Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Puber Kedua Sang Letnan Jendral

Puber Kedua Sang Letnan Jendral

Pasca menjanda, hidup Nina kembali cerah saat bertemu Baskara, seorang Letnan Jenderal TNI yang juga calon besannya. Sikap sopan dan perhatian Baskara memberikan kenyamanan yang telah lama hilang. Nina mulai jatuh hati karena sang jenderal sering berkunjung ke warungnya. Namun, harapan itu hancur ketika Baskara terlihat di televisi bersama selebriti populer. Nina pun dirundung pilu dan bertanya-tanya tentang ketulusan motif Baskara mendekatinya selama ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

Nina melihat gambar ice cream yogurt yang terlihat enak dan segar.

“Boleh, deh. Tante mau ice cream yogurt yang rasa kiwi,” ujar Nina.

“Papa juga mau,” sahut Baskara. Cantika menoleh ke Baskara dengan tatapan tidak percaya.

“Bukannya Papa tidak suka ice cream yogurt? Rasanya agak asam loh, Pa. Nanti Papa tidak suka,” kata Cantika. Cantika tahu kalau papanya tidak suka makan yang asam-asam.

“Papa mau coba. Siapa tau rasanya enak tidak seperti yogurt biasa,” jawab Baskara. Kalau dipikir-pikir benar juga apa yang dikatakan papanya. Tidak semua yogurt rasanya terlalu asam.

"Mau rasa apa?” tanya Cantika.

“Samakan saja dengan pesanan Ibu Nina,” jawab Baskara.

“Kiwi? Asam loh, Pa.” Cantika ingat papanya suka protes kalau diberi buah kiwi karena ada rasa sedikit asam.

“Tidak apa-apa. Kiwi kan bagus untuk kesehatan,” ujar Baskara. Cantika menghela napas. Biasanya kalau dibujuk untuk makan kiwi papanya sering menolak.

Nina memperhatikan perbincangan Baskara dan Cantika. Dari tadi memperdebatkan rasa ice cream yogurt.

“Mungkin Pak Baskara bisa mencoba ice cream yogurt rasa coklat. Rasanya pasti tidak terlalu asam, Pak Baskara pasti suka.” Nina mencoba memberikan pilihan rasa yang lain kepada Baskara. Baskara menoleh ke Nina lalu berpikir sejenak.

“Boleh, deh. Rasa coklat saja,” ujar Baskara kepada Cantika.

Cantika menghela napas. Dari tadi ia mencoba memberitahu kepada papanya tapi papanya tetap saja ingin rasa yang sama dengan Nina. Tapi setelah diberitahu oleh Nina barulah papanya menurut. Cantika menyebutkan semua pesanan mereka kepada pelayan. Setelah mencatat pesanan mereka, pelayan itu pun pergi.

Beberapa menit kemudian seorang pelayan datang membawa ice cream yogurt pesanan mereka. Pelayan itu menyajikan ice cream di atas meja. Baskara mencicipi ice cream yogurt rasa coklat.

“Enak tidak, Pa?” Cantika memperhatikan papanya yang sedang makan ice cream yogurt.

“Enak, tidak terlalu asam,” jawab Baskara sambil makan ice cream yogurt.

“Lain kali Papa mau coba yang rasa kiwi. Papa belum pernah mencoba ice cream yogurt rasa kiwi,” jawab Baskara.

“Kalau Pak Baskara mau coba rasa kiwi. Coba saja ice cream saya. Yang sebelah sini belum saya acak.” Nina menunjuk sisi ice cream yang belum tersentuh sendok. Wajah Baskara senang ketika Nina mempersilahkan ia mencicipi ice cream milik Nina.

“Boleh saya coba?” tanya Baskara dengan tidak percaya.

“Tentu saja boleh,” jawab Nina. Baskara mengambil ice cream Nina dengan menggunakan sendok miliknya. Lalu ia memakan ice cream tersebut.

Semua orang tertuju kepada Baskara yang sedang mencoba ice cream yogurt rasa kiwi.

“Enak, ah. Sama saja rasa tidak terlalu asam,” ujar Baskara setelah mencicipi ice cream Nina.

“Kalau begitu Cantika pesankan, ya.” Cantika hendak memanggil pelayan café.

“Sudah, tidak usah. Tapi lain kali Papa mau mencicipi apa yang dipesan Ibu Nina, pasti rasanya enak,” ujar Baskara. Semua orang kaget mendengar perkataan Baskara. Rupanya bukan rasa kiwi yang diinginkan Baskara, namun Baskara ingin rasa ice cream yogurt yang sama seperti dipesan Nina.

Akhirnya mereka selesai makan dessert. Sebelum mereka meninggalkan café Rasman memesan taksi online. Nina memperhatikan Rasman yang sedang memesan taksi.

“Dapat taksinya, A?” tanya Nina.

Rasman menoleh ke Nina. “Belum, Ma,” jawab Rasman.

Baskara menyuruh Dito membayar tagihan mereka. Ia memberikan kartu sakti kepada Dito. Dito membawa kartu sakti itu menuju meja kasir. Setelah Dito pergi Baskara memperhatikan Rasman dan Nina. Nina terlihat gelisah karena belum mendapatkan taksi.

“Kalau tidak dapat taksi, biar saya antar pulang,” ujar Baskara.

Nina menoleh ke Baskara. “Tidak usah, Pak. Nanti jadi merepotkan Pak Baskara,” jawab Nina.

“Tidak apa-apa. Kebetulan saya pakai mobil Alphard jadi cukup untuk membawa orang banyak. Biar saya tau rumah Ibu Nina,” ujar Baskara.

“Rasman sedang mencoba mencari taksi,” kata Ibu Nina.

“Alhamdulillah.” Tiba-tiba Rasman mengucapkan syukur. Semua orang menoleh ke Rasman.

“Sudah dapat taksi, Ma. Sekarang dalam perjalanan, sepuluh menit lagi sampai,” kata Rasman.

“Kita tunggu di sini saja. Nanti kalau taksinya sudah dekat baru kita ke depan!” ujar Pak Baskara. Akhirnya mereka menunggu di dalam cafe sambil menunggu Dito yang sedang membayar. Tidak lama kemudian Dito kembali dan memberikan kartu sakti kepada Baskara.

“Masih jauh taksinya, Man?” tanya Baskara setelah memasukkan kartu saktinya ke dalam dompet.

“Sebentar lagi, Om. Lima menit lagi,” jawab Rasman.

“Kalau begitu kita tunggu di depan saja, A,” ujar Nina.

“Iya, Ma,” jawab Rasman. Mereka pun beranjak dari tempat duduk dan berjalan menuju ke depan café.

“Terima kasih atas makam malamnya yang sangat lezat,” ucap Nina ketika mereka sedang berjalan keluar dari cafe.

“Sama-sama, Bu. Kapan-kapan kita makan malam bersama lagi. Atau mungkin saya akan makan siang di warung nasi Bu Nina. Itu pun kalau saya sedang tidak sibuk,” ujar Baskara.

“Silahkan kalau Pak Baskara mau makan di warung nasi saya. Tapi maaf tempatnya sempit,” kata Nina.

“Tidak apa-apa. Yang penting saya bisa mencicipi masakan Ibu Nina,” ujar Baskara.

Mereka pun sampai di depan teras cafe. Tiba-tiba ponsel Rasman berdering ada panggilan masuk. Rasman menjawab panggilan tersebut.

“Halo, Pak,” sapa Rasman.

“Oh, Bapak sudah di depan? Baiklah saya akan ke sana sekarang.” Rasman mematikan ponselnya. Semua orang melihat ke arah Rasman.

“Bagaimana, A?” tanya Nina.

“Taksinya sudah ada di depan. Di dekat pintu gerbang café,” jawab Rasman.

“Pak Baskara, saya pamit pulang.” Nina mengajak Baskara salaman.

“Saya antar sampai depan,” ujar Baskara.

“Eh, tidak usah. Kami bisa jalan sendiri,” kata Nina.

“Tidak apa-apa. Hitung-hitung sambil olah raga.” Baskara pun jalan ke gerbang pintu café.

Terpaksa Nina membiarkan Baskara dan Cantika mengantar mereka sampai pintu gerbang. Nina berjalan di samping Baskara, sedangkan Cantika dan Rasman jalan di belakang sambil berbicara. Sedangkan Dito berjalan di belakang mengikuti atasannya. Dari teras café sampai pintu gerbang café lumayan jauh. Karena tempat parkir café sangat luas.

Sesampai gerbang café ada sebuah mobil mpv sejuta umat yang berhenti di pinggiran jalan. Rasman mencocokkan plat nomor dengan yang berada di aplikasi, ternyata itu adalah taksi yang mereka pesan.

“Itu taksinya, Ma.” Rasman mendekati taksi tersebut. Nina, Baskara dan Cantika ikut mendekati taksi tersebut.

“Pak. Atas nama Rasman, bukan?” tanya Rasman kepada pengemudi taksi.

“Iya, Pak,” jawab pengemudi itu.

“Betul. Ini taksinya, Ma.” Rasman membukakan pintu untuk Nina. Sebelum Nina masuk ke dalam mobil, ia bersalaman dan cipika cipiki dengan Cantika. Rasman bersalaman dengan Pak Baskara. Kemudian Nina menyalami Baskara.

“Terima kasih, Pak Baskara,” ucap Nina sekali lagi.

“Sama-sama, Bu Nina,” jawab Baskara.

Nina masuk ke dalam mobil, Baskara menutup pintu untuk Nina. Setelah berpamitan dengan Cantika Rasman pun masuk ke dalam mobil. Mobil itu melaju meninggalkan tempat tersebut.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95JDW" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95JDW
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Sekedar Bantuan, Tapi Menghancurkan Pernikahanku
9.5
Adara Paramitha dan Garen Wijaya hidup bahagia hingga kecelakaan tragis mengancam nyawa Garen. Di ambang keputusasaan, Adara bertemu konglomerat Rian Kusuma yang menawarkan bantuan dana medis. Namun, bantuan itu menuntut imbalan yang mempertaruhkan kesetiaan Adara. Sementara itu, Kirana Senja, kekasih Rian, mulai merasakan ancaman pada hubungannya. Kini, mereka terjebak dalam pusaran rahasia dan pengorbanan yang menguji keteguhan cinta serta keutuhan rumah tangga.
Sampul Novel Cinta Terlarang & Rahasia
9.4
Karina, gadis dari keluarga retak, terjebak asmara terlarang dengan Evan, kakak sahabatnya yang sudah beristri. Saat hubungan rahasia ini terungkap, ia pun dihujat dan dimusuhi Siska. Karina memilih pergi sambil mengandung buah hati mereka tanpa sepengetahuan siapa pun. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali ke Jakarta membawa seorang putra. Kini, rahasia besar mengenai ayah biologis sang anak terancam terbongkar. Sanggupkah ia terus menutupi fakta dari masa lalunya?
Sampul Novel GAIRAH LIAR IBU TIRIKU
9.7
Meghan Crafson adalah mantan model dewasa yang tetap menawan di usia kepala tiga. Meski hidup bergelimang harta setelah menikahi miliarder New York, ia merasa hampa karena suaminya yang jauh lebih tua tak mampu memuaskannya. Situasi berubah saat Hardin, putra tiri yang tampan dan atletis, datang ke rumah mereka. Terpikat pesona Hardin, Meghan mulai melancarkan godaan terlarang. Hardin pun terjebak dalam dilema antara moralitas dan gairah liar yang ditawarkan sang ibu tiri.
Sampul Novel Istri Tomboy
8.8
Roy adalah mahasiswa populer yang dikagumi banyak wanita. Namun, takdirnya berubah drastis setelah ia kalah taruhan dari sahabatnya, Bram. Akibat kekalahan konyol tersebut, Roy terpaksa menikahi Gea, seorang gadis tomboy yang sangat disegani di lingkungannya. Kehidupan pernikahan yang tak terduga ini pun dimulai. Apakah perbedaan karakter yang kontras di antara keduanya akan memicu konflik abadi, atau justru menumbuhkan benih cinta yang tulus seiring berjalannya waktu?
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Hubungan asmara Raka kini berada di ambang kehancuran akibat kehadiran Nadia. Sebagai kekasih, Raka merasa diabaikan karena Cherry selalu memprioritaskan sahabatnya yang berkacamata tebal itu. Amarahnya meledak saat ia menyadari posisinya hanya menjadi yang kedua bagi Cherry. Namun, kecemburuan buta ini justru membawa Raka menuju sebuah titik balik yang tak terduga dalam hidupnya. Akankah perasaan mereka bertahan saat prioritas Cherry terbagi?
Sampul Novel MENYUSUI TUYUL
7.8
Isu pesugihan masih menghantui pedesaan, terutama bagi mereka yang sukses. Pasangan Bintang dan Alisha merasakan tekanan ini setelah pindah ke Jawa Timur demi tugas kepolisian Bintang. Warga sekitar mencurigai mereka memelihara serta menyusui tuyul akibat serentetan peristiwa ganjil yang terjadi. Tuduhan makin memanas saat mereka membeli rumah baru di luar desa. Mampukah pasangan ini membuktikan kebenaran dan lolos dari fitnah mistis yang mengancam?