Sampul Novel RAHASIA SEBUAH DOSA

RAHASIA SEBUAH DOSA

8.2 / 10.0
Dalam RAHASIA SEBUAH DOSA, Rani membesarkan anaknya sendirian setelah dikhianati John. Saat bekerja di lingkungan billionaire, ia terjebak antara masa lalu kelam dan cinta baru. Temukan drama keluarga dalam romance novel ini, sebuah modern novel tentang penebusan dan rahasia yang terungkap.
Ringkasan RAHASIA SEBUAH DOSA
Pras meninggalkan Rika yang hamil demi perjodohan, meminta anaknya dianggap yatim. Rika membesarkan John hingga dewasa, sementara Pras memiliki putri bernama Rani. Tanpa sadar, John dan Rani menjalin cinta hingga Rani mengandung. Setelah John menghilang, Rani membesarkan Juli dalam kebencian. Bertahun-tahun kemudian, John muncul kembali sebagai konsultan, bersaing dengan Vico yang mencintai Rani. Saat Juli kecelakaan, rahasia kelam keluarga Pras dan hubungan darah mereka akhirnya terbongkar.
Baca Selengkapnya

RAHASIA SEBUAH DOSA Bab 1

Kata anak hrm! Sebuah kata yang tak pantas untuk didengar, namun itulah yang terjadi pada Sosok Juli yang sering dibuli atau bahkan dijauhi oleh temannya. Lantaran kata anak haram itu melekat dicap dalam dirinya. Juli semakin merasa sedih. Apa lagi, sosok seorang ayah, yang tidak pernah, ia ketahui. Hal itulah yang membuat Juli, harus berjuang untuk menuntaskan keinginannya, agar tak ada lagi kata anak hrm dalam dirinya. 

Tapi semua  itu tidaklah semudah apa yang di bayangkan Juli. Ia harus menerima segala ledekkan dan cemoohan dari  teman sekelasnya. Tentu saja Rani merasa bersedih, sebagai ibu dari Juli. Kejadian itu semakin menambah kebencian Rani pada seseorang yang paling ia benci di dunia ini. Bagaimana mereka menjalani hari-hari dengan luka yang amat pedih itu?

Dentuman suara lagu sangat menggema keras. Di dalam ruang yang sumpek dan sesak Rani berada.

 "Mira, ini tempat apa sih, ko sumpek dan berisik seperti ini?"  Sambil keheranan Rani di tempat yang asing baginya.

 "Sudahlah kau nikmati saja sih Rani, inikan enak kita," balasnya  sambil berjingkrak-jingkrak dengan lepas Mira, mengajak Rani untuk mengikuti jingkrak-Nya.

 "Mira, sebaiknya kita pulang saja yuk," ajak Rani sambil menarik-narik Mira .

"E ..., kau ini kenapa sih Rani?" Sambil melepaskan genggaman tangan Rani, di pergelangan tangan Mira.

 "Bukannya kita mau ke Mall? Ko malah ke sini sih Mira?"  Dengan raut muka keheranan Rani memandang Mira.

 "Kau ini kenapa sih? Di ajak happy, malah ngga mau," ujar  Mira dengan raut muka yang kecewa.

 "Sudah, sebaiknya kita pulang Mira." Rani pun menyeret-nyeret tangan Mira, sampai keluar dari ruangan itu.

 Setelah berada di luar, Mira seperti sangat marah, karena kesenangannya kini harus berakhir oleh Rani.

 "Susah emangnya, kalau sama anak kuper kaya kamu mah Rani," ujar Mira dengan wajah masamnya.

 "Sudahlah, ayo kita pulang, nanti sajalah Mira." Akhirnya Mira pun mengikuti kemauan Rani.

 "Kau ini kenapa, masih saja cara pandangmu terlalu kolot Rani?"

Rani hanya mendengarkan clotehan Mira, yang merasa kecewa dengan tingkahnya. Tanpa sepatah kata, Rani menjawab.

 "Hidup itu harus dinikmati, jangan kaku seperti itu," tegas Mira, yang masih tidak terima dengan perlakuan Rani.

 Di sebuah mobil  dengan santainya Rani menyetir mendengarkan ocehan Mira. Ia seolah-olah tidak peduli, apa yang dikatakan Mira padanya. 10 menit Rani diam, namun Mira tak henti-hentinya berbicara, seakan ia sangat kecewa dengan sikap Rani.

 "Kau ini kenapa sih Mira? Dari tadi ngedumel terus, kau marah aku ajak pulang?"

 "Lagian, orang lagi asyik kau ajak pulang," balas Mira dengan mengerutkan muka masamnya Mira berkata, seolah masih dongkol.

 "Kita-kan ada janji di Mall, terus kenapa kita harus ke tempat itu coba?" tanya Rani keheranan.

 "Iya, tapi-kan itu masih bisa  kita kenselkan Rani?"

 "Ngga bisa gitu dong Mira, masa harus begitu, nanti  orang itu kecewa gimana coba?"

 "Emang ya kamu tuh terlalu serius dengan kerjaan, ngga bisa dibawa santai Rani," balas Mira sedikit kecewa.

 "Kau ini masih seperti anak kecil saja Mira."

 "Ye ..., sembarangan kamu, orang aku udah gede ko," balas Mira sedikit protes.

 "Ya, kamu gede, tapi cuma badannya doang Mira, hehehe."

 "Ih ..., asem kamu Rani." Dengan mengerutkan wajahnya sambil menatap Rani.

 "Buktinya, kita mau ada janji, kamu malah ngajak ke situ Mira?" tegas Rani dengan serius.

 "Apa hubungannya sih dengan itu Rani?"

 "Ya jelas ada dong, orang dewasa itu kan bertanggung jawab, bukan kaya gitu Mira."

 Mira merasa tersindir, dengan perkataan itu, mukanya masam tak karuan. Ia merasa dongkol, dengan apa yang barusan diucapkan Rani padanya.

 "Sudah tak usah masam kaya gitu, ngga enak aku liat mukamu Mira."

 "Bodo ah, bete aku dengar ceramah kamu Rani," balas Mira dengan cemberut.

 Rani hanya tersenyum, mendengar ungkapan kekecewaan dari Mira, yang masih belum terima dengan itu semua. Beberapa menit kemudian tibalah mereka di sebuah Mall yang telah disepakati. Nampak seorang laki-laki yang duduk di sebuah meja. Perawakan yang tinggi dan putih itu lah John. Laki-laki yang mempunyai janji dengan Rani.

Dari jarak 70 meter, Rani melihat sosok laki-laki yang sedang duduk di meja itu. 

 "Berhenti Mira, berhenti," ujar Rani tiba-tiba.

Spontan Mira merasa kaget dengan perkataan Rani.

"Astaga, kau ini kenapa sih Rani?" tanya Mira keheranan.

 "Coba kau lihat, laki-laki yang duduk di sana. Bukanya itu orang yang kita tuju." Sambil menunjukkan jari ke arah laki-laki itu, Rani terkaget dengan sosok laki-laki itu.

 "Kau yakin itu orangnya Rani?"

Dengan mengerutkan wajahnya, Rani seolah-olah ragu dengan pertanyaan Mira.

 "Kenapa dengan dirimu? Ko malah kelihatan tidak meyakinkan gitu sih Rani?" tanya Mira, kembali merasa aneh.

 "Itu bukan ya orangnya? Ko aku seperti ragu ya Mira?" balas Rani, ragu-ragu.

 "Astaga, kau ini gimana sih Rani? Makanya kau ini harus banyak piknik, agar tidak gampang lupa."

 "Heem ..., masam kali kau berkata Mira."

 "Ya, itu buktinya, kau nampak tidak yakin dengan orang yang membuat janji itu," balas Mira sekenanya.

 "Apa sebaiknya kita pulang aja ya Mira?" ujar Rani, dengan bingung.

 "E ..., kau ini gila apa? Tadi kau tarik-tarik aku ngajak ke sini, terus sekarang kau ngajak pulang, gila ya kamu Rani." Dengan mata yang melotot, seolah Mira mau melahap Rani.

Rani seolah-olah ragu, tampak mukanya seperti salah tingkah dengan keadaan itu.

Sementara John sudah berulang-ulang kali melihat jam tangannya dan merasa resah menunggu ke datangan seseorang.

"Kenapa kau tidak yakin?" ucap Mira.

 "Em ... emm," sambil mengaruk-garuk kepala, Rani merasa bingung.

 Tanpa basa-basi lagi, ditariklah pergelangan tangan Rani oleh Mira. Setengah menahan Rani, dari tarikan Mira.

 "Ayo, kau tunggu apa lagi sih Rani?" ujar Mira, sedikit memaksa.

 "Apa sebaiknya kita tanyakan dulu ya pada Mamah, Mira?" tanya Rani dengan ragu.

 "Kau ini gila apa? Orang sudah di depan mata kau mau telepon rumah gila ku rasa ya." Dengan sedikit jengkel Mira membentak Rani.

 "Yasudah ayo kita ke sana." Dengan muka menunduk sambil berjalan Rani, mengikuti saran Mira.

 Laki-laki yang sedang duduk merasa kaget dengan kedatangan Mira dan Rani. Tepat di hadapan John, Rani seperti kikuk.

 "Maaf, apakah ini Rani?" tanya laki-laki itu.

Dengan menyikut-nyikut lengan Rani, Mira mendesak Rani bicara.

 "Ada apa dengan kalian, kau seperti grogi gitu? Apa lagi wanita satu ini, ko malah menunduk begitu?" 

Akhirnya mau tidak mau Mira angkat bicara.

 "Ya perkenalkan nama saya Mira dan ini Rani."

Alangkah terkejutnya John saat melihat Rani mengangkatkan kepalanya.

 "Loh bukannya ini Rani ya?" balas John dengan kaget.

 "Iya ini aku John," ucap Rani dengan sedikit keki.

 "Astaga kamu ini Rani." Raut muka John langsung tersenyum.

 "Silahkan duduk-duduk," ajak John sambil merapikan kursi dan mejanya.

 "Apa kabar Rani? Lama kita tidak jumpa," tanya John, berbasa-basi.

 "Baik John," balas  Rani dengan muka yang masih agak sedikit keki.

Mira menatap wajah Rani, seolah ia bertanya-tanya ada apa dengan Rani?

 "Ini teman aku John, Mira," ujar Rani malu-malu.

 "Ohh, ya, ya salam kenal ya Mira." Saling menjabat tangan itu terjadi Mira dan John. wajah Mira merasa ada yang aneh.

 "Ko bisa-bisanya itu kamu John?"

 "Aku pun tak menyangka kalau itu kamu Rani!"

"Jadi ceritanya kalian sudah saling kenal gitu?" tanya Mira keheranan.

 "Oh ..., ya bukan kenal lagi, Rani-kan mantan aku Mira," balasnya dengan senyum dan santainya John berkata.

Rani seolah malu dengan perkataan John.

 "O ..., ya, iya, jadi ceritanya ini CLBK ya?"  ucap Mira sembari sedikit melongo.

Spontan wajah  Rani memerah padam, ia pun menyikut tangan Mira dengan sikutnya.

 "Apaan sih kamu Mira?" ujar Rani sedikit jengkel.

Mira masih terlihat kikuk dan gerogi menghadapi situasi ini.

 "Pantasan saja kau tidak mau singgah dari tadi, ternyata ini masalahnya?" Mira  membuka rahasia Rani.

 "O ..., dari tadi aku nunggu ternyata, Rani udah ngga mau lagi ketemu aku gitu?" tanya John sedikit heran.

Rani yang mendengar kata itu dari John, langsung menjawab, "Bu ..., bukan seperti itu John."  Dengan nada tersengal-sengal Rani menjawab seolah malu.

 "Terus kenapa tidak langsung duduk ke sini?" tanya John sedikit memojokkan.

 "Sudahlah John, sebaiknya kita pesan makanannya, kasihan Mira lapar." Rani pun mencoba mengalihkan perhatian John.

 "Ye ..., siapa juga yang lapar?" tukas Mira menepis.

 "Sudah kau diam," ujarnya  membisikan kata itu di tepi telinga Mira.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi RAHASIA SEBUAH DOSA

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Sangat Mencintaimu
9.6
Pasca insiden satu malam, Rossa Saraspati menikah dengan Robert Carlos karena kehamilan yang tak terduga. Robert adalah suami miliarder yang memanjakannya dengan kemewahan luar biasa, memenuhi segala keinginan materi namun melarangnya bekerja. Saat Rossa mencoba mencari nafkah secara sembunyi-sembunyi, ia selalu gagal karena sabotase Robert. Akhirnya, Robert memberi Rossa posisi khusus di kantornya sebagai istri sang bos demi memastikan ia tetap berada di sisinya.
Sampul Novel Cinta Karena Kesalahan
9.0
Keira Kastari Naryadinata menjalani tujuh belas tahun hidup penuh perjuangan hanya bersama ibunya. Namun, dunianya runtuh saat sang ibu wafat, meninggalkannya sebatang kara. Selama ini, ia dibuang oleh ayahnya yang angkuh, Kastara, hanya karena ia perempuan. Tiba-tiba, Kastara muncul memohon maaf dan mengajaknya kembali pulang ke ibu kota. Benarkah pria egois itu telah berubah? Keira kini terjebak antara rasa benci masa lalu dan harapan akan keluarga yang baru.
Sampul Novel CINTA SUCI WANITA MALAM
9.0
Olidia menghabiskan malamnya sebagai penghibur di klub kota hingga takdir mempertemukannya dengan Tuan Muda Dax. Meski benih cinta mulai tumbuh, Olidia memilih memendam perasaannya karena reputasi Dax sebagai playboy yang kerap berganti pasangan. Tanpa disangka, Dax ternyata menyimpan rasa yang sama terhadapnya. Di tengah keraguan dan gaya hidup yang kontras, mampukah ketulusan cinta suci mereka menemukan jalan untuk bersatu selamanya?
Sampul Novel Cintaku Sudah Habis
8.1
Hubungan asmara antara Kaluna dan Citra terpaksa berakhir secara tragis akibat fitnah kejam yang dilancarkan oleh Rina. Di tengah kebencian mendalam yang dirasakan Citra, sebuah rahasia besar yang tersembunyi perlahan mulai terkuak ke permukaan. Kini, Kaluna harus berjuang keras menghadapi kenyataan pahit dan bertahan hidup dalam bayang-bayang kemarahan mantan kekasihnya. Akankah kebenaran mampu mengubah segalanya sebelum semuanya terlambat?
Sampul Novel Godaan Maut Ipar dan Mertua
8.9
Nikmati rangkaian kisah menarik yang dirancang khusus untuk menghibur dan membawa pembaca hanyut dalam alur tanpa beban konflik yang rumit. Narasi ini hadir sebagai pelipur lara dan teman istirahat di tengah padatnya rutinitas harian. Sangat ideal bagi pembaca dewasa yang mencari penyegaran agar terhindar dari stres, karya ini menawarkan kesenangan murni yang membuat siapa pun ketagihan. Temukan kedamaian lewat cerita yang ringan namun tetap penuh makna mendalam.
Sampul Novel Pernikahan Kontrak Berakhir
8.6
Althea terpaksa mengakhiri pernikahan kontraknya dengan Darius lebih awal setelah menemukan kenyataan menyakitkan. Kehadiran Liora, wanita yang mengandung anak Darius, memicu rasa dikhianati yang mendalam. Meski Althea hancur oleh amarah dan kekecewaan, Darius justru melepaskannya tanpa bertanya. Kini Althea harus berjuang menghadapi luka batin karena menyadari bahwa dirinya bukanlah satu-satunya wanita di hati Darius dalam hubungan yang penuh kepalsuan ini.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan