Sampul Novel Rahasia Seorang Ibu

Rahasia Seorang Ibu

9.5 / 10.0
Dalam mystery story Rahasia Seorang Ibu, Yuna mengungkap penderitaan Rani Ramadhani melalui buku harian pasca kematian mendadak sang ibu. Modern novel ini mengikuti misi Yuna membongkar kebenaran di balik senyum ibunya. Baca kisah selengkapnya di webnovel ini sekarang.
Ringkasan Rahasia Seorang Ibu
Di balik senyum hangat Rani Ramadhani, tersimpan duka mendalam yang tak pernah ia bagi kepada anak-anaknya. Yuna, sang putri, mengira kehidupan ibunya baik-baik saja hingga maut menjemput Rani secara mendadak. Kepergian sang ibu meninggalkan sebuah buku harian yang menjadi kunci pembuka tabir masa lalu. Melalui catatan rahasia tersebut, Yuna mulai menyadari bahwa sosok ibunya menyimpan beban berat dan misteri kelam yang selama ini sengaja disembunyikan darinya.
Baca Selengkapnya

Rahasia Seorang Ibu Bab 1

"Hiks.. Hiks.. Hiks.."

Dua orang anak kecil menangis terpaku di depan meja belajarnya. Saat ini, mereka berdua tengah menatap foto seorang ibu yang di pajang di dinding. Tidak lama, seseorang datang sambil mengusap lembut rambut dua orang anak kecil itu.

"Dek, ibu baik-baik saja. Kita hanya perlu mendoakannya." ucap anak gadis yang berusia 25 tahun itu. Matanya berlinang melihat foto wajah sang ibu.

Di tambah, kedua adik kembar menangis karena mengingat ibunya, membuat hati sang reporter ternama itu hancur. Disaat titik karirnya mencapai puncak, dirinya malah kehilangan seorang ibu yang sangat berarti dalam hidupnya. Dia terpaksa mengambil cuti beberapa hari untuk menemani adik-adiknya di rumah.

"Sebaiknya malam ini tidur lebih awal. Besok kakak akan bawa kalian jalan-jalan. Mau beli es krim yang besarkan?" goda Yuna sambil mencubit pipi temben sang adik. Saat ini, usia adik kembarnya sudah menginjak angka tujuh.  Sedang berada di fase gemes-gemesnya.

"Baik, Kak." ucap mereka kompak. Mereka berdua lalu berjalan ke tempat tidur dan menutup diri dengan selimut. Anak yang penurut sekali. Yuna sampai tersenyum melihat kelakuan adiknya begitu baik.

Setelah menemani sang adik beristirahat, Yuna keluar dan tak sengaja melihat pintu kamar ibunya terbuka. Dia melangkah masuk, menyusuri sudut kamar ibunya dengan tatapan sendu. Nafasnya sesak mengingat wajah ibunya yang selalu tersenyum di depannya.

"Ibu, sebenarnya apa yang terjadi?" ucap Yuna seketika. Reflesh air matanya jatuh mengalir di kedua pipinya secara bersamaan. Hatinya hancur berkeping-keping. Tidak ada sepatah suara selain suara tangisan. Walau dirinya sudah dewasa, rasa sakit kehilangan masih bisa dia rasakan. Bahkan dirinya yang paling merasakan sakit di antara semua orang.

"Ibu.. Ibu.. Hiks.. Hiks.. Hiks.."

Yuna menyentuh tempat tidur, dimana ibunya sering berbaring. Menyentuh tempat duduk dimana ibunya sering merias wajah. Karena tidak terlalu fokus, Yuna sampai menabrak lemari kecil di dekat meja rias ibunya. Sebuah buku pun terjatuh ke lantai.

"Buku harian." Ucap Yuna yang membaca sampul buku itu.

Yuna berhenti menangis dan berjongkok mengambil buku itu. Wajah sendunya menjadi kebingungan. Selama ini, dirinya tidak sempat memeriksa tulisan ibunya. Bahkan Yuna tidak pernah melihat ibunya menulis di buku. Lalu, tanpa sengaja, Yuna menemukan sebuah buku di kamar ibunya.

"Apa selama ini, ibu selalu mencurahkan isi hatinya ke dalam buku harian ini?" tanya Yuna yang membolak balikkan buku di tangannya.

Rasa penasaran dengan isinya membuat tangan Yuna segera membuka lembaran buku sang ibu. Awalnya, senyum Yuna terpancar melihat tulisan ibunya yang sangat indah, mengalahkan tulisannya sendiri. Namun, ketika dirinya membaca tulisan sang ibu, betapa terkejutnya Yuna. Ibunya yang selama ini selalu tampil dengan senyuman menyambut anaknya, malah mendapat penderitaan terdalam.

Inilah kisah sang ibu yang akan di ungkapkan Yuna satu per satu. Rahasia dibalik senyum ibunya, terbuka perlahan demi perlahan.

Penderitaan pertama yang ditulis ibunya dimulai sejak Yuna belum lahir di dunia ini.

**

**

**

"Aku hamil!" teriak Rani Ramadhani, salah satu siswa kebanggaan sekolahnya. IQ nya hampir mencapai angka sempurna. Bukan hanya itu, dia juga memiliki rupawan yang cantik. Semua siswa laki-laki takjub dengan kecantikan alaminya. Dari sini lah kesalahannya.

Rani pacaran dengan anak berandalan, anak kepala sekolah yang memiliki wajah tampan menawan. Tetapi sikapnya justru berbanding terbalik dengan Rani. Cinta yang sudah membuat Rani buta, menyerahkan apa yang tidak seharusnya dia serahkan pada laki-laki munafik seperti Bram.

"Lalu? kenapa?" tanya Bram sambil tersenyum kecut. Mereka berdua sedang berada di klinik sekolah karena Rani jatuh pingsan saat  sedang berolahraga.

"Kau harus tanggung jawab. Aku tidak mau pulang, aku takut mendapat amarah dari orang tuaku!" kata Rani terdengar memohon. Lagi-lagi Bram tertawa terkekeh.

"Tanggung jawab? Kau menyuruhku bertanggung jawab? Memangnya kau siapa? Kau hanya pacar bagiku, bukan calon istriku. Pacar bisa aku ganti dan aku buang jika sudah tidak membutuhkannya." Jelas Bram dengan suara di tekan. Nada suaranya begitu mengancam membuat Rani syok mendengarnya.

"Bram, kau harus tanggung jawab. Kesalahan ini bukan hanya kesalahanku, tetapi kesalahamu juga." bela Rani yang kukuh pendirian.

"Hei, Sang bidadari hatiku. Apa kau tahu, dirimu pacar yang keberapa? Kau berada di urutan 54. Aku masih punya banyak pacar sembunyi di sekolah ini yang mungkin juga mengalami hal sama denganmu. Hamil!" tegas Bram sambil tertawa.

"Apa?"

Rani membuka mulutnya, tidak percaya semua itu. Pacarnya, Bram rupanya bukan orang yang setia. Rani salah menilai selama ini. Dia pikir, Bram adalah anak yang baik meski sikap Bram tidak mengatakan itu. Terkadang, justru anak nakal lah yang paling pemberani dan bertanggung jawab.

"Bram.." Panggil Rani sambil memegang tangan Bram. Dia ingin Bram menjelaskan jika apa yang dikatakannya barusan adalah salah. Bram hanya bercanda, pikir Rani. Tetapi, Bram menghempas tangan Rani, lalu menarik kepala Rani dan berbisik.

"Sejauh ini, aku hanya mempermainkan perempuan saja. Siapa suruh kau kau tergoda dengan wajahku yang tampan. Sekarang kau dapat imbasnya. Jadi, apa yang terjadi padamu, bukan salahku. Semuanya salahmu, kau sendiri yang memberikan barang berhargamu padaku. Walaupun aku memintanya, setidaknya kau bisa menolak jika dirimu benar-benar wanita baik-baik."  kata Bram sebelum keluar dari klinik.

Tubuh Rani menjadi lemas, dirinya tidak punya tenaga dan energi. Air matanya jatuh bercucuran, hatinya rusak, begitupun dengan tubuhnya saat ini.

"Bram..." teriak Rani seorang diri.

Sepulang sekolah, anak kebanggaan sekolah itu berjalan pulang ke rumah. Tubuhnya gemetar ketika berdiri tepat di depan rumahnya. Tangannya tidak bisa diangkat memegang gang pintu. Rasa takut, marah, dan sedih, menyatu dalam dirinya.

"Apa yang harus aku lakukan? Tidak memberitahu siapapun?" ucap Rani yang panik. Keringat dingin bercucuran di dahi dan lehernya. Di tambah, pintu rumahnya di buka sang ibu, sementara dirinya belum siap.

"Ran, tolong bantu ibu ambil jemuran diluar. Ibu lagi memasak di dalam." kata sang ibu dengan senyum manis sebelum berbalik masuk.

Siang ini, langit di tutupi awan hitam. Sebentar lagi, hujan akan turun membasahi apapun yang ada di bawahnya. Hal ini mengingatkan Rani dengan dirinya. Dia sama seperti itu.

"Ran! Cepat ambil!" teriak sang ibu dari dalam. Rani adalah anak kedua dari keluarga sederhana. Semua kebutuhan hidup keluarganya serba cukup. Ayahnya bekerja kantoran dengan gaji yang tidak seberapa. Sementara ibunya tukang jahit di rumah. Itupun, ibunya tidak punya pelanggan menentu. Ya, semua di tentukan oleh rezeki masing-masing.

Rani memilih tidak memberitahu ibunya dan menyembunyikan kehamilannya dari keluarganya. Cukup dirinya yang tahu dan hanya dirinya yang boleh menderita.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Rahasia Seorang Ibu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dibiarkan Mati: Dosa Gembong Mafia
8.6
Suamiku, pemimpin mafia Jakarta, menolak memiliki anak sebelum aku mengungkap rahasia gelapnya: seorang putra dari wanita musuh bebuyutan kami. Kekejamannya memuncak saat dia mencelakaiku hingga keguguran, sementara selingkuhannya membuangku ke jurang. Namun, aku bertahan hidup. Saat aku muncul di TV sebagai arsitek kelas dunia, sang bos mafia kini bersujud di kakiku, memohon pengampunan dari sosok yang dulu ia hancurkan dan biarkan mati begitu saja.
Sampul Novel Gairah Cinta
9.6
Billie dikenal sebagai sosok pria yang memiliki kehidupan harmonis dan terlihat sempurna. Namun, di balik itu semua, ia justru merasa hampa. Ia terus terbayang masa lalu yang liar dan penuh gairah bersama para mantan kekasihnya. Saat Celine mendadak muncul kembali, Billie terjebak dalam dilema besar. Ia harus memilih antara menjaga kestabilan hidupnya saat ini atau mengejar kembali api asmara masa lalu yang tak pernah benar-benar padam dari ingatannya.
Sampul Novel MALAM TERAKHIR DI KOTA
8.7
Menjelang hari pernikahannya, seorang pria memilih merayakan malam kebebasan terakhir bersama para sahabat. Namun, suasana pesta berubah mencekam saat rahasia masa lalu yang terkubur mulai terungkap ke permukaan. Kebenaran yang tak terucap itu kini menjadi ancaman nyata bagi rencana masa depannya. Di bawah lampu kota, hubungan pertemanan mereka diuji habis-habisan, sementara nasib pernikahannya pun berada di ambang kehancuran yang tak terduga.
Sampul Novel Menikahi Mayat Palsu CEO
7.8
Angel terjebak dalam situasi mengerikan saat dipaksa menikahi jenazah CEO muda yang rupawan. Demi melunasi hutang budi serta imbalan dua miliar rupiah bagi keluarganya, ia terpaksa menyetujui pernikahan tak lazim ini. Namun, kejutan besar menanti di balik peti mati karena sang mempelai pria ternyata masih bernapas. Bagaimana nasib Angel setelah rahasia besar ini terungkap? Ikuti kisah romansa penuh misteri ini dalam Menikahi Mayat Palsu CEO.
Sampul Novel Menjaga Jodoh Orang
9.1
Setelah lima tahun menjalin hubungan, Terry secara sepihak menunda pernikahannya dengan Candice. Di sebuah kelab malam, Candice justru menyaksikan Terry melamar Vivian. Terry berdalih tindakan ini demi mengabulkan permintaan terakhir Vivian yang sedang sakit, yakin Candice tidak akan pernah pergi karena cinta matinya. Namun, Terry keliru. Di hari pernikahannya dengan Vivian, saat Terry berusaha menyembunyikan rahasia tersebut, dia justru mendapati kabar bahwa Candice juga melangsungkan pernikahannya sendiri hari itu.
Sampul Novel Waktu Tak Bisa Menjaga Cinta
9.5
Sepuluh tahun berpacaran dengan Rama hanya menyisakan kekecewaan bagi aku. Rama selalu mengabaikanku demi Sinta, mulai dari mabuk bersama saat ibunya sakit, hingga menjaga Sinta ketika aku menghadapi masalah kerja. Puncaknya, Rama menghilang di hari kematian ibuku demi menghadiri kelulusan Sinta. Kehilangan ini membuatku memilih menyudahi hubungan kami. Namun, Rama yang enggan berpisah kini memohon kesempatan kedua dengan penuh penyesalan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan