Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia Tubuh Serena

Rahasia Tubuh Serena

Divonis mengidap sindrom MRKH membuat Serena Queen Adhisty hancur hingga sengaja menyakiti Adibara Erlangga agar dibenci. Sebelas tahun berlalu, Serena bertransformasi menjadi wanita angkuh yang menghindari pernikahan. Namun, takdir membawanya kembali pada Adibara di tempat kerja. Situasi kian pelik saat kakak Adibara muncul, memicu dendam lama yang belum tuntas. Akankah Adibara menerima kekurangan Serena, atau justru ada sosok lain yang ditakdirkan untuknya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Sadar bahwa posisinya sedang dalam keadaan tak aman, Rena semakin melangkah mundur. Selang beberapa detik kedua bulu mata lentiknya bergerak cepat membuat kerjapan berkali-kali. Tubuhnya sudah mendarat sempurna di atas sofa. Beruntung lengan kanan Pak GM menyanggah ke sandaran tempat yang empuk itu. Entah apa yang terjadi kalau keduanya bertubrukan secara tak sengaja barusan.

Dengan susah payah gadis itu berusaha bangkit hingga berhasil membuat tubuhnya tegak berdiri. Helaan napas lolos begitu saja saat dirinya berhasil bergerak sedikit menjauh dari sang mantan sekaligus atasan tertingginya saat ini.

“Kenapa hmmm?? Kau terkejut 'kah?” tebak Bara dengan posisi bersidekap.

Dia tersenyum miring memandangi tubuh mungil Rena yang putih dan menawan itu. Merasa ditatap dengan keanehan jelas membuat sang empu tak nyaman. Dia tak tahu harus mengatakan apa. Menyapa atau malah kabur dari sang GM yang berkuasa penuh di tempatnya bekerja. Keduanya jelas merupakan pilihan yang membingungkan bagi Rena.

“Ma-af, apa yang perlu saya lakukan?” tanya Rena usai mengumpulkan keberaniannya.

Bara mengulum senyuman tipis, “Tidur denganku.”

Rena terhenyak sembari membolakan mata. Seketika wajahnya berubah merah padam hingga membuat kedua tangannya mengepal sempurna.

“Why? Enggak usah sok suci, sok polos gitu. Katakan berapa yang kamu minta. Saya bisa penuhi apa yang kamu mau. Bahkan gaji 30% kamu itu akan berubah dalam hitungan detik,” ucapnya straight to the point.

“Maaf, Pak. Saya —”

Ucapan Rena terjeda saat Bara berusaha menyentuh pundaknya. Refleks sang gadis menepis tangan kekar itu.

Sang atasan segera menggeram hingga tertawa dengan riangnya. Tentu saja gadis itu semakin bingung dengan tingkah laku absurd sang GM. Apakah dia benar-benar sudah tak waras?

“Ternyata keputusanku balik dari London benar, Sayang. Kamu sekarang ada dalam genggamanku. Beruntung juga kamu ada hutang ke perusahaan dan mengacaukan acara malam tadi.” Bara menatap nyalang perempuan yang selama ini memang masih bersarang di hatinya.

Hanya decakan pelan yang keluar dari mulut Rena. Dia bahkan merasa sudah terjebak di kandang harimau. Tak ada gunanya kabur selain menerima terkaman dari sang GM.

“Mau Kakak ....” Rena menghentikan ucapannya lalu mengatupkan bibir seketika.

“Mau kamu apa?” lanjutnya usai menyadari sesuatu.

Ini merupakan kali pertama dia mengucapkan kata ‘kamu’ pada lelaki yang ada di depan matanya sekarang. Beruntung gadis itu tak lancang melanjutkan ucapan ‘kakak’ untuk memanggil Bara.

“Mudah saja. Kau hanya perlu menemaniku tidur. Setelah itu kau akan mendapatkan apa yang kau mau,” jawab lelaki pemilik senyum dimples itu.

Rena terkekeh pelan, “Segitunya terobsesi sama aku ya. Enggak nyangka ternyata kamu belum move on juga. Padahal aku cuma anggap hubungan kita sekadar cinta monyet.”

Bara berdecih, “Whatever. Aku cuma penasaran aja sama tubuh kamu yang dipake Jeno. Let me know, Ren. Gaya apa favorit kamu? Misionaris, woman on top, doggy style. Yang mana hmmm?”

“Ups, sorry. Sayangnya kamu bukan tipe aku. I’m not interested in you anymore,” ucap Rena sambil mengerdipkan matanya.

Langkah kakinya yang hendak berjalan menuju pintu keluar mendadak terhenti saat lengannya dicekal kuat oleh sang mantan.

“Jangan lupa nanti sore, dandan yang cantik.”

Kedua alis Rena saling bertaut. Dia memicingkan mata sejenak lalu menyorotkan pandangan heran pada Bara. Apa maksud perkataan sang GM? Begitulah yang ada di benak gadis itu. Rena sengaja menyelipkan rambutnya ke belakang telinga karena tak ingin sesuatu menghalangi indera pendengarannya kali ini.

Baru saja Rena hendak membuka suara, sang atasan sudah memberikan kode lewat lirikan matanya pada sebuah map yang terletak di atas meja. Berkas yang sudah ditandatangani oleh Rena sendiri tentunya.

“Sudah jelas ‘kan?” Bara menaik-turunkan alisnya sembari tersenyum licik.

“Is it trap?” Tangan gadis itu gemetar.

Mulutnya seketika menganga seolah tidak percaya pada apa yang tertera di lembaran terakhir perjanjian itu. Salahnya memang karena tidak meneliti lebih lanjut sebelum membubuhi tanda tangannya sendiri.

Jebakan Bara lagi-lagi berhasil. Lelaki itu sudah menampakkan deretan gigi putihnya yang rapi.

“Tadi malam isi perjanjiannya enggak gini. Kamu ...Ah,” decak Rena yang hampir frustrasi.

“Well, ini akan jadi hal yang menguntungkan buat kamu juga. Enggak usah nunggu dua tahun. Cukup tiga bulan kamu jadi sekretaris aku dan setelah itu pergi dari kawasanku. Is it so easy, isn’t it?” ucap Bara sambil menyunggingkan senyumnya.

“Tapi —”

“Cukup. Kau bisa pergi sekarang. Cepat temui Jenny sekarang,” ucap Bara yang segera membalikkan punggungnya.

Rena kalah. Dia hanya bisa menghentakkan kakinya lalu keluar tanpa berpamitan pada sang GM.

‘Aku akan balas semua rasa sakit hati ini, Ren. Kamu yang udah ngancurin hidup aku dengan semua kenangan palsu yang memuakkan itu,’ gumam Bara membatin diri sambil menumpukan kedua tangannya di atas meja kerja.

Sebenarnya Bara tak percaya dengan apa yang ia lihat sebelas tahun yang lalu. Namun banyak berita miring yang sengaja dibuat-buat oleh Rena hingga menjadikan Bara begitu membencinya. Termasuk rumor yang menyatakan bahwa sang mantan rela menjual dirinya demi uang semata.

Di saat yang bersamaan Rena sedang melipat tangannya sembari menaikkan dagu. Senyuman miring terbit seketika saat Jenny-sang sekretaris GM melihatnya penuh dengan kekesalan.

“Belum puas tidur sama pak direktur? Gimana caranya kamu bisa gantiin aku dalam sekejap? Pake pelet apa kamu sampek enggak jadi dipecat??” cecar Jenny dengan pertanyaan bertubi-tubi.

Bukan Rena namanya kalau tak membalas ucapan yang sering dia dengar. Bukannya berusaha meluruskan kebenaran, dia malah sengaja memancing sang lawan dengan cibiran pedasnya.

“Kenapa? Kamu iri? Kasihan sekali, skin care kamu enggak berguna sama sekali. Meskipun tubuhku sering dijamah namun selalu dikangenin. Sedangkan kamu? Ckck,” decak Rena sambil memutar malas bola matanya.

Sukses sudah Rena membuat Jenny tersulut emosi. Sang sekretaris GM yang sebentar lagi akan berpindah posisi itu hanya menghela napas pelan.

“Kamu enggak usah banyak bicara. Kasih tahu aku apa yang harus dilakuin nanti sore,” ujar Rena saat Jenny hendak mengeluarkan umpatannya.

Dengan terpaksa perempuan itu mengalah. Kini keduanya duduk saling berhadapan. Selang beberapa menit Rena berdiri saat tangan Jenny mulai beralih pada beberapa file yang ada di lemari bagian timur meja kerjanya.

“Jadi selama sebulan kita bakalan sering jumpa?” tanya Rena seraya menyibakkan rambutnya.

“Iya, terpaksa. Jadi sekretaris itu sebenarnya mudah kalau kita pake otak. Beda sama kamu yang dapetin jabatan modal badan doang,” cibir Jenny seolah bisa melanjutkan ucapannya yang sempat diurungkan tadi.

Rena menggeleng pelan, “Let you see soon. Pelayananku aja plus-plus ke pak direktur, apalagi khusus buat pak GM.”

Tatapan sengit keduanya terhenti saat melihat sang GM melirik sekilas lalu meninggalkan mereka begitu saja.

“Tunggu, Pak. Saya ‘kan calon sekretaris, tentunya boleh merasakan di lift khusus petinggi bukan?” ucap Rena seraya berjalan santai ke samping sang GM.

Lelaki itu menghela napas pelan, “Well, jangan ubah penampilan kamu, Nona Rena. Tetaplah berpakaian seksi biar banyak calon investor yang merasakan dirimu.”

“Apa maksudmu hah??”

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95KVZ" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95KVZ
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Andai Aku Boleh Memilih
7.9
Kenanga Wulan, mahasiswi berprestasi, menderita akibat tekanan ibu tirinya, Mirna, hingga akhirnya diusir dari rumah. Mirna sengaja menyembunyikan kekayaan kiriman ibu kandung Kenanga demi memisahkan Bastian dari kenangan mantan istrinya. Di sisi lain, Firda mendesak putranya, Ghaffarel, untuk menikahi Kenanga demi menyelamatkannya dari hubungan tak wajar dengan Raiya. Meski Kenanga mencintai Arkatama, ia terjebak dalam skema pernikahan yang penuh rahasia dan pengkhianatan.
Sampul Novel Asal kalian puas
9.3
Dalam kegelapan, seorang asisten rumah tangga terjebak dalam situasi mencekam saat Pak Karmin, Pak Darmaji, dan Pak Doyo mulai menjamah tubuhnya secara bergantian. Di tengah perlakuan liar yang membangkitkan gairah sekaligus rasa takut, sang majikan bernama Pak Arga justru merencanakan siasat jahat. Merasa tak puas dengan istrinya, ia berniat membawa pembantunya pergi ke tempat jauh untuk memuaskan nafsu pribadinya tanpa kecurigaan siapa pun. Akankah ia berhasil?
Sampul Novel Biarkan Aku Pergi, Suami CEO-ku yang Sombong
9.1
Menikah demi menyelamatkan bisnis keluarga, Averie memberikan segalanya untuk Brayden meski sang suami mencintai wanita lain. Saat Brayden meraih puncak kejayaan di Grup Fowler, Averie justru kehilangan bayinya dan nyaris tewas di lautan. Trauma mendalam membuatnya menuntut cerai demi memulai lembaran baru. Namun, Brayden yang kini didera penyesalan justru menolak melepaskannya. Ia bersikeras bahwa takdir telah mengikat mereka untuk tetap bersama selamanya.
Sampul Novel Gairah Cinta Crazy Rich Muda
8.9
Satria Abraham terjebak dalam pernikahan paksa bersama Alira Maulidina yang direncanakan berakhir dalam setahun. Namun, setelah dikhianati kekasihnya lewat skandal video viral, Satria justru mulai mengejar cinta Alira. Ia bertekad membatalkan perjanjian cerai yang telah mereka sepakati sebelumnya. Tantangan terbesarnya adalah merebut hati Alira dari Adam, pria yang sangat dicintai istrinya. Kini, Satria harus berjuang mempertahankan rumah tangga mereka.
Sampul Novel Hanya Istri Kedua
9.3
Demi menyelamatkan ayahnya dari jeratan kebangkrutan, Anyelir terpaksa mengubur mimpinya sedalam mungkin. Ia setuju menjadi istri kedua bagi Serkan Alvaro, seorang pebisnis muda berdarah dingin yang sangat populer. Di balik bantuan finansial yang diberikan, motif Serkan menikahi Anyelir masih menjadi misteri besar. Kini, Anyelir harus menghadapi kerasnya kehidupan rumah tangga yang penuh tanda tanya. Akankah pernikahan ini memberikan kebahagiaan baginya?
Sampul Novel Kesempatan Kedua: Cinta Fatal dan Balas Dendam
9.4
Danielle menyesali kebodohan masa lalunya yang menghancurkan keluarga akibat memercayai orang yang salah. Setelah terlahir kembali, ia bertekad memanfaatkan kecerdasan dan pesonanya untuk membalas dendam. Tak disangka, ia tumbuh menjadi sosok berpengaruh dengan berbagai identitas rahasia hingga dilindungi kelompok pembunuh dan empat keluarga besar. Di tengah kejayaannya, sang suami tampan yang dulu ia abaikan kini mengklaimnya dengan penuh cinta di hadapan dunia.