Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia Dibalik Sempurna

Rahasia Dibalik Sempurna

Vincent dan Audrey Dawson dikenal sebagai pasangan pebisnis paling sempurna di Negara X. Sejak menikah empat tahun lalu, citra harmonis mereka selalu memukau publik tanpa ada isu miring. Namun, di balik kemewahan itu tersimpan rahasia besar. Pernikahan mereka hanyalah kontrak bisnis demi keuntungan pribadi masing-masing. Seluruh kemesraan yang selama ini mereka tunjukkan ke dunia hanyalah akting belaka demi menjaga nama baik dan ambisi finansial mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

"APA YANG KAU LAKUKAN DIKAMAR KU??!!!" Teriak Audrey yang baru saja tersadar jika ada Seseorang di kamarnya. Gadis itu hampir saja melepas bathrobe nya jika dia tidak menyadari jika ada Vincent yang berada di dekat pintu menuju balkon kamarnya.

Vincent yang mendengar teriakkan Audrey pun hanya mengedikkan bahunya acuh. "Ini rumah ku bukan? Lalu apa salahnya jika aku ingin masuk ke kamar ini."

Audrey pun menggeram kesal melihat pria ini berjalan dengan santai melewati dirinya, bahkan pria itu masih berani menubruk bahunya.

"Kauu!!!"

"Syuttss...." Ucap Vincent dengan sekaligus menempelkan jari telunjuknya pada bibirnya sendiri.

"Jangan terlalu sering berteriak dan juga marah marah, atau kalau tidak wajahmu itu nantinya akan semakin berkerut. Aku tidak mau ada berita yang nantinya meliput tentang hal itu."

" 'Dikabarkan istri Vincent Dawson seorang pengusaha terkenal terlihat berkerut dan menua, diduga hal tersebut dikarenakan Vincent Dawson yang tidak pernah membiayai perawatan istrinya.' Kau ingin ada berita seperti itu?"

Ucap Pria itu yang kini sudah duduk dengan tenang di tempat tidur Audrey.

Audrey pun mencoba untuk meredam amarahnya yang kini sedang menggebu-gebu. Audrey pun menarik nafasnya berulang kali sampai akhirnya dia pun bisa lebih tenang dari sebelumnya.

"Apa yang kau inginkan ha? Bukankah kau baru saja habis bersenang senang? Lalu apalagi yang kau inginkan sekarang? Jika tidak ada yang penting maka silahkan kau pergi dari kamar ku. Kau masih ingat dimana pintunya kan?" Sarkas Gadis itu.

"Wow nyonya Dawson, mulutmu semakin pedas dari waktu ke waktu ya." Ucap Vincent sembari menepuk tangannya.

"Kurasa kau telah banyak belajar dariku. Padahal sebelumnya kurasa kau begitu polos dan sering ketakutan ketika melihat diriku." Ucap Vincent terang terangan memaparkan tentang apa yang dia pikirkan saat melihat Audrey dulu.

Padahal sejujurnya, Audrey pun masih sering takut jika terlalu lama berdekatan dengan Vincent, meskipun dia adalah seorang Casanova, namun pria itu juga dijuluki sebagai pria dingin dan kejam, Vincent begitu pemilih meskipun dia suka bermain dengan wanita, dia tidak ingin memilih sembarangan, yah... sesuai dengan prinsip pria itu yang begitu menjunjung tinggi kesempurnaan. Sehingga jika ada seorang wanita yang memaksa dirinya pada pria itu, maka jangan harap jika wanita itu masih bisa melihat dunia ini keesokan harinya.

"Cepatlah katakan apa yang kau inginkan tuan Dawson, aku ingin segera menggunakan pakaian ku dan beristirahat!" Ketus Audrey.

"Kemarilah." Suruh Vincent pada Audrey sembari menepuk bagian kosong tempat tidur disampingnya.

Melihat Audrey yang tak kunjung melakukan perintahnya, membuat Vincent pun kembali mengulang perkataannya.

"Kemarilah nyonya Dawson!" Ulangnya lagi dengan nada yang dibuat dingin dan terkesan menuntut.

Jika sudah seperti itu maka mau tidak mau Audrey harus melakukan perintah pria itu. 'Cih Dasar pemaksa.' Batin Audrey sembari melangkah mendekati pria itu.

"Cepat katakan. Mengapa kau ingin membuang-buang waktu mu hanya untuk berada di sini ha?" Kesal Audrey yang tidak ingin berdekatan lama lama dengan pria itu.

Tak membalas ucapan Audrey barusan, Vincent pun malah memilih untuk meletakkan kepalanya di atas paha Audrey.

"Kenapa kau tidur di pahaku? Cepat kembali duduk Vincent! Kepala mu berat." Ucap Audrey sembari berusaha menegakkan tubuh Vincent, Vincent pun dengan sengaja menahan tubuhnya tetap tertidur di paha gadis itu. Alhasil Audrey pun menyerah karena tenaganya yang tak mampu untuk menegakkan tubuh pria itu.

"Biarkan begini dulu. Kau pelit sekali sih? Padahal aku yakin kekasih gelapmu itu juga sering melakukan ini padamu kan? Masa begini saja berat, seberapa jauh berat kepala ku dengan kepala kekasih mu itu?" Sungut Vincent.

Audrey pun memutar matanya malas. "Darimana kau tau kalau dia melakukan ini? Kau memata matai diriku sampai sedalam itu?"

Vincent pun langsung mengubah posisinya menjadi terlentang, sehingga dia dapat langsung melihat siluet wajah Audrey dari bawah.

"Apakah perkataan ku tadi benar?"

"Ck, lupakan saja. Cepat katakan apa yang kau inginkan."

"Apakah perkataan ku tadi benar?" Ulang Vincent pada pertanyaan sebelumnya, tak ingin menanggapi ucapan Audrey barusan.

Kali ini wajah pria itu tampak dingin kembali seperti sebagaimana biasanya. "Apa masalahnya untuk mu ha? Itu adalah urusan ku Vincent, kurasa kau tidak perlu repot-repot ingin tau tentang apapun yang kulakukan."

"Tentu saja aku perlu, kau harus ingat bahwa dirimu masih harus tetap dibawah kendali ku. Apapun yang kau lakukan masih berhubungan dengan ku, jadi jangan sampai kau melakukan kesalahan."

Vincent pun beranjak dari tidurnya. Lalu berdiri sembari menatap gadis itu. "Besok malam orang tuaku mengundang kita untuk makan malam bersama, ada juga beberapa paman dan bibiku serta sepupuku yang akan hadir. Kita harus hadir besok, dan harus tetap menunjukkan bahwa kita adalah pasangan yang sempurna dan romantis, besok siang aku akan mengirimkan pakaian yang akan kau gunakan, kau hanya perlu mempersiapkan dirimu." Beritahu Vincent.

Audrey pun hanya bisa mengangguk singkat, tak ingin menambah waktu untuk lebih lama berbicara dengan pria itu.

"Baiklah kalau begitu, selamat malam." Ucap Vincent sebelum pergi dari kamar Audrey. Setelah Vincent pergi, Audrey memilih merebahkan tubuhnya dibandingkan langsung menggunakan pakaiannya.

Sejujurnya dia sendiri begitu malas untuk pergi kerumah mertuanya itu, lebih tepatnya dia malas jika harus berinteraksi dengan mama mertuanya. Mama mertuanya itu begitu julid, ucapan wanita paruh baya itu selalu pedas terhadapnya, apapun yang dilakukan oleh Audrey pasti akan selalu salah dimana mama Mertuanya itu.

Apalagi semenjak usia pernikahan mereka telah menginjak dua tahun. Karena Audrey yang tak kunjung juga hamil, akhirnya Alicia, mama mertuanya itu langsung menyuruh mereka untuk memeriksa kondisi kesuburan mereka.

Dan hasil pemeriksaan dari mereka berdua, Audrey ternyata kurang subur, namun bukan berarti dia tidak dapat hamil, hanya saja memang sedikit sulit bagi gadis itu untuk bisa hamil layaknya wanita yang kondisinya lebih subur.

Namun meskipun demikian masih ada kesempatan untuk dirinya bisa mengandung, bukan berarti dia akan hamil. Bagaimana mungkin dia dapat hamil sedangkan dia saja masih perawan ting ting. Beruntungnya Vincent tidak benar-benar memaksa dirinya itu melakukan hal 'itu', jadi sampai saat ini gadis itu masih bisa aman.

Alicia sendiri yang telah mendengar hasil pemeriksaan medis dari dokter kepercayaannya itupun langsung kesal bukan main, kata katanya pun semakin tajam setiap bertemu dengan Audrey. Audrey sendiri sadar sebenarnya sedari awal Alicia tidak pernah menyukai dirinya, wanita paruh baya itu enggan menerima Audrey sebagai menantunya. Berbanding terbalik dengan Vano, papa mertuanya. Pria paruh baya itu sangat menyayangi Audrey layaknya anak sendiri, bahkan dibandingkan dengan Andrew ayahnya, Vano lebih menyayangi dirinya.

Namun yang dia kesalkan lagi adalah, setiap Alicia menghinanya terkait kondisi kesuburannya itu, Vincent tidak pernah berniat ingin membelanya, pria itu hanya menyaksikan saja bagaimana kejamnya perkataan Alicia terhadap Audrey. Hanya Vano papa mertuanya itu sajalah yang selalu siap membela Audrey. Beruntungnya Audrey masih mempunyai seseorang yang menyayangi dirinya.

Yang dia harapkan kini, semoga besok mama mertuanya itu tidak berulah, apalagi Tadi Vincent mengatakan bahwa paman, bibi serta sepupunya akan hadir disana. Itu tandanya seluruh keluarga besar akan hadir semua, dan bisa saja Alicia akan menjadikan dirinya sebagai sasaran empuk besok, Audrey benar benar tidak ingin berdebat dengan mama mertuanya itu, apalagi sampai dipermalukan di depan semua orang.

Bersambung.....

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Alya terjebak dalam keputusasaan saat ibunya, Kartika, butuh biaya medis besar dan donor organ langka. Di tengah krisis ini, Niko, pengusaha kaya yang mendambakan anak, menawarkan kesepakatan menjadi ibu pengganti demi kesembuhan Kartika. Meski ragu, Alya setuju demi nyawa ibunya. Namun, benih cinta tak terduga tumbuh di antara mereka, memicu dilema emosional. Saat rahasia besar terungkap, pandangan mereka tentang arti cinta dan keluarga pun berubah selamanya.
Sampul Novel Don Juan
8.9
Don Juan adalah pria asal Italia yang memiliki segalanya, mulai dari paras tampan hingga kesuksesan finansial yang luar biasa. Baginya, wanita hanyalah objek sementara yang bisa dibuang setelah digunakan. Namun, hidup sang miliarder ini berubah total saat ia bertemu dengan seorang gadis misterius. Sosok ini berhasil menaklukkan hatinya yang dingin dan membuatnya berlutut dalam cinta. Siapakah perempuan yang mampu mengubah prinsip hidup Don Juan selamanya?
Sampul Novel Tidak Pernah Melihat Kembali: Hati Menginginkan Apa yang Diinginkannya
8.0
Lorenzo dianggap mencintai Gracie hingga ia tega memberikan donor jantung putri mereka kepada wanita lain. Kecewa berat, Gracie menggugat cerai dan bersekutu dengan Waylon, paman Lorenzo, untuk membalas dendam. Rencana itu sukses menghancurkan hidup Lorenzo hingga ia memohon ampun dalam penyesalan. Namun, saat Gracie mengira urusannya selesai, Waylon justru menolak melepaskannya. Kini ia terjerat dalam dominasi pria yang membantunya bangkit tersebut.
Sampul Novel Istri Kesayangan Tuan Muda!
7.8
Anna terjebak dalam skenario licik keluarganya untuk menggantikan sang kakak yang kabur dari pernikahan. Kini, ia resmi menjadi istri Zain, tuan muda tampan namun berkepribadian dingin yang harus duduk di kursi roda. Meski awalnya penuh penekanan dan peringatan keras, Zain menjanjikan perlakuan baik jika Anna patuh padanya. Sebagai wanita yang lama terasing, Anna harus beradaptasi dengan status barunya sebagai istri dari pria yang menuntut pengabdian penuh tersebut.
Sampul Novel Kesalahan Semalam : Manisnya Suami Miliarder
9.0
Hidup Alina hancur saat tunangannya berkhianat dengan sahabatnya sendiri. Beban hutang keluarga pun memaksanya menyerahkan kesucian pada pria asing. Kini, ia terjebak pernikahan tanpa cinta dengan Nathaniel, miliarder dingin penuh rahasia. Di tengah dendam dan perebutan harga diri, tembok hati Alina mulai goyah oleh sikap suaminya. Haruskah ia menuntaskan misi balas dendamnya, atau justru kembali jatuh cinta pada sosok yang menyimpan masa lalu kelam itu?
Sampul Novel Malaikat dalam Gaun Baru
9.0
Keajaiban pertukaran jiwa membawa seorang wanita masuk ke tubuh istri miliarder ternama. Meski hidup bergelimang harta, ia justru menghadapi sikap dingin sang suami. Saat kekasih lama suaminya kembali, permintaan cerai pun diajukan. Ia setuju untuk pergi tanpa beban, namun takdir cinta berkata lain. Perpisahan itu justru menjadi awal dari babak baru yang tak terduga dalam hubungan mereka. Kisah romansa penuh kejutan ini baru saja dimulai.