
Rahasia Suami yang Tidak Berharga
Bab 2
Saat klakson berbunyi, jantung Emalee berdebar kencang, menghapus keraguan apa pun yang tersisa terkait perceraiannya dengan Ashton.
Dia berbalik dan melihat sebuah BMW X7 baru terparkir tepat di belakangnya, diikuti dengan sosok pria tinggi dan berwibawa yang turun dari mobil.
Wajah Emalee, yang sebelumnya tanpa kehangatan, seketika berseri-seri dengan senyuman begitu mengenali pria itu, yaitu Phillip Watson, cinta pertamanya yang tidak terlupakan. Pria itu berdiri dengan pakaian rapi, rambut disisir ke belakang, dan kacamata berbingkai emas yang membingkai matanya.
Phillip menatap Emalee dan membalas dengan senyuman yang lembut.
Sambil memegang buket mawar merah, dia mendekatinya dengan penuh percaya diri.
Menyaksikan hal ini, Ashton merasa dirinya sangat konyol.
Selama tinggal bersama Emalee, dia belum pernah melihat wanita itu menunjukkan ekspresi seperti itu di hadapannya.
Melihat Phillip, Tristan tersenyum lebar dan bergegas menghampirinya.
"Kak Phillip, lama tidak berjumpa! Kakak terlihat semakin tampan! Tidak heran Kak Emalee tidak bisa melupakan Kakak!" Kemudian, dia tertawa terbahak-bahak.
Phillip membalas sapaan Tristan dengan anggukan dan senyuman sebelum mengalihkan tatapannya ke arah Ashton, yang berdiri diam di samping Emalee.
"Siapa dia?" tanya Phillip dengan lembut.
Tristan langsung menjawab, "Dia Ashton."
Mengamati Ashton, senyum Phillip memudar dan digantikan dengan raut wajah jijik. "Ah, kamu Ashton? Parasmu cukup lumayan. Tidak heran kamu bisa hidup bergantung pada Keluarga James selama dua tahun ini."
Berjalan mendekati Ashton, Phillip merangkul bahu Emalee dengan santai dan menunjukkan ekspresi penuh kemenangan.
"Tapi bagaimanapun juga, seharusnya aku berterima kasih padamu. Jika bukan karena kamu yang membantuku menjaga Emalee selama dua tahun terakhir ini, mungkin dia sudah diculik oleh seseorang. Tapi, jasamu tidak lagi dibutuhkan karena mulai sekarang aku akan menjaga Emalee dengan baik. Setelah perceraian kalian sudah beres, kamu bisa pergi, wahai mantan suami," ejek Phillip dengan nada menggurui sambil menepuk-nepuk bahu Ashton.
Melirik sekilas ke arah Emalee, yang tampak tidak terganggu dengan kedekatan Phillip, Ashton tersenyum getir.
Selama dua tahun pernikahan mereka, Emalee tidak pernah memperlihatkan keintiman seperti itu padanya.
Mungkin karena merasa tidak nyaman, Emalee menunduk dan perlahan melepaskan diri dari pelukan Phillip.
"Jangan seperti ini. Masih ada orang luar di sini," gumamnya lembut.
Tristan tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Ashton, apa kamu melihatnya? Selama bertahun-tahun kalian bersama, kamu tidak pernah memeluk kakakku seperti yang dilakukan Kak Phillip. Tapi, bisa-bisanya kamu berani meminta kakakku untuk tidak menyesali keputusannya karena telah meninggalkanmu? Apa yang membuatmu begitu berani?!"
Ekspresi wajah Ashton menjadi tegas saat dia menjawab dengan tenang, "Hanya waktu yang bisa mengungkapkan kebenarannya."
Baik Tristan maupun Phillip mencemooh jawaban Ashton.
Tristan mengejek, "Kamu pikir zaman sekarang masih seperti dulu, di mana potensi seorang pemuda miskin tidak boleh diremehkan? Tidak peduli seberapa keras kamu berusaha dalam hidupmu, kamu tidak akan bisa menandingi pencapaian Kak Phillip!"
Phillip berpura-pura menjadi orang yang bijaksana dengan menengahi, "Ashton, kamu tidak lebih dari sekadar seorang pelayan di Keluarga James selama dua tahun terakhir. Ini memang sulit, tapi setidaknya mereka telah menerimamu selama dua tahun, bukan? Karena kita tidak berutang apa pun satu sama lain, kamu tidak perlu merasa kesal. Lagi pula, kamu tidak terlalu kompeten, jadi sebaiknya kamu menerima perceraian ini dengan lapang dada. Hari ini juga merupakan pesta ulang tahun kakek Emalee yang dihadiri oleh banyak tamu penting, jadi tolong jangan membuat keributan."
Tepat saat Ashton hendak membalas, ponselnya berdering. Dia mengangkat panggilan telepon itu dan langsung disambut oleh suara yang lembut dan menenangkan.
"Halo, apa ini dengan Pak Ashton Baldwin?"
Tanpa menunggu jawaban Ashton, wanita di ujung telepon melanjutkan, "Ini dengan Rosalie Campbell dari Keluarga Campbell di Kota Inewood. Saya dengar keterampilan medis Anda sangat luar biasa. Kami telah mencoba menghubungi Anda beberapa waktu yang lalu. Salah satu keluarga kami membutuhkan keahlian Anda dan kami siap memberikan bayaran dua miliar untuk jasa Anda."
Rosalie yakin Ashton akan langsung menerima tawaran yang menggiurkan ini, tapi tanggapan Ashton di luar dugaan.
"Maaf, tapi tolong cari orang lain," jawab Ashton dengan singkat sebelum mengakhiri panggilan telepon itu.
Pikirannya dipenuhi oleh kejadian saat ini sehingga dia tidak bisa memikirkan hal lain.
Anda Mungkin Juga Suka





