Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia Kafe Suamiku

Rahasia Kafe Suamiku

Dara Jelita, remaja 18 tahun, terpaksa menikah dengan Raka Barawijaya karena tuntutan ayahnya. Ia bertekad membongkar rahasia kelam di balik Kafe Nirwana milik suaminya demi mendapatkan kebebasan. Namun, penyelidikan itu justru menjeratnya dalam misteri yang lebih dalam bersama sosok Raka yang buas. Kini, Dara terjebak dalam dilema besar antara menghancurkan bisnis suaminya atau menyelamatkan pria tersebut dari ancaman yang ada.
Bab
Bagikan

Bab 2

Udara pagi yang dingin menusuk tulang membuat Dara terbangun. Tubuhnya seakan remuk, tulang belulang seperti dipereteli satu per satu. Kelakuan Raka semalam benar-benar menyisakan efek buruk untuknya.

Saat ingin meregangkan tubuh, Dara sadar ada tangan kekar yang sedang membelenggu. Wanita muda itu pun menoleh, melihat wajah maskulin Raka di bawah cahaya remang. Seketika jantungnya seakan porak poranda, ketika mengingat bahwa lelaki yang sedang tertidur pulas itu sudah mengambil semua darinya semalam.

“Kenapa bangun? Ini masih fajar. Tidur lagi.” Kalimat serupa perintah itu membuat jantung Dara yang tadinya melompat-lompat, menjadi mencelos seketika.

Apa dia sudah bangun? Tapi, kok, matanya masih merem? Apa jangan-jangan dia bisa ngeliat pas matanya ketutup? Pakai mata batin kali, ya. Dara mengoceh dalam hati, bingung karena Raka tahu dia sudah bangun, padahal lelaki itu masih memejamkan mata. Apa dia sedang mengigau?

Seharusnya Dara memalingkan muka, tetapi matanya malah terpaku melihat Raka. Sejenak dia memperhatikan setiap sudut wajah Raka, kemudian terpikir olehnya, masalah apa yang sedang dihadapi laki-laki itu? Kenapa saat tidur pun, wajahnya tidak terlihat damai?

Kebanyakan dosa ini orang kayaknya. Kudu dimandiin pakai air zamzam dulu kali, biar mukanya nggak kaku kayak tiang bendera.

Saat Dara sedang bicara dalam hati, tiba-tiba Raka membuka mata. Pandangannya tertuju pada Dara yang langsung mati kutu. Ditatap oleh mata tajam Raka dari jarak sedekat itu, membuat tubuh Dara seperti mati rasa. Hanya jantungnya saja yang terasa berdegup sangat kencang.

“Saya bilang, tidur lagi.” Ucapan penuh penekanan itu membuat Dara meneguk ludah kasar.

“Mau tidur, atau mau saya makan lagi?”

“Dih, dikata aku kue apem kali, ya. Main makan aja!” tukas Dara kesal, lalu segera menutup mulut rapat-rapat.

Mampus! Ucapannya barusan membuat Raka melotot padanya.

Saat Raka akan membuka mulut lagi, Dara langsung memejamkan mata kuat-kuat. Persetan dengan muka tampan Raka, Dara tidak mau dimakan dua kali hari ini olehnya. Tadi saja serasa sudah robek-robek dibuatnya, bagaimana kalau diulang lagi? Bisa-bisa jadi pepes Dara hari ini.

***

Ketika Dara terbangun lagi, Raka sudah tidak ada di sampingnya. Wanita muda itu mencoba duduk, menahan nyeri di bagian tertentu. Dia melilitkan selimut ke seluruh tubuh, lalu beringsut untuk turun dari kasur.

Baru saja kaki Dara menapak di atas keramik putih, dia mendengar suara pintu terbuka. Ketika mendongak, ternyata Raka yang baru keluar dari kamar mandi. Dara sempat melotot karena pria itu hanya menggunakan handuk putih di pinggangnya. Cepat-cepat wanita itu menunduk, lalu meletakkan bantal di atas kepala untuk menutupi rambutnya.

Raka yang melihat gaya istrinya itu hanya bisa menghela napas panjang, lalu menggeleng. Sementara Dara segera berdiri, kemudian berjalan menyamping agar tidak berpapasan dengan Raka. Jadilah Dara seperti kepiting karena jalan menyamping, mana agak pincang pula karena harus menahan sakit.

Mr. Crab aja nggak begini banget jalannya, rutuk Dara dalam hati.

Ini semua gara-gara Raka yang kejam dan tidak berperasaan, langsung melahap Dara seperti hewan buas yang kelaparan di malam pertama mereka.

Aku sumpahin jadi harimau Sumatra, biar punah sekalian!

“Kenapa?” tanya Raka dengan tatapan dingin.

Mendengar ucapan Raka, Dara langsung sadar jika dia sudah berhenti berjalan, bantal yang tadi ada di kepala pun entah sudah dibuang ke mana. Dara sedang berdiri di depan pintu kamar mandi dengan tangan tercangkol di kenop pintu.

“Ke-kenapa apanya?”

Raka menghela napas dalam, lalu berkacak pinggang. “Kenapa ngelihatin saya? Mulai ketagihan?”

Dara langsung kaget mendengar ucapan Raka, langsung menggeleng keras.

Dasar mesum! rutuk Dara dalam hati.

Wanita itu langsung memutar kenop yang sejak tadi dipegang, lalu masuk ke kamar mandi dan mengunci pintunya dari dalam. Dia melihat keran air hangat sudah dinyalakan, sepertinya Raka juga mandi air hangat pagi ini. Dara memutar keran, lalu melepas selimut yang melilit tubuh. Dia membuang benda itu ke lantai, lalu menggeser pintu kaca yang membatasi area shower. Wanita itu terduduk di bawah guyuran air.

“Kenapa harus aku yang berakhir di sini?” lirih Dara, membiarkan air matanya luluh bercampur air keran.

“Kenapa bukan Mbak Widya? Dia sudah lulus kuliah, sudah lebih dewasa dibanding aku.”

Dara merapatkan tubuh ke dinding, lalu menggosok-gosok tubuhnya. Seumur hidup, dia belum pernah disentuh laki-laki. Dia bahkan jarang melakukan kontak fisik dengan ayahnya, kecuali untuk bersalaman sebelum pergi sekolah. Rasanya aneh ketika Raka menyentuhnya, bahkan menyusuri setiap jengkal tubuhnya. Dara merasa benar-benar asing dan tidak nyaman.

Sementara di kamar, Raka yang sudah mengenakan pakaian lengkap duduk di tepi kasur, melihat bercak merah di atas seprai putihnya.

“Pantas rasanya beda,” gumam lelaki itu, teringat sensasi yang ia rasakan semalam saat menyentuh Dara. Raka memang bukan manusia polos seperti Dara, dia sudah banyak mencicipi hidangan dunia dan menikmati rasa yang berbeda-beda. Namun, dia juga tidak menyangka bila Dara bisa memberikannya sensasi yang asing. Seperti sesuatu yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.

Raka menunggu istrinya ke luar dari kamar mandi. Cukup lama sampai membuatnya tidak sabar, lalu mengetuk pintu dengan cukup keras.

“Apa kamu masih hidup?” tanyanya.

Dara yang mendengar itu dari kamar mandi langsung berdecih, lalu mematikan keran air.

“Masih!” jawabnya agak memekik karena takut suaminya itu tidak mendengar.

“Lagian Mas Raka, kan, udah tuwir. Kata orang, kalau udah tuwir, kupingnya jadi agak pekak,” gumam Dara seorang diri. Sesaat kemudian, dia langsung celingukan. Di mana handuknya?

Wanita itu langsung menepuk jidat. Astaga, kebiasaan mandi lupa bawa handuk!

“Ma! Tolong ambilin handuk!” Dara refleks berteriak, lalu lagi-lagi menepuk jidat. Astaga, dia lupa lagi. Dia di rumah Raka sekarang, bukan di rumahnya. Tidak ada lagi emak yang akan membawakan handuk kalau dia lupa membawanya ke kamar mandi.

“Di mana handuk kamu?” Raka yang menjawab dari balik pintu.

“Itu … anu … di koper.”

Tanpa bicara lagi, Raka membuka koper hitam Dara, lalu mencari handuk. Dia menemukannya dengan mudah karena Dara tidak membawa banyak barang di koper itu.

Raka memutar kenop, tetapi pintunya terkunci. “Buka!” teriaknya.

Dara memungut lagi selimut yang tadi dia buang ke lantai untuk menutupi tubuh, lalu membuka sedikit pintu untuk mengambil handuk dari Raka. Cepat-cepat dia menyambar handuk pink itu, lalu kembali menutup pintu dan segera mengeringkan tubuh. Dara mencari hair dryer di laci yang ada di dekat wastafel, tetapi tidak menemukan benda itu. Jadilah dia harus berlama-lama di kamar mandi untuk mengeringkan rambut.

Sementara itu, Raka melihat sinis ke arah koper Dara yang tadi dibukanya. Pria itu menilik isi koper Dara, lalu menggeleng heran.

“Apa dia benar-benar anak orang kaya? Kenapa celana dalamnya bolong?”

*****

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bercinta Denganku Lagi, Dokter Jacob?!
8.1
Jacob Carson Indrajaya adalah dokter forensik berdarah Australia-Indonesia yang tampan. Suatu malam di RS Dr. Sarjito, sesosok mayat korban pembunuhan mendadak hidup kembali tanpa ingatan. Jacob menamainya Jane dan membawanya pulang hingga mereka terlibat hubungan intim. Siapakah jati diri Jane yang sebenarnya? Mengapa ada pihak yang ingin menghabisi nyawanya? Ikuti misteri cinta Jacob demi mengungkap teka-teki gelap di balik sosok Jane yang penuh rahasia.
Sampul Novel Intuition
9.4
Hanna dituduh menghabisi nyawa orang tuanya sendiri saat berusia sembilan tahun hingga harus mendekam di penjara anak. Setelah sepuluh tahun berlalu, ia berhasil melarikan diri dan bertahan hidup di jalanan yang keras. Pertemuan tak terduga dengan teman lama membawanya masuk ke dalam sebuah komplotan demi menuntaskan dendam masa lalu. Namun, rencana itu goyah saat Hanna justru jatuh cinta pada putra dari sosok yang telah menghancurkan hidup keluarganya.
Sampul Novel Kayungyun
8.0
Sejak kecil, tubuh Fatih menjadi wadah bagi entitas misterius yang disebut sebagai teman. Seiring bertambahnya usia, beban mistis ini kian tak terkendali hingga membuat hidupnya kewalahan. Kehadiran sosok-sosok tak kasat mata tersebut mulai meneror ketenangan Fatih dan mengancam keselamatan orang-orang di sekitarnya. Kini, ia harus menghadapi gangguan supranatural yang kian agresif dan merusak tatanan realitas di lingkungan terdekatnya secara perlahan.
Sampul Novel Kisah Cinta di Batukarut
8.6
Lihar dipercaya memimpin perusahaan pasir di Batukarut menggantikan Pak Ajat yang menyimpan dendam. Meski dibantu Dadun dan Om Joni, tantangan berat muncul dari kecurangan pekerja hingga teror gaib garam misterius yang memicu kecelakaan beruntun. Di tengah kemelut bisnis, hubungan asmara Lihar dengan Yeti terancam oleh kehadiran Erom hingga memicu keributan warga. Meski teguh menghadapi sabotase mistis, Lihar harus tegar saat kariernya stabil namun kisah cintanya justru hancur.
Sampul Novel Mantan Pacar
8.4
Clara mendatangi kebun anggur tunangannya demi memulai hidup mewah. Namun, calon suaminya lenyap misterius dua hari sebelum pernikahan. Di tengah pencarian, ia justru terikat dengan saudara laki-laki sang tunangan yang kaku namun memikat. Terjebak dalam pusaran rahasia gelap keluarga dan godaan terlarang, Clara menyadari bahwa pengungkapan kebenaran bisa menghancurkan hidupnya atau justru memberinya kekuasaan besar yang selama ini ia dambakan.
Sampul Novel Pelarian Cinta Yang Terlarang
9.0
Pasca kematian tragis ibunya, Elara yang berusia sepuluh tahun diadopsi oleh Thorne, pria yang diduga hampir meracuni sang ibu. Hidup Elara berubah menjadi neraka saat ia dipaksa tinggal serumah dengan Thorne yang sangat obsesif dan posesif. Dari gadis manja, ia berubah menjadi pemberontak demi melawan kendali besi sang ayah angkat. Namun, Elara menyadari Thorne menyimpan perasaan gelap padanya. Kini ia berjuang melarikan diri dari jeratan berbahaya tersebut.