Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Putus Setelah Enam Tahun Berpacaran

Putus Setelah Enam Tahun Berpacaran

Enam tahun mendampingi Soren, sang bos mafia Meksiko, ternyata tidak menjamin kebahagiaan. Hubungan mereka merenggang sejak Soren sibuk dengan wakil barunya, Thea, hingga melupakan janji pernikahan di hari jadi mereka. Puncaknya terjadi saat pesta Natal, ketika Soren memesan kue kacang kesukaan Thea tanpa peduli alergi parah sang kekasih. Akibat lelucon temannya, kue tersebut mengenai wajahnya hingga pingsan. Sadar dari kondisi kritis, ia membulatkan tekad memberi tahu ibunya untuk pulang dan membatalkan rencana pernikahan tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 2

Keesokan harinya.

Aku sengaja membeli hadiah, berencana memberikannya kepada Tante Jenny sebelum pergi, sebagai ucapan terima kasih atas perhatiannya selama ini.

Menjelang sore, saat kurir tiba, aku bertemu dengan Soren di lantai bawah.

Ternyata dia bersama Thea, menenteng kebutuhan sehari-hari yang dibeli dari supermarket dan mereka berdua berjalan memasuki apartemen sambil bercanda gurau.

Mereka tampak seperti pasangan yang tinggal bersama.

Wajahku memucat dan mengeratkan pegangan pada kotak paket di tangan, menahan rasa pahit yang bergejolak di hati.

Tante juga melihat pemandangan ini dan matanya membelalak kaget. Dia hendak maju untuk menegur.

Aku segera menarik tangannya erat-erat, menggelengkan kepala dan berbisik, “Tante, biarkan saja.”

Wajah tante penuh amarah.

“Lyra, kemarin kamu bilang Soren jatuh cinta pada orang lain, aku masih nggak percaya, karena aku lihat sendiri betapa cintanya dia padamu dulu. Tapi sekarang, bisa-bisanya dia sedekat ini dengan wanita lain. Cepat tinggalkan dia, aku mendukungmu!”

Soren juga melihat kami dan bergegas mendekat. Dia berinisiatif menjelaskan,

“Lyra, jangan salah paham. Katanya ada orang mesum di komplek tempat tinggal Thea sebelumnya dan kurang aman, jadi aku bantu dia mencari tempat tinggal baru. Dia baru pindahan saja hari ini.”

Aku tetap tenang dan tidak menanggapi penjelasannya, hanya mengarahkan kurir untuk mengangkat barang-barang ke atas.

Melihat reaksiku, Soren sepertinya mengira aku tidak salah paham dan langsung menghela napas lega.

Sambil tersenyum, dia berkata, “Lyra, setelah kesibukanku beres, ayo kita pergi berkuda ke pinggiran kota. Aku ingat kamu paling suka berkuda.”

“Tempatnya juga nggak jauh dari sini. Kalau nanti kamu mau pergi, bisa pergi kapan saja.”

Dia tak tahu bahwa aku akan segera pergi dan aku juga tak berencana memberitahunya.

Aku mengangkat kepala dengan tenang dan menatap matanya.

Selama enam tahun berpacaran, di dalam tatapan itu ada cinta yang tulus padaku.

Sekarang, yang tersisa hanyalah basa-basi dan rasa bersalah.

Aku menggelengkan kepala pelan, sudut bibirku menajam, membentuk senyuman mengejek, “Nggak perlu, Soren. Sepertinya aku nggak ada waktu belakangan ini.”

Seketika, ada kilatan terkejut di tatapannya. Sepertinya Soren tak menyangka aku akan menolak.

Dan pada saat bersamaan, Thea tiba-tiba memanggil, “Soren, aku sudah agak lelah, ayo kita pulang.”

Mendengar itu, Soren pun mengalihkan perhatian padanya dan tatapan matanya penuh kekhawatiran, “Kenapa? Kamu nggak enak badan?”

Thea menggelengkan kepala dan menjawab lembut, “Hari ini sudah sibuk seharian, jadi agak lelah.”

Soren langsung menoleh ke arahku dan berkata, “Aku antar Thea ke atas dulu, nanti aku turun untuk menemanimu.”

Usai bicara, bahkan tanpa menunggu jawabanku, Soren dan Thea pun pergi bersama.

Melihat bayangan mereka yang menjauh, perasaanku terasa campur aduk.

Dulu, Soren yang sangat perhatian padaku, kini memberikan perhatian itu pada wanita lain.

Tante sampai gemetaran sangking marahnya dan memaki pelan, “Dasar bajingan! Berani-beraninya dia melakukan ini padamu?!”

Aku menepuk pelan tangannya dan menenangkannya, “Jangan marah, tante. Dia nggak pantas.”

Pintu lift perlahan tertutup, aku melihat pantulan wajahku di permukaan pintu yang tertutup rapat, seolah melihat bayangan diri di masa lalu.

Diriku yang dulu begitu naif dan berpikir selama saling mencintai, semua kesulitan bisa diatasi.

Namun, kenyataan menamparku dengan keras, membuatku mengerti bahwa cinta bukanlah segalanya dalam hidup.

Saat pintu lift menelan bayangan Soren dan Thea, hatiku pun benar-benar terasa membeku.

Aku menarik napas panjang, berbalik dan berkata pada tante, “Tante, ayo kita pergi.”

Tante menatapku, tatapannya tampak penuh rasa iba, “Lyra, kamu benar-benar sudah melepaskannya?”

Aku tersenyum tipis dan dengan sedikit ketegasan di tatapanku, menjawab, “Tante, aku sudah memutuskan. Aku mau memulai hidup baru.”

Setelah naik ke atas, aku mengirim pesan pada Soren, menanyakan kapan dia akan pulang,

Namun, aku malah menerima balasan suara dari Thea, “Soren sedang membantuku merapikan jaringan listrik di rumah baru, mungkin akan pulang lebih malam.”

Suara Thea terdengar manis dan sedikit menyiratkan nada kebanggaan.

Aku baru saja hendak memesan taksi untuk pergi, tak lama kemudian mendapat pesan dari Thea lagi, [Lyra, jangan salah paham. Aku dan Soren hanya teman.]

[Aku hanya nggak ada orang lain yang bisa dimintai tolong, makanya merepotkan Soren. Kalau kamu marah, marah saja padaku, jangan melampiaskannya pada Soren.]

Dia pura-pura terlihat kasihan, seolah benar-benar khawatir aku akan salah paham.

Tak lama kemudian, dia mengirim pesan lagi, [Soren takut kamu salah paham, dia bakal pulang sebentar lagi. Kamu tunggu sebentar.]

Sudut bibirku menajam membentuk senyuman pahit, tapi hatiku sudah tak bergejolak lagi.

Dan tiba-tiba, Soren pun menelepon.

Begitu mengangkatnya, aku mendengar suaranya yang sedikit menyalahkan, “Lyra, kenapa sikapmu begitu dingin pada Thea? Dia baru pindah ke sini, belum kenal siapa-siapa. Aku hanya membantunya, kamu jangan begitu perhitungan.”

Aku terdiam sejenak, tak menyangka dia akan berbicara seperti itu.

Aku pun menjawab datar, “Soren, aku nggak perhitungan. Aku bahkan sudah pulang.”

Dia mengerutkan kening dan kembali mengungkit masalah di pesta natal, “Waktu pesta natal kemarin juga, kamu selalu bersikap dingin pada Thea. Dia itu perempuan dan kamu bersikap begitu dingin padanya, dia jadi mengira kamu nggak menyukainya.”

Aku pun berkata, “Aku minta maaf kalau sudah membuatnya nggak nyaman. Tolong sampaikan permintaan maafku padanya.”

Kemudian, aku pun menutup teleponnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Hilang, Dia Mencariku Kemana-mana
9.7
Lima tahun menjadi kekasih rahasia sekaligus restorator seni Denis Sanggu, seorang mahasiswi harus menerima kenyataan pahit saat pria itu bertunangan dengan Bella Rosana. Setelah dipaksa mengalah meski disakiti Bella, puncaknya ia dipaksa menggantikan Bella bermain Rolet Rusia yang mematikan. Setelah menyatakan mengembalikan nyawa yang pernah diselamatkan Denis, ia pun lenyap. Kehilangan dirinya membuat sang bos mafia yang biasa memegang kendali kini kehilangan akal sehatnya.
Sampul Novel Budak di atas Ranjang
8.3
Demi melunasi utang judi ayahnya yang nyaris membuat mereka gelandangan, Izabelle terpaksa menyerahkan kesuciannya kepada Jordan Heron. Sang bos mafia kejam itu telah menunggu untuk menghancurkan kehormatan Belle dalam sebuah transaksi haram yang penuh luka. Meski merasakan kenikmatan di balik rasa sakit, Belle harus menerima hinaan keji dari Jordan usai malam panas mereka. Terjebak dalam sandera sang bajingan, akankah Izabelle mampu bertahan menghadapi masa depan yang kelam?
Sampul Novel Dilema Cinta Narkoboy
8.9
Andrean Kenzo, seorang gembong narkoba, terjebak dalam perjodohan dengan Tita Shanum yang menawan. Demi memenangkan hati gadis itu, Andrean harus bersaing sengit melawan musuh bebuyutannya sendiri. Namun, situasi semakin rumit saat Tita menyadari sebuah rahasia besar bahwa pria yang selama ini ia patuhi bukanlah ayah kandungnya. Di tengah konflik mafia dan asmara, siapakah yang akhirnya akan dipilih oleh Tita untuk mendampingi hidupnya?
Sampul Novel Melamar Anakku Sendiri
9.5
Dominik Fedorov berencana menikahi kekasihnya yang tengah mengandung, namun penculikan tragis memisahkan mereka secara paksa. Selama puluhan tahun, Dominik gagal menemukan jejak wanita itu hingga tekanan keluarga untuk menikah terus menghantuinya. Takdir akhirnya mempertemukan mereka kembali di sebuah pertemuan tak terduga. Saat Dominik berniat melamar seorang gadis muda, ia justru berhadapan lagi dengan Larisa, cinta masa lalunya yang sempat hilang misterius.
Sampul Novel Menemukan Cinta Sejati
9.0
Demi membalas pengkhianatan, Eve Costa setuju menikahi pewaris kejam keluarga mafia Vittorine. Selama lima tahun, Eve mencintai Lucas Smith, namun pria itu justru mengabaikan nyawanya saat diculik dan malah bermain api dengan Alina. Setelah selamat dari maut, Eve kehilangan rasa cintanya. Saat Lucas melamar, Eve telah menyiapkan rencana besar untuk melepaskan diri. Ia memanfaatkan posisi barunya demi menghancurkan pria yang telah tega membuangnya demi wanita lain.
Sampul Novel Nyawaku di Ujung Kematian Saat Dia Bersenang-senang
8.2
Setelah ditinggalkan saat miskin, Elton kembali sebagai gembong mafia berkuasa yang memaksa mantan kekasihnya masuk ke dalam pernikahan dingin. Meski publik mengira wanita itu adalah belahan jiwanya, Elton justru kerap membawa wanita lain ke rumah untuk mempermalukannya. Alih-alih cemburu, sang istri hanya mengurung diri dalam keheningan. Sikap dingin ini memicu kemarahan Elton yang tidak menyadari sebuah kenyataan pahit: waktu istrinya di dunia ini hanya tersisa tujuh hari lagi.