Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia Wanita Bergaun Merah

Rahasia Wanita Bergaun Merah

Rayden Wijaya, pewaris Wijaya Group, terjebak tuntutan pernikahan bisnis ayahnya. Saat melarikan diri ke kehidupan malam Jakarta, ia bertemu Vella, wanita misterius yang memikatnya dalam satu malam penuh gairah. Namun, fajar menyingsing dan Vella menghilang tanpa jejak. Pertemuan singkat itu menyeret Rayden ke pusaran rahasia berbahaya. Siapakah Vella sebenarnya? Takdir akan mempertemukan mereka kembali dalam situasi yang jauh lebih rumit dan penuh teka-teki.
Bab
Bagikan

Bab 1

Malam di Djakarta Club terasa memekakkan telinga. Dentuman musik electronic dance music (EDM) yang menggelegar berpadu dengan sorotan lampu neon yang berkedip-kedip, menciptakan atmosfer surga semu bagi para pencari kesenangan. Di salah satu sudut private lounge, seorang pria muda berwajah tampan dengan tatapan dingin duduk sendirian. Ia adalah Rayden, pewaris tunggal kerajaan bisnis Wijaya Group. Hari ini, ia kembali merasa hampa, meskipun dikelilingi oleh keramaian.

Rayden menyesap habis scotch di gelasnya, lalu menuangkan lagi, tanpa ragu. Hatinya terasa kosong, setelah pertengkaran hebat dengan ayahnya. Ayahnya menuntut Rayden untuk segera bertunangan, menikah dengan wanita yang ia pilihkan, demi kepentingan bisnis. Rayden muak dengan semua itu. Ia ingin kebebasan, ia ingin hidup sesuai keinginannya, bukan boneka yang diatur ayahnya. Ia terus minum, seolah ingin menenggelamkan semua masalahnya dalam alkohol.

Beberapa gelas kemudian, Rayden merasa kepalanya mulai pening. Dunia di sekitarnya terasa berputar. Ia menyadari dirinya sudah mabuk, namun ia tidak peduli. Ia hanya ingin melupakan segalanya, bahkan jika hanya untuk sesaat.

Di tengah kekacauan pikirannya, matanya menangkap siluet seorang wanita di kerumunan. Wanita itu menari dengan anggun, tubuhnya lentur, seperti penari profesional. Ia mengenakan gaun mini ketat berwarna merah yang membalut lekuk tubuhnya dengan sempurna. Rambutnya terurai panjang, menutupi sebagian wajahnya, namun Rayden bisa melihat senyum misterius di bibir wanita itu.

Rayden bangkit dari duduknya, berjalan sempoyongan mendekati keramaian. Ia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari wanita itu. Ia merasa ada dorongan aneh yang menariknya, sesuatu yang lebih kuat dari rasa mabuknya.

Wanita itu merasakan tatapan Rayden. Ia berbalik, lalu menatap Rayden dengan mata berbinar. Wajahnya cantik dengan riasan minimalis. Ia tersenyum tipis, lalu mengulurkan tangannya. Rayden menyambut uluran tangan itu.

"Kenapa sendirian di sini?" bisik wanita itu, suaranya lembut, namun terdengar sangat sensual di telinga Rayden.

Rayden tidak menjawab, ia hanya menatap wanita itu lekat. Meskipun penampilannya menggoda, matanya memancarkan kepolosan yang kontras.

Wanita itu tersenyum lagi. Ia melingkarkan tangannya di leher Rayden, lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Rayden. "Ingin... bersenang-senang denganku?" bisiknya, suaranya serak.

Rayden merasakan gejolak gairah yang kuat. Ia menunduk, menatap bibir penuh wanita itu. Tanpa sadar, ia menempatkan tangannya di pinggang wanita itu, menariknya mendekat.

"Siapa namamu?" tanya Rayden, suaranya parau.

"Kau bisa memanggilku Vella," jawab wanita itu, lalu ia mencium leher Rayden, membuat Rayden merinding.

Rayden tidak bisa menahannya lagi. Ia menangkup wajah Vella, lalu mencium bibir wanita itu. Ciuman itu intens, liar, dan penuh gairah. Vella membalasnya dengan sama beraninya. Rayden tahu, ia sudah tidak bisa mengendalikan dirinya lagi.

Ia melepaskan ciuman itu, lalu menggendong Vella ke kamar hotel di lantai atas Djakarta Club. Vella hanya terkekeh, melingkarkan kakinya di pinggang Rayden, menikmati sensasi digendong oleh pria tampan dan gagah ini.

Sesampainya di kamar hotel mewah, Rayden menurunkan Vella di atas tempat tidur. Ia tidak membuang waktu. Ia mencium Vella lagi, kali ini lebih dalam, lebih menuntut. Rayden mencium Vella dengan liar, seolah ingin melampiaskan seluruh kekacauan di kepalanya.

Vella merespons setiap sentuhan Rayden. Tangannya dengan sigap membuka kemeja Rayden, lalu ia mengelus dada Rayden yang bidang, membuat Rayden mendesah.

"Kau sangat tampan, tuan," bisik Vella.

Rayden tersenyum. "Kau juga sangat cantik, Vella. Sangat cantik."

Rayden mencium leher Vella, lalu turun ke bagian tubuhnya. Vella melayani Rayden dengan sangat baik. Ia tahu cara memuaskan pria. Ia menciumi Rayden, mengelus Rayden, membuat Rayden hampir gila. Vella mulai membelai Rayden, lalu ia menunduk dan memanjakannya.

"Aahhh... Vella... ahh...." desah Rayden. Ia merasakan sensasi yang begitu kuat. Ia mencengkeram sprei, menikmati sentuhan Vella yang begitu profesional dan memabukkan.

Setelah beberapa saat, Rayden tidak bisa menahannya lagi. Ia menarik Vella ke atas, lalu memposisikan dirinya di atas tubuh Vella.

"Ahh... Rayden... pelan-pelan..." desah Vella, saat Rayden mulai memasukinya.

"Ahhh... sempit sekali... ahhhh..." desah Rayden, merasakan sensasi penuh dan hangat yang luar biasa. Ia mulai menggerakkan pinggulnya, perlahan pada awalnya, lalu semakin cepat.

"Ehhh... uhhh... ahhhh... lebih cepat Rayden... lebih cepat..." pinta Vella, suaranya serak. Ia mendesah, tangannya merangkul leher Rayden, melengkungkan tubuhnya ke atas.

"Ssss... ahhhhh... Vella... kau... membuatku gila..." desah Rayden, ia merasa hampir mencapai puncaknya. Ia menggerakkan pinggulnya semakin cepat dan kuat.

"Rayden... ahhhhhh... ahhh...." desah Vella. "Nikmat sekali... ahhhhh... lagi... lagi..."

Kamar itu dipenuhi oleh suara desahan mereka. Mereka berdua terhanyut dalam gairah yang membara. Tubuh mereka saling bergesekan, kulit bertemu kulit, menciptakan melodi kenikmatan.

Rayden merasakan puncaknya sudah dekat. Ia memeluk Vella erat, lalu ia melepaskan desahannya yang panjang saat ia mencapai puncak. Vella juga demikian, tubuhnya menegang, lalu lemas dalam pelukan Rayden.

Setelah beberapa saat, Rayden membaringkan Vella di tempat tidur. Ia memeluknya erat, menciumi rambut wanita itu.

"Kau... kau membuatku gila, Vella," bisik Rayden.

Vella tersenyum, lalu mencium pipi Rayden. "Aku tahu, tuan."

Rayden membaringkan dirinya di samping Vella, memeluknya erat. Ia merasa lelah, namun hatinya sedikit lebih tenang. Untuk sesaat, ia melupakan semua masalahnya.

"Berapa biayanya?" tanya Rayden, suaranya parau.

Vella menatap Rayden. "100 juta."

Rayden terkejut. Jumlah itu sangat besar untuk 'layanan' seperti ini. Namun, ia tidak peduli. Vella memang pantas mendapatkan lebih. Tanpa ragu, ia membuka ponselnya dan melakukan transfer.

"Sudah," kata Rayden, singkat.

Vella tersenyum misterius. Ia bangkit, lalu mengenakan gaunnya kembali. Rayden menatapnya dengan bingung. Vella mengambil tas kecilnya, lalu berjalan menuju pintu. Sebelum keluar, ia berbalik, menatap Rayden dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Suatu hari nanti... kita akan bertemu lagi, Rayden. Dengan cara yang lebih baik," bisik Vella, lalu ia menghilang di balik pintu, meninggalkan Rayden sendirian di kamar hotel, diliputi kebingungan dan rasa ingin tahu yang besar.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Orang Ke 3 (Tak Kuasa Menolak Takdir Cinta)
8.6
Almira Mayangsari berjuang membesarkan dua keponakan tanpa berharap menemukan pria yang tulus. Takdir mempertemukannya dengan miliarder Bastian Navarell yang menyelamatkannya dari bahaya. Meski saling jatuh cinta, Almira memilih lari saat tahu Bastian telah beristri karena tak ingin jadi orang ketiga. Bastian yang terobsesi tidak menyadari bahwa Almira sebenarnya masih perawan. Akankah kebenaran ini menyatukan mereka dalam jalinan cinta yang elegan dan penuh haru?
Sampul Novel Antara Dendam dan Penyesalan
8.8
Pernikahan tiga tahun tidak cukup bagi Harvey untuk melupakan cinta lamanya. Di saat Selena divonis menderita kanker, Harvey justru menemani wanita lain. Memilih mundur, Selena menyodorkan surat cerai, namun kebenaran pahit terungkap bahwa pernikahan mereka hanyalah alat balas dendam Harvey atas utang keluarga. Saat ayahnya koma dan hidupnya hancur, Selena memilih terjun dari gedung demi melunasi utang tersebut. Kini, Harvey yang hancur hanya bisa berlutut dan memohon kepulangannya.
Sampul Novel Cinta Sang Lady Killer
9.8
Daniel Millard adalah CEO Millard Corporation yang memiliki segalanya, mulai dari kekayaan hingga kuasa. Ia dijuluki Lady Killer karena kemampuannya menaklukkan wanita mana pun. Namun, pertemuannya dengan Anya mengubah segalanya. Sifat asli Daniel yang terpendam mendadak bangkit saat ia menyadari Anya adalah bagian dari masa lalunya yang kelam. Daniel pun bersumpah takkan melepaskan Anya kepada siapa pun, karena baginya Anya jauh berbeda dari wanita lain.
Sampul Novel Dibuang Suami Diperistri Tuan Presdir
8.1
Lima tahun menikah tanpa anak terasa tenang bagi Zara dan Harry, hingga rahasia besar terungkap. Harry mengaku terlilit utang fantastis dan tega menjadikan istrinya sebagai jaminan pelunasan. Zara pun dijual kepada pria kejam yang menjadikannya objek pemuas nafsu. Di tengah penderitaan itu, Zara mulai menyelidiki kebenaran dan menemukan fakta mengejutkan tentang alasan suaminya berutang. Kisah rumah tangga penuh pengkhianatan ini mengandung konten dewasa.
Sampul Novel Dijual Suami Demi Pekerjaan
8.0
Berawal dari cemoohan kejam sang suami, nasib tragis justru membawa seorang wanita menjadi barang barter. Dia dikirim ke kediaman asing untuk menyusui anak dari keluarga kaya raya. Namun, pekerjaan ini menyeretnya ke dalam radar sang tuan rumah, seorang pria berkarisma kuat, bertubuh atletis, dan bermata tajam. Di balik sosoknya yang memikat sekaligus mengintimidasi, miliarder misterius ini menyembunyikan sebuah rahasia besar yang berpotensi mengguncang dunia.
Sampul Novel Dipaksa Menikah dengan Hartawan Misterius
8.4
Pasca wafatnya sang ibu, Chelsea Kurniawan hidup menderita di bawah tekanan ayah dan ibu tirinya. Ia dipaksa menjadi pengantin pengganti bagi Tristan Sudrajat demi menggantikan Cheline. Meski sempat kabur dan terlibat cinta satu malam dengan pria asing, Chelsea tetap tertangkap dan terpaksa menikah. Di luar dugaan, Tristan justru memperlakukannya dengan sangat baik. Namun, Tristan menyimpan banyak rahasia besar, termasuk identitas aslinya sebagai hartawan misterius.