakah ayah dari bayi yang dikandungnya? Akankah rahasia perceraian ibunya terungkap di balik tiga cinta ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

“Maa... coba lihat, sudah cocokkan dengan baju yang mama pakai,” tanya Angel.

“berdandanlah sedikit Angel, agar wajahmu terlihat segar,” ujar Andini.

Angel lalu berdandan ala kadar nya saja. Karena memang perasaan hatinya sejak kemarin hingga kini tidak bisa dibohongi kalau dia merasa ada yang telah berubah dari Tito. Setelah selesai mereka pun pergi dengan menggunakan taxi.

Sesampai di sebuah rumah mewah, mereka pun keluar dari taxi menuju pagar rumah yang telah dijaga oleh dua orang security di pos jaga sebelum memasuki pagar tinggi berwarna hijau terang.

Dilihat seorang security menghubungi seseorang, lalu mereka dipersilakan masuk. Memasuki pintu gerbang tinggi berwarna hijau terang membuat Angel dan mamanya sangat takjub dengan keindahan interior dari rumah mewah itu.

Jalan menuju rumah itu adalah sebuah jalan yang terus menanjak. Dimana kanan dan kiri dari jalanan itu tertanam bunga mawar merah yang bermekaran. Batu sikat dengan motif bintang membuat keindahannya menyatu dengan bunga-bunga mawar.

Sesampai di depan rumah tampak lima anak tangga menuju teras dengan tiga empat pilar besar yang ditempel dengan paras yogya berwarna kuning muda membuat rumah mewah itu terlihat kokoh berdiri walaupun ada guncangan yang akan menggoyahkannya.

Sesampai di tangga ke lima mereka langsung disambut oleh pemilik rumah. Dia adalah tante Yuni, sahabat karib mamanya Angel, sewaktu masa sekolah. Tante Yuni terlihat lebih muda dilihat dari usianya.

“Andini, apa kabar...?” peluk cium kedua sahabat itu pun terjadi, dan mereka kembali mengulang berpelukan. Terlihat rasa kangen yang demikian sangat bagi mereka berdua.

Angel yang berdiri di antara kedua wanita paru baya itu hanya tersenyum menyaksikan pemandangan itu. Lalu Angel diperkenalkan dengan tante Yuni. Wanita cantik pemilik kemewahan rumah itu membimbing mereka memasuki kemegahan pada bagian dalam rumah itu.

Dalam hati Angel berdecap kagum dengan interior dan furnitur yang tertata rapi. Mereka dipersilakan duduk pada kursi yang terlihat sangat besar dengan ukuran badan mereka.

“Dini, putrimu cantik sekali,” ucap Yuni memandang ke arah Angel sambil tersenyum ramah.

“Terima kasih tante,” singkat jawab Angel ketika mendapatkan pujian atas kecantikannya.

Mereka pun bercerita banyak tentang banyak hal, dan Angel sebagai pendengar setia yang sesekali tertawa ketika mendengarkan ulasan cerita masa lalu mereka. Kurang lebih tiga puluh menit kemudian datang seorang pria muda seumuran dengan Angel masuk ke ruang tamu.

“Andi, sini Nak... Kenalkan ini teman mama.” Yuni meminta putranya berkenalan dengan Angel dan mamanya.

“Tampan sekali putramu Yun,” ujar Andini.

Mendengar pujian dari tamu yang baru dikenalnya membuat Andi tersenyum lebar dan menimpali perkataan dari mamanya Angel.

“Setiap lelaki memang tampan, tante,” seloroh Andy tertawa.

Mereka akhirnya tertawa bersama. Lalu Yuni meminta putranya untuk membersihkan diri, karena ia ingin putranya turut serta dalam makan siang. Andi pun undur diri dari ruang tamu dan bergegas membersihkan diri.

Dan mereka pun kembali dalam percakapan yang berlanjut hingga Andi telah siap membawa mereka ke restaurant sesuai perintah mamanya.

Mereka akhirnya tertawa bersama. Lalu Yuni meminta putranya untuk membersihkan diri, karena ia ingin putranya turut serta dalam makan siang. Andi pun undur diri dari ruang tamu dan bergegas membersihkan diri. Dan mereka pun kembali dalam percakapan yang berlanjut hingga Andi telah siap membawa mereka ke restaurant sesuai perintah mamanya.

Mereka tiba di restaurant yang telah dipesan sebelumnya oleh Yuni. Setelah berbicara dengan bagian reservasi mereka mengikuti pramusaji untuk menunjukkan meja yang telah dipesan sehari sebelumnya.

“Silakan..., Saya dengan sri... nanti ibu bisa memanggil saya ketika akan memesan,” ucap seorang Pramusaji.

Pramusaji itu membagikan daftar menu pada ke empat tamu yang telah duduk di kursi yang telah di dudukinya. Lalu pramusaji itu pun berlalu dari hadapan mereka. Terlihat mereka membaca menu, lalu pemuda yang bernama Andi melambaikan tangan memanggil pramusaji yang saat ini sedang berdiri disudut menunggu panggilan mereka.

“Yaa pak, ada yang akan di pesan?” tanyanya dengan membawa bolpain dan notes.

Mereka lalu menyebutkan beberapa menu yang ingin mereka makan, setelah itu pramusaji pun berlalu dari hadapan mereka. Sambil menunggu makanan disajikan, obrolan pun berlanjut di meja makan antara sahabat lama yang saling merindukan.

Andini mama dari Angel terlihat antusias mendengarkan cerita dari Yuni, mereka berbagi informasi tentang teman-teman semasa sekolah yang hidupnya sukses ataupun yang terpuruk, bahkan ada beberapa teman mereka yang telah berpulang kepada Sang Pencipta.

Sedangkan Angel dan Andi hanya berbicara tentang Kesibukan mereka masing-masing dan membahas tentang hal yang sedang jadi pembicaraan di kalangan anak muda.

Pembicaraan mereka terhenti ketika pramusaji datang ke meja itu untuk menyajikan hidangan di meja sesuai dengan pesanan. Lalu pramusaji kembali menyebutkan satu persatu menu yang telah di pesan.

“Ibu... sudah semua menu yang dipesan telah disajikan ya, apa ada yang akan dipesan kembali?” tanya pramusaji tersebut.

“Yaa.. telah lengkap menunya, untuk saat ini cukup,” ucap Yuni setelah mengecek semua pesanannya.

“Baik... selamat menikmati, Terima kasih.”

Pramusaji itu pun meninggalkan meja itu. Mereka langsung menyantap hidangan yang terlihat mengudang selera. Beberapa kali Yuni, mengambil beberapa makanan dan diletakkan pada piring Andini.

“Coba makan ini Din, biar tubuhmu lebih berisi,” ucap Yuni pada Dini yang memang terlihat kurus di usianya.

Andini yang mendengar ucapan Yuni hanya tersenyum melihat ke arahnya. Dalam hati Andini, sahabat karibnya pasti akan mengorek habis masalah yang dihadapi selama perpisahan mereka. Apalagi Yuni sudah memperhatikan tubuhnya yang memang kurus.

Setelah selesai menyantap hidangan, mereka kembali bercakap-cakap, lalu mereka pun meninggalkan restaurant menuju mobil yang terparkir. Sesampai di dalam mobil, Yuni berkata pada Andini,” Din, kita jalan ke Mal yaa.”

Andini yang mendengar permintaan sahabat karibnya hanya mengangguk tanda setuju. Mobil pun meluncur ke sebuah Mal besar. Tiga puluh menit kemudian, mereka sampai pada sebuah Mal besar. Yuni, Dini dan Angel melangkah masuk ke dalam Mal sedangkan Andi memarkirkan mobilnya.

Terlihat Yuni menggandeng tangan Andini dengan erat. Sedangkan Angel berjalan di belakang mereka, mengikuti langkah kedua wanita paruh baya yang sedang melampiaskan kerinduan dengan jalan bergandengan tangan.

Entah persahabatan seperti apa yang telah mereka rajut sampai membuat keduanya begitu merindukan satu sama lain.

Mereka akhirnya duduk pada sebuah bangku yang tersedia di sekitar toko yang berjejer di dalam Mal.

“Angel, kita duduk disini dulu ya.. sambil menunggu Andi,” pinta Yuni.

Angel ikut duduk di sebelah mamanya, lalu terdengar Yuni menghubungi Andi dan memberitahukan keberadaannya. Sekitar sepuluh menit kemudian, terlihat Andi berjalan menghampiri mereka. Setelah itu, mereka berjalan menyusuri beberapa toko yang berjejer menyajikan berbagai kebutuhan konsumtif.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95FSY" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95FSY
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aldrich Delano And His Wound
8.0
Saat Ara mengungkap kehamilannya, Aldrich justru menyambutnya dengan senyum bahagia yang luar biasa. Ara pun tak menduga bahwa Aldrich memilih langkah besar ini demi menebus segala kesalahan di masa lalu mereka. Meski tetap setia mendukung keputusan sang pria, Ara perlahan menyadari bahwa momen ini bukanlah akhir dari penderitaan. Kehamilan tersebut justru menjadi gerbang pembuka bagi badai konflik baru yang siap menerjang kehidupan mereka berdua secara lebih hebat.
Sampul Novel AYAH JANGAN!!
8.7
Kehidupan Putri yang tampak tenang menyimpan rahasia kelam yang menghancurkan jiwanya. Di balik parasnya yang cantik dan sikapnya yang manis, ia terjebak dalam penderitaan tak berujung sebagai pelampiasan nafsu ayahnya sendiri. Terbelenggu oleh rasa takut yang luar biasa dan trauma mendalam, Putri hanya bisa bungkam. Ia tidak berani menceritakan kekejaman sang ayah kepada siapa pun, sementara batinnya terus menjerit menghadapi horor di rumahnya sendiri.
Sampul Novel Baby CEO: Kehamilan yang Tak Diinginkan
8.4
Evalia terjebak dalam kehamilan tak terduga setelah menolak cinta Hanson Dirgantara. Meski Hans bersikeras ingin bertanggung jawab demi calon bayinya, Eva yang membenci kelicikan pria itu tetap menolak menikah. Di tengah ambisi Hans yang menggunakan kekayaan keluarganya untuk menaklukkan Eva, gadis yatim piatu ini justru berusaha menggugurkan kandungannya. Mampukah Eva lepas dari obsesi Hans dan meraih mimpinya menjadi dokter, atau ia akan selamanya terkendali?
Sampul Novel Berikan Aku Cinta
9.6
Dua kepribadian yang sama-sama kuat harus beradu dalam ikatan pernikahan yang tidak biasa. Seorang wanita bermental baja memutuskan untuk tetap bersatu dengan pria yang memiliki sifat sangat keras kepala. Bagaimana dinamika hubungan mereka saat ego dan prinsip masing-masing saling berbenturan di bawah atap yang sama? Kisah ini menyoroti perjuangan cinta dan komitmen di tengah kerasnya watak mereka yang sulit untuk saling mengalah satu sama lain.
Sampul Novel Bukan Lagi April Mayo: Kembalinya Sang Pewaris
8.7
Tujuh tahun aku membuang status pewaris demi cinta, namun pengkhianatan menghancurkan segalanya. Suamiku berselingkuh dan ibunya mencoba menjadikanku pembantu serta membuang putra kami. Puncaknya, di sebuah pesta, mereka menyakiti anakku hingga ia ketakutan. Saat itulah aku sadar pengorbananku sia-sia. Kini, aku membawa putraku pergi dan menghubungi keluargaku yang kuat. Dunia akan segera gemetar saat mengetahui identitas asliku yang sebenarnya.
Sampul Novel Desire of Love CEO
8.0
Hidup Alana Handoko hancur seketika saat ia harus bertanggung jawab atas kecelakaan fatal yang menewaskan seorang gadis kecil. Tragedi ini memicu kemarahan besar Reynar Adiwangsa, CEO tampan yang kehilangan sosok paling berharga dalam hidupnya. Dipenuhi dendam membara, Reynar bertekad membalas kematian tersebut dengan menyiksa Alana. Ia merancang segala cara untuk mengubah dunia Alana menjadi neraka tanpa ampun demi melampiaskan rasa sakit hatinya.