Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia Sang CEO

Rahasia Sang CEO

Chris terjebak dalam dendam akibat perselingkuhan ibunya, Jane, dengan bawahan ayahnya sendiri. Howard memilih tidak bercerai demi membalas rasa sakit hati itu berkali-kali lipat kepada Jane. Di tengah ketegangan keluarga yang hancur, Jane memohon agar putra tunggalnya itu segera membangun rumah tangga. Namun, Chris yang sinis justru bersumpah hanya akan menikah setelah ia berhasil menghancurkan hati banyak wanita sebagai bentuk pelampiasan atas trauma masa lalunya.
Bab
Bagikan

Bab 1

“Tuan Chris, aku sudah membawakan perempuan yang Anda minta. Apa dia perlu kuantar ke ruanganmu?”

Lelaki bernama Christian itu menatap laki-laki yang sedang berdiri di samping mejanya.

“Bawa saja. Setelah itu suruh dia tunggu di ruangan ini. Aku mau bertemu dengan klien. Setelah selesai dengan klien, aku akan menggarapnya,” jawab Christian, seperti biasa dengan wajah dingin dan angkuh miliknya, yang mampu membuat wanita mana pun tergila-gila dan memohon untuk dijadikan teman ranjang melebihi satu malam.

Tetapi tidak bagi Christian, wanita baginya hanya bisa bersama dirinya tak lebih dari satu malam. Dia tak menyukai hubungan yang terikat oleh waktu dalam tempo terlalu lama. Perempuan adalah teman semalam, jika berharap lebih maka lupakan saja.

Christian, lelaki tampan, dingin, angkuh, memiliki segalanya yang diidam-idamkan semua wanita itu tak pernah percaya adanya cinta sejati. Dia seorang CEO di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan online—OneClickZone—yang telah berdiri lebih dari 20 tahun. Usaha itu dirintis sebelumnya oleh kedua orang tua Christian.

Christian memang memiliki kharismanya sendiri. Entah sudah berapa banyak wanita yang dibuatnya sakit hati dan patah hati bersamaan.

Christian melangkah dengan pasti menuju sebuah ruangan. Di dalam ruangan itu hanya ada seorang laki-laki tua paruh baya yang telah menunggunya selama berjam-jam, wajahnya ditekuk, muram. Ketika melihat Christian memasuki ruangan itu, wajahnya semakin masam.

“Selamat siang, Tuan Jackson. Sudah lama menungguku?” tanya Christian berbasa-basi, padahal dia tahu laki-laki paruh baya itu menatapnya dengan penuh kebencian.

“Kau benar-benar keterlaluan, Christian. Aku tak pernah menyangka, kau akan menjegalku dengan cara seperti ini. Kau mengambil investor terbesar di perusahaanku, kau juga mengambil pelanggan-pelangganku dengan cara yang sangat licik!” seru laki-laki yang bernama Jackson seraya menunjuk-nunjuk Christian.

Hanya sesungging senyum yang diberikan Christian padanya.

“Kau tahu dunia bisnis Tuan Jackson. Kejam,” jawab Christian tenang, tak ada emosi sama sekali dalam nada bicara Christian. Sama seperti ketika dia menyakiti hati perempuan-perempuan yang mengharapkan cinta darinya. Datar. Dingin. Tanpa merasa bersalah.

“Kau benar-benar bajingan. Kau—“

“Kau sudah tahu aku seorang bajingan, lalu kenapa kau masih mau berbicara denganku?” tanya Christian tak peduli dengan cacian Jackson padanya. Kupingnya sudah terlalu kebal mendengar cacian dan makian dari lawan bisnisnya yang kalah telak dengan strategi perang yang dimiliki Christian.

“Bahkan kau menghina puteriku secara terang-terangan. Caramu sangat licik dengan mendekati puteriku dan memperalatnya agar kau bisa mengetahui strategi marketing kami!”

Christian melengos, senyum ketir diberikannya pada Jackson.

“Itu salahku? Puterimu sendiri yang dengan sukarela menyerahkan segalanya padaku. Kau tahu Tuan Jackson, laki-laki mana yang akan menolak jika diberikan daging segar? Bahkan aku yakin, kau pun tak akan menolaknya. Begitu kan?”

Jackson tak sanggup lagi menahan emosinya. Dia bangkit berdiri dan menampar wajah Christian. Christian tak memberi reaksi apa pun, hanya mengusap pipinya, lalu tersenyum.

“Terima kasih. Sampaikan pada puterimu, dia bisa menghubungiku kapan saja, kalau masih menginginkannya.”

“Kau benar-benar tak berperasaan!”

Jackson yang dirundung kemarahan, segera angkat kaki dari hadapan Christian. Percuma berbicara dengan Christian, karena Christian tak akan merasa sakit hati sama sekali. Semakin dia dicaci dan dimaki, semakin dia bernafsu memancing kemarahan lawannya. Hingga lawannya benar-benar menyerah dan mengibarkan bendera putih padanya.

Christian menerima panggilan telepon dari sekretarisnya yang mengatakan seorang wanita sudah menunggunya di ruangannya sejak tiga jam lalu. Wanita itu memaksa untuk segera pergi jika Christian masih belum juga menemuinya.

“Katakan padanya, aku akan segera turun ke bawah 10 menit lagi.”

“Baik Tuan Butt. Aku akan segera menyampaikannya.”

Christian bergegas turun menuju lift. Dia sudah tak sabar melepaskan penat bersama wanita yang sudah dipilih oleh kaki tangannya tadi. Entahlah, cantik atau tidak dia tak terlalu peduli, yang penting hasratnya bisa terpuaskan dan membuat plong pikirannya. Sudah beberapa hari ini dia tak bertemu dengan Clara, jadi tak ada yang bisa dimintanya dengan sukarela untuk bertukar keringat.

Clara bukan kekasihnya melainkan seorang penyanyi dan artis terkenal yang sempat dijebak Christian menggunakan foto-foto bugil miliknya. Christian menjebaknya saat mereka menghadiri acara penghargaan penyanyi berbakat di sebuah gedung. Clara sangat susah untuk didapatkan, akhirnya dia meminta seseorang untuk membuat Clara mabuk dengan memasukkan obat tidur ke dalam minumannya.

Akhirnya seperti yang diketahui, tak ada yang bisa menang dari Christian. Dia mendapatkan apa yang dia mau. Dalam keadaan tak sadar, Christian menyuruh seseorang mengambil gambar-gambar Clara dalam berbagai pose sebagai senjata untuk menaklukkan gadis itu.

Clara yang masih perawan sebelumnya, harus rela kehilangannya karena Christian sebagai tersangka memintanya secara paksa.

Christian selalu menggunakan foto-foto itu sebagai senjata agar Clara mau tidur dengannya. Setiap kali Clara berusaha menolak dia akan mengirim satu buah gambar ke ponsel gadis itu dan membuatnya terdiam.

Biasanya gadis-gadis hanya berlaku semalam untuk Christian. Tapi tidak berlaku untuk Clara, karena dia cukup istimewa. Clara selalu menolak, dan Christian tak suka penolakan. Semakin ditolak dia akan semakin mengejar. Toh, lambat laun Clara pun sengaja menolak dan menolak agar Christian tak mencampakkannya begitu saja.

Christian melepaskan jas dan dasi yang dikenakannya. Perlahan dibukanya pintu menuju ke ruang kerjanya. Dilihatnya seorang wanita berambut merah dengan tubuh sintal, seksi, serta memakai pakaian ketat yang menggoda iman sedang duduk di sofa. Wanita itu tak begitu memperhatikan kedatangan Christian, kedua tangannya sibuk memainkan handphone miliknya.

“Ehem.” Christian berdehem meminta perhatian pada wanita itu.

Wanita cantik itu mengangkat kepalanya lalu melempar senyum termanis yang dia miliki. Bagi Christian sama saja, tak ada yang benar-benar istimewa. Setidaknya bisa memuaskannya untuk beberapa saat.

Christian menelepon asisten pribadinya, “Lody, jangan ada yang masuk ke ruanganku. Kurang lebih 30 menit.”

Lody—asisten pribadi—tak menjawab, dia paham dengan maksud Christian barusan. Tak perlu ada yang dijelaskan, karena ini saatnya Christian menuntaskan hasrat yang sudah tertahan selama beberapa hari.

“Siapa namamu?”

“Adelle,” jawab wanita itu. Agak canggung.

Wanita itu hanya diam duduk di atas sofa, sementara Christian terus mendekatinya. Tatapan maut itu seakan membekukan Adelle di tempatnya, dia bahkan tak berkutik ketika Christian mulai melepaskan semua pakaiannya, berganti pada Christian yang mulai melucuti pakaiannya sendiri.

Terpampang sebuah pemandangan yang sangat dinanti-nanti setiap wanita. Tubuh kekar, dengan perut six pack, berotot, membuat Adelle menelan ludah saking gugupnya berkali-kali. Otot-otot yang berada di tubuh Christian begitu liat tercetak dengan sempurna. 

“Ada yang harus kukatakan padamu,” ucap Christian dengan nada suara berat menahan gemuruh di dada. Ingin rasanya dia segera menerjang tubuh sintal, seksi tanpa busana di hadapannya.

“Ka-katakanlah,” jawab Adelle penuh keraguan. Adelle sudah diberi informasi oleh asisten pribadi Christian sebelum dia menerima tawaran untuk melayani Christian sebelumnya. Dia tahu Christian tak menganggapnya lebih dari pelacur, jadi tak ada yang bisa diharapkan selain pasrah.

“Aku tak akan memakai pengaman. Pastikan dirimu sudah meminum obat kontrasepsi, karena jika terjadi sesuatu padamu, aku tak akan bertanggungjawab,” kata Christian dengan dinginnya.

Adelle mengangguk. Ya, beberapa jam yang lalu dia telah menenggak sebuah pil kontrasepsi.

“Aku sudah meminumnya. Kau tenang saja, sekalipun terjadi sesuatu padaku, aku tak akan memintamu bertanggungjawab,” jawab Adelle sedikit lebih rileks.

“Baiklah.”

Adelle menahan rasa geli yang mulai merambat dari ujung kaki hingga ujung kepala ketika Christian mulai melancarkan aksinya. Diberikannya sentuhan-sentuhan dan kecupan-kecupan yang memabukkan Adele. Sesekali Adelle mendesah di bawah kendali Christian.

“Buka kedua pahamu lebih lebar, dan jangan menyentuhku. Aku tak mau kedua tanganmu mengotoriku,” jelas Christian padanya. Adelle mengangguk. Paham.

Adelle memejamkan matanya, ketika Christian mulai melesak menghunjamkan miliknya ke dalam diri Adelle. Dia benar-benar tak tahan. Adelle menggigit bibirnya, mencegah agar tak keluar sedikit pun suara. Masalahnya jika dia berteriak atau mengerang mengeluarkan emosi berahi, maka karyawan-karyawan kantor akan mendengarnya.

“Jangan bersuara. Aku tak akan membayarmu.”

“Ehm.”

Benar-benar indah dan menakjubkan melihat wajah Christian yang terus mengendalikan tubuhnya. Ah, seandainya laki-laki ini mau untuk dimiliki, dia bersedia untuk bercumbu setiap malam tanpa harus dibayar sepeser pun.

Christian mendesah saat memberikan hentakan terakhir, menahannya sesaat kemudian melepaskan kendali pada tubuh Adelle.

“Berpakaianlah. Cekmu ada di atas mejaku. Lupakan apa yang telah terjadi hari ini. Aku tak akan mencumbumu untuk yang kedua kalinya.”

“A-aku mengerti.”

Adelle bergegas memunguti pakaian yang terhampar di lantai, memakainya, merapikan riasan di wajahnya, kemudian mengambil cek di atas meja kerja Christian. Setelahnya dia pun pergi.

“Hidupku benar-benar monoton,” ujar Christian seorang diri. Ada rasa sepi yang dirasakannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A MAN IN A TUXEDO
9.7
Psikiater muda Auristela Indira mengemban tugas berat merawat Vincent Oliver, CEO penyiaran yang menderita Anterograde Amnesia pasca insiden tragis. Stela harus menyamar sebagai sekretaris dan pengawal pribadi sebelum akhirnya diminta menikahi Vincent yang ingatannya hanya bertahan sehari. Di tengah dilema itu, misteri besar menyelimuti penyebab kecelakaan Vincent serta hilangnya calon tunangannya tepat di malam sebelum hari pernikahan mereka.
Sampul Novel Dendam Cinta Sang Miliarder
9.4
Sagara Tyson Murphy hancur saat Janessa, kekasihnya, tewas menjelang pernikahan mereka. Dendam membara pun ia tujukan kepada Aluna Jaylee Morris yang dituduh sebagai penyebab kecelakaan itu. Murka melihat Luna masih bebas, Saga nekat menjadikannya pengantin pengganti demi menyiksa hidup gadis itu secara langsung. Luna pasrah menerima penderitaan asalkan orang terdekatnya aman. Namun, mampukah kebencian Saga bertahan saat kebenaran di balik tragedi Jane mulai terungkap?
Sampul Novel LILYA - Gadis yang Digadaikan Keluarga
8.2
Demi menyelamatkan bisnis keluarga dari kebangkrutan, Lilya terpaksa menggantikan kakaknya, Kenanga, untuk menikahi pria dari keluarga Gunawan yang dirumorkan sebagai pak tua mesum. Namun, saat pernikahan berlangsung, sosok misterius bernama Evan itu ternyata masih muda dan tampan. Evan membantah semua tuduhan buruk yang selama ini Lilya dengar. Akankah Lilya menemukan kebahagiaan bersama Evan, ataukah obsesi Kenanga akan menghancurkan rumah tangga mereka?
Sampul Novel Maduku Putri Konglomerat
9.4
Kehidupan yang serba kekurangan mendorong Hilman untuk mengkhianati janji suci pernikahannya. Demi mengejar harta dan kemewahan, ia nekat menikahi seorang wanita dari keluarga konglomerat di belakang istrinya. Kini, sang istri harus berjuang menghadapi kehancuran hati dan kepedihan mendalam akibat pengkhianatan lelaki yang sangat ia cintai itu. Sanggupkah ia bertahan saat suaminya lebih memilih kekayaan daripada kesetiaan mereka?
Sampul Novel Obsesi Liar Mantan Bosku
8.3
Hidup Cindy Andriana Halim hancur seketika saat suaminya kalah judi dan menjadikannya sebagai jaminan utang. Kini, ia terperangkap dalam ancaman Sebastian Arson, mantan bosnya yang menuntut kepatuhan ranjang sebagai pelunasan. Sebastian kembali ke Indonesia dengan obsesi gelap untuk memiliki Cindy sepenuhnya. Terjepit antara kewajiban membayar utang besar atau menyerahkan kehormatannya, mampukah Cindy melarikan diri dari jeratan pria yang haus kekuasaan tersebut?
Sampul Novel Penipuan Bayi Miliaran Suamiku
9.2
Demi cinta, aku mengubur impianku menjadi ibu selama lima belas tahun karena kutukan maut keluarga suamiku. Namun, saat kakeknya menuntut pewaris takhta bisnis, suamiku menyewa ibu pengganti yang mirip denganku. Janjinya tentang prosedur medis murni berubah menjadi pengkhianatan menyakitkan. Dia mulai menghabiskan malam bersamanya dan mengabaikanku sepenuhnya. Pernikahan kami hancur saat dia melupakan momen penting kita demi wanita asing itu.